Setelah Reina dan Dava menikah, Alan memilih fokus bekerja sambil kuliah agar tidak terlalu merasakan sakit hati dan kekecewaan karena kini hilang sudah kesempatan nya untuk bisa bersama dengan Reina.
Dan setelah dua tahun merintis usaha Alan pun kini sudah sukses dan menjadi general manager di sebuah perusahaan yang bergerak di bidang konstruksi, dan sudah satu tahun ini Alan dekat dengan seorang wanita atau lebih tepatnya wanita yang bernama Cecilia begitu sangat mencintai Alan.
" kamu tidak bisa melakukan itu Alan !" ucap Cecilia tak sengaja mendengar apa yang di sampaikan Dava pada Alan karena memang Alan terpaksa membawa Cecilia yang memaksa untuk ikut saat tau Alan akan datang ke rumah Reina wanita yang masih di cintai oleh Alan.
" bagaimana dengan aku " ucap Cecilia yang kini sudah menarik Alan agar melepaskan pelukannya dari Reina.
" Cecil aku mohon jangan membuat keributan di sini " ucap Alan yang tidak suka dengan sikap Cecil yang cenderung arogan dimana pun iya berada tanpa memandang tempat dan siapa yang sedang di hadapinya.
" tapi bagaimana dengan aku jika kamu menerima apa yang di inginkan suami dari wanita itu " ucap Cecilia yang tak ingin semuanya terlambat.
" kak, sebaiknya kakak selesai saja urusan kakak dengan Cecil " ucap Reina sambil mengambil alih Reva dari gendongan Alan.
" tapi Reina " Alan yang tak enak dengan Reina pun menolaknya.
" Reina ngga papa kak " ucap Reina yang mencoba tegar karena memang cepat atau lambat Dava akan pergi meninggalkannya.
Alan yang kesal dengan Cecilia pun langsung menarik Cecilia menuju keluar rumah Reina dan Dava karena tak ingin semakin membuat keributan di depan jenazah Dava.
" apa kamu tidak mengerti jika Reina sedang sangat membutuhkan sandaran " ucap Alan yang sudah tidak bisa membendung rasa kesalnya pada Cecilia.
" iya, kamu sebenarnya sangat senang kan Dava sudah pergi dari dunia ini jadi kamu kini tidak memiliki penghalang untuk bisa bersama dengan Reina, iya kan ?" tanya Cecilia yang malah berpikiran buruk tentang Alan.
" apa aku begitu buruk di matamu hingga kamu berpikir seperti itu padaku ?" tanya Alan yang tak percaya jika pemikiran Cecilia begitu buruk tentang dirinya.
" karena aku tau apa yang di pinta suami dari Reina dan aku tak ingin kamu menyetujui itu " ucap Cecilia yang kini membuat Alan mengerti apa yang sebenarnya di ributkan Cecilia padanya.
" apa penantianku dan perjuangan ku selama ini masik belum bisa membuat kamu membuka hati untuk ku " ucap Cecilia sambil mencoba menggenggam tangan Alan.
" apa kedekatan kita selama setahun ini tidak membekas di hatimu " ucap Cecilia yang kini sudah tak kuasa membendung air matanya.
Jujur Alan nyaman berada dekat dengan Cecilia sebagai seorang teman tapi jika untuk menjadi pendamping hidup Alan belum yakin karena di hatinya yang paling dalam masih ada Reina yang masih bertahta di hatinya.
" alan kenapa kamu di luar " ucap pak sultan yang baru saja sampai setelah di telepon oleh cahaya yang memberitahu jika Dava sudah meninggal dunia.
" iya yah, sebentar lagi Alan masuk " ucap Alan yang masih menjaga baik hubungannya dengan sultan meski hingga saat ini hubungan sultan dan Nabila seperti nya tidak akan bisa membaik.
" ayo mas, Reina pasti sangat membutuhkan kita" ucap Agnia yang tau jika Alan sedang mengurus Cecilia yang memang terlihat cemburu jika Alan sedang bersama Reina.
" bunda benar yah, sebentar lagi Alan menyusul " ucap Alan yang langsung di turuti oleh Agnia dan juga sultan.
" aku mohon kali ini saja jangan berdebat karena saat ini Reina sangat membutuhkan ku " ucap Alan yang langsung berbalik kedalam rumah meninggalkan Cecilia yang termenung dengan kalimat yang akan lontarkan.
" baiklah, tapi jangan salah kan aku jika kamu kehilangan posisimu di perusahaan " ucap Cecilia yang kali ini menggunakan kekuasaannya demi untuk menekan Alan agar tidak meninggalkan nya.
Alan menghentikan langkahnya dan berbalik ke melihat Cecilia yang kini sudah tersenyum padanya berharap Alan akan lebih mementingkan posisinya dari pada Reina.
" baiklah, lakukan apa pun yang kamu inginkan " ucap Alan yang kembali melanjutkan langkahnya untuk membantu mengurus pemakaman Dava dan demi untuk menguatkan Reina yang saat ini pasti sedang sangat membutuhkan dirinya.
Dengan penuh kekesalan Cecilia pun pergi dari rumah itu bahkan terbersit dalam hatinya akan melakukan apa yang tadi dirinya ucapkan pada Alan tapi setelah di pikir pikir jika dirinya melakukan itu maka dirinya akan benar benar kehilangan Alan untuk selamanya.
Alan tidak memikirkan dampak apa yang akan iya hadapi nanti dengan menolak Cecilia demi Reina karena yang terpenting baginya adalah keluarga meski pekerjaan juga penting.
" kak, apa Cecilia bisa mengerti ?" tanya Reina yang tak ingin merusak hubungan Alan dengan Cecilia yang menurut Reina sangat cocok.
" biarkan saja, nanti juga Cecilia akan baik dengan sendirinya " ucap Alan yang langsung membantu sebisa yang iya bisa pada proses pengurusan Dava.
" sebaiknya kamu duduk dan jaga Reva biar semuanya kami yang mengurus " ucap Alan yang tak ingin Reina terlalu lelah yang mungkin saja berdampak pada kesehatan nya.
" maaf, Reina selalu saja merepotkan Kakak " ucap Reina yang merasa Alan selalu ada di saat dirinya sedang kesusahan.
" itu lah gunanya kakak disini, untuk selalu menjaga dan melindungi adik nya " ucap Alan meski saat mengatakan itu dengan hati yang bergetar.
Waktu pun tak terasa berlalu begitu cepat ditambah banyak sekali yang membantu Alan dan keluarga nya mengurus pemakaman Dava, bahkan Reina terlihat sangat tegar hingga bisa mengiringi kepergian Dava ke tempat peristirahatan terakhir nya sambil menggendong Reva putri kecilnya.
" ayah.. maaf bunda hanya bisa mengantarkan ayah hingga ke sini " ucap Reina sambil memegang pusara yang baru saja di tancapkan di atas gundukan tanah merah bertabur bunga.
" tapi meski raga ayah sudah tertanam di dalam sana cinta ayah akan selalu ada di hati bunda " ucap Reina yang kini sudah tak bisa membendung lagi air matanya.
" dan Reina janji akan selalu mengingatkan Reva siapa ayahnya dan kami tidak akan pernah melupakan ayah " ucap Reina dengan dada yang mulai terasa sesak karena menahan semuanya dari tadi.
" kamu harus kuat Reina " ucap Alan yang tau jika Reina sedang tidak baik baik saja.
" Reina tau kak, Reina hanya butuh waktu " ucap Reina sambil menghapus air mata yang semakin lama semakin deras.
" kakak mengerti " ucap Alan sambil mengambil alih Reva dari gendongan Reina agar Reina bisa menyalurkan kesedihannya di depan pusara Dava.
" aku janji akan selalu ada untuk Reina dan untuk Reva, meski itu tidak akan mudah dan pasti akan banyak rintangan dari berbagai sisi " ucap Alan sambil menatap pusara yang tertulis nama Dava di sana.
" apa Cecil akan benar benar melakukan apa yang di katakan nya ?" tanya sultan yang tak sengaja mendengar apa yang di ucapkan Cecilia pada Alan.
" entah lah yah, tapi jika benar iya akan melakukan itu akan sangat mudah Cecilia lakukan karena Cecilia adalah adik dari pemilik perusahaan yang Alan pimpin " ucap Alan dengan suara yang sangat pelan sama seperti sultan.
" memang apa yang sebenarnya kalian perdebatkan ?"
✍️✍️✍️ apa Alan akan memberitahu sultan apa yang di pinta Dava padanya sebelum Dava menghembuskan nafas terakhirnya 🤔🤔 dan bagaimana Alan menyampaikan apa yang di pinta Dava pada Reina ? 🤔🤔
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya.
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Love you moreee 😘😘😘
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 67 Episodes
Comments
Mamah Kekey
Masih nyimak kk
2023-10-19
1