WEEKEND

POV AL

"aaarrghhh" Al berteriak di taman depan rumah mereka

Pagi ini aku ingin melihat mawar kemarin yang di kasih kak Angkasa, tapi saat aku melihat tempat dimana aku menanamnya, tiba-tiba mawar itu sudah tidak ada.

Prof Fatih dan mba Najwa langsung keluar, mendengar teriakanku. Prof Fatih langsung mendekatiku sedangkan mba Najwa hanya melihat dari ambang pintu.

"Kamu kenapa Al? Kok teriak gitu"

"Ini bunga mawar aku kemana?" Ucapku kesal

"YaAllah kirain apa Al, bunga mawarnya sudah aku buang, jelek." Ucap Fatih yang membuat ku melongo

Apaan, segampang itu dia ngomong kalo sudah dibuang? Dan dia bilang bunga itu jelek?

"Hanya bunga mawar saja mba Al, kan bisa beli lagi. Bikin heboh teriak gitu, ntar dikira tetangga kenapa." Najwa berkata pelan tapi terdengar jelas di telingaku

Kenapa mba Najwa itu terlihat sangat tidak suka kepadaku, sewot banget, ikut campur aja dia. Padahal hanya pelayan hmm.

"Prof itukan bagus bunganya, aku suka melihatnya, malah dibuang. Kan gak boleh mubazir begitu Prof, nanti dosa loh asal buang saja."

Aelah kok aku sok banget bilang tentang mubazir segala, tapikan emang bener. Bunga mawar yang gak salah apa-apa kok dibuang, rasanya Prof Fatih pengen tak hiiihhh.

"Udah gausah sedih Al, nanti aku belikan lagi yang banyak."

"Tapikan..."

"Oke sebagai gantinya, aku bakal ajak kamu jalan-jalan, hari ini kan weekend."

Tentu saja aku sangat senang mendengarnya, karna sudah lama aku tidak jalan-jalan semenjak kuliah.

Boleh juga nih Prof Fatih ganti ruginya, nanti sekalian minta beliin bunga mawar yang banyak.

"Hah serius? Yeey kapan mau berangkat." Ucapku antusias

"Sekarang aja Al, kamu siap-siap sana."

"Wah siap mas, aku siap-siap dulu."

Aku sengaja memanggilnya mas, aku akan mengubah panggilanku kepada Prof Fatih menjadi mas Fatih, sesuai percakapan kami semalam.

Sebelum aku hendak masuk ke dalam rumah, mas Fatih menahanku.

"Kamu tadi bilang apa?"

"Yang mana?" Ucapku pura-pura tidak tahu

"Itu kamu tadi manggil aku apa hm?"

"Mas Fatih." Ucapku dengan suara yang sengaja ku lembutkan, kemudian aku berlalu dari sana

Aku bisa melihat kalau mas Fatih tersenyum sangat tipis. Tapi aku tau pasti jantungnya tidak aman, haha berhasil juga aku buat dia salting gitu.

Aku juga bisa melihat, saat aku hendak masuk dan melewati mba Najwa, terlihat wajahnya seperti tidak senang, tapi aku tidak tau karna apa. Biarin aja deh, bodoamat, yang penting aku jalan-jalan.

"Kita mau kemana sih Prof?" Tanyaku saat sudah di mobil

"Kok manggilnya Prof lagi sih Al?"

"Eh iya lupa, kita mau jalan kemana mas." Sebenarnya aku sedikit geli memanggilnya dengan sebutan mas, tapi ya sudahlah.

"Hm lihat saja nanti sayang."

Omg dia manggil sayang lagi, huh jantungku tidak aman nih.

"Gakpapa kan aku manggil kamu sayang?"

"Ya terserah mas saja." Ucapku sok cool dan datar, padahal jantung ini beneran lompat-lompat di dalam sana.

Aku dan mas Fatih sudah sampai di salah satu pantai yang terkenal di Bogor, aku tidak menyangka mas Fatih bakal ajak kesini, sudah lama sejak aku bermain ke pantai dulu.

"Wahhhh cantik banget mas, pantainya. Aku baru tau kalo ada pantai secantik ini."

"Ucapkan masyaAllah."

"Eh iya, masyaAllah."

"Lihat mas disana cantik banget kan itu." Aku menunjuk salah satu baru karang besar di sana

"Iya sangat cantik." Jawab mas Fatih tapi dia menatapku

Hm apa maksudnya ya, apa aku yang dimaksud cantik sama mas Fatih, yaAllah ni orang kenapa manis gini sih. Tidak bisa ku hindari, pipiku sekarang sangat merah seperti tomat.

"Itu mas yang cantik, tuh."

"Iya sayang, cantik."

Duh dia kalo ngomong gitu jadi pengen nyosor deh.

Tiba-tiba mas Fatih merangkul pinggangku, dan tubuh kami sangat dekat.

"Apaan mas, jauhan nanti diliat orang ih."

"Gak ada orang sayang disini."

"Tapikan nanti tiba-tiba ada gimana, lepas gak."

Padahal aku gamau di lepas woi, tapikan gengsi dikit lah haha.

"Mas sudah dong, kok tambah dekat ini, sanaan."

Aku mendorong mas Fatih tapi malah hal tidak terduga yang kurasakan

Cup!

Hah apa ini, benda kenyang dan basah menempel di bibirku, dia menciumku? Omg apa ini mimpi, berani banget nih orang rebut first kiss aku. Mana serangan tiba-tiba membuat jantungku berhenti berdetak, eh mati dong.

"Apaan itu mas. Kamu curi first kiss aku?"

(POV AUTHOR: Gak tau aja si Al, kalo Fatih udah curi first kiss nya tadi subuh)

"Emang kenapa, itu juga first kiss aku."

"Dih." Aku langsung berlari mendekat ke arah laut, aku takut mas Fatih akan melihat pipiku yang memerah, aku malu.

Aku sangat menikmati bermain di pantai, aku ingin berenang dan masuk lebih dalam ke laut, tapi mas Fatih tidak mengizinkan. Kami berdua main air, dan sesekali aku mendorongnya hingga ia jatuh dan menjadikan bajunya basah sampai atas.

"Kamu dapet dari mana kelapa muda ini mas?" Tanyaku, saat kami berdua sudah duduk di bawah pohon sambil meminum air kelapa.

"Adalah, tadi aku agak ke depan sana."

Mas Fatih tiba-tiba membenarkan hijab ku yang berantakan karna bermain tadi, sepertinya ada rambutku yang keluar.

Aku hanya mematung saat wajahnya sangat dekat dengan wajahku, kenapa dia sangat tampan saat seperti ini. Apalagi sikap dinginnya yang entah kemana. Kenapa tiba-tiba kutub ini mencair ya, wah kayaknya dia beneran udah cinta deh sama aku.

Lihatlah, wajahnya yang sangat tampan dengan hidung mancung bak perosotan Waterboom, bulu matanya yang panjang meski tidak terlalu lentik, dan bibirnya yang sedikit tebal, bibir yang sudah mencuri first kiss ku. Hmmm pengen ngerasain lagi deh, ups!

"Kamu kenapa sayang? Kok ngelamun, apa kamu mau aku cium lagi kaya tadi?"

Wah kenapa dia tau apa yang aku rasakan, hm gak mungkin aku bilang iya, gengsi lah.

"Gak lah mas, apaan sih. Kamu udah lancang curi first kiss aku tauk." Jawabku pura-pura merajuk

"YaAllah sayang, kamu kan istri aku sendiri."

"Tauk ah, ayo pulang, keburu sore!"

Kami berlalu dari pantai, dan berjalan menuju parkiran mobil, tapi sebelum masuk ke dalam mobil, aku melihat tukang parkir ini sedang dimarahi oleh orang yang tidak tahu siapa.

Aku dan mas Fatih datang mendekat untuk melihat apa yang terjadi.

"Assalamualaikum, maaf pak ini ada apa?" Tanya mas Fatih

"Orang ini sudah membuat mobil saya jadi penyok, dan saya minta ganti rugi lah untuk memperbaikinya." Ucap ibu yang memarahi bapak tukang parkir

"Apa benar begitu pak?" Mas Fatih bertanya

"Iya pak, saya gak sengaja saat nyuruh mobilnya mundur dan malah ibunya kebablasan, sehingga menabrak pembatas itu, saya sudah minta maaf sama ibuk, saya tidak ada uang untuk mengganti sebesar itu."

"Heh pak, minta maaf aja gak cukup, saya mau bapak ganti rugi sebanyak itu."

"Emang berapa buk yang harus bapak ini ganti." Tanyaku

"1,5 juta mba, saya akan bawa ke bengkel yang bagus."

"Saya gak punya uang sebanyak itu buk, lihat hari ini saya baru dapat 30 ribu." Ucap bapak itu dengan wajah yang terlihat hampir menangis

Sungguh aku tidak tega melihatnya, sudah hampir sore dan baru mendapatkan uang 30 ribu, bahkan sangat jauh dari duit jajan aku, padahal bapak ini harus menafkahi anak dan istrinya.

"Saya gak mau tau, cepat bayar pak!"

"Maaf buk, tapi lihat, ini hanya penyok sedikit saja, biayanya tidak akan sebesar itu."

Ya aku melihat penyok itu hanya sedikit, dan aku sudah sangat emosi melihatnya memarahi bapak itu.

"Heh bocah, kamu tahu apasih, saya sudah biasa benerin mobil, jadi saya tau ya."

Aku tambah emosi, saat dia mengatakan ku bocah. Rasanya ingin aku jambak rambut bersanggulnya itu.

"Heh buk, saya juga tau ya, karna om saya punya bengkel yang cukup besar dan saya sempat belajar di bengkel itu. Jadi jangan ngatain saya bocah."

Memang benar, aku pernah belajar ngotak-ngatik mobil saat smp dulu, jadi sedikit banyak aku paham tentang mobil.

"Saya gak mau tau, kalo tidak dibayar bakal saya laporin ke polisi."

Wah mainnya polisi nih orang.

"Jangan buk tolong, saya harus membiayai anak saya sekolah." Bapak itu memelas

"Sudah-sudah, saya tau berapa biaya untuk memperbaikinya buk, tidak akan sampai 1,5 juta. Paling hanya habis 400-500 ribu. Ini saya ganti 700 ribu, sisanya anggap saja sedekah untuk orang-orang yang suka meminta dan mengemis dengan cara seperti ini."

Aku menyodorkan uang dari dalam dompet mas Fatih. Haha aku ngga tau dia bakal marah atau tidak, mas Fatih hanya menatap dengan wajah datarnya.

Tadi aku memang memegang dompet mas Fatih karna dia menitipkan pada tas ku.

"Tapi ini hanya..."

"Kalo ibu tidak mau, baiklah akan ku bawa om saya kesini bareng dengan polisi, bagaimana?"

Skakmat, pasti ibu itu tidak berani, aku tau dia tadi membawa nama polisi hanya untuk mengancam, Al kok dilawan.

"Yasudah." Ibu itu langsung merebut duitnya dan langsung pergi dari situ.

Saat ini, aku dan mas Fatih sudah berada di dalam mobil menuju ke rumah..

"Mas, aku tadi gakpapa kan ya, bayar ganti rugi dan kasih uang ke bapaknya pakai uang kamu? Atau nanti, kalo aku udah dikirimin uang sama ayah, bakal aku ganti mas." Ucapku

Sebenarnya aku kepikiran dan cukup takut, karna tadi aku tidak izin dulu. Meski aku tau duit mas Fatih pasti banyak banget di kartu-kartunya itu. Aku juga memberi uang kepada bapak itu, karna aku sangat kasihan melihatnya.

"Justru itu membuat aku kagum kepadamu, Al." Gumam mas Fatih pelan, tapi ternyata masih bisa ku dengar, walau tidak jelas.

"Hah apa mas?"

"Eh, tidak apa-apa sayang, anggap aja itu sedekah ku kepada mereka."

"Loh, tapi aku dapat pahala juga gak nih hm." Aku sedikit merajuk saat dia bilang itu sedekahnya, tapi emang bener si, kan pakai uang dia.

"Hahaha kamu lucu banget, ya insyaAllah dapet juga sayang, kan kamu yang berniat untuk memberi. Duitku juga duitmu, dan saat ini ayah tidak akan mengirim uang untuk mu, karna aku yang sudah bertanggung jawab atasmu. Jadi kalo minta uang sama aku ya, jangan minta sama ayah." Ucap mas Fatih sambil mengelus puncak kepalaku.

Hahaha boleh juga, bisa minta banyak nih aku, lumayan buat beli merchandise idol Kpop.

Terpopuler

Comments

Miraa

Miraa

lanjut dong!:)

2023-09-12

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!