Nara dengan Segala Keresahannya

Langit sore mulai berwarna jingga ketika Aksa dan Mishel masih berdiri di taman belakang sekolah. Angin berembus pelan, membawa hawa sejuk yang kontras dengan ketegangan yang perlahan muncul di antara mereka.

Mishel masih menatap Aksa, berharap laki-laki itu mau membuka diri lebih banyak. Tapi yang ia dapatkan hanyalah jawaban-jawaban singkat yang terasa jauh.

Aksa memang ada di sini bersamanya.

Tapi pikirannya?

Tidak.

Mishel menggigit bibirnya. "Sa..."

Aksa mengalihkan pandangan dari langit ke wajah Mishel. "Hm?"

Mishel menelan ludah. Ini mungkin satu-satunya kesempatan yang ia punya untuk mendekatkan diri pada Aksa.

Jadi ia harus mencobanya.

"Aku nggak tahu gimana cara ngomongnya..." suara Mishel melemah, tapi ia berusaha menguatkan diri. "Tapi aku harap kamu ngerti kalau aku peduli sama kamu lebih dari sekadar teman sekelas."

Aksa terdiam.

Mishel bisa merasakan jantungnya berdebar keras. Ia sudah menduga ini akan terjadi—Aksa tidak akan langsung merespons.

Tapi ia butuh jawaban.

"Aksa?" panggilnya pelan.

Laki-laki itu akhirnya menghela napas panjang, menundukkan kepala sejenak sebelum menatap Mishel dengan sorot mata yang sulit diterjemahkan.

"Mishel..." Aksa mengusap tengkuknya. "Aku nggak mau ngasih harapan ke siapa pun kalau aku sendiri belum yakin sama perasaan aku."

Mishel merasa dadanya sesak. Itu bukan jawaban yang ia harapkan.

Tapi setidaknya, Aksa tidak langsung menolak.

Ada celah di sana.

Dan ia akan memanfaatkannya.

"Baiklah," Mishel tersenyum kecil, meskipun hatinya terasa nyeri. "Tapi kalau kamu butuh seseorang, aku selalu ada buat kamu."

Aksa mengangguk. "Makasih."

Mishel tahu Aksa tidak memberikan jawaban pasti. Tapi itu cukup untuk sementara.

Karena ia masih punya waktu.

Dan selama waktu itu ada, ia akan memastikan bahwa Aksa akhirnya melihatnya—bukan Nara.

---

Di tempat lain, Nara masih menunggu di parkiran bersama Lio.

Ia sudah mencoba mengabaikan kegelisahan yang merayapi hatinya sejak tadi.

Tapi itu sulit.

Kemana Aksa?

Dan yang lebih penting...

Dengan siapa dia?

"Kamu kelihatan nggak sabar banget," Lio tiba-tiba berkomentar.

Nara melirik kakaknya dengan tatapan jengkel. "Aku nggak nungguin siapa-siapa."

Lio tertawa kecil. "Oh ya? Terus kenapa dari tadi matamu nyariin seseorang?"

Nara mendengus. "Kak Lio, jangan sotoy deh."

Tapi Lio tidak tertipu. "Aksa lagi sama Mishel, tau."

Nara terdiam.

Jantungnya berdetak lebih cepat.

Kenapa informasi itu membuat dadanya terasa aneh?

Kenapa harus Mishel?

Nara buru-buru menggelengkan kepala. "Ya udah, biarin aja. Bukan urusan aku."

Tapi Lio bisa melihat sesuatu di mata adiknya.

Sesuatu yang mungkin Nara sendiri belum sadari.

Sesuatu yang membuatnya tersenyum kecil.

"Ya udah, kalau nggak peduli, ayo kita pulang," ujar Lio santai, menaiki motornya.

Nara mengangguk cepat, seakan ingin segera pergi dari sini.

Tapi saat ia naik ke motor Lio dan melirik ke arah gerbang sekolah, matanya bertemu dengan sosok yang baru keluar dari taman belakang.

Aksa.

Bersama Mishel.

Dan yang membuat dadanya mencelos adalah bagaimana Mishel menatap Aksa dengan ekspresi lembut dan penuh harap.

Seketika, ada sesuatu yang terasa salah di dalam dirinya.

Dan itu membuatnya kesal.

Kenapa ia harus merasa seperti ini?

Aksa hanya kakaknya.

Tapi kenapa hatinya mengatakan hal yang berbeda?

Nara menarik napas dalam-dalam. Ia tidak boleh terpengaruh.

Namun, saat ia menoleh sekali lagi, ia melihat Mishel tersenyum pada Aksa—senyum yang penuh makna.

Dan Aksa... tidak menghindar.

Ada sesuatu dalam dada Nara yang mencubit perasaannya dengan keras.

Ia menggigit bibirnya, menunduk dalam-dalam.

Lio meliriknya dari kaca spion dan tersenyum kecil. "Siap?" tanyanya.

Nara mengangguk, tapi pikirannya masih tertinggal di gerbang sekolah.

Ia ingin mengabaikan perasaan ini.

Tapi bagaimana caranya, kalau setiap kali ia memikirkan Aksa dan Mishel bersama, hatinya terasa sesak?

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!