Cecilia yang mulai terobsesi pada Alan pun menyewa seseorang untuk membuntuti Alan agar Cecil tau semua yang berhubungan dengan Alan apapun itu.
" ternyata benar yang aku khawatirkan " ucap Cecil setelah mendapat laporan dari seseorang yang iya suruh membuntuti Alan.
" tapi aku tak akan membiarkan kamu lepas dari genggaman ku dan akan ku pastikan jika kamu akan menjadi milikku " ucap Cecilia yang merasa harga dirinya terinjak injak dengan penolakan Alan dan kini Alan akan menikah dengan Reina yang ternyata janda anak satu.
Cecilia pun mencoba menghubungi Nabila agar bisa mendesak Alan dan jika memang dirinya tidak bisa memiliki Alan maka Reina pun tidak bisa.
" halo Tante " sapa Cecilia saat sambungan telepon nya telah di angkat oleh Nabila yang baru saja selesai menyiapkan makan siang untuk dirinya sendiri.
" halo Cecil, ada yang bisa Tante bantu ?" tanya Nabila meski sebenarnya iya Bisa menebak tujuan Cecilia menghubungi dirinya.
" apa Tante tau jika Alan sedang dekat dengan seorang wanita ?" tanya Cecil tapi tak ada jawaban dari Nabila yang membuat Cecilia yakin jika Nabila memang tidak mengetahui jika Alan sedang dekat dengan seorang wanita.
" Reina " mendengar nama anak dari istri sultan yang sekarang membuat Nabila malah tertawa dan itu terdengar jelas di telinga Cecilia.
" kamu terlalu berlebihan, Alan memang dekat dengan Reina dan Reina juga sudah menikah " ucap Nabila yang tidak tau jika suami Reina sudah lama meninggal.
" Tante salah, suami wanita itu sudah enam bulan lalu meninggal "
" bahkan sebelum meninggalkannya laki laki bodoh itu meminta Alan untuk menjadi ayah untuk putrinya yang tentu saja menjadikan ibunya juga istri Alan " ucap Nabila penuh emosi.
" APA ? BAGAIMANA BISA ? KENAPA ALAN TIDAK PERNAH CERITA ?" tanya Nabila yang tak akan pernah setuju dengan semua yang Nabila beritahukan tentang Alan dan Reina.
" Kenapa Alan tidak mendiskusikan semua itu dengan mamanya dulu sebelum mengambil keputusan untuk memperistri anak dari wanita itu " ucap Nabila yang malah menjadi senjata andalan untuk Cecilia menebar rasa benci pada Reina hingga akhirnya Alan pun tak jadi menikahi wanita itu.
" makanya Tante harus bisa menghentikan Alan untuk menikahi wanita itu " ucap Cecilia.
" kamu benar, ya sudah Tante tutup dulu karena Tante harus menghubungi Alan untuk meminta penjelasan tentang semua yang kamu katakan " ucap Nabila.
" baiklah Tante, tapi Cecil mohon hubungi Cecil jika Alan akan benar benar datang ke rumah Tante " ucap Cecilia yang tak ingin benar benar kehilangan kesempatan untuk bisa memisahkan Alan dari Reina.
" baiklah, nanti Tante kabari " ucap Nabila yang langsung menutup sambungan telepon nya dan tanpa membuang waktu Nabila menghubungi Alan dan berharap jika dirinya belum terlambat untuk menghentikan Alan menikahi Reina.
Drttt drttt
" ayo Alan, angkat telepon nya " ucap Nabila yang kini sudah berdiri sambil mondar mandir menunggu Alan mengangkat sambungan telepon nya.
Sedangkan orang yang di hubungi Nabila kini sedang mengemudikan mobilnya dan tak lama Alan menepikan mobilnya di depan pagar sebuah rumah yang memiliki kenangan buruk bagi Reina dan itu terlihat jelas di wajah Reina.
" tenang lah ada kakak di sini " ucap Alan sambil menggenggam tangan kanan Reina.
Drrttt drrttt drrttt
" kak, telepon kakak bunyi " ucap Reina dan tanpa sengaja membaca siapa yang tengah menghubungi Alan saat ini.
" biarkan saja, nanti setelah ini kita akan ke rumah mama " ucap Alan yang malah mematikan sambungan teleponnya agar mamanya tidak menggangu dirinya saat ini.
" tapi kak, kan tidak perlu sampai mematikan handphone nya "
" bagaimana jika mama menghubungi kakak lagi jika kakak mematikan sambungan telepon nya " ucap Reina yang masih heran dengan sikap yang Alan tunjukan terhadap ibu kandungnya sendiri.
" nanti kamu juga akan tau sikap mama jika kita sudah menikah nanti " ucap Alan tanpa menjelaskan bagaimana sikap Nabila pada Reina.
" baiklah, apa kamu sudah siap bunda " ucap Alan sambil melihat ke arah Reina dengan senyum yang mampu menggetarkan hati setiap wanita yang melihat nya sedangkan Reina hanya bisa mengangguk sambil menyembunyikan rona merah di pipinya dari Alan.
Alan pun turun lebih dulu dan langsung mengambil alih Reva dari gendongan Reina dan tak lupa Alan menggenggam tangan Reina dengan tangan satunya.
" assalamualaikum " ucap Alan dan juga Reina bahkan Reva pun ikut mengucapkan salam dan tak lama pintu rumah pun terbuka dan muncullah wanita paruh baya yang ternyata Bu Nina nenek dari Reina.
" waalaikum sallam " ucap Bu Nina yang sangat bahagia kedatangan Reina dan juga Reva cicitnya.
" nek gimana kabarnya, ayak kemana nek ?" tanya Reina yang hanya melihat neneknya saja bahkan rumah nya pun terlihat sepi.
" ayah sebentar lagi pulang " ucap Bu Nina tanpa menjelaskan kemana Haikal pada Reina.
" ayo masuk, kebetulan nenek masak banyak ayo kita makan siang dulu " ucap Bu Nina yang memaksa sangat senang Reina datang berkunjung ke rumahnya.
Reina dan Alan pun langsung mengikuti Bu Nina menuju ruang makan untuk sekedar menghormati ajakan Bu Nina pada mereka.
" ini Reva kan ? sama nenek ya biar bunda sama om makan dulu " ucap Bu Nina yang langsung mengambil alih Reva dari gendongan Alan dan membiarkan Alan dan Reina makan siang.
" assalamualaikum Bu " ucap suara yang Reina tebak adalah suara ayahnya yang baru saja datang seperti yang di katakan Bu nina padanya tadi.
" loh ada siapa ini " ucap Haikal saat melihat ibunya yang sedang menggendong Reva tapi Haikal langsung mengenali saat sudah melihat Reina yang kini sedang berjalan ke arah dirinya.
" yah " Reina yang memang di ajarkan untuk tetap menghormati Haikal meski Haikal sudah berkali kali mengecewakan dirinya langsung menyapa dan mencium tangan Haikal di susul Alan dari belakang.
" ada angin apa hingga kalian datang ke rumah ini !" tanya Haikal dengan nada suara yang terdengar kurang ramah.
" Haikal, jangan berkata seperti itu ?" ucap Bu Nina mengingatkan Haikal untuk bisa mengontrol setiap yang iya ucapkan.
" maaf jika kedatangan Reina mengganggu ayah dan juga nenek " ucap Reina dengan suara yang serak bahkan tangannya sudah akan terulur untuk mengambil Reva dari gendongan Bu Nina sebelum akhirnya Alan menghentikan tangan Reina sambil menggelengkan wajahnya.
" ada yang ingin kami bicarakan sama om " ucap Alan yang langsung mengambil alih pembicaraan sebelum suasana menjadi semakin kacau.
" kalo begitu ayo kita ke ruang keluarga saja agar kalian bisa lebih leluasa dalam berbicara " ucap Bu Nina yang langsung menarik Reina agar berjalan lebih dulu dan di ikuti oleh Alan dan juga Haikal.
" katakan, jangan membuang waktu saya "
✍️✍️✍️ kirain udah lama ngga ketemu Reina membuat Haikal berubah menjadi lebih hangat karena rindu pada putrinya, tapi ternyata Haikal tidak pernah berubah 😡😡 apa Haikal akan merestui Reina dan Alan ? Atau Haikal malah tak perduli pada pernikahan Reina dan juga Alan ?
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya.
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya
love you moreee 😘😘😘
"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 67 Episodes
Comments
Mamah Kekey
restui Haikal...
2023-10-19
0