Ruby membeku di pintu masuk,ia tidak menyangka akan bertemu lagi dengan Damian,pria yang telah mengacaukan pikirannya beberapa hari ini.
"hei sayang..mengapa berhenti disana?kemarilah"ucap David,sementara Damian menampilkan wajah tidak perduli.
Ruby berjalan mendekati dua pria yang sedang duduk di sofa sambil membahas pekerjaan. Saat ruby ingin duduk di sofa yang kosong,David meraih tangan Ruby membawanya kedalam pangkuannya.
"Jika sedang bersama ku,jangan berharap sofa itu bisa kau duduki sayang.."ucap David dengan senyum nakalnya,membuat Ruby menjadi salah tingkah.
Bukan karna ucapan David,tapi karena tatapan Damian yang masih terus saja menatapnya tanpa henti.
'"mau bermain bersama pak Damian?"tanya David sambil tangannya menggerayangi tubuh bagian atas ruby.
Damian menggelengkan kepalanya,bermain threesome bukanlah kegemarannya. Ruby tersenyum nakal menatap Damian sambil membuka gaun nya.
"Lihat pak Damian..dia sedang menantang mu"ucap David,Damian menatap ruby dengan tatapan datar.
"kau mau bermain dengan gaya apa sayang? aku akan membuat mu merintih keenakan"ujar david sambil mengecup leher jenjang ruby yang masih duduk di pangkuannya.
Ruby menahan rasa geli nya dengan menggigit bibir bawahnya,ia menatap Damian yang masih saja berekspresi datar.
David meraih wajah Ruby agar melihat kearahnya,ia langsung melahap bibir ruby dengan ganas. ******* lembut bukan gaya David sama sekali.
Ruby sedikit kewalahan membalas ******* David,ia mengalungkan tangannya di leher David sambil menggesekkan miliknya diatas pangkuan pria itu
"pak David,kau memanggilku hanya untuk melihat adegan panas mu?"tanya Damian,seketika David menghentikan aktivitasnya.
"ah maafkan aku pak Damian,tadi aku ingin mengajak mu untuk bermain bersama tapi karena kau tidak mau maka rapat kita cukup sampai disini"ucap David tanpa beban sama sekali, sementara Ruby menahan de****nnya setengah mati karena jari David yang menusuk int*nya.
"Aku tidak mau mend**** dihadapannya..tahanlah sedikit Ruby.."gumam ruby didalam hati. Damian mengangguk paham,ia menatap sinis ruby lalu berlalu pergi dari ruangan yang membuat dada nya terasa sesak.
David tersenyum nakal,ia mengubah posisi hingga Ruby berada di bawah nya.
"kita akan bermain di sofa,biarkan aku yang bekerja kau cukup nikmati service ku"ucap David, Ruby mengangguk pasrah.
David menyentuh Ruby dengan kasar,bahkan pria itu tidak mendengarkan lenguhan ruby yang merasa lelah karena terus pelepasan sementara David belum sama sekali.
KIni david membawa tubuh lemah Ruby menuju dinding,ruby berpegangan pada dinding dengan membelakangi David,tanpa permisi David memasukkan senjatanya dengan satu kali hentakan membuat ruby berteriak histeris.
Tanpa aba aba David langsung bergerak cepat mengejar pelepasannya yang akan datang,ruby mendesah kencang
"ah..ahh..pelan david.."rintihnya,ruby tidak sanggup menahan tubuh nya lagi,untungnya David langsung menggendong Ruby dan langsung menggempur Ruby dalam posisi berdiri semakin membuat ruby merasa gila dengan pertempuran ini.
"aku akan sampai sayang.."rintihnya,Ruby mengangguk sambil mendongakkan kepalanya, bahkan ruby samapi merem melek merasakan kenikmatan yang diberikan David.
David semakin bergerak secara brutal,dan akhirnya
" AHHHHH"desah mereka secara bersama, Ruby mendekapnya erat tubuh kekar David.
"aku mengeluarkannya didalam sayang..kau sedang tidak masa suburkan?"tanya david sambil menurunkan Ruby di sofa.
"aku sedang tidak masa subur sayang,dan aku minum pil KB secara rutin,kau tidak perlu khawatir"ucap ruby dengan nafas yang terengah-engah.
David tersenyum puas,ia memakai pakaian nya kembali,sambil menatap Ruby yang tergeletak lemas di sofa
"lain kali kau harus melayani ku lagi,aku akan beri tips yang besar kepadamu."ucap nya,ruby hanya tersenyum.
"ini tips dari ku, dan ini alamat Apartemenku,jika kau sedang ingin aku akan ada untukmu,dan tentunya aku akan tetap membayar mu"ucap nya lagi,ruby menerima sebuah kartu dan uang yang sangat banyak.
"terimakasih tuan"ucap ruby,David mengangguk pelan lalu berlalu pergi.
Ruby tidak menatap sama sekali kepergian pelanggan ketiga nya,ruby malah menatap lembaran uang itu dengan tatapan datar
"aku benar-benar telah menjadi jal***"gumam ruby didalam hati,ia merasa miris serta jijik kepada dirinya sendiri.
Tapi bahkan Ruby tidak tahu caranya berhenti dari kenikmatan yang penuh dosa ini,saat Ruby ingin membersihkan diri, kedatangan seorang pria menghentikan aktivitas nya.
Karena tidak ada cahaya, membuat Ruby tidak mengetahui dengan jelas siapa yang memasuki ruangan nya
"Siapa? mengapa kau asal masuk seperti itu ha?!"tanya nya,pria itu berjalan perlahan mendekati Ruby.
DEG
"Damian?"batin Ruby,ia bingung harus berekspresi bagaimana kala melihat Damian berjalan mendekati nya.
"Apa kau puas malam ini?"tanya nya,Ruby memalingkan wajah nya kearah lain,jujur ia sangat malu ditanya begitu oleh pria yang telah mengusik hatinya.
"Damian Salvatore, Perkenalkan aku Damian Salvatore"ucap nya lagi,Ruby menautkan alis nya tanpa menatap kearah Damian.
"Kau bertanya tadi siapa bukan? Aku Damian Salvatore,pria yang juga telah memberi mu kenikmatan yang sama seperti pria yang baru saja kau layani"lanjut nya, seketika Ruby menatap kearah Damian,terlihat wajah Damian yang datar dan rahang yang terlihat sangat tegas.
"Aku.."
"Layani aku!aku ingin kau puaskan aku juga malam ini"ucap Damian,ia membuka kancing kemeja nya sambil menatap kearah Ruby,tentu wanita itu menelan Saliva nya kasar.
"Kau harus memesan ku secara benar dengan momy Kate tuan"
"Aku ingin kau layani aku sekarang,aku ingin des**** mu terdengar lebih keras saat bersama ku"ucap Damian,sekarang ia sudah utuh tidak berpakaian,astaga bahkan Ruby tidak menyadari kapan pria itu membuka seluruh pakaiannya.
"Mengapa kau selalu memaksa ku untuk melayani mu ha?!"tanya Ruby dengan suara sedikit keras, Damian tersenyum sinis.
"Bukannya itu emang tugas seorang pela***?"tanya nya,Ruby membeku dengan pertanyaan Damian.
Ruby merasakan hati nya sedikit sakit kala perkataan itu keluar lagi dari mulut Damian,tapi ia berusaha menetralkan kemarahan nya,apa lagi yang dikatakan pria itu benar.
Ruby yang masih tidak berpakaian bangkit dari sofa dan berjalan mendekati Damian dengan senyum nakal nya
"Akan aku tunjukkan kepada mu malam ini,bagaimana Pela*** ini memuaskan mu"ucap Ruby,ia mengalungkan tangannya di leher Damian sambil mengecup seluruh tubuh nya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 90 Episodes
Comments
Liie
panas2🥰
2024-09-08
0
Sunarti
gimana rasanya Ruby klo Damian bilang kamu seorang " pelacur "
2023-10-26
0