Makan malam tadi, Al sedikit kesal dengan Najwa karna masih mengingat kejadian sore tadi, saat Najwa ingin mengelap dan menyentuh tangan suaminya.
Karna itu, Al berinisiatif memasak sendiri makanan untuk makan malam ia dan suaminya. Al memang bisa memasak karna sudah di ajarkan umi waktu tingga bersama nya waktu itu. Ia menyuruh Najwa agar tidak usah masak dan tidak perlu membantunya memasak. Najwa pun sangat kesal dengan sikap Al yang melarangnya. Tapi tidak di perlihatkan di depan Al, apalagi Fatih.
.
.
"Mas, ini gimana sih, tolong bantuin aku dong ngerjainnya." Ucap Al mengambil kursi lain kemudian duduk di samping kursi Fatih yang sedang mengerjakan sesuatu di meja kerjanya.
Saat ini mereka sudah selesai makan, dan Fatih mengerjakan beberapa kerjaan nya di ruang kerja, sementara Al di dalam kamar. Tapi karna ada kesulitan, ia langsung mendatangi Fatih di ruang kerjanya, untuk meminta bantuan.
Fatih menoleh ke arah Al yang sudah duduk, dia membolakkan matanya, karna Al memakai piyama yang cukup seksi menurutnya. Meski lengan piyama itu panjang tapi, bagian dada nya sedikit menurun sehingga bisa terlihat milik Al bagian atas. Sepertinya ia tidak sadar akan hal itu. Fatih menelan salivanya sendiri, dia harus bisa menahan gejolak di tubuhnya.
"Mas, heh!" Al melambaikan tangannya di wajah Fatih yang masih bengong
Fatih pun sontak mengalihkan pandangannya, tapi Al mengikuti arah pandang Fatih tadi, Al pun langsung menyingkap bajunya ke atas, agar tidak terlihat lagi.
'duh bego banget sih gue, bisa-bisanya keliatan. Pantes mas Fatih jadi salting gitu, jangan sampe dia minta aneh-aneh.' Al membatin
"A-ah em itu apa yang mau kamu kerjain?" Fatih langsung bertanya untuk mengalihkan fokus yang tadi
"Ini mas, tugas dari kamu Minggu kemaren. Besok kan mau di bahas, jadi tolong lah bantu kerjain. Kamu pasti tau jawabannya, ayo kasih tau."
"Ya gak bisa gitu sayang, aku harus profesional. Aku kan sudah kasih tau sama kalian semua kemarin, pake buku yang sudah kalian beli untuk referensi." Balas Fatih sambil menghadap laptopnya, ia tidak mau menghadap Al, takut melihat yang tadi. Padahal sudah di tutup oleh Al.
"Ihh mas jahat banget sama istri, aku tadi sudah baca di buku itu, tapi gak ketemu apa-apa." Al mencebikkan bibirnya
"Aku juga kan abis sakit, jadi otak ku ini masih sulit berpikir, padahal aku kan pinter." Al menyombongkan dirinya
Fatih menyentil dahi Al ketika ia sudah duduk menghadap Al. "Pinter kok ngaku sendiri!" Ucap Fatih
"Sayang, ini kan membahas tentang reproduksi dan semacamnya, hm bagaimana kalau aku membantu kamu dengan praktek langsung?" Fatih menaikkan sebelah alisnya sambil tersenyum penuh arti
"Hah praktek gimana mas. Emang bisa?"
"Ya bisa lah. Jawabannya ada di sana juga, setelah mendalami kamu pasti tau. Itu praktek buat anak."
Plakk!
Al memukul lengan Fatih sedikit keras, tapi Fatih tidak kesakitan sama sekali, ia malah ketawa cekikikan karna sudah menjahili istrinya.
"Masa iya ada disitu sih mas, aku kan belum siap." Jawab Al polos
"Astagfirullah kamu polos banget sih sayang, ya nggak lah, aku hanya bercanda. Tapi kalau kamu mau, dengan senang hati aku mau."
"Iss gak ya, awas aja kamu!"
"Oke aku akan memberi tahu jawabannya, letak jawabannya saja ya, selebihnya kamu merangkai sendiri dari beberapa referensi itu."
Mata Al berbinar. "Yaudah ayo mas mana, nanti biar aku ketik."
"Ets gak gratis lah, ada bayarannya."
"Ih kok gitu? Mau berapa, aku kan juga duitnya dari kamu"
"Bukan duit, tapi ini!" Fatih menunjuk bibir merah muda milik Al, yang menggodanya sejak awal tadi
"Eh apaan sih mas, gak ada. Kamu juga biasanya udah curi-curi cium aku."
"Ya kalau kamu mau jawabannya berarti harus mau. Ini bukan kecupan tapi ciuman, yang lama." Ucap Fatih sambil tersenyum menggoda
"Enak aja kamu mas, udahlah aku mintak sama temen aku aja."
Al ingin berdiri dengan membawa bukunya untuk meninggalkan Fatih yang meminta aneh baginya. Padahal bilang saja jika ia juga mau, dasar Al gengsinya gede. Tapi belum sempat beranjak dari kursi, Fatih berbicara.
"Yah padahal kan aku cuma mau itu, jatah batin belum bisa dapet, masa ciuman juga gak boleh."
Fatih memasang muka memelas, dan seperti bersedih pasrah menundukkan kepalanya.
'duh kasian juga ya, hak dia belum gue kasih, masa cium juga gak gue kasih sih. Dia gemes gitu lagi, mana bisa gue nolak. Tapi gue harus stay cool lah.' batin Al dalam hatinya
"Yaudah boleh." Mata Fatih langsung berbinar dan menghadap ke arah Al lagi
"Dih gimana kalau anak kampus tau, dosennya ternyata mesum gini." Lanjut Al
"Kan mesum sama istri sendiri, gak papa lah."
"Tapi kerjain ini dulu, baru boleh." Suruh Al
"Oke deh!" Jawab Fatih semangat.
Kesempatan ini tidak boleh ia lewati, Fatih langsung memberi tahu beberapa referensi jawaban dari tugas nya, kemudian Al sibuk mengetik jawaban itu. Hingga sekitar 30 menit Al baru selesai mengetik semuanya. Fatih pun tidak beranjak dari sana sama sekali, ia terus memandang Al sambil menunggu reward nya nanti.
"Akhirnya selesaia juga." Ucap Al sambil meregangkan tangannya ke atas
"Yaudah ayo!" Ajak Fatih langsung berdiri dan menarik tangan Al
'mati gue' ucap Al dalam hati
Setelah di kamar, Fatih mengajak Al untuk bebersih dulu sebelum tidur, mereka di dalam kamar mandi berdua, untuk menggosok gigi, cuci muka dan berwudhu.
Setelah duduk di kasur, Fatih tiba-tiba mendekatkan wajahnya langsung pada Al.
"Minta bayaran yang tadi ya!" Ucap Fatih
"Hm, tapi sebentar saja mas dan jangan lebih."
Fatih tersenyum kemudian tambah mendekatkan wajahnya, hingga Al bisa mencium aroma mint dari helaan nafas Fatih.
Fatih menempelkan bibir pada Al, kemudian mulai memagut dan ******* nya dengan lembut. Al yang awalnnya tidak membalas, sekarang mulai tergoda dan terbuai sehingga perlahan mengalungkan tangannya pada leher Fatih dan membalas ciuman itu.
Meski Fatih merasakan jika Al masih sangat amatir dalam ciuman, karna ini ciuman pertama nya. Fatih juga baru kali ini, tapi ia sudah belajar teori. Apalagi Abah Ali sudah mengajarkan nya tentang kitab dalam berhubungan.
Ciuman itu semakin lama semakin menuntut, mereka melepas semua hasrat dalam tubuhnya, meluapkan cinta mereka dengan ciuman itu. Tapi setelah beberapa menit, Al sudah sulit bernapas, sehingga Fatih melepaskan pagutannya.
"Huh huh huh, kamu mau buat aku mati mas." Ucap Al sambil menghirup udara sebanyak banyaknya
Fatih mengelap bibir Al, sisa saliva mereka saat berciuman tadi menggunakan ibu jarinya.
"Iya maaf sayang, abisnya bibir kamu manis. Bisa bikin kecanduan dan diabetes" Ucap Fatih sambil cekikikan kemudian langsung merebahkan tubuhnya
"Manis? Dikira bubuk sari manis yang bisa bikin diabetes apa!" Gumam Al lirih
"Ayo tidur, apa kamu mau mengulangnya kembali?"
"Ih nggak ah." Al langsung merebahkan tubuhnya dan menarik selimut
"ini baru ciuman namanya, cium yang lama. Besok besok kita bakal sering melakukannya."
"ih mas udah deh diem, katanya mau tidur." Ucap Al sambil memejamkan matanya, ia malu mendengar ucapan Fatih
"kamu mau kan hm? Muka kamu sampe merah begitu."
Al langsung menutup wajahnya dengan selimut, ia malu woi.
"Sini sayang, tidurnya sambil peluk."
"Ehh" Al kaget, karna Fatih langsung menarik tubuhnya ke dalam dekapan Fatih.
Al menenggelamkan wajahnya tepat di dada Fatih, ia bisa mencium aroma tubuh Fatih yang begitu memabukkan. Dan bisa merasakan dada keras milik Fatih.
'huh di peluk gini kenapa rasanya nyaman, fresh, lebih plong, enak gitu.' batinnya
"Jangan menggoda ku sayang, ayo tidur!" Ucap Fatih tanpa membuka matanya yang sudah terpejam
Ia bisa merasakan bahwa Al memainkan jarinya di dada kokoh miliknya itu, bahkan mengelusnya. Ia takut tidak bisa menahan hasratnya jika seperti ini.
Al yang tertangkap basah pun, tambah menenggelamkan wajahnya, ia sangat malu ketahuan begini. Ia pikir setelah beberapa menit tadi, Fatih sudah terlelap. Jadi ia ingin merasakan dada itu, karna penasaran.
Fatih pun menepuk nepuk pelan punggung milik istrinya itu, sehingga mereka tertidur memasuki alam bawah sadar.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 35 Episodes
Comments