Saat ini Al dan kedua orangtuanya baru saja sampai di rumah mereka, setelah tadi ayah Arman dan bunda Alya mengganti kerusakan alat permainan itu. Saat ini mereka sedang duduk di sofa ruang tamu.
“Al sekarang apalagi yang kamu lakukan, bukankah bunda tadi memperingati supaya hati-hati saat bermain di mall.” Ucap bunda
“Almaira kamu baru saja menerima surat kelulusan sma, itu artinya kamu sudah dewasa bukan. Apa kamu tidak malu membuat keributan di mall seperti itu?” Ayah berbicara dengan semburat merah diwajahnya. Sepertinya dia sangat marah karna kesalahan Al.
“Ya itu salah anak kecil tadi yang ingin merebut gamenya. Padahal kan aku lagi asik main.” Sangkal Al sambil mencebikkan bibirnya
“Kamu sudah dewasa Al, apa tidak malu ha. Harusnya kamu mengalah saja pada anak kecil itu.” Ucap ayah penuh penekanan
“Tapi yah….” Ucap Al terpotong
“Ssst,, Al jangan bantah ucapan ayahmu.” Kata bunda
Al menundukkan kepalanya lalu mengangguk pelan.
“Ayah akan memberimu hukuman jika sekali lagi kamu membuat masalah.” Ucap ayah
“Iya ayah insyaAllah aku tidak akan berulah lagi. Maaf ya ayah, bunda.” Jawab Al
“Kamu jawab insyaAllah Almaira?” Tanya ayah penuh penekanan
“Sudahlah ayah jangan seperti itu.” Ucap bunda menenangkan “Pergilah ke kamarmu Al.” Lanjut bunda sebelum ayah tambah marah kepada Al.
Al berjalan gontai menaiki tangga menuju lantai dua tempat kamarnya berada. Setelah membersihkan diri di dalam kamar mandi ia membaringkan tubuhnya di kasur empuk itu, sambil bermain ponselnya. Tidak lama hapenya berdering tanda ada panggilan masuk, dan ternyata panggilan dari Khadijah temannya.
“Assalamualaikum, gimana Al, lo baik-baik aja kan. Ayah marahin lo gak, terus gimana nasib permasalahan tadi, apa sudah selesai?” Tanya Khadijah di seberang sana, karna memang dia tadi langsung pulang kerumahnya setelah ayah bunda sampai di mall.
“Waalaikumsalam, eh buset lo pelan-pelan kalo nanya kenapa. Ya gitu msalahnya sih udah selesai, tapi ayah marah banget sama gue Jah. Kalo gue berulah lagi, ayah akan kasih hukuman ke gue.” jawab Al bersedih
“Wah kasian banget bestie gue, lo sih sama anak kecil gak mau mengalah. Bisa-bisanya tangan lo ngerusakin barang segede itu.” Kata Khadijah heran dengan sifat bar-bar temannya itu
“Sudahlah lo mah bukannya ngehibur temen sendiri.” Ucap Al kesal
“Tenang besti, sebentar lagi kita bakal masuk kuliah dan bakal liat cogan di kampus. Sudah sana tidur udah malem, besok mending lo bantuin orang tua lo, ambil lagi hati ayah sama bunda sebagai tanda maaf lo. Bye Assalamualaikum.” Khadijah langsung mematikan panggilannya
“Waalaikumsalam, eh udah di matiin aja ni bocah.” Ucap Al kesal
‘Baiklah, lupakan saja masalah ini, karna sebentar lagi bakal liat cogan di kampus hihi.’ Batin Al sambil senyum-senyum membayangkan cogan
Setelah itu Al langsung mematikan lampu kamarnya dan lanjut tidur, masuk ke alam mimpi. Apakah Al akan memimpikan cogan-cogan seperti yang dibayangkannya.
.
.
.
.
Beberapa minggu setelah kemarahan ayah, dan Al tidak berulah lagi, karna sebenarnya Al di rumah saja beberapa minggu ini, jadi adem ayem. Entahlah setelah dia masuk kuliah nanti. Pagi ini sekitar jam 9 pagi, bunda Alya mengajak Al keluar untuk membeli apa saja yang dibutuhkan Al untuk persiapan masuk kuliahnya, karna perkuliahan akan dimulai 1 minggu lagi
“Al ayo berangkat, supaya kita bisa sampai lebih dulu di rumah sebelum ayah pulang nanti sore, karna bunda akan memasak.” Ajak bunda
“Ayo bunda, Al sudah siap.” Al berjalan menuruni tangga, dengan style memakai kaos lengan panjang, celana jeans dan hijab pashmina yang dililitkan di leher.
“Coba kamu memakai rok dan hijab menutupi dada Al, agar lekuk tubuhmu itu tidak menampak dan dipandangi lelaki.” Ucap bunda geram
“Hm tapikan bun tubuhku sangat bagus jika seperti ini, lagian ribet memakai rok atau gamis seperti bunda itu.” Al mencebikkan bibirnya
“Terserah kamu saja, dari dulu bunda ngajarin masih saja menolak. Ayo berangkat, kamu yang bawa mobil ya Al.” Suruh bunda
Al mengangkat tangan tanda mangajak “Siap bunda, lets go.”
Mereka berdua berangkat dan memasuki mall, selama berjam-jam mereka memasuki beberapa toko perlengkapan untuk berbelanja. Tidak lupa mereka beristirahat makan dan sholat untuk menunaikan kewajiban. Sebelum ashar mereka sudah pulang karna bunda akan memasak untuk makan malam sperti yang dikatakannya tadi.
.
.
.
.
Hampir 2 minggu berlalu, hari ini Al akan aktif memulai perkuliahan, setelah beberapa hari kemarin mahasiswa baru melaksanakan mos di kampus. Saat ini Al dan Khadijah sudah sampai di kampus. Ya mereka berdua satu kampus, satu jurusan, bahkan satu kelas setelah pembagian kelas kemarin. Kebetulan sekali bukan, Al akan tetap bar-bar jika disandingkan dengan Khadijah. Mereka berdua masuk Fakultas Kedokteran.
“Welcome kampus, ga sabar gue lihat cogan disini Jah.” Ucap Al antusias. Mereka berdua berjalan kedalam gedung untuk mencari kelasnya.
“Iya nih gue juga, eh tapi Al lo inget jangan buat ulah lagi. Jangan sampe lo dikasih hukuman sama ayah lo.” Dijah mengingatkan
“Iya-iya gue inget, udah yok masuk kelas tuh kayaknya kelas kita.” Ajak Al
Di dalam kelas ternyata sudah banyak mahasiswa lain. Al dan Khadijah duduk di kursi paling belakang, biasalah biar bisa ngobrol. Di depan mereka ada dua orang yang mengajak kenalan.
“Hai, kenalin nama aku Nashwa dan di sampingku namanya Syila.” Ucap Nashwa yang memakai pakaian syar’I. Mereka berempat berjabatan tangan.
“Hai juga, gue Almaira, panggil aja Al dan ini gatau ya siapa namanya.” Jawab Al pura-pura tidak mengenal Khadijah.
“Heh sok-sokan gak kenal lo, kalo lagi ditinggal ayah sama bunda siapa coba yang nemenin lo di rumah.” Ucap Khadijah tidak terima. “ Gue Khadijah, biasa dipanggil Dijah. Gue kalem nan solehah seperti bunda Khadijah.” Lanjut Khadijah sambil mengibaskan hijabnya. Sedangkan Al hanya membolakkan matanya malas.
“MasyaAllah bagus sekali nama kalian berdua.” Ucap Nashwa
“Eh nanti setelah semua kelas berakhir, gimana kalo kita makan di kantin. Supaya kita berempat bisa tambah akrab gitu.” Ajak Syila yang tidak memakai hijab, karna dia non muslim ya guys.
“Boleh deh, nanti kita kan selesainya habis dzuhur ya, jadi makan dulu sebelum pulang, gimana Al?” Tanya Khadijah
“Oke deh gue ngikut aja, gue kan balik sama lo Jah.” Jawab Al
Mereka memulai pelajaran matkul pertama saat ini, karna dosen sudah masuk. Setelah sholat dzuhur dan kelas berakhir, seperti rencana mereka tadi, saat ini mereka sudah duduk di meja kantin sambil memakan makanan yang sudah di pesan.
Tapi Al belum ada di sana, karna dia tadi bilang ingin ke toilet dahulu.
“Ah leganya sudah buang air kecil. Aduh celana gue basah dikit lagi kena air tadi.” Ucap Al menunduk mengibaskan celananya dengan tangan sambil berjalan menuju kantin. Tapi tiba-tiba…
“Au sakit.” Ucap Al sambil menggosok keningnya yang tertumbur sesuatu. Al terkejut karna saat mendongakkan kepala ternyata dia menabrak punggung dosen yang tengah menerima telepon.
“Hati-hati jika berjalan.” Ucap dosen itu dingin sambil membalikkan badannya
“I-iya pak dosen maaf, saya tadi lagi menunduk jadi tidak melihat kalau ada orang.” Jawab Al menundukka kepalanya tidak berani melihat tatapan tajam dari dosen itu.
“Hm.” Jawab dosen singkat
“Punggung bapak tidak apa-apa bukan, tapi lihat kening saya nyeri sekali. Kenapa keras sekali ya punggung bapak?” Tanya Al heran
“Ya, minggir saya mau lewat.” Ucap dosen dengan wajah datar dan dingin. Dia berlalu meninggalkan Al di sana.
“Ih dingin banget sih tuh dosen, jawab seadanya doang. Oh iya gue harus kekantin, mereka pasti nungguin gue.” Al bergegas untuk ke kantin.
“Aduh capek banget gue.” Ucap Al sambil mengatur napasnya karna habis berlari
“Lo dari mana aja sih Al, cuman ke toilet aja lama. Apa lo tidur dulu ya di toilet.” Tebak Khadijah
“Sembarangan lo, gue tadi abis nabrak dosen yang dingin banget, gila.” Ucap Al
“Hah kok bisa sih Al, tapi lo gakpapa kan.” Tanya Syila
“Nih liat kening gue sampe merah, karna punggu dia keras banget kayak atletis.” Al menunjuk keningnya “Tapi gakpapa sih, cuman gue kesel banget, gue udah minta maaf eh jawabnya hm doang, pokoknya dingin banget deh. Semoga dia gak ngajar di kelas kita” Lanjutnya
“Hahaha hari pertama kuliah lo udah sial aja bestie.” Ejek Khadijah yang langsung dapat pukulan dari Al di pundaknya
“Udah jangan ribut, itu makanan kamu cepet abisin, keburu dingin Al.” Ucap Nashwa
Setelah mereka selesai makan, dan sekarang sudah berada di parkiran mahasiswa untuk segera pulang ke rumah masing-masing.
“Guys, lusa kita ada acara sambutan oleh dekan fakultas untuk mahasiswa baru di aula. Coba kalian lihat grup.” Suruh Syila
“Wah iya nih, gue harus tampil maksimal lusa, biar dilirik para cogan.” Ucap Khadijah antusias setelah membuka grup
“Cogan mulu lo Jah.” kata Al
“Yaudah mending kita sekarang pulang, keburu sore nanti dicariin orang tua kita.” Ajak Nashwa
“Oke, gue sama Dijah pulang ya bye, Assalamualaikum.” Ucap Al sambil berjalan menuju mobil
“Muah muah, sampai ketemu besok teman, Assalamualaikum.” Kata Khadijah sambil flying kiss yang diberi tatapan menjijikan oleh Al
“Waalaikumsalam, dadah.” Jawab Nashwa dan Syila kompak
Mereka berdua masuk ke dalam mobil, dan Khadijah mengantarkan Al kerumahnya. Syila membawa mobil sendiri, sedangakan Nashwa yang sudah di jemput oleh abinya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 35 Episodes
Comments
Agnes
Bener-bener jleb!
2023-08-20
0