Alan tak ingin membuang kesempatan untuk mengetahui siapa ayah kandungnya yang selama ini seolah di kubur dalam dalam oleh sang mama, bahkan ayah sultan pun tak tau siapa ayah kandung Alan selama ini.
" siapa ayah kandung Alan ma ? katakan ?" tanya Alan yang tak sabar menunggu apa yang akan mama jelaskan tentang sosok yan tak pernah iya kenal dalam hidupnya.
" dia hanya laki laki yang haus akan harta yang tega meninggalkan mama demi wanita lain yang jauh lebih kaya dari mama " ucap Nabila tanpa menjelaskan siapa orang tersebut.
" jadi kamu juga tidak salah jika menjual dirimu demi kekayaan yang di miliki Cecil karena darah yang sama juga mengalir dalam darah mu "ucap Nabila saat mengingat laki laki yang dulu meninggalkan dirinya.
" katakan siapa dia mah ? Atau mama hanya mengalihkan pikiran Alan yang ingin meminta restu untuk pernikahan Alan dan Reina ?" tanya Alan yang merasa jika mamanya sengaja mengalihkan pikirannya.
" nanti kamu juga akan tau siapa dia, tapi satu yang pasti mama tidak akan merestui pernikahan kamu dengan Reina titik " ucap Nabila yang kini sudah bangkit dari duduknya.
" dan Alan pun akan tetap pada pendirian Alan jika Alan akan menikah dengan Reina " ucap Alan tak ingin semua usahanya untuk meyakinkan semuanya gagal karena penolakan mamanya sendiri.
Setelah mengatakan itu semua Alan pun memilih meninggalkan rumah Nabila yang bahkan malam sudah semakin larut tapi tak menyurutkan langkah Alan untuk tetap kembali menuju apartemen nya.
"' Alan !! " Cecilia yang dari tadi mendengar perdebatan Alan dengan ibunya hanya bisa mendengar tanpa ingin ikut campur, tapi lain ceritanya karena saat ini Alan sudah berada di depan mobilnya dimana mobil Cecilia juga ada di samping mobil Alan.
" kamu kenapa ?" tanya Cecilia sambil menyodorkan sebuah minuman kaleng untuk Alan dan tanpa pikir panjang dan tanpa menjawab pertanyaan Cecilia Alan langsung menenggak minuman yang bahkan sudah terbuka.
" terima kasih " ucap Alan, tapi tak butuh waktu lama Alan merasa jika ada yang tidak beres pada tubuhnya dan Alan langsung menatap tajam pada Cecilia yang malah berjalan mendekat ke arah Alan sambil tangan yang sengaja membelai lengan Alan dimana darah Alan langsung mendesir hebat.
" shitt " Alan langsung menghempaskan tangan Cecilia dan menuju pintu mobilnya tapi lagi lagi Cecilia menahan tangan Alan dan bahkan Cecilia sengaja memeluk Alan dari belakang dimana pepaya muda Cecilia menempel jelas di punggung Alan yang membuat desiran itu kembali dan bahkan semakin hebat.
" LEPAS.. !! " bentak Alan sambil menghempas tangan Cecilia yang masih memeluk nya dari belakang.
Setelah berhasil melepaskan tangan Cecilia Alan langsung masuk kedalam mobil dan langsung melajukan mobilnya menuju apartemen nya tapi saat Alan sedang serius mengemudikan mobilnya Alan teringat efek minum obat ini jika dirinya tidak mendapatkan penyaluran yang sepadan maka nyawanya yang akan menjadi taruhannya.
" ARRRGGGGGHHHH " Alan malah memutar arah menuju rumah Reina karena iya tak ingin mati sia sia hanya karena obat yang di berikan Cecilia padanya, meski dirinya pun ikut andil dari kejadian itu.
Tok tok tok
" rei.. Reina ... Ini kakak " ucap Alan yang masih berusaha menahan desiran yang semakin hebat bahkan bagian bawahnya sudah berdenyut hebat dan mengembang sempurna.
" kak Alan ? Reina yang terbangun mendengar suara yang baru satu jam meninggalkan rumahnya pun langsung bergegas melihat apa benar kakaknya datang di malam yang selarut ini.
Cecilia yang mengikuti Alan pun kehilangan jejak karena tadi nya Cecil berpikir jika Alan hanya akan kembali ke apartemen nya tapi Cecilia menemukan apartemen Alan yang masih tertutup rapat.
" kamu kemana Alan "
" arrrggggghhhh" teriak kesal Cecilia yang salah memprediksi tentang Alan, sedangkan Alan yang masih berdiri di depan pintu rumah Reina langsung memeluk Reina setelah pintu nya di buka oleh Reina.
" kak, kakak kenapa ?" tanya Reina yang bisa melihat tubuh Alan yang bergetar hebat dengan keringat yang mengucur deras.
" tolong kakak " ucap Alan sambil memegang pundak Reina yang tentu saja membuat Reina bingung yang di katakan kakaknya.
Alan yang masih bisa mengendalikan diri langsung melepaskan tangannya dari pundak Reina dan memilih masuk menuju kamar tamu untuk menuju kamar mandi yang ada di dalam sana.
" kak " Reina yang melihat jika ada yang tidak beres pada kakaknya pun langsung mengikuti Alan menuju kamar tamu untuk melihat apa yang terjadi di dalam sana.
" KAK... " Reina yang melihat jika Alan sedang berada di bawah guyuran shower bahkan dengan pakaian yang sangat lengkap membuat Reina memberanikan diri mendekati Alan.
" kak, sudah malam "
" jangan seperti ini " ucap Reina dari ambang pintu, sedangkan Alan yang mendengar itu hanya bisa melihat Reina dengan mata yang mulai berkabut penuh dengan gai rah yang mulai membara dan sulit untuk di kendalikan.
" pergilah, kakak tidak ingin merusak kamu "
" kamu tidak akan aman jika berada di sini " ucap Alan yang tetap membiarkan tubuhnya di guyur air yang semakin dingin.
" kak, sebenarnya kakak kenapa ?" tanya Reina yang masih tak beranjak dari tempatnya dan itu membuat Alan memejamkan matanya berharap bisa meredam has rat yang mulai memberontak dalam dirinya.
" kakak tak sengaja meminum obat perang sang yang di berikan Cecil " ucap Alan yang tak menjelaskan dengan detail bagaimana pertemuan nya dengan Cecilia.
Reina menggeleng tak percaya dengan apa yang di dengarnya dari mulut Alan bahkan Reina langsung memundurkan langkahnya seolah memberi batasan dirinya dengan Alan dan Alan bisa melihat itu semua itu.
" pergilah sebelum semuanya terlambat " ucap Alan yang sejujurnya membutuhkan Reina untuk bisa menyalurkan apa yang sudah tak bisa iya tahan.
Reina pun mundur dan berbalik tapi baru satu langkah Reina terdiam saat teringat sebuah cerita novel dimana jika seseorang meminum obat perang sang tanpa penyaluran apalagi jika dosis yang iya minum cukup tinggi maka bisa mengakibatkan kematian.
" kak, apa kakak akan baik baik saja " tanya Reina yang kini sudah berbalik sambil melihat ke arah Alan.
Alan menggeleng tapi tak lama mengangguk dan itu membuat Reina gamang dengan jawaban yang di berikan Alan.
" pergilah rein, pergilah bunda, papa ngga mau merusak kamu " ucap Alan dengan mata yang sudah berubah merah sedangkan badannya sudah terlihat menggigil.
" kak.. " Reina yang tak tega melihat Alan yang sudah mulai kedinginan tapi nyatanya terasa panas di dalam.
" pergilah bunda " ucap Alan dengan suara yang terdengar bergetar dan tentu saja membuat Reina tak tega mendengar nya.
Greppp
Reina yang tak ingin terjadi hal buruk pada Alan dan tak ingin kembali kehilangan langsung memeluk Alan tanpa memperdulikan apa yang mungkin terjadi padanya nanti.
" Reina siap, Reina tidak ingin terjadi hal buruk sama kakak "
" Reina ngga mau kehilangan lagi "
" apa kamu tidak akan menyesal ?
✍️✍️wihhh akhirnya Reina ngga tega liat Alan yang sudah di ambang batas 🤭🤭 apa Reina tidak akan menyesal ?
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Love you moreee 😘😘😘
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 67 Episodes
Comments
Mamah Kekey
hadeh cicil ada,,ajah bikin gregetan
2023-10-19
0