KEHEBOHAN DI KELAS B

Pagi ini mereka berempat, sudah ada di kampus karna semalam janjian akan mendaftar salah satu organisasi di kampus untuk mengisi formulir pendaftaran pikir mereka.

“Ayo guys kita ke ruang BEM sekarang untuk ngisi formulir.” Ajak Syila kepada ketiga temannya

“Iya ayo kesana, btw ganteng-ganteng gak Syil anak BEM?” Tanya Dijah centil

“Mana gue tahu kan belum lihat, tapi sih gosipnya ketua BEM sama wakilnya tuh ganteng banget.” Ucap Syila

“Wah jadi gak sabar gue kesana, ayo buruan.” Jawab Dijah semangat

“Urusan cogan aja lo semangat bener.” Sirik Al ke Dijah

“Serah gue lah, gue kan mau cuci mata.” Balas Dijah

“Udah ayo malah ribut, ayo Syil kita duluan aja.” Ajak Nashwa yang lelah melihat Al dan Dijah

“Eh tunggu dong, buruan Al kita lari.” Dijah dan Al berlari menyusul ke ruang BEM

Mereka berempat masuk ke dalam ruang BEM, di sana ada ketua dan wakil BEM, dan beberapa anggota lainnnya. Kemudian mereka datang ke tempat ketua BEM yang sedang duduk di sana.

“Assalamualaikum kak, ini kami berempat mau minta formulir karna mau daftar jadi anggota BEM.” Ucap Nashwa kepada Angkasa yang tak lain adalah ketua BEM

“Waalaikumsalam.” Jawab Angkasa dan Husein sebagai wakil BEM yang sedang duduk bersamanya “Oh kalian mau daftar, yaudah langsung masuk aja, gausah pake formulir segala.” Lanjut Husein

“Hah gimana kak, masa daftarnya gak pake formulir.” Jawab Al bingung

Angkasa langsung berdiri dan menjawab pertanyaan mereka. “Sebelumnya kenalin gue Angkasa ketua BEM dan ini Husein wakil ketua BEM. Jadi karna kalian daftarnya dihari pertama pembukaan pendaftaran, jadi kalian boleh langsung masuk menjadi anggota.”

“Bahkan kalian orang pertama yang daftar loh, selamat bergabung ya.” Sambung Husein

“YaAllah Al mereka berdua ganteng banget sih, sabi lah jadi calon pacar. Lo sama kak Angkasa, gue sama kak Husein.” Bisik Khadijah pada Al

Al balas berbisik “Gak ah gue gak tertarik, lagian tar ketahuan ayah abis gue. Udah ah diem” Ya memang ayah dan bunda Al sangat melarangnya berpacaran, meski Al menyukai cogan seperti Khadijah

“Wah enak banget nih kita guys sekarang udah jadi anggota BEM.” Kata Syila senang

“Terimakasih ya kak Angkasa dan kak Husein.” Ucap Nashwa

“Eh kita kenalan dulu dong kak, biar makin akrab. Kenalin kak gue Khadijah.” Ucap Khadijah yang langsung bersalaman dengan Angkasa dan Husein sambil memainkan matanya centil

“Oi sok cantik lo, panggil aja dia Dijah kak.” Balas Al penuh penekanan sambil menoyor kepala Dijah

“Sirik aja lo.” Kesal Dijah

“Kenalin kak gue Almaira, panggil aja Al. Dan ini Nashwa sama Syila.” Al memperkenalkan diri

“Nashwa, Syila.” Jawab mereka berdua

“Nama kalian berempat bagus-bagus deh.” Kata Husein

“Lo bukannya yang pingsan waktu mos itu ya. Lo udah gakpapa kan” Tebak Angkasa pada Al. Ya memang kemaren saat mos Al sempat pingsan karna belum sarapan, padahal bunda sudah menyuruhnya, tapi karna Al terlambat jadi tidak sempat sarapan.

“Eh i-iya kak, udah gakpapa kok, kamaren cuma maag nya kambuh karna gak sarapan.” Jawab Al malu-malu yang hanya dibalas deheman oleh Angkasa

“Yaudah kak kita pamit dulu ya mau ke kantin karna habis itu masih ada kelas.” Ucap Syila

“Sekali lagi terimakasih ya kak Angkasa dan kak Husein. Assalamualaikum” Ucap Nashwa mengatupkan kedua tangannya di depan dada

“Ih buru-buru banget sih kalian. Kan masih mau lama-lama di sini.” Ucap Dijah yang langsung dibalas tatapan tajam oleh Al

“Pamit ya kak, Assalamualaikum.” Kata Al dan langsung menarik Dijah keluar

“Waalaikumsalam.” Jawab Angkasa dan Husein kompak. Angkasa menjawab sambil menatap ke arah Al dengan tatapan yang tidak bisa diartikan.

"Kenapa sa, suka ya sama si Al. Dia cantik banget kan ya." Ucap Husein menggoda

"Apaan sih." Balas Angkasa

Saat ini kelas B tepatnya di kelas Al, mereka sudah berkumpul di dalam kelas sambil menunggu dosen mata kuliah siang ini datang. Saat dosen masuk kelas betapa terkejutnya Al, karna ternyata…

“What dosen dingin itu.” Ucap Al terkejut

“Hah kamu udah pernah ketemu Al.” Tanya Nashwa yang duduk di depan Al

“Iya itu dosen yang gue tabrak kemaren, dingin banget kan itu tatapannya juga tajam iih.” Balas Al

Al berbicara dalam batinnya kesal. 'Gue kan berharap tuh dosen gak ngajar kelas ini, sial banget sih.'

“MasyaAllah ganteng banget tuh dosen.” Kata Dijah meleleh

“Iya setuju banget gue, kalian tau gak kalo itu dekan fakultas kita juga loh.”

“Kok lo tau syil.” Tanya Al

Syila menjawab. “Ya kan gue fans garis keras Prof Fatih guys, udah lama gue tau dia. Dia terkenal banget tau”

“Keren banget, tambah tersepona aja gue.” Dijah terkesima

"Terpesona Dijah." Nashwa membenarkan

“Keren apaan dingin cuek gitu, pasti galak.” Jawab Al

Prof itu berdiri ingin memperkenalkan namanya. “Assalamualaikum, nama saya Mahesa Alfatih Zaidan. Kalian bisa panggil saya Prof Fatih. Selama satu semester saya akan mengajarkan kalian mata kuliah ini, jadi mohon kerja samanya.

“Wah pas bicara berwibawa banget, salting gue.” Ucap Syila

“Apaan muka datar tatapan tajam, rasanya gue beku deh lama-lama di kelas.” Jawab sinis Al

“Oke siapa disini ketua dan wakil nya.” Fatih bertanya

“Ini prof, Al sama Nashwa.” Ucap salah satu mahasiswa yaitu Nadia sambil menunjuk Al dan Nashwa

“Kalian berdua, tolong pasangkan proyektor ini, saya akan menjelaskan kontrak belajar dari ppt saya.” Suruh Fatih

“Ih coba suruh yang cowok aja tuh Prof.” Ucap Al cuek

“Ih Al kamu gak boleh gitu, gak sopan. Ayo maju.” Ajak Nashwa yang sudah bersiap maju

“Gak deh Nas, lo aja, males gue tar beku di depan.” Tolak Al

“Yaudah sama gue aja yok, Nas.” Ucap Syila, karna dia senang bisa melihat dari dekat. Mereka berdua maju dan memasangkan proyektor.

Sedangkan Fatih hanya menggelengkan kepala, ia heran berani sekali mahasiswa menolak suruhannya. Tapi untuk kali ini dia diamkan saja.

“Gila lo Al, malah nolak suruhan Prof Fatih. Dia cogan Al, lumayan lihat dari deket.” Kata Dijah

“Bodo amat.” Balas Al

Selama hampir 30 menit kelas itu masih tenang memperhatikan Fatih yang sedang menjelaskan di depan. Tapi semua itu sirna ketika tiba-tiba ada yang teriak.

“Aaaarghhh itu ada kecoa di kepala lo.” Ucap Nadia menunjuk teman sebangku nya Vina

“Hah mana, aaaarghh, iyuh najis banget.” Vina juga teriak dan langsung mengibaskan rambutnya sehingga kecoa itu terbang ke arah mahasiswa lain. Otomatis yang lain juga teriak ketakutan.

“Ah Al itu ada kecoa, jijik banget.” Ucap Dijah

“Ih awas jangan sampe kekita tuh kecoa, menghindarrrr.” Ucap syila

Nashwa pun juga ketakutan. “Aku geli banget ihhhh.”

Semua mahasiswa heboh sampai para lelaki juga tidak berani sama kecoa itu.

“Aduh gue mau nangis gimana tuh, hah dateng kesini aaargghh.” Salah satu mahasiswa menangis karna kecoa itu hinggap di tubuhnya.

Fatih pun bingung ingin menangkapnya tapi kecoa itu beterbangan di dalam kelas. Hingga pada akhirnya….

“Diaaaaaamm, awas biar gue tangkep tuh kecoa.” Ucap Al dan mereka semua terdiam.

Saat kecoa berada di dinding, dengan cepat Al menaiki kursi karna posisi kecoa itu tinggi, Al menangkap kecoa itu dengan kedua tangannya.

“Happ, kena kan lo. Udah buat temen-temen gue ketakutan.” Al menagkap kecoa itu kemudia membuangnya ke luar tanpa dibunuh ya guys, karna dia juga ciptaan Allah dan jangan sembrangan dibunuh, begitu pikir Al. Mereka semua merasa jijik dan ketakutan melihat Al memegang kecoa.

“YaAllah gue hampir ngompol tu gak, gara-gara tuh kecoa.” Ucap Riski yang sifatnya memang gemulay seperti cewe:v

“Heh banci lo kan cowo, lemah banget sih.” Balas yang lain

“Lo juga tadi ketakutan monyet.” Balas Riski lagi

Fatih langsung angkat bicara menenangkan. “Udah-udah semuanya tenang, sekarang terimakasih sama Al, kemudian duduk kembali.” Fatih terlihat sedikit terkesima kepada Al, disaat cewek lain ketakutan, dia dengan berani menangkap kecoa dengan tangannya.

Mereka semua mengucapkan terimakasih dan mengacungkan jempolnya, bahkan ada yang memuji keberanian Al.

“Bestie gue nih hebat banget, nangkep kecoa pake tangan kosong.” Dijah merangkul bahu Al

“Apaan sih lo lebay banget.” Balas Al

“Oke, karna sepertinya sudah tidak kondusif, maka kelas hari ini kita selesaikan sekarang. Tolong ketua kelas bawakan proyektor ini ke ruangan saya. Terimakasih, Assalamualaikum.” Ucap Fatih keluar dari kelas

“Guys mau makan dikantin gak, kan jalan pulang lumayan jauh terus udah mau ashar juga, jadi kita sholat dulu di sini.” Ajak Nashwa

“Boleh deh, gue juga laper nih.” Ucap Syila

“Iya kita tadi sebelum dzuhur cuma makan bakso belum makan nasi. Hhhaa.” Balas Khadijah

“Kamu gimana Al, mau aku temenin gak ke ruanng Prof Fatih?” Tanya Nashwa karna dia wakil ketua

“Eh gak ah, kalian duluan aja, ntar gue nyusul.” Jawab Al

“Kalo udah langsung ke kantin ya, ntar gue pesenin makanan lo.” Ucap Khadijah

Saat ingin menaiki tangga lantai dua Al baru teringat, kalau dia tidak tahu ruangan Prof Fatih dimana. Sampai di atas Al melihat ada dua mahasiswa baru saja keluar dari salah satu ruangan.

“Maaf kak permisi, gue mau nanya, ruangan Prof Fatih dimana ya?” Al betanya kepada mereka

“Lo anak semester satu ya, ngapain ke ruangan Prof Fatih?” Ucap Sena sombong

“Ini ruangannya, mau ngapain lo?” Lanjut Keysa temannya

Al sudah merasa jika mereka berdua kating yang sombong. “Hm gue mu balikin proyektor ini ke Prof Fatih.”

“Udah sini gue aja yang balikin, lo pergi aja. Ambil Key itu proyektor nya.” Suruh Sena. Saat Keysa ingin mengambil, Al langsung mengalihkan proyektor itu sehingga Keysa tidak mendapatkannya.

“Kan gue yang disuruh Prof Fatih yang balikin, minggir kak gue mau masuk.” Al ingin masuk ke dalam ruangan Fatih

“Heh lo jangan songong ya, baru jug semester satu udah berani ngelawan gue. Ayok Key ambil itu.” Mereka berdua langsung merebut proyektornya, tapi Al tetap menahan kuat genggamannya. Terjadilah mereka bertiga tarik-tarikan di depan ruangan Fatih

Sebenarnya Al cukup malas harus berdebat seperti ini, apalagi bertemu dengan dosen dingin ini da dia juga merasa lapar. Tapi, karna Al selalu di ingatkan ayahnya untuk amanah, sedangkan Fatih sudah memberinya pesan untuk membawa proyektor ke ruangannya.

Sampai akhirnya, Fatih mendengar keributan dari dalam sana, dia langsung keluar untuk melihat apa yang terjadi.

“Ada apa kalian ribut di depan ruangan saya?” Tanya Fatih dengan tatapan tajam

“I-ini Prof saya hanya ingin membantu dia membawa proyektor ke dalam ruangan anda,takutnya dia gugup atau gimana bertemu anda, jadi ingin saya bantu membawa ke dalam. Tapi dia malah tidak mau dan songong sekali Prof. Iyakan Key” Ucap Sena berdusta sambil menyenggol Keysa

“I-iya Prof benar sekali.” Balas Keysa

Al bicara dalam batinnya. ‘Ih dasar nenek lampir berdusta, lagian gue berani kali masuk keruangan Prof Fatih walau cuek gitu.’

“Saya menyuruh dia untuk mengembalikannya, jadi kalian berdua silahkan kembali ke kelas.” Suruh Fatih

“T-tapi Prof…” Kata Sena terpotong. “Udah deh Sen ayo balik, tatapan Prof Fatih udah serem gitu.” Ajak Keysa berbisik

“Ayo bawa proyektornya ke dalam Al.” Ucap Fatih

“Baik Prof.” Jawab Al sambil menjulurkan lidahnya ke arah Sena dan Keysa

“Awas aja lo.” Balas Sena

“Udah ayok sen, ntar kita telat.”

Dengan terpaksa Sena dan Keysa kembali menuju kelasnya setelah Al dan Fatih Masuk ke dalam ruangan.

Terpopuler

Comments

Faadhilah Fauziyyah

Faadhilah Fauziyyah

Masuk ke dalam kisah dan tak bisa berhenti membaca, sebuah karya masterpiece!

2023-08-20

0

Blush✨☃️

Blush✨☃️

Terhibur!

2023-08-20

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!