...+62-821***...
Gua tunggu lo
📍jln Sudirman no 20
^^^Bgst, lo siapa?^^^
...****************...
Gadis cantik, dengan kaos pendek dan celana hot pan nya sedang bersantai di kasur, ia sedang mendengarkan musik melalui headphone yang sedang bertengger di kepalanya. Tapi lamunannya buyar karena tiba tiba ada pesan masuk dari nomor tak dikenal.
Ia ragu untuk datang ke tempat tersebut, tapi jika ia tidak datang harga dirinya akan hancur.
.
.
Rivera menuju ketempat tersebut dengan memakai pakaian yang ia kenakan tadi, ia tidak sempat untuk berganti pakaian, ia langsung turun kelantai bawah, mengambil kunci motor.
Setibanya ditempat tersebut hal pertama yang ia lihat adalah gudang kosong. Dikelilingi gudang tersebut tidak ada orang sama sekali, apakah Rivera harus masuk kedalam. Sejujurnya didalam hati Rivera yang paling dalam, ia takut dengan apa yang akan dihadapi nya nanti. Tapi ia juga sangat penasaran siapa yang mengirim pesan tersebut, jika itu orang iseng Rivera akan menghela nafas lega. Jika bukan ia hanya bisa berpasrah.
Rivera memutuskan untuk masuk kedalam gudang, gudangnya sangat gelap dan lembab. Banyak sarang laba laba dimana mana, sepertinya gudang ini sudah lama ditinggalkan. Rivera menyalakan senter yang ada di hpnya. Ia mencari cari sekeliling apakah ada seseorang.
"Selamat datang tuan putri, hahahaha"
Dari balik pintu, muncul seorang perempuan dengan tawanya yang menggelegar mengenakan pakaian serba hitam dan memakai masker, Ia tidak sendiri ada 2 pria yang bersamanya. Awalnya Rivera berfikir bahwa ia akan dibunuh olehnya tapi nyatanya tidak. Perlahan perempuan tersebut mendekati Rivera, ia membuka masker yang ia pakai.
Rivera sangat terkejut dengan apa yang ia lihat, seseorang yang sangat ia kenal. Bahkan mungkin ia lebih kenal dengan perempuan tersebut dibanding orang orang yang sangat dekat dengan nya.
"Kenapa? terkejut?" ucap perempuan tersebut dengan sombongnya.
"Bangsat!" umpat Rivera sambil mengepalkan tangannya.
Rivera sangat marah, ia ingin memukul perempuan tersebut tapi sayangnya kedua tangan nya ditahan oleh dua pria yang ada disebelahnya tadi. Rivera meronta ronta agar bisa dilepaskan, tapi kekuatannya kurang untuk melawan dua pria tersebut.
Ketika bulan menyinari tempat tersebut dari balik jendela, ia menyadari siapa pria yang menahannya. Dua pria itu juga sangat Rivera kenal, bahkan dekat dengan nya. Apa ini, kenapa mereka berkhianat.
Perempuan yang sempat ingin ia tampar itu, memukul Rivera dengan tinjunya. Darah segar mengalir di pelipis Rivera.
"Gua ga akan biarin hidup lo tenang ra, tapi gua juga ga akan bikin lo mati disini."
Perempuan tersebut mulai bercerita, ia menceritakan sesuatu yang bahkan tidak Rivera sangka. Fakta yang membuat hatinya teriris. Dia tidak menyangka ternyata selama ini, ia hidup dalam kebohongan yang sangat besar.
"Temui gua rooftop sekolah besok, kalau lo mau tau fakta yang sebenarnya." Putus perempuan tersebut sambil mengarahkan kedua pria itu untuk melempar Rivera keluar gudang.
"Pulang." Ucap salah satu pria itu setelah melempar Rivera dengan kasar.
Sedangkan Rivera masih terdiam sambil terduduk, ia menunduk merasakan seakan ada belati yang sedang mengoyak hatinya. Betapa sesak dadanya, ia tak menyangka tak menyangka dengan apa yang sempat dikatakan perempuan sampah tersebut. Rivera menangis dalam diam dengan hujan yang mulai berjatuhan.
...****************...
Alarm berbunyi terus selama 10 menit, pemilik alarm tidak ada niatan untuk menghentikannya. Rivera sejak pulang kemarin malam ia sama sekali tidak tidur. Ia memikirkan tentang apa yang sempat ia dengar dari mulut perempuan gila itu.
Akhirnya Rivera dengan keputusan bulatnya, ia akan bersekolah hari ini hanya untuk mengetahui fakta yang perempuan itu sembunyikan, fakta yang sebenarnya. Rivera segera memakai baju asal asalan, ia tidak memperdulikan lagi penampilannya. Yang dulunya tampil dengan make up sangat tebal dan seragam ketat, kini hanya memakai seragam itu dengan dibaluri sweater abu abu.
Rivera harus memakai masker, ia malu karena tidak memakai make up saat sekolah. Padahal sudah ada rencana ia sebenarnya hari ini ingin mempermalukan kutu buku. Ia segera menuruni tangga, Andara Mackenzie papah kandung dari Rivera berteriak memanggil Rivera. Tapi Rivera tidak memperdulikan nya dan memilih untuk tetap berlari keluar rumah. Untuk pertama kalinya, Rivera berangkat sekolah naik ojek online. Padahal biasanya ia akan menempel ke kembaranya dan abangnya untuk berangkat bersama.
Sesampainya di sekolahan, Rivera langsung menuju rooftop sekolah. Tidak ada siapa siapa di rooftop sekolah, ia memutuskan untuk menunggu sampai akhirnya kini bel masuk berbunyi. Rivera tidak ada niatan sekali untuk masuk kedalam kelasnya, apalagi dengan penampilan seperti ini.
Rivera akhirnya tanpa sadar sudah terlelap dalam tidurnya, ia akan menunggu perempuan itu sampai kapanpun. 4 jam telah berlalu, Rivera menunggu perempuan tersebut hingga tiba tiba ada tangan yang menarik sweater Rivera dan membuatnya langsung berdiri dari tidurnya.
"Wah wah wah, lihat Queen of bullying kita berpenampilan seperti cupu!." Seru perempuan tersebut sambil bertepuk dan tertawa sangat keras.
"Ututu lama ya nungguin nya, saking pengennya denger fakta buruk tentangnya. Ngenes amat hidup lo, mangkanya jangan sok belagu. Disini hidup sendiri."
"Ingat itu, ga ada orang yang berpihak sama lo, lo itu SENDIRI." perempuan tersebut menekankan penekanan dikata terakhir nya sambil mendekatkan muka Rivera.
Rivera ingin memberontak, tapi ia tahan. Tangan Rivera mengepal, ia tidak ingin kehilangan kesempatan ini. Ia harus mengetahui semuanya.
Perempuan tersebut secara perlahan mendorong Rivera menggunakan tangannya sambil mengatakan fakta fakta yang membuat hati Rivera teriris.
...****************...
Dibawah gedung utama sma cendrawasih sangat ramai, karena hari ini merupakan hari ini sudah jam istirahat yang dimana seluruh murid berhamburan untuk beristirahat.
Tapi dari arah yang sangat berlawanan, beberapa murid yang sedang bersantai disekitar luar gedung utama melihat tepat diatas gedung utama tersebut. Mereka melihat ada seseorang yang mendarat dengan cepat dari atas gedung itu hingga membentur tanah dan mengeluarkan bunyi yang sangat keras. Seluruh murid berteriak terkejut, ini pertama kali bagi mereka melihat ada seorang yang bunuh diri tepat dihadapannya.
Semua murid mulai bergerumul kearah seseorang yang jatuh dari atap itu. Darah mengucur tepat di kepalanya, kepalanya tidak hancur karena tanah yang keras itu mungkin karena ia jatuh menuju rumput yang tebal dulu sebelum jatuh langsung ketanah.
Semua murid bertanya tanya, mereka sedih melihat teman satu sekolah dengan mereka berakhir seperti ini, mereka awalnya tidak mengenal siapa siswi tersebut karena mukanya yang babak belur. Setelah mereka melihat lebih dekat dan lebih teliti mereka sangat terkejut dengan apa yang mereka lihat.
"Rivera Ellmora Mackenzie?." Tanya salah satu murid yang sedang bergerumul itu.
"Dia bunuh diri?." Ucap murid yang lainnya.
Semua murid terkejut, ia tidak menyangka seorang Rivera melakukan bunuh diri di sekolahan lagi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 31 Episodes
Comments
Welda Arsy❤
fakta apaain sih thooor,,,penasaran🤔
2023-11-21
0
IndraAsya
👣👣👣
2023-10-18
0
gamingmato channel
Sudah seminggu nih gak ada update, jadi susah tidur malamnya. Tolong thor donk~
2023-08-23
0