Mendengar apa yang di katakan Nabila membuat Agnia berpikir jika yang sedang terjadi saat ini adalah hal yang salah, dan Agnia tidak ingin Reina menjadi perebut kebahagiaan wanita lain sekali pun ini menyangkut wasiat dari Dava.
" katakan apa Alan memiliki kekasih ?" tanya Agnia yang tak ingin Reina terluka jika mengetahui kebenarannya setelah mereka menikah nanti.
" ya, dan dia wanita yang sangat cantik bahkan dari kalangan berada jauh berbeda dengan Reina yang hanya seorang janda yang pasti nanti akan menyusahkan Alan nanti jika mereka menikah nanti " ucap Nabila yang terlihat tak ingin Reina menjadi istri putranya yang tentu saja menjadi menantunya nanti.
Agnia terdiam seolah lupa dengan siapa dirinya berhadapan, wanita yang tak menyukai dirinya yang juga tak menutup kemungkinan Nabila juga tak menyukai Reina.
" baiklah nanti aku akan menanyakan langsung pada Alan apakah dirinya masih memiliki pasangan atau tidak " ucap Agnia.
" maksud mu aku berbohong ?" tanya Nabila tersinggung dengan dengan apa yang Agnia ucapkan.
" maaf jika apa yang aku ucapkan membuat kamu tersinggung, tapi ini demi kebahagian Reina dan Reva jadi apapun akan ku lakukan " ucap Agnia yang kini sudah berdiri mengusir Nabila secara halus.
Nabila pun pergi meninggalkan Agnia, tapi baru saja sampai di depan pintu utama rumah Reina Nabila pun berbalik dan menghentikan langkahnya menatap Agnia yang tak jauh dari dirinya.
" apapun akan ku lakukan semu menggagalkan Alan menikahi putri mu yang sudah janda "
" INGAT ITU " ucap Nabila penuh dengan nada ancaman sedangkan Agnia hanya membiarkan apa yang ingin Nabila ucapkan karena dirinya yakin jika Alan memang tulus menyayangi Reina jadi tidak mungkin Alan membiarkan sesuatu yang buruk menimpa Reina.
Sedangkan orang yang sedang di bicarakan Nabila dan Agnia baru saja menepikan mobilnya pinggir sebuah pantai yang berbarengan dengan langit senja yang mulai berubah menjadi orange keemasan.
* Bun.. Bangun kita sudah sampai " ucap Alan sambil membelai pipi Reina yang terlihat terlelap meski sedang menggendong Reva dalam pangkuannya.
Reina pun membuka matanya tapi apa yang iya lihat membuatnya tersenyum penuh seolah mendapatkan kebahagiaan yang dulu pernah iya lupakan.
" kamu suka ?" tanya Alan yang sebenarnya sangat tau jawaban Reina tanpa harus menanyakan pada Reina. Reina hanya mengangguk sambil tersenyum manis pada Alan.
" ayo kita turun " ucap alan yang sudah turun lebih dulu dan seperti biasa Alan langsung mengambil alih Reva dari Reina yang pasti sangat kelelahan menggendong Reva meski di dalam mobil.
" ini indah sekali kak " ucap Reina yang kini sudah merentangkan kedua tangannya dan menghirup udara pantai yang sangat menenangkan jiwanya yang tadi sempat kesal pada Haikal ayahnya.
" kakak tau kamu pasti akan sangat suka di tempat ini " ucap Alan yang kini ada di samping Reina.
Reva yang baru saja di ajak ke tempat seperti itu langsung meminta turun pada Alan yang tentu saja langsung di turuti oleh Alan.
" jangan jauh jauh ya " ucap Reina Sambil melihat ke arah Reva yang sudah berlarian kesana kemari mengejar ombak.
" Reina" Alan mengarah kan kedua tangannya pada pundak Reina agar menatap ke arahnya, Reina pun hanya mengikuti apa yang di katakan.
" kakak tau mungkin ini terlalu cepat bagi kamu mendengar apa yang akan kakak katakan saat ini" ucap Alan meski tangannya menahan Reina agar menatap padanya tapi mata alan tetap mengawasi Reva yang kini sedang asik membuat istana pasir tak jauh dari posisi Alan berdiri.
Alan pun mengeluarkan sebuah kotak dari saku celananya, dimana Alan memang sudah menyiapkan semuanya jika Haikal memberi restu untuknya agar bisa menikahi Reina.
" Reina, maukah kamu menjadi istriku dan ibu dari anak anak kita nanti " ucap Alan sambil berlutut di hadapan Reina dengan tangan kanan yang terulur sambil memperlihatkan sebuah cincin yang sangat indah yang sengaja Alan desain untuk wanita spesial nya.
" mungkin ini sedikit terlambat tapi apa yang kakak lakukan ini sangat tulus dari dalam hati kakak " ucap Alan yang tak ingin Reina berpikir diri ya melakukan itu semata mata karena wasiat dari Dava.
" kakak sangat mencintai kamu "
" bahkan rasa itu terus tumbuh meski kamu sudah menikah dengan Dava " ucap Alan yang sadar jika apa yang iya lakukan adalah sesuatu yang salah.
" kakak hanya ingin menikah dengan kamu, kakak juga hanya berharap bisa memiliki anak bersama dengan mu " ucap Alan yang malah membuat Reina tak percaya dengan apa yang di katakan Alan.
" tunggu, jika Dava tidak meninggal apa kakak akan tetap sendiri ?" tanya Reina yang tak ingin di bohongi oleh Alan.
" ya, karena bagi kakak melihat kamu bahagia itu sudah sangat cukup bagi kakak "
" jadi kakak akan lebih memilih sendiri dari pada menikahi wanita lain ?" tanya Reina yang tak percaya jika di cintai begitu dalam oleh Alan.
" iya " ucap Alan penuh keyakinan.
" jadi kakak harap kamu jangan pernah berpikir jika kakak menikahi mu karena Dava " ucap Alan.
"karena kakak sangat mencintai mu dan Dava pun tau jika selama ini kakak sangat mencintai kamu "
Reina yang sudah yakin langsung mengangguk sambil membantu Alan berdiri dan tak ingin membuang kesempatan Alan pun Lang memasangkan cincin manis di jari manis Reina dan Alan pun langsung memeluk Reina karena tak kuasa menahan rasa bahagia karena acara lamarannya berjalan lancar.
Reina pun membiarkan Alan meluapkan rasa bahagia nya karena lambat Laun Reina pun harus terbiasa dengan sentuhan sentuhan yang Alan berikan padanya.
" maaf kakak terlalu bahagia " ucap Alan yang baru sadar jika dirinya memeluk Reina yang belum sah menjadi istrinya.
" kakak tidak salah, tapi maaf Reina hanya belum terbiasa mendapat pelukan dari kakak jadi " belum selesai Reina menyelesaikan ucapannya Alan sudah menutup mulut Reina karena tak ingin mendengar apa yang mungkin akan Reina ucapkan.
" kakak yang terlalu cepat dan kakak yang harusnya minta maaf sama kamu " ucap Alan yang malah malu dengan tindakan yang baru saj iya lakukan.
" hai sayang sudah buat istananya " ucap Alan yang langsung mengalihkan perhatian nya pada Reva, tapi Reva malah menggeleng karena lagi lagi istananya hancur karena terpaan ombak.
" nanti kita akan membuat istana kita sendiri dan di sana hanya ada papa Bunda dan Reva ok " ucap Alan sambil menggendong Reva.
" ayo kita pulang, Bunda Agnia pasti sudah nungguin kita " ucap Alan saat matahari sudah tenggelam dan kini digantikan rembulan di atas langit laut.
" kak " Alan pun menggeleng sambil menarik Reina agar bisa memeluk pinggang Reina yang tentu saja membuat jantung Reina berdegup sangat kencang.
" mulai saat ini panggil papa karena kita akan menikah satu Minggu lagi "
" apa kakak "
" apa papa yakin ? Kita kan belum menemui mama kakak ? Bagaimana jika mama kakak tidak setuju ! Apa kita akan tetap menikah ?" tanya Reina.
" kita lihat nanti "
✍️✍️✍️ apa Alan berhasil meyakinkan Nabila untuk tetap menikahi Reina ? dan apa yang akan Nabila lakukan untuk menggagalkan pernikahan Alan dan Reina ??🤔🤔
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Love you moreee 😘😘😘
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 67 Episodes
Comments
Mamah Kekey
mau nikah aja susah banget sih bnyak kerikilnya...jln terus Alan d depan pasti jl mulus kyk jln tol..m😀
2023-10-19
0
Nurman
greget
2023-09-04
0