Seperti yang telah Alan ucapkan pada Agnia jika hari ini dirinya akan membawa Reina dan juga Reva bertemu dengan Haikal ayah kandung Reina untuk meminta restu pada pernikahan mereka berdua.
" kak, kenapa tidak menemui mama kakak dulu ? " tanya Reina karena sejak awal Alan mengajaknya menikah tak sekalipun Alan membahas tentang ibunya.
" bagi kakak yang terpenting restu dari orang tua kamu karena laki laki tidak memerlukan wali dalam pernikahan nya tapi bagi seorang wanita wali itu salah satu syarat Sah pernikahan " ucap Alan penuh keyakinan.
" tapi kak restu dari mama kakak juga tak kalah penting " ucap Reina mengingatkan.
" iya kakak tau " ucap Alan sambil menatap penuh cinta pada Reina yang malah membuat Reina tersipu malu mendapat tatapan seperti itu dari Alan.
" tapi bagi kakak ada restu atau tidak dari mama tidak akan menyurutkan niat kakak untuk tetap menikahi kamu dan menjadi ayah sambung untuk Reva " ucap Alan yang lagi lagi membuat Reina menjadi salah tingkah.
" apa kakak akan selamanya bersikap seperti ini ?" Alan menatap Reina karena merasa jika Reina seperti nya meragukan ketulusan yang Alan tunjukan selama ini.
" sekarang kakak tanya sama kamu " tanya Alan yang menghentikan laju mobilnya setelah menepikan mobilnya di pinggir jalan yang sebenarnya tinggal beberapa blok dari rumah Haikal.
" apa kamu baru mengenal kakak ?" Reina langsung menggeleng.
" apa kamu masih ragu dengan rencana yang akan kita lakukan ?" tanya Alan sambil melihat sekilas ke arah Reva yang tertidur dalam pangkuan Reina.
Reina pun terdiam mendengar pertanyaan terakhir yang di lontarkan Alan, Alan menarik nafasnya begitu dalam tapi tanpa banyak bicara Alan pun melajukan mobilnya tapi bukan menuju tujuan awal tapi Alan malah memutar balik mobilnya dan mulai menjauh dari rumah Haikal yang tentu saja membuat Reina bingung dengan apa yang Alan lakukan.
" kak, bukan kah kita akan pergi ke rumah ayah Haikal ?" tanya Reina tapi Alan tak mengatakan apapun dan masih tetap melajukan mobilnya ke arah yang lama lama Reina tau kemana tujuan Alan.
" ayo turun " ucap Alan sambil mengambil alih Reva dari gendongan Reina agar Reina bisa lebih mudah berjalan.
" kak, kenapa kita ke makam mas Dava ?" tanya Reina yang masih tetap mengikuti langkah Alan yang sudah berjalan lebih dulu menuju tempat peristirahatan terakhir Dava.
" apa kakak marah ?" tanya Reina karena sejak pertanyaan terakhir di mobil sikap Alan sedikit berbeda pada Reina meskipun begitu Alan masih perduli pada Reva.
" tidak usah membahas itu di sini " ucap Alan yang kini sudah berada di depan makan Dava yang langsung saja membuat Reina terdiam dan langsung bersimpuh untuk berdoa untuk kebaikan Dava di Alan sana.
" Dava.. maaf aku baru bisa datang lagi sekarang" ucap Alan seolah dirinya sering datang ke makam Dava.
" maaf .. aku tidak bisa mewujudkan wasiat yang kamu titipkan padaku " ucap Alan yang tentu saja membuat Reina langsung melihat ke arah Alan yang juga sedang bersimpuh tanpa melepaskan Reva.
" tempat mu sangat kuat di hati Reina hingga membuat Reina tidak bisa menerima aku menjadi bagian dari dirinya " ucap Alan yang membuat Reina tak percaya jika Alan sampai berpikir seperti itu.
" kak !!" Reina menatap Alan penuh rasa salah tapi Alan malah memberikan senyuman yang membuat Reina malah merasa sangat bersalah dengan sikap yang dirinya lakukan saat di dalam mobil tadi.
" tapi kamu tenang saja, meski aku tidak jadi menikah dengan Reina aku akan tetap menganggap Reva sebagai putriku bahkan sampai nanti aku menikah aku akan menganggap Reva sebagai putri sulung ku " ucap Alan yang berhasil membuat Reina berlinang air mata bahkan kini dirinya merasa sangat bersalah.
" kak, maaf jika sikap Reina tadi membuat kakak tersinggung " ucap Reina yang lagi lagi membuat Alan semakin kecewa dengan pandangan yang Reina pikirkan tentang dirinya.
" kakak sama sekali tidak tersinggung dengan apa yang kamu lakukan "
" tapi kakak hanya tidak ingin memaksakan keadaan apa lagi memaksakan sebuah pernikahan pada wanita yang jelas jelas tidak menginginkan pernikahan itu terjadi " ucap Alan
Degg
Reina tak pernah berpikir jika Alan akan berpikir sejauh itu tetap kebungkaman dirinya tadi.
" kak dengarkan penjelasan Reina dulu " ucap Reina yang kini sudah menggenggam tangan Alan suatu hal yang sangat jarang Reina lakukan pada dirinya.
" kakak memaklumi jika kamu masih belum bisa menerima pernikahan kita atau mungkin kamu tidak bisa menerima kakak sebagai calon suami untuk kamu " ucap Alan tapi masih membiarkan Reina menggenggam tangannya.
Reina yang tak ingin terjadi keributan di depan makan Dava pun menarik tangan Alan menuju mobil Mereka dan menyuruh Alan meletakan Reva di dalam mobil karena ada yang harus dirinya dan Alan bahas.
" kak, Reina minta maaf jika apa yang Reina lakukan tadi membuat kakak tersinggung atau pun malah berpikir jika Reina keberatan dengan rencana yang sudah kakak susun " ucap Reina.
Alan hanya bisa menyandarkan tubuhnya ke body mobil yang di biarkan terbuka demi keamanan Reva.
" kakak tau, awalnya Reina ragu dengan rencana yang akan kita lakukan " ucap Reina jujur yang membuat Alan hanya bisa memasrahkan semuanya pada takdir karena Alan percaya jika memang Reina itu jodohnya tak akan ada apapun yang bisa menghalangi mereka untuk bisa bersama.
" tapi kini Reina yakin " ucap Reina yang tentu saja membuat Alan heran dengan pemikiran Reina yang bisa berubah dalam waktu dekat.
" kenapa kamu bisa langsung berubah seperti itu ? Apa kali ini kamu benar benar yakin ? Atau mungkin kamu akan kembali berubah ?" tanya Alan.
" Reina yakin bahkan sangat yakin " ucap Reina yang tak menjelaskan apa yang menyebabkan dirinya yakin dengan keputusan yang iya ambil.
" ada yang ingin kamu jelaskan sama kakak ?" tanya Alan yang yakin jika ada pemicu dari keputusan yang di ambil Reina.
" ayo kita lanjutkan rencana kita " ucap Reina mengalih kan pembicaraan nya tapi saat Reina akan mengangkat Reva agar dirinya bisa duduk pun langsung di hentikan oleh Alan yang tak ingin semuanya menggantung tanpa penjelasan.
" kakak harus tau apa yang membuat kamu berubah pikiran " ucap Alan sambil menyelipkan rambut yang menghalangi wajah cantik Reina.
" Semua yang kakak ucapkan di depan makam mas Dava membuat Reina yakin jika kakak tulus menerima Reina dan Reva yang tak akan mungkin di pisahkan " ucap Reina yang kini hanya bisa menunduk tanpa berani menatap ke arah Alan yang hanya berjarak satu langkah dari dirinya.
" insyaallah Reina siap untuk menjadi istri dan ibu untuk anak anak kita kelak " ucap Reina yang membuat Alan ingin sekali memeluk Reina saat itu, tapi Alan masih ingat jika mereka masih ada di area pemakaman Dava.
" apa kamu yakin ? Karena setelah ini kamu tidak memiliki kesempatan untuk mundur lagi "
" sekali pun ayah Haikal tidak merestui kita ? Atau sekalipun mama Nabila tidak memberikan restunya pada kita ?" tanya Alan.
" karena bagi kakak cukup delapan tahun kakak menyimpan semua rasa yang kakak miliki untuk kamu dan mulai saat ini kakak akan tunjukan pada dunia apa lagi pada mu jika kakak sangat mencintai kamu " ucap Alan sambil mengecup punggung tangan Reina.
" tapi kak, bagaimana jika Cecilia datang ke mama Nabila dan membuat mama Nabila berpihak padanya ?"
✍️✍️✍️ lah.. Kirain udah sampai ke rumah Haikal, ini malah belok ke makam Dava 😒😒, bagaimana jika yang di tanyakan Reina benar adanya, apa yang akan Alan lakukan untuk menjauhkan Reina dari ulat bulu yang mungkin saja bisa merusak kebahagiaan mereka.
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya.
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Love you moreee 😘😘😘
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 67 Episodes
Comments
Mamah Kekey
ulet bulu atau ulat keket Thor ....😁
2023-10-19
0