Sebagai seorang ibu tidak akan ada satu orang pun yang mau mendengar anaknya di jelek jelekkan, sekalipun iya tak tau bagaimana tingkah laku anaknya di luar sana tapi tetap saja iya akan tetap berpikir jika anaknya baik.
" Tante yakin jika Reina yang sudah merusak Alan sampai Alan melakukan hal seperti itu " ucap Nabila yang sudah termakan ucapan Cecilia.
Nabila pun berbalik meninggalkan Cecilia yang masih saja duduk di ruang tamu rumahnya, karena Cecilia yakin jika Nabila tidak akan tinggal diam mendengar apa yang dirinya katakan tadi.
" ayo " ajak Nabila pada Cecilia yang tau kemana tujuan Nabila saat ini, dan tanpa banyak bicara Nabila masuk ke dalam mobil Cecilia dimana Cecilia sudah duduk di belakang kemudi mobil dan langsung meluncur menuju rumah Reina.
" apa yang akan Tante lakukan di rumah Reina ?" tanya Cecilia berharap bisa mendengar jawaban yang akan memuaskan hatinya.
" kita lihat saja nanti " ucap Nabila yang sudah benar benar diliputi rasa marah saat membayangkan jika Alan jadi menikah dengan Reina.
Alan yang baru saja menyelesaikan sarapannya langsung mengajak Reina dan Reva menuju rumah Haikal.
" ayo bunda, kita akan ke rumah ayah Haikal karena papa tidak tidak mau membuang banyak waktu lagi untuk bisa menikahi kamu " ucap Alan.
" tapi kak, bukan kah kita akan menikah satu Minggu lagi ?" tanya Reina yang bingung dengan keputusan yang diambil Alan.
" papa ngga mau hal seperti semalam terjadi lagi, dan kalaupun itu terjadi lagi " Alan menghentikan ucapannya sambil menatap Reina penuh cinta.
" kita sudah dalam ikatan yang sah " mendengar apa yang di katakan Alan membuat pipi Reina bersemu merah karena bagaimanapun Reina yang sudah pernah menikah sangat tau jelas perbedaan rasa saat iya lakukan dengan dava dan saat iya lakukan dengan Alan.
" tapi bagaimana jika ayah sultan tanya kenapa kita mempercepat pernikahan kita ?" tanya Reina yang masih memikirkan banyak hal sebelum mengikuti apa yang akan inginkan.
" biar kakak yang berbicara sama ayah dan bunda cahaya " ucap Alan sambil menarik tangan Reina dimana Alan sudah menggendong Reva agar Reina tidak terus mencari alasan untuk membatalkan apa yang sudah iya rencanakan semalam.
" ALAN.. " Nabila yang baru saja datang bersama dengan Cecilia langsung memanggil Alan yang baru saja keluar dari rumah Reina bahkan masih menggenggam tangan Reina.
" mama ? Sedang apa mama di sini " ucap Alan tapi matanya menatap Cecilia yang berdiri di samping Nabila tanpa rasa malu atas apa yang sudah iya lakukan pada Alan semalam.
" mama yang harus nanya sama kamu, sedang apa kamu di rumah janda gatal seperti dia !" tanya Nabila yang tak segan mengatai Reina janda gatal di hadapan Alan.
" MAH.. REINA TIDAK SEPERTI YANG MAMA UCAPKAN !!" ucap Alan yang tak terima Reina di katakan seperti itu oleh ibunya sendiri.
" lalu harus di sebut apa wanita seperti itu ? "
" wanita yang tak malu menyuruh laki laki yang bukan muhrimnya untuk bermalam di rumahnya yang bahkan sampai memberikan obat agar dia bisa tidur sama kamu bujangan yang memiliki penghidupan yang sangat cerah " ucap Nabila yang semakin kasar dalam berbicara.
Reina yang masih di genggam erat oleh Alan kini mengeratkan tangannya pada tangan Alan bahkan tak terasa Air mata Reina sudah menganak sungai di pipi Reina.
" dari mana mama berpikiran seperti itu ?" tanya Alan tapi tatapannya mengarah pada Cecilia yang masih terlihat sombong seolah Alan tidak tau apa yang sudah iya lakukan semalam.
" ngga penting mama tau, tapi yang pasti mama ngga akan rela kamu menikah dengan janda gatal seperti DIA !!" ucap Nabila penuh penekanan bahkan Nabila menunjuk wajah Reina tepat di hadapan Alan.
" jangan pernah menunjukan jari mama di hadapan Reina mulai saat ini " ucap Alan sambil menggenggam tangan Nabila ibunya setelah melepaskan genggaman tangan Reina.
" Bunda bawa Reva ke dalam mobil, dan tunggu papa di sana sebentar " ucap Alan dengan suara lembut nya bahkan tatapannya yang penuh cinta pada Reina dan juga Reva bahkan tak segan Alan membelai pipi Reva di hadapan mamanya dan juga Cecilia.
Reina pun memilih mengikuti apa yang di katakan Alan karena Reina percaya jika Alan bisa mengatasi semua itu dan juga bisa memulihkan nama baik atas tuduhan yang di lontarkan mamanya Alan terhadap dirinya.
" apa mama tau apa yang terjadi semalam setelah Alan pulang dari rumah mama ?" tanya Alan setelah memastikan jika Reina sudah masuk ke dalam mobilnya, Nabila hanya diam mendengarkan apa yang akan di sampaikan Alan padanya atau mungkin di bilang pembelaan Alan pada dirinya sendiri.
" Cecilia ada di sana dan mungkin saja Cecilia mendengar semua yang kita bicarakan " ucap Alan sambil menatap ke arah Cecilia yang masih terlihat sombong dan tanpa rasa bersalah.
" apa itu benar ?" tanya Nabila pada Cecilia yang ada di sampingnya dan Cecil pun mengangguk karena iya percaya jika apapun yang iya lakukan semalam akan mendapat pembelaan dari Nabila.
" memang apa salahnya jika Cecilia ada di sana ! karena mama sudah menganggap Cecilia sebagai menantu mama dan bagian dari keluarga kita " ucap Nabila penuh keyakinan.
" benarkah ? apa mama yakin akan tetap menganggap Cecilia sebagai menantu mama setelah apa yang Cecil lakukan pada Alan malam tadi ? "
" apa maksud kamu ? " Nabila semakin bingung dengan penjelasan Alan yang berbanding terbalik dengan apa yang di katakan Cecilia.
" Cecil mencampurkan obat perang sang pada minuman yang sengaja iya siapkan untuk Alan agar Alan bisa tidur dengannya "
Nabila yang mendengar apa yang putranya sampaikan dimana Nabila yakin jika Alan tidak akan berbohong apa lagi pada hal yang sangat bersifat prinsip seperti ini, tapi di sisi lain Nabila pernah berjanji akan membantu Cecilia mendapatkan putranya.
" apa mama tidak percaya pada Alan ?" tanya Alan pada mamanya dengan tatapan penuh kekecewaan.
" baiklah, jika memang mama lebih percaya pada Cecil itu hak mama dan Alan pun akan tetap pada pendirian Alan dimana Alan akan tetap menikahi Reina hari ini juga " ucap Alan dan tak lama Alan pun memilih menyusul Reina menuju mobilnya meninggalkan Nabila dan Cecil yang masih berdiri di depan rumahnya.
" JIKA KAMU TETAP MENIKAHI WANITA ITU MAKA KAMU AKAN KEHILANGAN MAMA UNTUK SELAMANYA " ancam Nabila sambil berteriak dan itu semua berhasil menghentikan langkah Alan yang kini sudah membuka pintu mobilnya.
" lalu mama ingin apa dari Alan agar mama puas ? " tanya Alan tanpa melihat ke arah mamanya yang sebenarnya Alan bisa menerka apa yang mungkin di minta Nabila darinya.
" apa mama ingin Alan menjual diri Alan untuk kepuasan dan kebahagiaan mama pada Cecil " ucap Alan dengan penuh kekecewaan.
" apa Alan sebuah investasi bagi mama ? Dimana mama bisa menjual Alan pada siapa saja yang bisa memberikan mama kekayaan ?" bahkan kini satu titik air mata sudah mengalir di mata Alan untuk pertama kalinya dan Reina bisa melihat itu semua.
" jika memang itu yang mama mau, baiklah " ucap Alan yang membuat senyum di wajah Cecilia mengembang sempurna karena berpikir Alan akan memilih dirinya dari pada Reina.
" Alan akan melakukan apa yang mama minta, Alan akan menikahi Reina dan akan menganggap mama sudah tidak ada lagi di dunia ini "
✍️✍️✍️🤭🤭 boleh ngga tau ngetawain mamanya Alan ?yang ternyata kalah telak dari Reina 😂😂 apa setelah mendengar itu Cecilia akan diam dan menerima apa yang di putuskan Alan ? Atau Cecilia Alan melakukan hal yang lebih gila dari ini 🤔🤔
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Love you moreee 😘😘😘
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 67 Episodes
Comments
Mamah Kekey
mmh ikutan tres gara,,cicil
2023-10-19
0