Berpindah jiwa 2

"Kaca." Pinta Kimora kepada wanita itu.

Wanita paruh baya tersebut langsung mengambil kaca yang berada di sofa dekat pintu masuk, ia langsung saja memberikan kaca itu kepada Kimora.

'Ini bukan muka gua anjg.' Kimora kehabisan kata kata, ia tidak sengaja menjatuhkan kaca tersebut setelah melihat apa yang ada di dalam kaca itu, bukanya muncul wajah Kimora melainkan muncul wajah gadis lain, hidung yang sempurna, mata yang sangat indah, bibir yang sempurna bahkan kulit yang putih bersih. Kimora sangat tercengang melihatnya, ia sempat berfikir apakah ibunya juga melakukan operasi plastik kepadanya.

'Apa jiwa gua nyasar ke tubuh orang lain ya?." Kimora masih berusaha mencerna apa yang terjadi, masa iya jiwanya nyasar ke tubuh orang lain, gak masuk akal banget seperti di novel novel saja.

'Walau gitu, wajah ini juga wajah yang aku impikan sejak dulu. Aku gak pernah punya wajah sesempurna ini, sangat cantik. Pasti semua orang akan menyukai ku jika mempunyai wajah secantik ini, bahkan rambutnya sangat tebal dan lembut.' Kimora melamun selama beberapa menit untuk mencerna apa yang terjadi.

"Non, non ga papa? Saya panggilkan dokter ya non." Ujar wanita itu terlihat sangat khawatir. Ia sejak tadi melihat Kimora melamun dengan ekspresi yang tidak bisa diartikan, ia takut jika Kimora kenapa kenapa.

"Siapa nama lo?" Tanya Rivera kepada wanita itu.

"Wati non, Bi wati"

Kimora melihat sekilas kearah wanita itu, ia menghela nafas panjang. 'Tuhan sepertinya mengabulkan permintaan gua, dengan memberikan kesempatan lagi untuk hidup. 'Tapi-'

'KENAPA HARUS DITUBUH ORANG LAIN?!, salah gua berdoa dengan doa yang gak lengkap. Minta nya hidup kembali tapi lupa minta hidup di tubuh ku yang dulu.' Kimora mengacak-acak rambut nya, ia benar benar frustasi dengan keadaan nya. Kepalanya sakit sekali, ia kesulitan untuk mencerna keadaannya dengan baik.

"Terus siapa nama gua?." Tanya Kimora.

Untuk sesaat wanita itu terkejut, tapi dengan cepat ia menyembunyikan keterkejutannya, ia berfikir bahwa mungkin putri majikannya itu sedang mengalami amnesia sementara, ia berfikir itu mungkin efek samping dari koma selama 3 bulanya.

"Nama non itu, Rivera Ellmora Mackenzie." Jawab wanita itu dengan nada yang lembut.

Kimora mengangguk paham, perlahan-lahan Kimora mencerna kejadian yang ia alami ini. "Siapa nama ayah dan ibuku? siapa keluarga ku, seperti apa mereka?." Tanya kepada wanita itu, Kimora melihat kekhawatiran yang sangat dalam pada wanita itu.

"Ahh itu, aku amnesia karena koma, jadi bantu aku biar aku bisa mengingat semuanya." Ucap Kimora dengan tujuan agar wanita itu tenang.

Wanita itu mengerti, anak majikannya itu sudah lama kesulitan dan kini ia harus membantunya.

"Nama ayah non Rivera itu Diandra Mackenzie dan mamah non Rivera itu Auretta Mackenzie. Ya seperti marga nona, non Rivera anak bungsu dari keluarga Mackenzie, salah satu keluarga terpandang. Non Rivera punya 2 abang dan kembaran. Abang pertama nona itu namanya Seano Alvian Mackenzie yang sudah menikah dan jarang pulang ke rumah mungkin pulang hanya 2 tahun sekali. Abang kedua bernama Areksa Ziegler Mackenzie dia masih kelas 11 sma, umur nya hanya berjarak 1 tahun dari non Rivera."

"Dan terakhir kembaran nona, Namanya River Leonardo Mackenzie. Den River itu lebih tua dari non Rivera, jaraknya itu 5 menit dari kelahiran nona. Walau kalian kembar kalian tidak mirip sama sekali, atau bisa dibilang kembar tidak identik mangkanya orang orang meragukan bahwa kalian anak kembar." Lanjutnya, kini Kimora tau siapa saja keluarga gadis ini.

"Dan, aku seperti apa?." Tanya nya sekali lagi, ia ingin benar benar memastikan nya sekali lagi.

Sebelum menjawab pertanyaan dari Kimora, wanita itu merubah ekspresi nya menjadi sendu, Kimora mengerutkan keningnya ada apa dengan wanita itu? Apakah Kimora salah menanyakan tentang dirinya sendiri? Ah tidak tentang gadis ini maksudnya, bahkan Kimora melihat wanita itu menghelakan nafas kasar. Beberapa detik kemudian wanita itu tersenyum lembut dan tidak menampakkan ekspresi sendunya.

"Non Rivera itu gadisnya periang sekali, baik hati. Tapi sayangnya non Rivera selalu berbuat jahat kepada orang lain, apalagi ketika di sekolahan. Non Rivera bahkan membully semua murid yang ada di sana, bahkan ada yang sampai masuk rumah sakit. Non Rivera selalu menentang ayah non Rivera yang bahkan membuat ayah non tak segan segan main tangan dengan non. Non sering ke bar, selalu telat sekolah, bahkan pakai seragam ketat disekolahan. Non juga pakai make up tebel banget disekolah. Semua orang benci banget sama nona, bahkan saat nona koma tak sedikit orang yang mendoakan nona untuk meninggal." Ucap wanita itu, wanita itu menunduk. Diakhir kalimat nya, nadanya melemah ia sedih melihat nasib Rivera, walaupun putri majikannya itu bersifat urak urakan, tapi baginya Rivera sangat baik.

'Buset dah, sekali respawn, respawn nya malah ke tubuh cewe ga bener. Dan apa katanya? Baik hati? Baik hati dari mana njr, membully kayak gitu baik hati. Cih' Kini Kimora tau siapa nama dan asal usul gadis ini, ia berusaha meyakinkan dirinya bahwa jiwanya berpindah ke tubuh orang lain, ia diberikan kesempatan untuk hidup kembali tapi dengan identitas yang berbeda.

Kini ia bukanlah Kimora lagi, melainkan Rivera. Ia berfikir ia akan merubah semuanya yang ada di gadis ini, ia akan berusaha merubah pandangan semua orang tentang gadis ini. Mulai hari ini, ia bukanlah Kimora ia adalah Rivera. Tepatnya Rivera yang sekarang bukan yang dulu.

'Tapi tubuh gua gimana ya disana, pasti udah dikubur. Orang tua gua dan Abang pasti nangis nangis." Seketika ekspresi Rivera berubah menjadi sendu ketika mengingat sekilas keadaan dirinya lebih tepatnya keadaan tubuhnya disana. Ia seketika merindukan keluarganya tapi ia tidak mungkin kembali dengan tubuhnya seperti ini, yang ada nanti disangka orang gila terus dibunuh karena ngaku ngaku jadi anaknya.

'Oke, mulai sekarang dan seterusnya tubuh ini milik gua. Sebisa mungkin seberusaha mungkin gua bakal memutar balikkan roda kehidupan Rivera, gua bakal ngerubah 180° kehidupan Rivera' monolog Rivera pada dirinya sendiri, mulai sekarang janji itu akan tetap diingat selamanya.

'Kehidupan gua kayak di novel novel aja deh, pasti nih cerita kalau di novel bakal ada cowok ganteng. Apalagi nih masih sma kan, wihh kehidupan gua akhirnya gak flat flat banget. Otw jadi mc nih boss, ngebayangin pas disekolah nanti tiba tiba ada cowok most wanted yang nabrak terus tiba tiba jatuh cinta. Awwwww baperrr." Tanpa ia sadari, sedari dirinya tersenyum senyum sendiri, bahkan jingkrak jingkrak diatas kasur sakit. Bi wati yang melihat kelakuan aneh dari Rivera kebingungan sekaligus bergidik ngeri takut anak majikannya kesurupan.

"Non, non gapapa?" tanta bi Wati berusaha menyadarkan Rivera.

"Pangeran ku I'm coming!" bukanya menjawab pertanyaan dari bi Wati, Rivera malah melantur tak jelas sambil seakan akan menggenggam udara. Melihat anak majikannya itu sifatnya mulai bertambah lagi, ia semakin ketakutan dan memilih keluar memanggil dokter.

Terpopuler

Comments

Ian

Ian

semangat syg/Drool/

2023-10-23

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!