Siang ini Al akan berangkat ke kampus bareng dengan Dijah. Karna Fatih ada kelas dari tadi pagi.
"Hai Al, mau masuk kelas ya.?" Sapa Angkasa yang tiba-tiba ada dihadapan Al dan Dijah
"Hm iya kak." Jawab Al seadanya
"Nih buat lo, gue tadi berangkat liat ada ibu-ibu yang jual bunga, gue beli aja deh tuh bunga." Angkasa menyodorkan bunga mawar merah
"Wah bagus banget, ini asli ya, bisa gue tanam nanti di rumah. Thanks kak." Melihat Al yang menerima bunga itu, Angkasa tersenyum dengan manis
"Ah paling juga nanti mati berapa hari doang." Sinis Dijah
"Dih iri aja lo nyet, apa lo mau juga gue kasih bunga mawar." Ujar Husein
"Hah serius, mana kak." Dijah mengadahkan tangannya dengan mata berbinar
"Bunga mawar hitam. Mau?" Balas Husein yang membuat Dijah cemberut
Al dan Angkasa langsung tertawa mendengar mereka yang selalu ribut. Bunga mawar hitam melambangkan kematian, bagaimana Dijah tidak kesal.
"Sini buat gue aja Al bunganya, umi gue pengen mawar." Husein ingin merebut bunga dari tangan Al
Langsung di tahan oleh Angkasa. "Apaan sih lo Sen, gue beli untuk Al, kalo lo mau beli sendiri."
"Tauk ah lo kak, ini punya gue, dah ayok Jah ke kelas." Al menarik tangan Dijah
Dijah langsung menjulurkan lidahnya ke Husein.
Sebenarnya Husein tadi melihat ada Fatih yang lewat sepertinya baru turun dari lantai 2, dan mendengar percakapan mereka, makanya Husein ingin mengambil bunga itu. Dia takut abang sepupunya bakal cemburu melihat Al diberi bunga oleh Angkasa.
Husein serba salah, dia adalah sahabat Angkasa, dia ingin memberi tahu bahwa Al sudah menikah jadi tidak perlu mendekati Al lagi, tapi di sisi lain juga Al berpesan untuk merahasiakan pernikahan nya.
Husein hanya bisa melihat usaha Angkasa yang terus mendekati Al, walau Al masih meresponnya, tapi tidak akan ada plot twist yang bahagia untuk Angkasa, saat nanti dia tahu Al sudah menikah.
"Aduh aku udah kenyang banget nih, somay nya masih banyak." Ucap Nashwa saat mereka berempat sedang makan di kantin
"Eh sini-sini buat gue aja Nas. Gue ambil ya." Ucap Al langsung menarik piring somay punya Nashwa
"Dih lo kan udah makan semangkok tuh bakso, yang jumbo lagi. Ini mau makan punya Nashwa, perut karung lo." Kata Dijah melihat Al makan sangat banyak
"Gue kasih tau ya, ini makanan gak boleh mubazir, Nashwa udah kenyang. Mending gue makan lah, iya kan Nas." Balas Al
"Iya Jah bagus kalo Al mau makannya, dari pada mubazir."
"Guys seminggu lagi kan kita bakal ada acara makrab (malam akrab) di BEM. Ini katanya 3 hari sebelumnya, kita bakal rapat di ruang BEM, jadi harus berangkat ya." Syila memberitahu sambil menunjukkan hpnya
"Oh iya mau ada makrab, itu malam Minggu kan ya. Bakal ada duitnya kaga sih. Gue bokek tauk." Ucap Dijah
"Mwolham mwinggwu dhi pantwhai nwih." Ucap Al tidak jelas karna mulutnya penuh makanan
"Heh lo udah kaya sapi aja, telen dulu bego." Dijah memukul pundak Al pelan
"Astagfirullah." Nashwa beristigfar
"Lo ngeliatin apa sih Syil, sampe melotot gitu mirip pocong." Kata Al setelah menelan makanannya
"Itu guys tadi Prof Fatih lewat , ganteng banget sih pake kemeja hitam, berdamage. Pengen gue karungin."
Mereka bertiga melihat ke arah yang ditunjuk oleh Syila, tapi sudah tidak ada Fatih.
"Kamu nih lo Syil, Prof Fatih mulu, ayo cepat kita masuk kelas lagi." Ajak Nashwa
'gak tau aja Syila, kalo gue udah dapetin Prof Fatih. Gimana ya kalo dia tau, apa bakal kecewa, ah bidoamat.' batin Al kemudian membuka ponselnya
Setelah mereka berdua duluan pergi, Dijah menyenggol tangan Al yang sedang membalas pesan.
"Cie chtan sama siapa sih lo."
"Ini Prof Fatih nyuruh pulangnya bareng dia ntar, jadi lo duluan aja ya, gue nunggu dia sampe jam 5."
"Baiklah tuan putri, silahkan pulang bareng suami, gue juga males mau nganter lo." Dijah melengos pergi
"Sialan lo!"
Saat pulang tadi Al mengajak Fatih untuk mampir ke supermarket dulu, karna ada beberapa barang yang ingin dia beli, dan beberapa makanan karna stock di kulkas sudah menipis.
Mereka berdua makan malam dengan masakan yang dibuat oleh Al. Belum banyak masakan yang Al bisa, dia hanya memasak sederhana, tapi sudah sangat enak dilidah Fatih.
Lumayan juga seminggu kemaren Al belajar masak bareng umi, dan sekarang dia tidak takut lagi saat menggoreng ayam atau ikan, tidak perlu memakai helm dan jaket seperti ninja warrior.
Hubungan mereka masih biasa saja, karna memang masih sibuk juga masing-masing. Malam ini Fatih ingin mengajak Al mengobrol, agar mereka bisa lebih dekat, karna ia tau bahwa pernikahan ini atas dasar perjodohan.
Al dan Fatih sama-sama sedang duduk di kasur sambil bersender di dinding. Setelah ada beberapa kerjaan tadi, Fatih menyusul duduk di kasur dan melihat Al yang sedang bermain hp.
Saking fokus bermain hp, Al tidak sadar jika Fatih sudah duduk di sampingnya, bahkan sangat dekat dan melirik ke arah ponsel, melihat apa yang dilakukan Al.
"Ihh apaan sih Prof, kok ngintip gitu, sana jauhan." Al mendorong bahu Fatih
"Udah dulu main hp nya, saya mau ngajak mengobrol, kamu mau tidak?"
Beberapa detik Al berpikir. "Hm boleh deh, masih jam segini juga."
Fatih mendekat, dan menempelkan bahunya dengan bahu Al, dan kaki sampai perut mereka tertutup selimut. Bisa dibayangkan lah guys posisinya:)
"Ih ko deket-deket."
"Udah diem!"
"Btw, kamu tadi seneng banget dapet bunga dari Angkasa." Ucap Fatih memulai pembicaraan
"Iya lah seneng banget sama bunganya. Eh tapi kok Prof Fatih tau, hayo ngintilin aku ya."
"Saya kebetulan lewat. Kalo sama orangnya suka gak?" Tanya Fatih
"Maksudnya sama kak Angkasa? Emmmmmmm." Al seperti berpikir sambil memegang dagunya, wajah Fatih terlihat sudah sangat datar
"Kepo!" Jawab Al tiba-tiba lalu tertawa
"Saya bisa beliin kamu bunga mawar yang banyak, gak usah ambil dari orang."
'kenapa sih nih orang, apa cemburu kali ya. Hihi seru juga, mana mukanya cemberut gitu jadi pengen cubit.' batin Al
"Gak tau deh!" Bales Al
"Al saya mau bicara tentang hubungan kita, apa kamu sudah mulai menerima pernikahan ini?"
"Ya aku menerima aja, kan udah terlanjur menikah, aku gak mau jadi janda hm. Apa Prof Fatih mau mencoba ninggalin aku ya?" Selidik Al
"Sembarangan kamu, saya hanya ingin menikah sekali seumur hidup. Dari awal saya sudah menerima kamu sebagai istri yang menjadi tanggung jawab saya sekarang."
"Berarti Prof udah cinta sama saya hm?"
"Menurut kamu?" Fatih mendekatkan wajahnya pada Al
"Eh eh Prof ngapain. Aku belum siap ya." Al mensedekapkan tangannya di depan dada
'gila ni orang, kalo mau main ehem-ehem kasih aba aba dulu dong, biar gue wangi dikit kek, gak bau badak gini, tadi sore gue kaga mandi haha. Ini jantung gue udah jatoh di dengkul.' batin Al
"Kamu tenang aja, saya tidak akan menyentuhmu kalo belum siap." Balas Fatih
"Asal jangan lama-lama." Lanjutnya sambil menaiki sebelah alis
"Emang kenapa kalo lama?"
"Saya laki-laki normal Al!" Tegas Fatih sambil mengusap kepala Al
'Sepertinya kutub es mulai mencair, hehe.' batin Al
Bagaimana mungkin seorang pria tahan, jika tinggal, bahkan tidur bareng bersama seorang wanita, yang bahkan sudah halal baginya.
"Prof jangan panggil 'saya' gitu, kita ubah pake aku kamu aja ya, biar kaya pasangan pada umumnya. Jangan formal banget napa. Atau mau pake lo gue aja?" Ucap Al sambil nyengir
"Tidak sopan! Baiklah pake aku kamu. Tapi kamu juga ubah panggilan ke aku, masa masih Prof sih."
"Oh boleh, dipanggil om, uncle, atau abang?"
"Saya belum setua itu, sayang." Balas Fatih sabar
'what dia panggil gue sayang, omg kenapa dia jadi manis gini sih.' Al membatin
"Emmm terus apa, di panggil ayang, honey, atau bubub?" Sebenarnya Al sangat geli dengan perkataannya sendiri
"Panggil mas aja, tapi kalo kamu mau panggil yang sama kaya aku tadi juga boleh."
'yang mana ya?' Al berpikir dalam hatinya
"Sayang?" Ucap Al bertanya
"Iya sayang." Balas Fatih, Omg tidak bisa di tutupi lagi, wajah Al langsung memerah bak udang rebus.
'Wah nih bapak tua, ko bisa gombal gitu ya. Ga pake aba-aba lagi, jantung gue mana woi huhu.' batin nya
Jantung Al berdetak lebih kencang, bisa baper juga tuh anak.
Malam itu, mereka bercerita banyak sekali, mulai dari Fatih yang ternyata sudah mencintai Al sejak ijab kabul di ucapkannya, karna dia memang tertarik sejak awal bertemu. Tidak seperti wanita lain yang sangat menggilai nya terutama ketampanannya, tapi Al malah membencinya dan tidak suka dengannya.
Al juga memiliki pribadi yang ceria dan berani, dengan tingkah barbar dan absurd nya, bisa menarik perhatian Fatih, sehingga saat di jodohkan, Fatih langsung memantapkan untuk menerimanya.
Al kaget mendengar cerita Fatih, karna sampai sekarang masih ada rasa kesal di hatinya, meski sudah tidak terlalu.
Al juga menceritakan beberapa hal yang sudah dilewatinya selama 18 tahun ini. Setelah mendengar cerita Fatih Al bicara dalam hatinya, akan mulai menerima Fatih dan membuka hati untuk suaminya itu. Al bilang kepada Fatih bahwa dia belum pernah jatuh cinta, karna selama ini Al hanya memikirkan tentang pelajaran dan bermain, karna itu Al termasuk siswa berprestasi di sekolahnya sejak dulu.
Banyak hal yang mereka ceritakan, ada momen tingkah Al yang membuat Fatih tertawa, dan Al kaget melihat tawa Fatih pertama kalinya. Sungguh manis dan renyah seperti wafer tango. Tawa yang jarang diperlihatkan kepada orang lain, jangan tertawa, senyum saja orang kampus tidak pernah melihatnya.
Tidak terasa mereka saling bercerita hampir sampai tengah malam, dan mengakhirinya dengan tidur sambil berpelukan. Entah Al sadar akan itu atau tidak, sepertinya sih tidak, karna dia sudah sangat mengantuk.
.
.
.
Mungkin karna tidur sangat larut, tidak tahu kenapa, Fatih tidak terbangun di sepertiga malamnya. Saat adzan subuh hampir berkumandang, Fatih baru membuka matanya duluan dan melihat ke arah Al yang masih berada dalam pelukannya.
Fatih tersenyum istrinya yang masih memejamkan mata, jika dia bangun maka sangat cerewet, tapi saat tidur begini, terlihat sangat damai dan polos. Apalagi dengan bibir yang di kerucutkan kedepan, Fatih serasa ingin menciumnya.
"Cantik!" Ucap Fatih tersenyum sangat manis
Kemudian Fatih semakin mendekatkan wajahnya ke arah Al.
Cup!
Cup!
Fatih mencium kening Al dan turun ke bibir mungil berwarna merah cerry itu. Jika Al tau maka dia pasti ngereog, karna ini adalah ciuman pertamanya. Dasar Fatih, diam-diam mencuri first kiss.
Kemudian Fatih langsung melenggang ke kamar mandi, membersihkan diri dan berwudhu, setelah itu membangunkan Al yang masih tertidur untuk solat subuh berjamaah.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 35 Episodes
Comments
Siti Puji Mul Yani
Lanjut thor
2023-09-07
0