Ruby menatap Damian yang sedang fokus menyetir,ia tidak menyangka Damian bisa berkata seperti itu
"Manusia terbaik adalah manusia yang selalu khawatir omongan nya menyakiti orang lain"ucap Ruby,Damian menatap Ruby sekilas lalu kembali fokus dengan jalanan yang ia lewati
"Menjaga omongan dengan seorang wanita malam?hahahaha...kau bercanda Ruby"ucapan itu membuat Ruby memalingkan wajah nya kearah jalanan,ia membenarkan perkataan Damian.
"Baiklah aku tidak akan menanyakan hal yang tidak-tidak lagi pada mu,itu hidup mu dan aku tidak peduli dengan apa yang kau lakukan"ucap Damian,Ruby hanya diam.
Damian menghentikan mobil nya di tempat yang sepi
"Kenapa berhenti disini tuan? Apartemen ku bukan ditempat ini"tanya Ruby,Damian tersenyum smirk, walaupun gelap Ruby masih melihat nya dengan baik.
"Layani aku disini,aku akan membayar mu nanti"
"Disini?kau gila!!"teriak Ruby dengan keras, Damian menangkup wajah Ruby dengan kedua tangannya,ia menatap bibir mungil Ruby
"Cepat,aku tidak suka penolakan!"ucap nya dengan tegas,Ruby melihat sekeliling dari dalam mobil,ia takut di pergoki orang sekitar.
"CEPAT!"
Ruby tidak bisa melakukan apapun selain menuruti Damian,dan akhirnya sesi panas itu terjadi didalam mobil.
Ruby benar-benar tidak menyangka dirinya bisa melayani Damian didalam mobil seperti ini.
Ruby was-was ada yang memergoki mereka,Damian bergerak terlalu cepat hingga membuat mobil itu ikut bergoyang dan merasakan rintihan Ruby didalam nya.
Setelah hampir 2 jam, akhirnya sesi panas itu berakhir,Damian tersenyum puas saat melihat Ruby terduduk lemas di bangku mobil
"Pria lain tidak akan bisa memberi mu kenikmatan seperti ini"ucap Damian didalam hati,ntah mengapa hatinya sedikit terusik melihat Ruby melayani pria lain,itu sebab nya ia menggempur Ruby habis-habisan agar jejak pria lain hilang dari tubuh indah Ruby.
Damian mengantar Ruby ke Apartemen milik Wanita itu,Ruby sangat lemas melayani 2 pria gagah dalam sehari
"Terima kasih tuan"ucap Ruby,Damian mengangguk saja,ia memerhatikan keseluruhan Apartemen Ruby.
"Dimana anak mu?"tanya Damian,ia duduk di sofa ruang tamu,begitu pula Ruby.
"Dia sudah pergi menuju surga, dan tidak mengajak diriku"sahut nya, Damian sedikit terkejut mendengar nya.
"Aku turut berdukacita dengan kepergian anak mu"ujar Damian,Ruby mengangguk saja.
"Hmm lalu suami mu?"
"Mengapa kau sangat ingin tahu dengan kehidupan pribadi ku tuan?"tanya Ruby, seketika Damian tersadar
"Sebagai sesama manusia,wajar saja aku bertanya"ujar nya,Ruby mengangguk saja,ia benar-benar lelah malam ini.
Damian tersenyum kecil saat melihat Ruby tertidur sambil duduk,ia langsung bangkit dari duduk nya dan berlalu pergi.
"Dasar pria aneh,bukannya pamit eh malah asal pergi saja"ucap Ruby kesal,Ruby mencium aroma tubuh Damian diseluruh tubuh nya.
"Dia benar-benar pria baik,wanita mana yang beruntung jadi istri nya nanti"ucap Ruby pelan,ia membayangkan diri nya sebagai istri Damian Salvatore.
"Jangan terlalu banyak bermimpi Ruby,kau wanita malam.."lirih nya,Ruby menghela napas panjang,ia sengaja melanjutkan pekerjaan nya ini untuk menghilangkan bayangan hubungan panas dengan Damian,eh pria itu malah kembali menyentuhnya setelah ia melayani pria lain.
"Damian Salvatore."ucap Ruby, membayangkan nama itu membuat hati Ruby bergetar, ia semakin penasaran dengan pria yang bernama Damian itu.
••
Damian memasuki Mansion mewah dengan gagah dan wajah yang tegas,para pelayan menunduk hormat
"Selamat malam tuan muda"ucap para kepala pelayan,pak Daus.
"Dimana Sarah?"tanya Damian,ia duduk di sofa ruang tengah dengan kepala yang bersandar
"Nyonya Sarah sudah beristirahat tuan"sahut pak daus,Damian mengangguk mengerti.
Damian bangkit dari duduk nya dan berjalan menuju kamar Utama,ia ingin melihat Sarah,sang istri tercinta.
Damian memasuki kamar nya,ia tersenyum hangat kala melihat Sarah yang ternyata sedang membaca novel di atas ranjang.
"Sayang..kenapa belum tidur?"tanya Damian,ia duduk di sebelah Sarah sambil mengecup pipi yang mulai terlihat tirus.
"Aku menunggu mu sayang..aku kira kau tidak akan pulang malam ini"
"Sudahlah waktu nya kau tidur,aku tidak mau kau sakit lagi besok"ucap Damian,ia menyita buku novel ditangan Sarah,lalu meletakkan nya di nakas.
Sarah menatap Damian dengan senyum tipis nya,ia sangat mencintai suami nya
"Sayang..kau yakin aku akan sembuh?"tanya Sarah, pertanyaan itu membuat kegiatan Damian yang sedang membuka kancing kemeja terhenti.
"Aku sangat yakin,aku akan cari pengobatan yang terbaik untuk mu"ucap Damian menyakinkan, Sarah tersenyum manis,ia bersyukur mendapatkan suami sebaik Damian.
"Kau sakit karena kehilangan boy,aku ingin kau melupakan kenangan itu"ucap Damian,ia memakai kaos oblong didepan Sarah.
"Maafkan aku.."lirih Sarah,Damian naik ke atas ranjang,ia membawa Sarah untuk berbaring di sebelah nya.
"Aku sudah sangat lama tidak melayani mu,pasti kau sangat tersiksa menahan itu"ucapan Sarah membuat Damian terdiam,ia merasa bersalah.
"Jangan kau pikirkan, fokuslah dengan kesehatan mu agar kau bisa melayani ku"ucap Damian,ia mengecup kening Sarah lalu berusaha memejamkan mata,tapi bayangan wajah Ruby yang tersenyum terlintas di benak nya.
Damian menghela napas panjang
"Ada apa?ada yang menganggu pikiran mu?"tanya Sarah, tidak biasanya Damian menghela napas seperti itu.
"Tidak ada,aku hanya memikirkan masalah pekerjaan untuk besok"sahut Damian tentunya itu bohong.
"Ruby Zamora..aku benar-benar terusik dengan wanita itu"gumam Damian didalam hati,ia berusaha memejamkan mata nya, besok pekerjaan akan sangat melelahkan dirinya, Damian ingin beristirahat.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 90 Episodes
Comments
Liie
nyesek😱
2024-09-08
0
Sunarti
Damian tdk akan tersiksa sng kamu yg tdk bisa melayani nya karna suami mu sdh menemukan perempuan yg bisa memuaskan hasrat Damien
2023-10-26
2