Remaja

10 tahun berlalu....

"Ra, menurut lo, siapa yang paling ganteng diantara kita berdua?" Lio melontarkan pertanyaan itu kepada Nara yang sedang makan di kantin sekolah.

"Gimana ya jawabnya, gimana aku bisa jawab dengan pertanyaan yang nggak jelas kek gitu." Nara menaikkan satu alisnya dan menatap kakak beradik itu.

"Yang bener coba jawabnya, siapa yang paling ganteng diantara kita berdua, Ra?" Lio menatap Nara sambil memakan roti ditangannya.

"Kak Aksa ganteng, dia juga baik tapi sayangnya dia cuek. Kak Lio juga ganteng, perhatian dan selalu baik sama Nara."

"Jadi......?"

Lio masih bingung dengan jawaban Nara.

"Ya, kalian berdua sama-sama ganteng." Nara pun tersenyum sambil menggaruk kepalanya.

Aksa dan Lio hanya tersenyum pada Nara yang sekarang tumbuh menjadi gadis cantik dan cerewet. Tidak terasa mereka sudah bersama 10 tahun lamanya. Mereka menganggap Nara adalah adik kandungnya, begitu juga sebaliknya, Nara mengaggap mereka sebagai kakaknya.

"Kak Aksa nyebelin, kamu hanya tersenyum padaku, tapi jarang sekali bicara denganku. Apa kamu punya masalah dengan tenggorokanmu, atau kamu sangat takut akan kehabisan suara jika kamu mengeluarkan suaramu itu, kak? Nara menatap Aksa sambil menyangga wajahnya di kedua tangannya.

Aksa hanya tersenyum duduk dihadapannya. Cowok tampan itu tampak sangat gagah dengan seragam OSIS yang dibalut rapi dengan jas cokelat SMA Satu Bangsa.

Aksa langsung mengelus rambut Nara. "Cepetan makannya Ra, nanti keburu jam pelajaran masuk."

Nara langsung membereskan makanannya. "Iya ini bentar lagi, kak."

Kebersamaan selama 10 tahun ini membuat Aksa menganggap Nara sebagai adik kecilnya. Ia merubah pandangan yang dulunya ia membenci Nara yang bisa dibilang cerewet, tapi Aksa lebih suka melihat Nara seperti itu daripada melihat Nara menangis.

...----------------...

Hari ini adalah hari pertama Kenara Claudya Manaya menjadi siswa kelas 10 SMA Satu Bangsa. Nara memilih sekolah ini karena kedua kakaknya Aksana Prakesha dan Rolio Naden Prakesha juga bersekolah di SMA ini. Dia senang jika ada kakaknya pasti dia akan leluasa untuk mencari masalah disekolah. Karena dia merasa akan ada yang melindunginya. Nara tumbuh bukan hanya semakin cantik natural dengan tampilan rambut pendeknya, tapi dia juga tumbuh menjadi gadis yang semakin bar bar dan tidak mau diam. Aksa dan Lio saja pernah kewalahan untuk menasehati Nara ketika Nara menarik celana salah satu gurunya di SMP sampai kelihatan *pasti kalian tau lah ya:)*. Hingga saat ini, guru itupun tidak mau memaafkan perilaku Nara yang yang tidak senonoh itu.

"Ra, ini hari pertama kamu sekolah. Kalo sampe kak Lio sama kak Aksa denger kamu buat masalah di sekolah, kita berdua nggak segan segan buat menghukum kamu di tengah lapangan." Kecam Lio sambil menaruh tangannya di pundak Aksa.

"Tenang aja kak. Hari pertamaku ini tidak akan ku isi dengan hari buruk. Akan ku penuhi dengan hari yang baik." Nara menyeringai lebar dengan tatapan tidak dapat dipercaya.

"mencurigakan." batin Aksa melihat tingkah adiknya itu.

...----------------...

*tringgggggg...*

Bel istirahat pun berbunyi. Nara yang sedang merapikan bukunya untuk dimasukkan kembali ke tasnya. Dia berniat untuk pergi menemui kakak-kakaknya, karena dia belum dapat teman untuk di ajak ke kantin.

Saat Nara bergegas untuk pergi menuju kelas Aksa dan Lio, tiba tiba tanpa sengaja Nara menabrak seorang wanita yang membawa makanan yang ditangannya hingga terjatuh. Nara panik dan berusaha untuk membantu membersihkan, tetapi wanita tersebut malah mendorong dan dan berusaha menyerang Nara. Wanita tersebut tidak terima karena makanan yang dibeli dengan antrian yang sangat panjang malah terbuang sia sia karena Nara.

"Eh, makanya kalo jalan tuh matanya dipake tolol!" Wanita tersebut langsung memarahi Nara ditempat itu juga hingga mengundang siswa lainnya melihat pertengkaran tersebut.

"Apaan si, gue jalan pake mata kok. Emang dasar lo nya aja bawa makanan kek nyincing kotoran." Balas Nara pada wanita tersebut dengan geram.

"Eh lo baru kelas 10 kan? berani banget lo cari perkara sama gue di hari pertama lo sekolah disini!" si wanita itu terus menyalahkan Nara hingga membuat Nara emosi.

"Dasar nenek lampir. Jangan kira gue takut sama nenek lampir kaya lo. Sini, betumbuk kita." Nara yang langsung menjambak rambut wanita itu dengan kasarnya

Dua wanita tersebut berkelahi hingga memicu atensi banyak orang di sekelilingnya.

Aksa yang merupakan ketua osis SMA Satu Bangsa langsung mendapat laporan bahwa ada yang berkelahi di depan ruang kelas 10. Dia langsung bergegas pergi untuk melihat siapa yang telah membuat keributan. Ia khawatir kalau Nara yang membuat masalah.

Dugaan Aksa benar. Nara sedang bergulat dengan teman kelasnya yaitu Mishel. Aksa langsung berusaha menghentikan keduanya yang seperti anjing dan kucing.

"UDAH!" bentak Aksa yang membuat Nara dan Mishel menghentikan perkelahian tersebut.

Mishel yang melihat Aksa, langsung mendekati Aksa. "Aksa, aku pasti tau kamu dateng buat nolongin aku." Mishel yang langsung memeluk tangan Aksa.

Semua orang tau bahwa Mishel menyukai Aksa dari kelas 10. Ya, walaupun Aksa tidak pernah menanggapi hal itu.

"Kalian berdua ikut aku sekarang ke lapangan!" Ucap aksa sembari melepas tangan Mishel yang memeluknya.

...****************...

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!