Reva hanyalah anak kecil yang juga bisa merasakan kerinduan pada sosok yang tak pernah iya lihat, hanya tau cerita dan foto dari sang bunda yang selalu menceritakan tentang sosok ayah kandung Reva agar Reva tidak melupakan siapa dirinya.
" ayah .. Ayah.. " eluh Reva di sela sela kesadarannya.
Alan yang tak tega melihat kerinduan yang Reva rasakan langsung berjalan mendekat ke arah Reva dan mulai membelai kening Reva dan membisikan kata kata yang hanya Reva dan Alan yang tau tapi apa yang Alan lakukan sukses membuat Reva tenang.
Sedangkan Reina yang melihat hal itu hanya bisa menatap sedih sekaligus terharu dengan kedekatan di antara keduanya, hati Reina pun mulai bimbang dengan apa yang harus iya lakukan apa tetap pada keinginan ibu mertuanya atau mengikuti keinginan Dava yang tentunya akan membuat Reva bahagia.
" apa memang ini yang kamu mau mas " gumam Reina yang masih menatap haru pada dua orang yang punya tempat yang berbeda di hatinya tapi keduanya pun sama berartinya terlebih Reva yang merupakan buah cinta dengan mendiang suaminya.
" rei, kenapa kamu berdiri di situ saja ?" tanya Alan yang memperhatikan Reina yang terlihat termenung sambil melihat ke arahnya dan juga Reva.
" nda... " panggil Reva yang sudah mulai stabil setelah dokter memberikan obat pada Reva.
" ah iya sayang, ini bunda " ucap Reina yang langsung mendekat ke arah Reva tapi di sisi yang berbeda dengan Alan.
" nda.. Ayah.. " ucap Reva tapi matanya menatap ke arah Alan yang juga sedang menatap padanya.
" itu om Alan, bukan ayah Reva " ucap Reina mengingatkan Reva siapa orang yang berdiri di hadapan mereka.
" leva tau, tapi apa tidak bisa om Alan jadi ayah leva ?" tanya Reva penuh harap dan sangat berharap sang bunda menyetujui apa yang iya inginkan.
" tidak, dia akan tetap jadi om kamu karena ayah kamu hanya Dava putra nenek " ucap Bu cahaya yang baru saja datang setelah di telepon oleh Reina yang memberitahu kondisi Reva yang tiba tiba saja drop.
" Bun, jangan terlalu keras pada Reva !" ucap Reina mengingatkan karena kondisi Reva yang masih belum stabil takutkan karena apa yang di lakukan Bu cahaya berdampak pada kesehatan Reva nantinya.
" tapi bunda bicara apa adanya " ucap Bu cahaya.
" saya tau bunda bahwa Dava akan selalu menjadi ayah untuk Reva dan saya tidak akan pernah mengantikan posisi Dava sebagai seorang ayah yang untuk Reva " ucap Alan yang melihat jika Reva menjadi sedih dengan apa yang di katakan Bu cahaya.
" tapi ijinkan saya menjadi teman untuk Reva, bukan untuk menggantikan posisi Dava tapi untuk melengkapi kekosongan yang ada dalam hati Reva yang walaupun bunda terus menceritakan tentang Dava pada Reva tapi Reva butuh sosok yang nyata yang akan bisa menjadi panutan dan contoh nyata dalam hidupnya " ucap Alan.
" apa kamu sudah merasa menjadi manusia yang benar sehingga cucu saya harus mencontoh padamu ?" tanya Bu cahaya.
" saya tau jika saya bukan manusia yang sempurna tapi saya sayang pada Reva dan saya tidak akan mengajarkan Reva pada hal hal yang tidak baik " ucap Alan yang kini sudah benar benar yakin akan menjadikan Reina istrinya dan Reva anaknya sesuai dengan wasiat yang Dava sampaikan padanya.
" SOK SUCI KAMU !!" bentak Bu cahaya yang merasa jika Alan sudah melewati batasan dalam pembicaraan mereka.
" Bun, Reina mohon " ucap Reina yang baru saja angkat bicara.
" apa ? Apa kamu memohon pada bunda untuk merestui kalian berdua ?" tanya Bu cahaya yang salah paham dengan maksud Reina.
" bukan begitu bunda " ucap Reina yang kini sudah menatap pada Bu cahaya yang terlihat sangat marah pada nya.
" ibu rumah sakit Bunda, dan Reva butuh ketenangan "
" dan bagi Reina apapun yang menjadi sumber kebahagiaan Reva akan Reina lakukan apapun itu" ucap Reina yang sudah memutuskan baik baik keputusan apa yang akan iya ambil untuk nya dan untuk Reva putrinya.
" dan jika Reva membutuhkan sosok ayah maka Reina akan memberikan ayah untuk Reva putri Reina " ucap Reina yang tentu saja membuat Bu cahaya semakin kecewa karena kini posisi Dava sudah tergantikan oleh orang lain.
" Bunda kecewa sama kamu masa hanya karena itu saja kamu mau melupakan Dava " ucap Bu cahaya yang sudah tidak bisa berpikir jernih dengan semua yang iya ucapkan.
" apa harus terjadi hal buruk dulu baru Reina menuruti apa yang Reva inginkan ?" tanya Reina yang sudah sangat lelah dengan perdebatan yang di lontarkan Bu cahaya.
" Bun, sebaiknya kita bicara di luar, ada yang ingin Alan sampaikan " ucap Alan yang tak ingin hubungan Reina dan Bu cahaya menjadi semakin buruk.
Tanpa menjawab Bu cahaya sudah melangkah keluar karena ingin tau apa yang akan di sampaikan Alan padanya, sedangkan Reina yang melihat Bu cahaya dan Alan keluar dari ruangan Reva pun hanya bisa memasrahkan semuanya pada takdir yang akan membawanya entah pada takdir yang mana.
" Bun.. leva boleh kan punya ayah ? "
" boleh kan om Alan jadi ayah leva ?" tanya Reva penuh harap yang membuat Reina tak tega untuk menolah dan akhirnya memutuskan untuk menyanggupi apa yang di inginkan Reva putrinya.
" duduk Bun " ucap Alan yang mempersilahkan Bu cahaya untuk duduk di kursi kantin rumah sakit, tempat yang menurut Alan pas untuk membahas masalah yang menjadi bom waktu selama enam bulan belakangan ini.
" Alan mengerti kesedihan yang bunda rasakan " ucap Alan membuka suara.
" tapi bukan hanya bunda yang merasa kehilangan Dava bukan hanya Reina dan keluarga bunda saja "
" bahkan Alan yang tidak memiliki hubungan darah dengan Dava pun merasa sangat kehilangan atas kepergian Dava " ucap Alan yang berhasil membuat Bu cahaya menatap padanya.
" kita boleh saja bersedih tapi bersedih lah sewajarnya "
" kita boleh saja merasa kehilangan tapi harus sewajarnya " ucapan Alan berhasil membuat Bu cahaya menangis sejadi jadinya kembali mengingat hari dimana Dava meninggalkan nya untuk selama lamanya.
" tapi hidup harus terus berjalan, begitupun dengan Reina dan Reva yang berhak Bahagia bukan nya harus bunda kurung dalam kesedihan sepanjang hidup " ucap Alan yang sangat berhati hati dalam mengucapkan semuanya.
" Alan tau, mungkin berat bagi bunda untuk bisa menerima Alan menjadi bagian dari keluarga Bunda " ucap Alan.
" Alan sama sekali tidak pernah berpikir menggeser Dava di hati Reina dan Reva karena selamanya Dava akan ada di hati mereka berdua "
" tapi Alan hanya akan mengisi kekosongan yang Dava tinggal kan seperti wasiat yang Dava sampaikan pada Alan "
" apa itu ? Apa maksud kamu wasiat cinta ? " tanya Bu cahaya sambil menghapus air mata yang membasahi pipinya.
" ya wasiat cinta, ayah untuk putriku !!"
✍️✍️✍️ apa Bu cahaya akan menerima apa yang Alan sampaikan ? Atau Bu cahaya akan tetap pada penolakan nya ?🤔🤔
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya
jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Love you moreee 😘😘😘
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 67 Episodes
Comments
Mamah Kekey
setuju in aja bunda cahaya demi kebahagian mereka
2023-10-19
0