7.Love vs Blood

"Bay, Mr. Angkasa tahu." Ucap Tania

"Iya, aku tahu dari Arya. Dia marah terjadi kekacauan." Bayu mengatakannya menahan tawa.

"Kekacauan?" Tania kebingungan, Kenapa dirinya tidak mengetahui itu?

"Kamu hubungi dia sendiri aja." Pinta Bayu masih menahan tawa.

"Oke, Bay aku serius. Aku benar-benar buntu. Apa yang harus aku lakukan?"

Tania berdiri di depan meja kerjanya melipat kedua tangannya di dada.

"Tania, aku tahu bagaimana pengorbanan kamu sampai detik ini." Bayu menyandarkan punggungnya di sofa ruangan kerja Tania.

"Bay, jujur aku takut gagal."

"Tenangkan diri dulu." Ucap Bayu

"Bay, aku beneran bingung bagaimana jika Mr. Angkasa mengatakan semuanya pada Jamie."

Tidak mudah bagi Tania melawan rasa trauma. Menyembuhkan anxiety yang pernah dirasakan. Ya, meskipun sensasi itu sedikit banyak pasti masih datang jika teringat kekacauan yang pernah terjadi pada hidupnya.

"Tan, Aku tahu kegigihan kamu meninggalkan impian memilih menjadi pimpinan. Meskipun ini masih berjalan belum lama, setidaknya kamu sudah membuktikan kamu bisa memimpin semua perusahaan yang kakek kamu tinggalkan," Bayu berkata.

"Terjun dengan terpaksa, belajar untuk memimpin semua perusahaan kakek kamu dan mengganti identitas kamu sebagai anaknya bukan cucunya itu tidak mudah." Lanjut Bayu.

Tania duduk di kursi merekatkan kedua tangannya.

"Bay, ini semua atas dukungan kamu. Entah apa jadinya jika kamu tidak ada di belakangku."

"Aku akan selalu ada di belakang kamu. Semuanya sudah aku urus. Tinggal kamu yang lanjutan sampai tuntas." Pinta Bayu.

"Jika ada apa - apa?" Tania masih merasa was-was dan tidak yakin pada dirinya.

"Tan, sudah berulang kali aku mengatakan. Aku ada dibelakang kamu. Semua saham perusahaan milik kamu sudah aku beli. Aku menjadi pemilik saham terbanyak setelah kamu. Aku siap mengakuisisi jika terjadi sesuatu, seperti pesan kamu." Ucap Bayu. Itulah salah satu cara bagaimana Bayu untuk membantu Tania.

Bayu bisa menempatkan diri kapan dirinya harus serius atau bercanda. Jika sudah menyangkut persoalan keluarga dan sahabatnya, Bayu tidak bisa berpangku tangan. Bayu juga salah satu tim dalam misi balas dendam. Bayu pengusaha kaya raya yang sangat disegani dan dihormati oleh para pengusaha lain terutama Mr. Angkasa. Tidak peduli jika dirinya masih muda. Kecerdasan dalam mengelola perusahaan sudah tidak diragukan lagi. Bayu pemilik saham terbanyak di setiap perusahaan. Sampai detik ini tidak ada yang mampu mengalahkan. Bayu sangat berterima kasih kepada kakek, Nenek dan kedua orang tuanya. Kalau tidak ada warisan dari mereka entah tidak bisa diceritakan disini .... 🤧 

Mr. Angkasa adalah salah satu pengusaha yang direkomendasikan oleh Bayu. Bayu sangat mengetahui siapapun yang bekerja sama dengan Jamie dan mampu di dekati oleh Tania. Tidak mudah bagi Tania, tetapi harus dilakukan demi keberhasilan misi.

Dan Tania tidak bisa berdiri dan berjalan menjalankan tugasnya jika tanpa bantuan Bayu. Bayu satu - satunya orang yang bisa dipercaya untuk menjaga perusahaan. Menggantikan dirinya jika terjadi sesuatu pada perusahaan itu 

 

"Terima kasih banyak Arya." Ucap Clay menyodorkan tempat makan berwarna biru berisi mie goreng seafood buatannya.

Arya masih telentang memejamkan mata diatas kursi taman fakultas.

"Arya." Panggil Clay lagi sebelum mengoyakkan tubuh Arya.

Mata Arya membuka.

"Kenapa sih ganggu terus?" Ucapnya sinis tanpa mengubah posisinya.

"Kamu gak denger aku bilang terima kasih dan ini buat kamu." Ucap Clay menaruh kotak makan di atas dada Arya.

"Apa ini?"

"Buka sendiri." Ucap Clay sinis. Menempatkan dirinya duduk di kursi samping Arya merebahkan tubuhnya.

"Terima kasih, kalau bukan kamu yang nyuruh mungkin pesta ulang tahunku benar-benar gagal total." Clay tidak bisa membayangkan.

"Tapi sorry, Mario dibebaskan. Papanya Mario ...." Ucap Clay terpotong.

"Gak perlu cerita." Arya mengubah posisinya yang kini duduk membuka tempat makan dan segera dilahapnya.

"Tau aja lagi lapar?" Ucap Arya sambil mengunyah.

"Telen dulu." Pinta Clay.

"Enak, ini beli dimana?" Puji Arya.

"Serius, Aku masak sendiri." Ekspresi wajah Clay yang tadi muram kini berubah menjadi sumringah.

"Ah jadi gak enak rasanya." Canda Arya.

"Aryaaaa kenapa sih? Gak usah bikin orang seneng terus menjatuhkan." Clay protes, 

"Emang siapa yang bikin seneng?" Arya bertanya sambil melirik Clay

Kini wajah Clay kembali cemberut.

"Arya," Panggil Clay lagi

"Aku benar-benar minta maaf soal Mario." Clay menundukkan kepalanya.

"Kenapa kamu yang minta maaf?"

"Karena Mario dibebaskan." Jawab Clay

"Sudah, berhenti bercerita. Jadi gak napsu makan." Ucap Arya, berdiri meletakkan kotak makannya di atas pangkuan Clay sebelum pergi meninggalkan Clay yang duduk sendirian di taman.

"Kebiasaan ninggalin orang." Gerutu Clay sambil membereskan kotak makan yang ada dipangkunya.

"DASAR, GAK NAPSU TAPI HABIS." teriak Clay melihat Arya berjalan mengangkat tangan kanannya mengacungkan jempol.

 

"Sial, Gak becus dasar bocah." Jamie melempar botol minuman beralkohol ke dinding. Pecahan kacanya semburat ke lantai.

Mario menunduk dengan tangan, kaki terikat dan mulut dilakban. Seperti babi yang siap dipanggang.

Dua orang laki-laki berdiri tidak peduli dengan Mario menahan kesakitan. Wajahnya babak belur ulah dari orang-orang pesuruh Jamie.

"Siapa lagi yang mengetahui masalah ini?" Tanya Jamie menahan kemarahannya yang sudah diujung tanduk.

Mario hanya menggelengkan kepala sebagai bentuk jawaban. Mario hanya terdiam. Jika dirinya mengatakan, semuanya akan terkena imbasnya tetapi sangat buruk bagi dirinya. Bukan mereka yang dilenyapkan tetapi dirinya, nyawanya.

Tutup mulut jalan satu-satunya yang dipilih Mario. Menyembunyikan jika hampir dari anggota inti komunitas mengetahui jika Mario sebebas itu membawa bahkan menggunakan barang haram di segala tempat.

Ketika mengetahui ketakutan Mario terhadap Jamie dan konsekuensi yang Mario sendiri hadapi, membuat Raka dan Riki berani melaporkan Mario kepada Arya jika Mario bersama kawan-kawannya menghadiri pesta ulang tahun Clay yang akan dimanfaatkan untuk pesta barang haram.

"Jika aku mengetahui lebih dari ini, tidak sudi aku menatap wajahmu bocah." Teriak Jamie tepat didepan wajah Mario. 

"Bawa dia ke kamarku!" Perintah Jamie pada orang-orang suruhannya.

Tubuh Mario berontak membuatnya mendapatkan tendangan bertubi-tubi dari kaki kekar Jamie. Suntikkan obat bius langsung tertancap tepat di leher Mario.

Dalam sekejap tubuh Mario tertidur lemah tidak berdaya. Dengan sigap tubuh Mario dibopong ke dalam kamar Jamie. Seorang lainnya membereskan serpihan pecahan botol.

Sebelum Arika datang, Jamie berusaha membereskan kekacauan yang telah terjadi di rumahnya. Jamie lupa jika Arika sudah tinggal bersamanya lagi. Membuat Jamie tidak leluasa dan tidak sebebas dulu melakukan aksinya. Jamie perlu hati-hati, tidak ingin keponakan kesayangannya mengetahui perlakuan biadabnya.

Setelah beres, semuanya segera pergi meninggalkan rumah Jamie. Tinggal Jamie sendiri yang duduk di kursi mini bar rumahnya menyesap segelas wine yang ada di tangannya.

Bersambung ….

Terpopuler

Comments

Ifa _

Ifa _

ini semua nya pada pinter2, bagi tips dong hei
yang baca dibuat takjub

2023-09-17

2

lihat semua
Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!