Sedangkan di seberang sana, Fatih yang membuka kiriman video dari salah satu anggota BEM yang masuk dalam grup kosma bersama beberapa dosen termasuk Fatih. Potongan video singkat saat Angkasa menyanyikan lagu romantis untuk Al. Fatih langsung kebakaran jenggot melihatnya, ia mengepalkan kedua tangannya, terlihat semburat merah di wajahnya menahan hatinya yang panas karna cemburu.
"Astagfirullah." Ucapnya untuk meredakan marahnya
.
.
.
"Gimana Al, lo suka lagu yang gue nyanyiin?" Ucap Angkasa ketika selesai bernyanyi
"Eumh i-iya kak, bagus." Jawab Al
Sebenarnya dia tidak terlalu mendengarkan lagu itu, bahkan tidak sama sekali baper, seperti para penonton yang melihatnya. Bahkan ada dari mereka yang menggigit jari, melihat hal itu. Karna selama ini, Angkasa memang tidak terlihat dengan wanita manapun.
"Al, sebelum aku menutup acara malam ini, aku pengen ngomong sesuatu sama kamu, penting! Apa boleh?"
"Widih, udah aku kamu nih." Ucap Syila disana
Tiba-tiba, Angkasa sudah merubah panggilannya menjadi aku kamu, ada apa ini.
"Ngomong aja kak." Balas Al santai dan tidak memikirkan apapun, bahkan sekarang Al sudah duduk sambil menaikkan kakinya di kaki sebelahnya lagi, sungguh tidak estetik.
"J-jadi....eumh aku eh, aku suka sama kamu, kamu mau tidak Al jadi pacar aku?"
Damn!
Apaan nih, Angkasa menyatakan perasaannya pada Al di depan semua anak BEM. Semua orang yang berada disana terkejut dengan pernyataan Angkasa, ada yang baper dan ada juga yang biasa saja, bahkan ada yang tidak menyukainya. Mungkin karna ada beberapa disana yang menyukai Angkasa.
'waduh, kok jadi serius gini. Mati gue, kalo sampe Prof Fatih tau kak Angkasa nembak gue. Perasaan gue gak ngasih harapan sama nih orang, malah suka cuek gue mah. Dahlah terima nasib, balik dari sini.'
Al membatin dengan pikiran yang berkecamuk bingung, harus menjawab apa.
"Dih liat tuh si Al, sok kecantikan banget sumpa, greget gue. Kemaren caper sama Prof Fatih, sekarang udah di tembak aja sama Angkasa. Dasar murahan." Ucap Sena melihat adegan itu sejak tadi
"Tapi Al itu memang cantik dan keren si." Jawab Keysa disampingnya, sambil senyum menatap ke arah Al dan Angkasa yang masih sama-sama terdiam
"Lo kok malah muji dia sih, kan gue temen lo. Awas ya lo kalo main-main sama gue."
"Eh i-iya sorry Sen, gak gitu maksud gue."
"Cihh!" Sena berdecak, sangat terlihat wajahnya yang menampakkan kebencian untuk Al di depan sana.
"Al, kamu tau kan selama ini aku emang udah deketin kamu dari awal masuk dulu, aku tertarik sama kamu dari waktu ospek itu dan lama-lama aku jadi suka sama kamu. Kamu yang pemberani dan tidak zaim atau menye-menye kaya cewe lain, dan kamu juga baik. Aku suka sama sifat kamu yang kayak gitu hm."
Beberapa cewe yang merasa dirinya manja, dan menye-menye langsung membolakkan matanya mendengar ucapan Angkasa.
"Wah kak Angkasa nyindir gue nih." Ucap Syila di sana.
Karna Syila memang zaim jika di depan lelaki, ya seperti sok lembut gitu.
"Wah gimana nih kak Husein, udah pasti gak bakal di terima sama si Al, orang dia udah nikah." Ucap Dijah berbisik pada Husein yang sudah kembali duduk di sampingnya
"Gak tau gue, gue udah tau dari kemaren kalo si Angkasa mau nembak Al. Tapi gue juga gak bisa berbuat apapun, tar Angkasa curiga lagi." Jawabnya
"Jangan sampe bang Fatih tau. Bisa-bisa gue juga kena, karna dia nitipin Al ke gue malam ini."
"Mati lo kak!"
Kembali lagi pada Al yang masih belum menjawab, dia bingung harus menjawab apa. Tidak mungkin dia menerima Angkasa, dia juga tidak merasa di deketin selama ini, pure hanya teman di organisasi.
"Hm kak Angkasa sebelum aku minta maaf yaa...."
Ucap Al membuat para penonton setia, tegang seketika.
"G-gue boleh gak kak minta waktu buat jawabnya."
Ya, Al lebih baik menjawab itu, karna dia pasti akan menolak Angkasa, hanya saja dia tidak ingin menolak di depan keramaian, sehingga membuat Angkasa malu. Jadi dia bakal menjawab saat berdua saja nantinya.
"Oke Al gak papa, aku bakal nungguin jawaban dari kamu, tapi jangan lama-lama ya." Angkasa mengedipkan sebelah matanya pada Al
"Hhuuuuu." Sorak para penonton yang kecewa dengan jawaban Angkasa, mereka sudah menunggu tapi ternyata masih belum ada jawaban pasti.
Setelah orang-orang pada bubar dan masuk dalam tenda masing-masing, karna memang waktu sudah menunjukkan pukul setengah dua belas malam.
"Heh Angkasa, udah lah gak usah mikirin si Al lagi, tar di tolak lo nangis." Ucap Husein melihat Angkasa yang masih di luar sambil melamun
"Paan si lo, orang gue tinggal nunggu jawaban dari Al, gue yakin dia bakal nerima gue." Jawabnya sambil tersenyum kesemsem
"Gue udah ingetin lo ya, jangan terlalu berharap. Udah ayok masuk, tidur. Lo mau disini sama kunti, tuh!"
Husein berlari menuju tendanya dan disusul oleh Angkasa yang merinding mendengar ucapan Husein.
"Woii tunggu gue!"
Di kamarnya, Al belum bisa tidur. Dia hanya bolak balik kiri kanan tapi belum juga bisa tidur. Entahlah apa yang dipikirkan. Padahal waktu sudah menunjukkan pukul 12 malam.
"Duh gue kok gak bisa tidur sih, mata gue kaga ngantuk."
Al melihat di samping kiri dan kanannya, terlihat Dijah, Syila dan Nashwa yang sudah terlelap. Bahkan Dijah sudah ngorok dan mengeluarkan air liur nya, iyuhh.
"Dih parah banget sih Dijah, jorok banget sampe ngiler gitu. Aha gue punya ide."
Al mengeluarkan ponselnya, kemudian mengarahkan kamera pada Dijah dan langsung menjepret, mengambil foto Dijah yang sangat tidak estetik.
Al terkikik sendiri melihat hasilnya, foto itu akan dibuatnya umpan atau sebagai ancaman untuk Dijah jika dia memerlukan bantuan atau semacamnya.
"YaAllah gue beneran gak bisa tidur nih, gue cari angin dulu deh di luar."
Al keluar dari tenda, dan dia melihat ada kotak, kemudian diambil dan langsung di buka olehnya.
"Hah surat?" Al membuka surat itu
[Mau hadiah gak? Kalo mau jalan ke ujung sana, ntar kamu bakal dapet hadiah kesukaanmu]
Tulisan dalam surat itu
Al yang penasaran dan bahkan dia tidak memiliki ketakutan sama sekali, padahal sudah sangat gelap, dan dia hanya menyalakan senter hpnya.
"Nah ini dia hadiahnya." Ucap Al ketika menemukan kotak yang ukurannya lebih besar dari sebelumnya
"Ini kerjaan siapa ya, apa kak Angkasa mau ngasih gue surprise? Tapi ngapain ngasihnya di deket jurang gini."
pikir Al Angkasa yang memberinya hadiah ini, mengingat tadi Angkasa menyatakan perasaan dan menembaknya.
Al masih belum membuka hadiah itu, dia masih menghirup udara segar di puncak itu.
Setelah beberapa menit, Al mulai membuka kotak di tangannya, dengan perlahan. Matanya membulat di selingi dengan teriakan.
"Aarrgggghhh." Teriak Al setelah melihat isi dari kotak itu
Hm apa kira-kira isi dari kotak itu, sampai membuat Al berteriak. Mungkinkah hal menakutkan untuk mengerjai Al. Tapi siapa yang berani melakukannya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 35 Episodes
Comments
Elen Gunarti
lanjut thor
2023-09-20
0