Bruggghh
Cecilia yang baru saja sampai di rumahnya pun langsung mendapat tatapan tajam dari Brian kakaknya Cecilia yang juga atasan Alan di kantor.
" pintu itu tak memiliki salah padamu, jangan jadikan iya pelarian dari amarah yang kamu miliki" ucap Brian yang memiliki sikap yang berbanding terbalik dengan Cecilia.
" Cecil kesal sama Alan " ucap Cecilia sambil duduk di hadapan kakaknya yang langsung tersenyum setelah mendengar siapa yang membuat adiknya sampai uring uringan seperti itu.
" sekarang kenapa lagi Alan ?" tanya Brian.
" dia lebih memilik wanita itu dari pada Cecilia bahkan dari pada pekerjaan nya " ucap Cecilia yang malah membuat Brian heran dengan apa yang di katakan Cecilia adiknya.
" apa kamu mengancam akan membuat Alan kehilangan pekerjaan nya ?" tanya Brian yang langsung di benarkan oleh Cecilia.
" kamu salah menggunakan taktik jika menghadapi Alan seperti itu " ucap Brian sambil melipat kedua tangannya di dada.
" maksud kakak ?" tanya Cecilia.
" Alan itu tipe laki laki yang sangat mementingkan keluarga di bandingkan apapun apalagi hanya pekerjaan yang bisa Alan dapat dengan mudah di perusahaan lain " ucap Brian yang lumayan mengenal Alan yang menjadi salah satu orang kepercayaan nya di perusahaan.
" lalu apa yang harus Cecilia lakukan untuk bisa memiliki Alan ?" tanya Cecilia berharap kakaknya mau membantunya bahkan jika perlu kakaknya berusaha meyakinkan Alan agar bisa menerima dirinya.
" rubah strategi, coba lebih mendekatkan diri pada keluarga nya terutama orang yang Alan anggap penting dalam hidupnya " mendengar itu membuat senyum di wajah Cecilia mengembang sempurna meski pun dirinya harus berpura pura tapi demi bisa meyakinkan Alan apapun akan dirinya lakukan.
" terima kasih kakakku tersayang " ucap Cecilia sambil mencium pipi kiri Brian yang sudah terbiasa di perlakukan seperti itu oleh Cecilia jika Cecilia merasa bahagia.
Reina dan keluarga nya baru saja tiba di rumah Reina dan Dava, bahkan Reva sampai terlelap dalam gendongan Reina selama perjalanannya dari tempat peristirahatan terakhir Dava.
" Alan, ayah mau bicara berdua " ucap sultan yang dari tadi belum mendapat jawaban dari pertanyaan yang tadi iya lontar kan saat di pemakaman tadi.
Alan hanya mengangguk karena tau apa yang ingin di tanyakan ayahnya, Alan langsung mengambil alih Reva dari gendongan Reina yang terlihat sangat pucat.
" Bun, Reina seperti nya butuh istirahat " ucap Alan yang tak tega melihat Reina seperti itu.
" Reina ngga papa kak " ucap Reina yang masih berusaha kuat di hadapan semuanya, tapi tak lama Reina memilih memasuki kamarnya dengan Dava dan kamar dimana Dava tadi menghembuskan nafas terakhirnya di dalam pelukannya.
Cahaya dan Agnia hanya bisa membiarkan Reina menyalurkan rasa sedih di hatinya karena akan tidak baik jika kesedihan itu Reina pendam di hatinya.
" Bun, Reina baik baik saja kan ?" tanya Alan yang malah semakin mengkhawatirkan Reina yang memilih mengurung diri di kamar dari pada berbagi kesedihan dengan keluarga nya.
" percaya lah, Reina hanya butuh waktu karena kami semua sadar jika Reina wanita yang sangat kuat " ucap sultan yang mulai curiga dengan perhatian yang di berikan Alan pada Reina yang terlihat tidak wajar.
" lebih baik tidurkan Reva di kamar bunda cahaya saja "
" iya Bun " ucap Alan yang langsung berjalan menuju kamar cahaya yang tak jauh dari tempat mereka semua duduk.
Reina masih berdiri di belakang pintu kamar nya, menatap nanar tempat tidur dimana Dava menghabiskan waktu satu bulan itu di atas tempat tidur bahkan hingga Dava menghabiskan nafas terakhirnya.
" apa Reina salah jika Reina belum siap di tinggalkan sama kamu Dav ?" tanya Reina yang tak terasa air matanya sudah mulai mengalir di pipinya.
" kenapa kamu begitu cepat meninggalkan kami !" ucap Reina yang sudah berjalan menuju tempat tidur dan akhirnya Reina ambruk di pinggir tempat tidur memeluk tempat dimana Dava menghembuskan nafasnya di sana.
" apa Reina bisa hidup tanpa kamu " ucap Reina sambil merebahkan kepalanya di atas tempat tidur.
" bagaimana dengan Reva yang pasti membutuhkan sosok seorang ayah " ucap Reina saat mengingat betapa malangnya nasib Reva yang tak bisa merasakan kasih sayang seorang ayah.
" kenapa tuhan begitu tak adil pada kita " ucap Reina yang tak lama setelah mengeluarkan semua yang ada di hatinya akhirnya Reina pun mulai memejamkan matanya.
Sedangkan saat ini Alan sudah bersama dengan sultan orang yang masih menganggap nya anak meski tidak ada ikatan di antara keduanya.
" jelaskan " ucap sultan yang tap perlu banyak bertanya karena Alan pasti mengerti apa yang akan dirinya bicarakan dengan Alan saat ini.
" Alan minta maaf jika apa yang nanti Alan sampaikan akan membuat ayah kecewa pada Alan " ucap Alan yang takut jika setelah berbicara jujur sultan akan membencinya.
" biarkan ayah yang menyimpulkan sendiri sikap apa yang akan ayah berikan setelah mendengar penjelasan dari kamu " ucap sultan yang tak ingin mendahului tanpa tau apa yang sebenarnya terjadi.
" Dava menitipkan Reina dan Reva sama Alan " ucap Alan sambil menundukkan wajahnya karena tak berani menatap wajah laki laki yang sudah mendidiknya selama ini tanpa pernah membeda bedakan dirinya dengan anak anaknya yang lain.
" apa kamu mencintai Reina ?" tanya sultan yang tak ingin salah mengambil kesimpulan, tapi Alan memilih diam dan ternyata diamnya Alan malam membuat sultan menyimpulkan jika memang Alan mencintai putrinya.
" apa Dava tau jika kamu mencintai Reina !" tanya sultan yang lagi lagi tidak mendapat jawaban dari Alan dan membuat sultan berpikir jika memang apa yang iya tanyakan adalah kebenaran.
" maaf yah " ucap Alan yang sudah tak berani menatap wajah ayah nya.
" tapi meski Dava tau, Alan tidak pernah sekalipun mencoba merebut Reina dari Dava " ucap Alan yang tak ingin ayah nya salah paham padanya.
" maksud kakak apa ?" tanya Reina saat mendengar jika Dava tau jika Alan mencintai dirinya.
" sayang " sultan yang melihat perubahan di wajah Reina pun langsung mendekati Reina agar Reina tidak salah paham pada Alan putranya yang lain.
" Reina " wajah Alan pucat pasi karena apa yang selama ini iya tutupi kini sudah terbongkar tapi di saat yang tidak tepat.
" jelas kan kak apa maksud kakak tadi ? Apa karena itu mas Dava meminta kakak datang ? " tanya Reina yang jujur hanya menganggap Alan sebagai kakaknya selama ini tidak lebih.
" kamu tenang dulu sayang, dan dengarkan dulu penjelasan Alan " ucap sultan yang melihat kekecewaan di wajah Reina untuk Alan.
" apa mas Dava meminta kakak menjaga Reina dan Reva ? " ucap Reina yang awalnya sudah mulai tenang tapi kini hatinya kembali hancur saat tau jika Dava seolah menyiapkan pengganti untuknya setelah Dava tiada nanti.
" apa kakak kasihan sama Reina ? Apa Reina memang pantas di kasihani sama kalian semua ?"
" apa Reina wanita lemah Dimata kalian ?
✍️✍️✍️apa Reina akan setuju dengan apa yang di inginkan Dava untuknya dan untuk Reva putrinya ?
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Love you moreee 😘😘😘
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 67 Episodes
Comments