MASUK RUMAH SAKIT

"Astaghfirullah!" Fatih tiba-tiba terbangun dari tidurnya tepat jam 2 pagi.

Entah apa yang membuatnya tiba-tiba terkejut dan mengucapkan istighfar, tetapi dia merasakan kegelisahan di hatinya.

"Ada apa ini. Ya Allah lindungilah istri hamba." Ucapnya dengan terus beristigfar sambil mengelus dadanya.

Untuk menghilangkan kecemasan di hatinya, Fatih melakukan solat malam saat itu, dia memang terbiasa solat malam pada jam 3 atau lebih. Tapi karna dia terbangun jam 2, maka ia langsung menunaikan tahajud, dan meminta kepada Allah agar semuanya baik-baik saja.

Dia tidak tidur lagi sampai waktu subuh datang, dan langsung menunaikan kewajiban solat subuh sebagai seorang muslim.

.

.

Pagi-pagi sekali, di puncak tempat mereka melakukan acara makrab di hebohkan dengan teriakan dari Nashwa, Syila dan Khadijah.

"Tolonggggggg." Mereka berteriak agar yang lain keluar dari tenda

Semua anak-anak mendatangi mereka karna teriakan di pagi buta.

"Ada apa sih, kenapa kalian teriak-teriak di jam segini? Kurang kerjaan banget." Sinis Husein

"Tau ah kalian gangguin gue lagi mimpi indah sama Celine." Ucap Bayu anak BEM juga

"Eh lo apaan, kok mimpiin gue sih, lo mimpiin gue apa? Awas kalo lo berani mimpi aneh-aneh!" Balas Celine yang ada disitu

"Gak lah cel, mimpi ngedate doang, tapi di kamar."

"Idih, najis banget." Balas Celine dengan memperagakan ingin muntah

"Eh kak Bayu, lo kaga sholat subuh apa, bisa-bisanya baru bangun." Ucap Dijah

"Gue nonis bego!" Balas Bayu

"Lah?" Dijah memang tidak tahu, karna dia dan beberapa yang lain adalah maba

"Hahaha bego lo, nonis disuruh solat." Ledek Husein cekikikan

"Udah-udah! Kenapa kalian teriak minta tolong gitu?" Ujar Angkasa, pusing mendengar perdebatan mereka

"I-ini kak..." Ucap Nashwa terpotong

"Al hilang!" Lanjut Dijah dengan raut khawatir

"Apa!" Teriak semua orang, terlebih Angkasa yang syok

"Hilang gimana, orang semalem ada dan langsung tidur kan?"

"Kita gak tau kak, semalam kita bertiga tidur duluan, dan Al masih melek kayaknya mah. Tadi pas subuh gue sama Nashwa kaga ngeh kalo Al udah gak ada dan gak ikut solat di mushola." Ucap Dijah menerangkan

"Bener kak, waktu gue bangun tadi, gue baru sadar kalo Al gak ada, dan hp nya juga gak ada!" Lanjut Syila yang memang tidak solat karna nonis

Saat Nashwa dan Dijah balik dari mushola, Syila melihat tidak ada keberadaan Al diantara mereka, dia langsung sadar dan bertanya apakah Al ikut solat bareng mereka. Tapi ternyata Nashwa dan Dijah baru sadar jika mereka tidak melihat Al solat. Mungkin karna mereka berdua saat subuh tadi masih sangat mengantuk dan belum ada kesadaran penuh.

Dijah tadi, bahkan hampir terjatuh saat solat berjamaah di mushola, saking mengantuknya karna tidur saat tengah malam. Begitupun dengan Nashwa, entah baru ini dia merasa sangat mengantuk dan berat ketika solat subuh.

Mereka semua terlihat kaget dan panik mendengar ini. Kemana perginya Al? Apa mungkin dia tiba-tiba pulang sendiri gitu, atau dia lagi main kemana? Atau dia di culik orang? Semua prasangka mereka terhadap Al.

"Yasudah semuanya, tolong bantu cari Al disekitar sini sampai sana ya. Tapi tolong tetap hati-hati!" Perintah Angkasa

"Allllllllll"

"All lo dimana?"

Mereka semua berlarian sambil berteriak memanggil nama Al. Mengelilingi puncak itu untuk mencari keberadaan Al.

"Mati gue, kalo sampe bang Fatih tau bininya hilang, gue kena juga nih." Gumam Husein sambil mencari Al

"Hah lo ngomong apa barusan?" Tanya Angkasa tiba-tiba

Ternyata dia ada di belakang Husein sejak tadi. Tapi untungnya dia tidak mendengar jelas apa yang diucapkan Husein.

"Hah ng-nggak. Udah ayo cari lagi!" Husein mengalihkan, untuk saja tidak terdengar oleh Angkasa

Sudah cukup lama mereka mencari, tapi nihil. Mereka belum menemukan keberadaan Al.

Mereka semua beristirahat dan duduk berkumpul, karna lelah mencari.

Sena dan Keysa terlihat baru datang, entah dari mana tapi mereka baru terlihat sekarang, sejak tadi subuh tidak ada.

"Kalian berdua dari mana?" Tanya Angkasa

"Gak ada, abis cari jajan aja tadi, ya kan Key?"

"Iya, gue Sena abis jajan, soalnya laper, nih." Tunjuk Keysa pada kantong kresek di tangannya

"Kak kalian tau gak sih, kalo Al hilang!" Ucap Nashwa

"Apa? Hilang?" Ucap Sena dan Keysa bareng

Tapi terlihat dari raut wajah Sena, dia seperti pura-pura terkejut, tapi entahlah.

"Iya, kita orang udah cariin, tapi belom ketemu juga." Lanjut Syila

"Hah, palingan si Al main, atau pergi kemana gitu. Atau lagi manjat pohon bareng para monkey. Diakan hobi manjat." Ujar Sena

"Heh lo kalo ngomong ati-ati ya, kita orang khawatir sama Al. Lo seenaknya ngomong gitu." Dijah terbawa emosi dengan ucapan Sena yang terlihat tidak khawatir sama sekali

"Apaan si lo, gue bener. Temen lo itu kan pemberani, udah gak usah dikhawatirin lah."

"Sini lo kak, kita ribut aja gimana." Lanjut Dijah, berancang-ancang mengajak Sena ribut

"Iya ayo sini, gue tabok mulut lo yang kaga bisa di filter omongannya." Lanjut Syila yang juga emosi

"Eh udah cukup!! Kalian ini, kita lagi khawatir, lo pada malah ribut." Angkasa menengahi mereka

"Eh kalian kalo mau ribut disana aja, biar duel langsung. Kita disini mau nyari si Al." Lanjut Husein yang juga pusing, lebih tepatnya takut sepupunya itu tau

Mereka terdiam, Dijah terlihat sangat khawatir, memikirkan sahabatnya yang entah kemana. Dia tahu betul, kalo Al tidak mungkin pergi tanpa memberi kabar atau tanpa memberi tahu dulu sebelumnya. Dijah memiliki firasat buruk terhadap Al.

"Woiiiiiii, guys sini woiii!" Teriak salah satu anak BEM

Mereka semua langsung berlari ke sana. "Ada apa Ren?" Tanya Husein

"I-ini hp nya Al bukan?" Tanya Rendy yang berteriak tadi, sambil menghirup udara, setelah berlarian tadi

"Nah ini hp nya Al." Ucap Dijah langsung mengambil hp itu

"YaAllah, terus dimana Al nya?" Ucap Nashwa

"Gue gak tau, tadi gue nemu disana, deket jurang di ujung." Beritahu Rendy pada mereka semua

Setelah mendengar ucapan Rendy, mereka semua berlarian ke arah jurang tersebut, mereka celingukan mencari keberadaan Al.

"Woiii itu Al!" Tunjuk salah satu anak BEM juga

"Astagfirullah." Mereka kompak terkejut, melihat Al berada di bawah jurang sana

"Woi itu Al gimana huhu, kak Angkasa, kak Husein cepat bawa Al naik kak!" Dijah histeris menangis, melihat Al yang sudah terjatuh di jurang itu dengan keadaan tidak sadarkan diri

Angkasa dan Husein langsung turun ke bawah sana untuk mengangkat Al, jurang itu memang tidak terlalu berbahaya. Jadi masih bisa dituruni dan di naiki secara perlahan dengan hati-hati.

"Woi kalian ngapain nontonin aja, cepet bantuin kak Angkasa sama kak Husein itu!" Teriak Syila pada para cowo, karna terlihat Angkasa dan Husein sedikit kesulitan mengangkat dari bawah jurang menuju ke atas.

Saat sampai di atas, dan mereka semua mau membawa Al kerumah sakit, karna Al masih belum sadarkan diri sampai beberapa menit mereka menunggu.

Angkasa ingin menggendong tubuh Al, untuk di bawa ke dalam mobil. Tapi tiba-tiba ada yang menahan tangannya saat ingin menyentuh Al.

"Tunggu, biar saya saja yang membawanya."

"P-prof Fatih?" Ucap mereka semua kompak dan tampak kaget

Ya itu adalah Fatih. Fatih mengetahui keadaan Al karna tadi ada yang menyebarkan lagi di grup mahasiswa dan dosen. Setelah melihat itu, Fatih langsung meluncurkan mobilnya menuju puncak dengan kecepatan yang tidak kira-kira. Dia sudah seperti kesetanan, saat tahu istrinya berada dalam bahaya.

"Khadijah, Syila sama Nashwa, ayo ikut ke dalam mobil saya untuk mengantar Al ke rumah sakit." Ucap Fatih

Mereka pun mengangguk dan mengikuti Fatih berjalan.

"Ayok sen kita kerumah sakit juga, liat Al." Ajak Angkasa pada Husein

Husein masih terlihat takut, karna keadaan Al yang seperti itu, dan terlihat abang sepupunya itu sangat cemas dan menahan amarah, setelah melihat Angkasa begitu dekat bahkan menyentuh istrinya.

Angkasa segera menginstruksikan pada semua anggota BEM untuk beres-beres barang dan langsung meninggalkan tempat itu. Karna semuanya sudah tidak kondusif, jadi acara makrab ini dicukupkan. Setelah itu dia langsung menuju rumah sakit bersama Husein.

"Kurang ajar! Kok bisa, Prof Fatih tiba-tiba dateng terus bawa Al ke rumah sakit." Sena emosi setelah tadi melihat Fatih tiba-tiba datang entah bagaimana ceritanya mereka semua memang tidak tahu.

"Gimana kalo keadaan Al parah Sen. Gue takut, gue gak mau tanggung jawab ya!" Ucap Keysa saat di mobil bersama Sena

"Ya lo kan bantuin gue, jadi lo tanggung jawab juga lah. Udah biarin aja si Al gitu, itu sebagai peringatan supaya dia ngga berani deketin Prof Fatih lagi." Balas Sena

Sementara di rumah sakit, Fatih terlihat sangat khawatir. Setelah diperiksa tadi, keadaan Al memang tidak terlalu buruk, jurang itu di penuhi rerumputan jadi tidak berbahaya. Hanya saja kepala Al sempat terbentur batu sehingga mengalami luka di dahi atas nya. Dan juga Al pingsan sudah sejak semalam, jadi membuat seluruh badannya sangat lemas.

Saat ini Al sudah sadarkan diri, dan di dalam ruang rawat inap itu, terdapat Fatih, Dijah, Syila, Nashwa, Angkasa, Husein, Sena dan Keysa. Sedangkan orang tua Al baru saja kembali lagi ke rumah, setelah Fatih membujuknya, karna sudah malam dan Fatih menyuruh mertuanya itu untuk beristirahat saja. Orang tua Fatih memang di minta untuk tidak perlu datang, karna takut membuat curiga teman-teman Al.

"Hm kalian pulang aja dulu guys, thanks ya udah bantuin gue." Al tersenyum meski ia masih sangat lemah

"Gue mau nanya Al, kenapa lo bisa jatuh ke jurang kek gitu?" Tanya Angkasa

"Gue belum bisa jelasin, panjang ceritanya, gue masih lemes." Jawab Al

"Baiklah kalo memang gitu, lo istiharahat aja dulu." Ucap Angkasa lagi.

"Tapi kok, tadi Prof Fatih tiba-tiba ada di puncak sih? Terus langsung membawa Al ke rumah sakit?" Tanya Angkasa tiba-tiba

"Iya saya kan s....." Ucap Fatih terpotong

"Sebagai anak dari temen ortu gue, iya gitu!" Al melanjutkan, ia tidak ingin Fatih memberitahu bahwa dia adalah suami Al

"Hah gimana? Ortunya Prof Fatih sama ortu lo temenan gitu?" Tanya Syila yang juga penasaran

"Iya guys ortu mereka memang kenal dan berteman. Jadi Prof Fatih ini, sudah di ingatkan ortu Al agar bisa menjaga Al jika ada apa-apa, gitu!" Dijah memberitahu kepada mereka, ia ingin membantu temannya itu.

"Owh gitu, enak banget lo di jagain sama Prof Fatih." Ucap Syila lagi

"Kenapa Prof Fatih tadi mau menyentuh Al? Bukannya Prof Fatih selalu menjaga jarak sama perempuan?" Sena bertanya, karna dia masih tidak terima

"Itu karna dalam keadaan mendesak, dan juga saya tidak menyentuh kulitnya, karna terlapisi eh baju." Balas Fatih sebagai alasan

"Tapikan Prof, tetep aja gak boleh kalau begitu."

"Heh lo diem deh kak, ini tu dalam keadaan mendesak. Pulang aja sana, lo kan gak ngekhawatirin Al, bahkan lo gak bantu nyari disana tadi." Telak Dijah pada Sena

"Udah guys kalian pulang dulu semua ya, gue mau istirahat." Ucap Al yang sudah mulai melemah dan mengantuk

Akhirnya mereka semua pulang dari sana. Al ditemani eh Fatih dan Dijah di rumah sakit. Meski banyak pertanyaan dari mereka karna Fatih yang menemani Al, tapi itu semua bisa di selesaikan setelah di beri penjelasan dan juga Fatih tidak hanya berduaan dengan Al, karna Dijah juga menemani.

Dijah tidur di brankar tempat Al juga tidur, karna kasurnya memang ukuran besar dan bisa untuk orang dua. Sedangkan Fatih tidur di sofa yang ada di dalam kamar vvip itu juga. Antara sofa dan kasur tempat Al dan Dijah tidur di batasi oleh tirai yang menutup brankar itu, sehingga Fatih tidak bisa melihat mereka, apalagi Dijah yang memang bukan mahramnya.

Terpopuler

Comments

Elen Gunarti

Elen Gunarti

kpn up nya kak???

2023-09-22

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!