Sudah satu bulan Alan tidak datang ke rumah Reina untuk melihat kondisi Reva balita kecil yang sangat menggemaskan, meski usianya baru saja menginjak sembilan belas bulan tapi tak mengurangi kepintaran yang mulai terlihat pada diri Reva.
" ayo Reva kenalkan kali ini ayah Reva " ucap laki laki yang baru saja turun dari mobil saat melihat Reva sedang bermain sendiri di taman samping rumah Reina.
" tapi yah " ucap Reva yang memang terbiasa memanggil ayah pada laki laki itu jika sedang berdua pun melihat ke kanan dan ke kiri memastikan jika tidak ada Bundanya di sana.
" ngga papa biar teman teman Reva tau jika Reva punya ayah " ucap Alan yang tak tega melihat Reva hampir menangis saat teman temannya meledak tentang sosok ayah.
" iya, Reva punya ayah dan ayah Reva yang baru saja pulang " ucap Reva yakin.
" bohong bohong, kalo memang ayah nya Reva kenapa ayah Reva jarang terlihat " ucap anak yang lebih besar dari Reva.
" lebih baik kalian pulang, pasti orang tua kalian sedang menunggu di rumah " ucap Alan yang merasa tak perlu menjawab pertanyaan dari salah satu bocah yang ada di sana.
Tanpa perlu memerintahkan dua kali semua anak anak langsung membubarkan diri sedangkan Reva langsung minta di gendong oleh alan.
" ayah kenapa lama ngga kesini " ucap Reva sambil menyadarkan kepalanya di dada Alan.
" maaf ayah sedang banyak pekerjaan " ucap Alan yang sebenarnya merasa kurang nyaman dengan penolakan yang di tunjukan cahaya padanya setiap Alan datang berkunjung ke rumah Reina.
" tapi ingat jangan memanggil ayah di depan bunda sama nenek ya " ucap Alan mengingatkan Reva.
Reva yang sebenarnya ingin sekali bebas memanggil Alan hanya bisa mengerucutkan bibirnya karena tidak setuju dengan apa yang di pinta Alan padanya.
" Reva !!! Bunda cariin " ucap Reina yang langsung mengambil alih Reva dari gendongan Alan.
" kak, sejak kapan kakak ada di sini " tanya Reina yang masih menggendong Reva.
" bunda mau gendong om " ucap Reva yang terus mencoba turun dari gendongan Reina.
" om pasti capek " ucap Reina yang tak ingin Reva semakin dekat dengan alan yang nantinya akan membuatnya susah sendiri jika Reva terlalu dekat dengan Alan.
" Reva masuk dulu ya ke dalam, om mau bicara sama bunda " ucap Alan yang merasa jika Reina semakin menghindari dirinya.
" tapi nanti gendong lagi ya " ucap Reva yang langsung menuruti apa yang di inginkan alan tapi hal itu malam membuat Reina kecewa karena Reva tidak langsung menuruti perintahnya sebelum tiga kali perintah iya lontarkan.
" bisa kita bicara ?" tanya Alan yang memilih duduk di teras rumah Reina seperti biasa jika dirinya datang berkunjung ke rumah Reina meski ada dan tidak adanya Bu cahaya dan pak Aditya di rumah ini.
" bukan dari tadi kita sudah bicara ?" tanya Reina yang akhirnya memilih duduk di samping Alan meski masih terhalang meja di antara mereka berdua.
" kakak serius " ucap Alan yang merubah posisi duduknya menjadi menghadap pada Reina yang kini terlihat semakin tertutup dan seolah ingin menutup diri dari orang orang di sekelilingnya.
" kakak tau jika kamu sangat mencintai Dava " ucap Alan dengan suara yang terdengar sangat tenang.
" tapi saat ini kamu tidak bisa berpikir egois yang hanya memikirkan perasaan kamu saja " ucap Alan yang sukses membuat Reina menatap padanya.
" kamu juga harus memikirkan perkembangan Reva yang membutuhkan sosok seorang ayah " ucap Alan yang sebenarnya sudah memikirkan bahasa yang pas agar Reina bisa menerima apa yang di sampaikan dirinya.
" Reina bisa kak, Reina akan menjadi sosok ibu dan ayah untuk Reva dan Reina yakin Reva tidak akan merasa jika dirinya membutuhkan sosok seorang ayah "
Alan tau jika apa yang di sampaikan Reina bukan dari lubuk hatinya tapi ada yang mengajari Reina untuk berpikir seperti itu.
" apa kamu yakin ? Lalu jika memang Reva tidak membutuhkan sosok ayah bagaimana dengan semua ledekan teman teman Reva yang selalu membahas tentang ayah ayah mereka di hadapan Reva !!"
Degg
Reina tidak pernah berpikir itu akan di alami Reva karena yang Reina tau jika Reva selama ini baik baik saja.
" kakak tidak akan memaksa kamu untuk menyetujui apa yang di inginkan Dava " ucap alan yabg masih menatap ke arah Reina yang kini terlihat menatap ke arah jalanan yang sudah semakin sepi.
" kakak bahkan akan mendukung apapun yang kamu putuskan selama itu membuat kalian berdua bahagia " ucap Alan yang berhasil membuat Reina menatap padanya.
" bahkan jika kamu mempunyai calon sendiri untuk menjadi ayah untuk Reva maka kakak akan menyetujui nya saat itu juga " ucap alan penuh keyakinan.
" tidak akan mudah kak, Bunda tidak berharap Reina menikah lagi yang tentunya akan membuat Reina dan Reva melupakan mas Dava " ucap Reina yang tak tega melihat kesedihan di wajah ibu mertuanya.
" dan kakak sendiri kan juga sudah memiliki Cecil yang pasti tidak akan terima jika kelak kakak menikah dengan Reina " ucap Reina yang membuat Alan berpikir Reina akan mau padanya jika saja dirinya dan Cecilia tidak dekat.
" sebenarnya apa yang kamu khawatirkan ? Bunda cahaya atau Cecilia ?" tanya Alan.
" kakak tidak masalah jika kamu tidak mau menikah lagi tapi kakak hanya mengkhawatirkan Reva " ucap Alan
" sebaiknya kamu pikirkan baik baik " ucap Alan yang langsung bangkit dari duduknya karena merasa pembicaraan nya dengan Reina sudah selesai pun langsung memanggil Reva untuk berpamitan.
" Reva.. "
" Reva Om pulang dulu ya " teriak Alan karena Reva tak kunjung keluar dari dalam rumah setelah iya memanggilnya tadi.
Reina mendadak khawatir karena Reva tak kunjung keluar pun langsung masuk kedalam rumah di ikuti Alan yang mengikuti Reina dari belakang.
" sayang kamu kenapa ?" tanya Reina yang melihat Reva yang sedang menggigil di sofa depan televisi.
Tanpa pikir panjang Alan langsung menggendong Reva menuju mobilnya karena merasa jika Reva tidak baik baik saja dan Alan tidak mau semuanya terlambat, Reina yang panik hanya bisa mengikuti Alan kemana akan membawa Reva.
" Rei jangan lupa kunci pintunya " ucap Alan yang merasa jika Reina tak memikirkan apapun selain mengikuti dirinya berlari.
" iya kak " ucap Reina yang langsung berbalik untuk mengunci pintu rumahnya tanpa mengambil apapun dari rumahnya.
" Kak, Reva akan baik baik saja kan ?" tanya Reina yang kini sedang memeluk Reva yang terlihat semakin menggigil.
" kita berdoa saja " ucap Alan yang sama paniknya dengan Reina karena baru melihat Reva seperti itu.
" Reina ngga mau kehilangan lagi kak, Reina akan melakukan apapun untuk kesembuhan Reva " ucap Reina yang sudah berlinang air mata.
" ayah.. ayah "
✍️✍️✍️ apakah ini jalan untuk Alan dan Reina bersatu ? Dan bagaimana dengan Bu cahaya saat tau jika Alan datang ke rumah Reina dan Reva ?🤔🤔
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Love you moreee 😘😘😘
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 67 Episodes
Comments
Mamah Kekey
Reva minta ayah 😅
2023-10-19
0