Bertemu keluarga 2

Rivera terdiam tak bisa berkata kata, ia sepertinya salah besar masuk ruangan itu. Ruangan itu berisi 10 orang laki laki muda, mungkin ada yang seumuran Rivera atau lebih tua dari Rivera.

Semua mata tertuju pada Rivera, bahkan ada salah satu dari mereka secara terang terangan menatap Rivera dengan tatapan sinis bahkan jijik melihat Rivera.

"Ngapain lo disini?." Tanya seorang cowok berkulit putih, tinggi dan bibir tebal. Ia menatap Rivera dari atas sampai bawah. 'Wah wah ngeremehin gua nih bocah.'

"Mau caper lo?." Tanya cowok berkulit sawo matang dan rambut keriting.

"Ha?." Jawab Rivera, ia bingung kenapa ia disebut mau caper?, padahal kan kalau diingat ingat ini juga rumahnya kan.

"Dengan lo baru keluar dari rumah sakit ga bikin kita merasa kasian sama lo, gak usah sok goblok lo disini." Kata kata dari cowok dengan muka blasteran itu membuat Rivera kebingungan, kenapa disini seakan akan semuanya membenci Rivera, bahkan dengan tatapan itu. Apakah seburuk itu Rivera yang dulu dimata mereka?.

"Lo tau, dengan lo masuk rumah sakit hidup kita kita tentram. Jadi kita semua bahagia lo dirumah sakit." Ucap cowo bermata sipit, diakhir katanya ia tertawa bahkan tawanya membuat matanya jadi hilang.

"Sekarang jawab, kenapa lo disini?." Tanya lagi cowo berkulit putih itu, kalau diperhatikan lama lama mata dari cowok itu mirip dengan Rivera. Apakah itu kembaran nya? Mau segimanapun ia ga mirip dengan kembarannya tapi pasti ada yang membuat mereka mirip, entah dari badan, mata atau hidung.

Rivera enggan untuk menjawab kata kata dari mereka, Rivera lebih memilih diam dan tetap berdiri didepan pintu. Respon yang diberikan Rivera membuat semua orang bertanya tanya, dulu saja jika Rivera dibentak atau diberi kata kata menyakiti hatinya ia akan menangis sesenggukan, tapi sekarang kenapa ia malah diam saja bahkan dengan ekspresi datar.

"Disini... Bau busuk banget buset." Ucap Rivera sambil menutup hidungnya dan ia langsung pergi dari ruangan itu.

Melihat Rivera pergi begitu saja, semua orang yang ada diruangan itu bertanya tanya, kenapa Rivera tidak marah marah, kenapa ga nangis.

"Anjg enak aja, dibilang busuk kita ges." Ucap salah satu diantara mereka, ia memegang dadanya sambil melotot dan menganga tak percaya dengan ucapan yang barusan ia dengar.

"Ga jelas banget tuh anak." Ucap karel, ialah cowok yang berambut keriting tadi. Karel sangat membenci Rivera, ia membencinya karena Rivera pernah membuat rumor yang tidak tidak pada hubungan nya hingga akhirnya mereka putus.

"Sebenarnya kalau dilihat-lihat kita yang ga jelas, orang baru datang udah dikatain, ditanyain yang engga engga." Ucap Rion, ia anaknya netral sebenarnya tapi tak bisa dipungkiri ia membenci Rivera karena sifatnya yang sangat buruk sampai membuat beberapa siswa di sma cendrawasih keluar karena rundungan dari Rivera.

"Alah palingan juga nangis tuh. Sok kuat aja, najis gua liatnya." Kata David, ia adalah satu satunya anak blasteran diantara mereka. Parasnya sangat tampan sampai sampai siswi luar sma cendrawasih mengejar-ngejar nya. Tapi sayangnya ia memiliki sifat playboy tingkat akut, bahkan ia bisa memiliki pacar sangat banyak dan mantan pun juga banyak.

"Udah udah." Putus mateo, telinganya sudah sangat panas sekali mendengar gibahan temanya itu. Mateo merupakan satu satunya orang yang tidak membenci, ia tipikal orang yang cuek dengan keadaan . Tapi untuk saat ini, ia merasa kasihan pada Rivera mau bagaimanapun sifatnya, Mateo menyadari hidup Rivera juga berat. Disaat Rivera sakit tidak ada yang mengkhawatirkannya sedikitpun. Bahkan saat Rivera tiba tiba masuk keruangan itu, ia sedikit merasa lega karena melihat Rivera sudah sembuh sekaligus ia sedikit kebingungan juga dengan sifat Rivera.

Hari ini, ada sekitar 10 orang berkumpul dirumah keluarga Mackenzie, di ruangan itu sudah mereka hak patenkan sebagai tempat kumpul bersama. Walau hampir tiap hari mereka berkumpul disana, keluarga Mackenzie tidak keberatan sama sekali, bahkan Diandra Mackenzie bahagia jika mereka berada disana karena rumah tidak akan sepi jika ada mereka.

Mereka semualah siswa siswa yang paling disorot di sma cendrawasih, bukan hanya orang tua mereka yang kaya raya akan tetapi diantara mereka juga memiliki prestasi yang tak kalah banyak juga. Jeandiko dan Mateo, merekalah siswa berprestasi itu. Mereka selalu mengikuti beberapa lomba, bahkan tingkat nasional dan internasional. Jeandiko juga ketua osis, ia sangat disiplin tapi entah kenapa ia bisa berteman dengan mereka, mereka seringkali menghasut Jean untuk membolos.

Semua siswa famous berada di circle ini, mereka seringkali menyebut circle mereka dengan sebutan untoksik artinya anak tongkrongan asik. Sebutan itu dibuat oleh Areksa Mackenzie, ia merupakan kakak kedua dari Rivera dan river. Areksa sebenarnya juga mempunyai rasa belas kasih seperti mateo, tapi jika ia sudah sangat kecewa dengan Rivera ia akan main tangan denganya.

Untosik selalu menjadi bahan pembicaraan dimana mana, dengan 10 anggota itu tidak ada yang tidak mempunyai kelebihan, bukan hanya tampan saja karena kalau tampan mereka tak ada tandinganya. Akan tetapi tak semua orang bisa mendekati mereka, atau bahkan menjadi teman mereka. Bahkan Rivera saja, yang bisa dibilang mempunyai 2 saudara kandung di dalam untosik, Rivera tidak bisa dekat dengan anggota untosik manapun. Alasannya hanya satu, 'mereka membenci dan jijik kepada Rivera.'

Terpopuler

Comments

Silvia

Silvia

moga aja karakter rivera gadis yg kuat.. dan g gampang luluh hatinya y thor..... jd gadis tangguh dan baddas....😊

2023-09-02

3

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!