" katakan, jangan membuang waktu saya " ucap Haikal yang semakin membuat Reina merasa tak nyaman di rumah ayah nya sendiri.
" sebelum nya saya mau minta maaf jika kehadiran kami mengganggu om dan nenek " ucap Alan yang tak tau harus memulai semuanya dari mana.
" jangan membuang buang waktu saya " ucap Haikal sambil menyilangkan tangan di dadanya.
" Reina akan menikah lagi " ucap Reina yang sudah tidak bisa menahan dirinya " Alan yang tak ingin semuanya semakin keos pun langsung menggenggam tangan Reina dan Haikal bisa melihat itu semua.
" maaf om " ucap Alan yang tak enak dengan sikap yang di tunjukan Reina tadi.
" sudah lah kak, jika memang ayah tak ingin di hargai ya udah biarkan saja " ucap Reina yang kembali kecewa pada ayahnya karena setiap Reina datang ke rumah ini hanya ada perlakukan tak enak yang Haikal berikan untuknya.
" bunda ingat tujuan awal kita kesini untuk apa " ucap Alan yang masih terdengar oleh Haikal yang malah tersenyum mengejek dengan kedekatan yang Alan dan reina tunjukan di hadapan nya.
" jadi sekarang kalian akan menikah ? Bahkan makam suami kamu saja masih basah, tapi kamu sudah akan menikah lagi yang bahkan dengan laki laki yang kamu anggap kakak kamu sendiri " ucap Haikal tanpa memikirkan perasaan Reina saat mendengarkan apa yang Haikal ucapkan.
" apa itu salah ?" tanya Alan masih mencoba memahami apa yang di pikirkan ayah dari Reina.
" dan asal om tau jika Dava sendiri yang meminta saya untuk menikah dengan Reina dan menjadi ayah sambung untuk Reva " ucap Alan yang tak ingin Reina di cap buruk oleh ayahnya sendiri.
" dan bagi saya itu hal yang wajar karena Reina juga sudah menyelesaikan masa Iddah nya dan sekarang ini Reina halal untuk di nikahi " ucap Alan.
" dan apa om tau jika saya tidak memiliki hubungan darah dengan ayah sultan jadi saya masih bisa menikahi Reina " ucap Alan yang tak menceritakan secara detail statusnya pada Haikal.
Haikal pun terdiam mendengar semua ucapan Alan yang terdengar sangat berani dan percaya diri untuk bisa menikahi Reina putrinya karena bagaimanapun dalam hati Haikal tetaplah menyayangi Reina meski tertutupi kebencian pada Agnia.
" baiklah, ayah merestui kalian tapi maaf ayah tidak bisa menjadi wali untuk Reina nanti " ucap Haikal yang tentu saja membuat Reina kecewa karena dulu saat dirinya menikah dengan Dava, Haikal pun enggan menjadi wali untuk dirinya bahkan dengan berbagai alasan yang Haikal ucapkan.
" sebenarnya ada masalah apa ayah dengan Reina ?" ucap Reina yang sudah tak bisa membendung semua rasa kecewa yang kian har i kian menggunung di hatinya untuk Haikal.
" apa salah Reina yah ? hingga ayah terus menolak menjadi wali untuk Reina bahkan hingga Reina menikah untuk yang kedua kali pun ayah tetap tidak mau menjadi wali untuk Reina " ucap Reina yang sudah tak bisa menahan air matanya.
" maaf om, mungkin Reina sedang tidak baik baik saja " ucap Alan sambil terus menenangkan Reina yang terlihat sedang menahan emosinya.
" tapi kak "
" kakak mengerti, tapi kamu juga harus mengerti jika ada alasan yang mungkin tak bisa om jelaskan sama kamu sekalipun kamu itu anak kandungnya sendiri " ucap Alan yang membuat Haikal menatap tak percaya jika Alan mengerti apa yang iya rasakan selama ini jika melihat Reina apa lagi di saat yang bersamaan ada Agnia juga di sana.
" kalo begitu kami pamit om, terima kasih atas waktu yang sudah om luangkan untuk kami " ucap Alan yang langsung bangkit di ikuti Reina yang langsung mengambil alih Reva dari gendongan Bu Nina yang baru saja keluar setelah obrolan Reina dan Haikal selesai.
" nenek akan membujuk ayah mu untuk mau menjadi wali untuk pernikahan mu kali ini " ucap Bu Nina yang mendengar setiap suara hati Reina yang tadi sempat Reina utarakan.
" baik nek nanti kami akan kabari lagi jika waktu pernikahan sudah kami tentukan " ucap Alan.
Reina pun berjalan lebih dulu menuju mobil Alan tanpa berpamitan pada Haikal dan hanya berpamitan pada Bu Nina yang masih menyambutnya dengan hangat di rumah ini.
Alan pun mencoba memahami dengan sikap yang Reina tunjukan pada ayah nya karena jika Alan ada di posisi Reina, Alan pun akan melakukan hal yang sama yang Reina lakukan saat ini.
" jangan terlalu memikirkan apa yang ayah ucapkan " ucap Alan sambil membelai lembut rambut Reina sebelum melajukan mobilnya meninggalkan rumah Haikal.
" sebenarnya apa salah Reina sama ayah kak, kenapa ayah terus seperti itu bahkan setelah delapan tahun perpisahan bunda dengan ayah " ucap Reina yang tak mengerti dengan jalan pikiran ayahnya.
Alan pun menggenggam tangan Reina dan mengecupnya lembut yang tentu saja membuat Reina menatap ke arah Alan yang terlihat mengembalikan moodnya menjadi lebih baik.
" kita akan kemana lagi kak ?" tanya Reina yang sejujurnya sudah sangat lelah tapi Reina tak ingin membuat Alan kecewa jika dirinya mengatakan ingin pulang.
" kita akan pergi ke suatu tempat yang akan membuat kamu menyukai tempat itu " ucap Alan tanpa menjelaskan kemana mereka akan pergi.
" tapi jangan terlalu jauh ya kak, kasihan Reva yang pastinya sangat lelah " ucap Reina menjadikan Reva sebagai alasan.
" Reva atau bundanya yang lelah ?" tanya Alan yang kembali fokus setelah melihat sekilas ke arah Reina.
" dua duanya " ucap Reina yang memilih menyandarkan tubuhnya dan mulai memejamkan matanya seolah percaya jika Alan tidak akan membawanya ketempat yang tidak tidak apalagi di antara mereka ada Reva yang menjadi batasan untuk mereka berdua.
" kakak tak akan pernah membiarkan kamu bersedih mulai saat ini " ucap Alan dalam hati.
" dan kakak akan berusaha membuat hubungan kamu dan om Haikal kembali seperti dulu lagi " ucap Alan yang tak ingin hanya dirinya dan Reina yang bahagia tetapi juga kedua orang tua reina juga bisa berdamai dengan semua terutama Haikal.
Nabila yang masih sangat kesal dengan keputusan sepihak Alan, Kini sudah bersiap untuk menemui Alan di rumah Reina dan berharap jika Alan ada di sana hingga semuanya tidak semakin terlambat.
" Alan .... apa kamu di dalam ?" tanya Nabila tanpa mengucapkan salam terlebih dahulu saat masuk ke rumah Reina yang kebetulan di sana ada Agnia.
" kamu ? " Agnia tak percaya jika mantan istri sultan ada di hadapannya.
" dimana Alan putraku ?" tanya Nabila dengan gaya sombongnya.
" Alan sedang pergi dengan Reina " ucap Agnia yang memang tidak pernah membenci Nabila hanya kurang menyukai sikapnya saja.
" bilang sama anakmu untuk mencari suami yang lain, jangan menjerat Alan yang sudah memiliki masa depan cerah bila tidak menikah dengan Reina "
" memiliki masa depan cerah apa maksud mu ! Apa Alan sudah memiliki wanita lain sebelum Reina ?
✍️✍️✍️ waduh... Jangan sampai Agnia salah paham dengan semua yang di katakan Nabila😡😡 si Alan nya kemana sih baya Reina ? jangan sampai Agnia termakan ucapan Nabila 😤😤
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Love you moreee 😘😘😘
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 67 Episodes
Comments