Setelah memikirkan nya semalaman, akhirnya Ruby mengambil keputusan untuk datang ke rumah Haris.
"Aku harus bicarakan soal perceraian ini" Ucap nya, Ruby menarik napas lalu melanjutkan langkah kaki nya menuju kediaman Haris.
Ruby merasa bahwa rumah Haris seperti sudah lama tidak dihuni, melihat banyak nya sampah yang berserakan di lantai dan debu yang menempel di kaca jendela.
Ruby mengetuk pintu
Tok.. Tok..
Tidak ada sahutan, Ruby mengetuk kembali kali ini ketukan nya lebih kencang. Tapi tidak ada yang menyahut sama sekali.
"Ruby.. Itu kamu?" Tanya seseorang, Ruby melirik ke asal suara, ternyata orang itu adalah mantan majikan nya dulu.
"Eh ibu surti.." Sahut Ruby, ia sedikit mengernyitkan dahi kala melihat Surti menatap nya.
"Baru ingat sama suami kamu? Setelah dia nikah lagi kamu baru kembali?" Tanya nya beruntun, wajah Ruby sedikit terkejut
"Apa? Pria pemalas itu menikah lagi?"gumam Ruby didalam hati, ia benar-benar terkejut mendengar nya.
" Maaf Bu.. Haris menikah lagi?"tanya nya memastikan, Surti mengangguk mantap.
Ruby benar-benar tidak menyangka jika Haris menikah lagi sebelum menceraikan nya,Ruby semakin geram dengan suami nya itu.
"Tapi kamu saya lihat lihat udah semakin kelihatan cantik ya, baju yang kamu pakai udah lebih kelihatan mahal" Cibir surti, ruby hanya menanggapi dengan senyum kecil, ia sangat tahu surti adalah tipe tetangga kepo dan cerewet.
"Kamu kerja apa? Jual diri? " Celetuk nya, Ruby menatap surti tajam, mengapa wanita ini tidak bisa menjaga omongannya, begitulah batin Ruby.
"Maaf Bu.. Saya tahu mungkin saya memiliki kaitan hutang yang banyak kepada ibu, tapi itu juga bukan berarti ibu bisa ngomong seenaknya begitu sama saya" Hardik Ruby, ia berusaha tetap sopan kepada tetangga suami nya ini.
Ruby mengambil uang dari tas nya, lalu memberikan nya kepada surti, seketika surti terbelalak kaget melihat uang yang begitu banyak di tangan nya.
"Itu bahkan lebih dari hutang ku" Ucap ruby, surti menghitung uang nya lalu menyimpan nya di kantong celana.
"Dari mana kamu dapat uang sebanyak itu? Begitu kamu kabur dari Haris, eh kamu jadi terlihat seperti wanita kaya" Cibir nya lagi, ruby memalingkan wajah nya malas, jujur ia menyesal telah mengambil keputusan datang ke rumah Haris.
Bukannya ketemu pria itu, eh malah ketemu tetangga rempong seperti ini.
"Secara kamu kan cantik, udah janda lagi, pasti jual diri kan? " Celetuk nya lagi
"Jika aku benar-benar menjual diri, itu tidak ada masalah nya dengan ibu" Sahut Ruby cepat, ia bergegas pergi meninggalkan surti yang terus saja mengomel bahkan disaat Ruby sudah berlalu pergi.
Jika Ruby tetap berada disana, maka ia tidak bisa memastikan untuk tidak menghajar tetangga nya itu. Sudah habis kesabaran nya untuk memaklumi semua ucapan surti.
"Emang si aku jual diri, tapi kan apa pantas dia sebagai manusia berbicara begitu?" Gerutunya, Ruby tiada henti mengumpat surti sepanjang perjalanan.
Untuk menghilangkan emosi yang ada dihati, Ruby berjalan-jalan ke mall, untuk berbelanja barang-barang yang ia butuhkan di Apartemen nya. Tentunya ditemani oleh Vanya, sahabat terbaik nya.
Setelah selesai berbelanja, Ruby mengajak Vanya untuk makan siang, perut nya sangat lapar.
"Kau tadi pagi dari mana?" Tanya Vanya, mereka sedang menunggu makanan yang mereka pesan.
"Aku mau menemui Haris, ingin membicarakan soal perceraian kami.. Bukannya ketemu dia eh malah ketemu tetangga rewel" Sahut nya, astaga mengingat kejadian itu membuat ruby seketika kesal.
"Tetangga rewel?"
"Iya! Dia terus membicarakan dari mana aku dapat uang, dan mengatai ku bahwa aku jual diri" Ucap Ruby, Vanya tertawa kecil.
"Derita wanita cantik ketika punya banyak uang, pasti dikatain begitu" Ujar Vanya, Ruby mengangguk setuju.
"Aku rasa yang mengatai mu itu adalah ibu nya Sella"
"Ibu sella? Wanita angkuh itu? "
"Yes! Dia sangat angkuh, katanya rumah ibu nya se komplek dengan suami mu" Jelas nya, Ruby mengangguk mengerti.
"Dia merasa tersaingi dengan mu, secara kau seperti merebut hati momy kate" Ucap Vanya asal, Ruby menghela napas panjang.
Saat Ruby sedang memerhatikan sekitar restoran, tak sengaja ia melihat Haris masuk ke restoran yang sama dengan seorang wanita.
"Mas Haris?" Ucap Ruby pelan, Vanya mendengar itu, seketika ia juga menatap kearah Ruby memandang.
"Astaga.. Benar-benar pria jahat" Umpat Vanya, Ruby menaikkan bahu tanda tak peduli.
Ruby tidak merasakan sakit hati lagi saat melihat Haris bersama wanita lain, yang ada rasa menyesal karena telah memilih pria seperti itu menjadi suami nya.
"Tapi apa bedanya dia dengan ku Vanya.. Kami sama-sama bre****k" Ucap Ruby, Vanya menatap intens Ruby yang sedang menunduk.
"Hei.. Sebelum kau ke jalan ini, kau juga telah menjadi istri yang patuh kepada nya, bahkan kau mencari nafkah untuk dia!" Ucap Vanya dengan tegas, Ruby langsung teringat akan masa pahit itu.
"Kau benar"
"Jelas benar!" Timpal Vanya cepat, ia tidak mau sahabat nya itu merasa sedih lagi hanya karena laki-laki tidak berguna seperti Haris.
Akhirnya makanan Vanya dan ruby datang, mereka makan dalam diam.
"Ruby Zamora" Panggil seseorang, ruby sangat mengenal suara itu, suara dari orang yang telah membuat hidup nya hancur, kehilangan anak dan juga kehilangan segala-galanya.
Ruby melirik kearah Haris, terlihat pria itu berdiri di samping nya dengan wajah angkuh sambil menggandeng seorang wanita cantik yang Ruby menebak mungkin wanita itulah istri baru nya.
"Aku menunggu mu datang ke rumah, tapi kau tak kunjung datang" Ucap nya, Ruby menghentikan makannya.
"Seperti yang kau tahu, aku sudah menikah lagi sekarang." Lanjut nya, Ruby mengangguk saja, ia geram sekali dengan Haris.
"Selamat untuk pernikahan mu yang kedua kalinya" Ucap Ruby, wajah nya terlihat sangat bahagia membuat Haris heran.
"Segera urus perceraian kita, dan yang seperti kay tahu, sekarang kau sudah memiliki istri baru bukan?"
Haris berdecak sebal, ia tidak menyangka respon Ruby seperti itu
"Sayang.. Ayo kita pergi" Ajak wanita itu dengan nada manja, Ruby tidak menghiraukan wanita itu sama sekali.
"Besok surat perceraian itu akan sampai di Apartemen teman mu, aku sudah mengurus nya dan aku harap kau tidak menyesal karena telah meninggalkan pria seperti ku" Ucap dengan wajah angkuh, Ruby tersenyum kecil.
"Baiklah.." Sahut ruby singkat, Haris berlalu pergi.
Vanya tertawa kala melihat Ruby yang tiada henti mengumpat Haris.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 90 Episodes
Comments
Liie
haris gak tau diri
2024-09-08
0
Sunarti
lupakan Haris
2023-10-26
0