Tak mudah bagi seorang wanita untuk melupakan laki laki yang sangat iya cintai, apa lagi di tinggal karena pergi untuk selama lamanya dari dunia ini. Mungkin jika berpisah karena perpisahan tidak akan begitu menyakitkan karena kita masih bisa bertemu suatu saat nanti.
Tapi lain ceritanya jika kita di tinggalkan karena kematian yang pasti tidak akan pernah bisa bertemu lagi hingga kelak bertemu di akhir nanti.
" kami tidak pernah berpikir seperti itu sayang " ucap sultan yang tak ingin Reina salah paham dengan semua yang iya dengar.
" ayah benar, kakak hanya menyampaikan apa yang Dava inginkan " ucap Alan sambil berjalan mendekat ke arah Reina.
" lalu apa kakak akan melakukan apa yang mas Dava ingin kan ? dan kakak akan mengorbankan masa depan kakak demi Reina dan Reva ?" tanya Reina yang tak ingin hanya demi wasiat yang di berikan Dava membuat Alan harus mengorbankan apa yang selama ini iya rintis.
" kamu tau apa yang selama ini kakak prioritaskan dalam hidup " ucap Alan.
" tapi jika Kaka menjalankan apa yang mas Dava ingin kan "
" kakak tau apa yang harus kakak putuskan, yang harus kamu pikirkan hanya apa kamu mau menjalankan wasiat Dava atau tidak, karena kakak tidak akan pernah memaksa kamu " ucap Alan.
Setelah mengatakan itu Alan memilih meninggalkan rumah Reina tanpa memberi tahu kapan Reina akan menjawab semuanya, sedangkan pak sultan menyerahkan semuanya pada anak anaknya karena baginya kebahagiaan anak anaknya adalah hal yang paling utama.
" apa ayah percaya jika mas Dava mengatakan hal itu sama kak Alan ?" tanya Reina yang masih ragu dengan semua yang di dengarnya tadi.
" apa kamu yakin jika Alan akan berbohong dengan hal seserius ini ?" tanya sultan yang tau jika Reina hanya berharap jika semua itu hanya mimpi.
Alan kini sudah mengemudikan mobilnya menuju apartemen yang selama satu tahun ini iya iya tempati, tapi siapa sangka dimana Cecilia kini sudah ada di depan pintu apartemen Alan.
" kamu baru pulang ?" tanya Cecil seolah tidak terjadi masalah apapun dengan alan saat di rumah Reina.
" hemm " ucap Alan yang ikut berdiri di depan pintu apartemen nya seolah tak membiarkan Cecilia untuk masuk ke dalam apartemen nya.
" sampai kapan kamu melarang ku masuk ke sana ? " tanya Cecilia yang sebenarnya kecewa dengan penolakan yang di berikan Alan setiap kali Cecilia datang ke apartemen nya.
" karena aku tidak ingin ada seorang wanita pun yang datang dan menginjakan kakinya di apartemen selain istri dan calon ibu dari anak anak ku " ucap Alan yang masih memberikan alasan yang sama setiap kali Cecilia ingin memasuki apartemen nya.
" jika seperti itu maka nikahi aku " ucap Cecilia penuh harap, Alan hanya bisa menghela nafas melihat tingkat kepercayaan diri Cecilia yang sangat tinggi.
" sebaiknya kamu pulang, aku sangat lelah " ucap Alan yang sudah menempelkan kartu akses di pintu apartemen nya, Cecilia hanya bisa menghentakkan kakinya dan meninggalkan apartemen Alan yang kini sudah masuk ke dalam tanpa membiarkan dirinya masuk.
" sepertinya aku harus segera menjalankan strategi yang kakak sarankan untuk bisa memiliki Alan " ucap Cecilia yang kini sudah berada di dalam lift gedung apartemen Alan.
" baiklah, ayo semangat Cecilia, berpura pura untuk bisa bersama dengan Alan adalah hal yang mudah " ucap Cecilia menyemangati dirinya sendiri.
Bu cahaya yang tak melihat Alan pun penasaran dengan perginya Alan tak tidak berpamitan padanya.
" sayang, kakak kamu kemana ?" tanya Bu cahaya pada Reina yang saat ini sedang menggendong Reva yang baru saja terbangun.
" kakak sudah pulang " ucap Reina tanpa melihat ke arah ibu kandungan.
" apa kalian sedang bertengkar !" tanya Bu cahaya yang melihat jika Reina terlihat cuek saat membicarakan tentang Alan, Reina pun memilih membawa Reva menuju kamarnya bersama dava
" Alan hanya sedang ada pekerjaan " ucap sultan yang tak ingin Bu cahaya curiga dengan kepergian Alan yang tiba tiba.
" cahaya tau apa yang kakak bicarakan dengan Alan tadi " ucap cahaya yang memang mendengar semua yang di bicarakan Alan dan Reina.
" dan cahaya tidak percaya jika Dava meminta hal itu pada Alan " ucap cahaya yang tak ingin posisi anaknya di gantikan begitu saja oleh orang lain.
" cahaya benar, bagaimana bisa kalian berpikir akan menggantikan Dava padahal Dava baru saja tiada " ucap Aditya.
" aku tau dan aku mengerti " ucap sultan yang mengerti apa yang di pikirkan kakaknya dan kakak iparnya.
" Alan hanya menyampaikan apa yang di pinta Dava tapi Alan membiarkan Reina sendiri yang memutuskan semuanya " ucap sultan yang tak ingin hanya gara gara wasiat yang Dava inginkan untuk anak dan istrinya membuat semuanya membenci Alan.
" tapi kalian tidak pantas membahas semua itu saat ini " ucap cahaya yang terlihat kecewa dengan semua yang di bahas Alan Reina dan sultan.
" sultan minta maaf kak, karena sultan yang bertanya pada Alan " ucap sultan yang tak ingin Alan di salahkan atas semua yang iya mulai.
" apa kamu tidak menyayangi Dava ? Hingga kakak berpikir untuk melupakan Dava dengan mengganti Dava dengan Alan ?" tanya cahaya dengan air mata yang sudah mengalir di pipinya.
" sultan salah kak, sultan minta maaf " ucap sultan yang tak pernah menyangka akan menjadi seperti ini.
" sebaiknya kamu pulang, kakak ingin istirahat " ucap cahaya yang untuk pertama kalinya mengusir sultan selama hidup mereka.
" kak " sultan tidak percaya kakaknya mengatakan hal itu yang juga di saksikan oleh Agnia istrinya.
" sebaiknya kita pulang mas, biarkan kakak tenang dulu " ucap Agnia yang tak ingin semuanya menjadi semakin kacau.
Aditya pun seolah tidak mencoba menghentikan cahaya yang mengusir sultan pun akhirnya membuat sultan mundur dan berharap apa yang di katakan Agnia benar jika kakaknya hanya butuh ketenangan.
" apa mas salah menanyakan itu ?" tanya sultan yang kini sudah ada di dalam mobil untuk pulang ke rumahnya.
" mas tidak salah, hanya saja waktunya yang tidak tepat " ucap Agnia mencoba menenangkan sultan.
" tapi bagaimana jika kemarahan kak cahaya berlangsung lama ?" tanya sultan yang tak pernah berselisih paham dengan kakak satu satunya itu.
" percayalah jika kak cahaya hanya sedang bersedih nanti juga kak cahaya akan kembali seperti semula " ucap Agnia yang sebenarnya ragu kakak iparnya akan bersikap seperti sebelumnya.
" tapi apa kamu tidak keberatan jika Reina bersama dengan Alan ? yang tentunya kita akan kembali berhubungan dengan Nabila ibu kandung Alan ?" ucap sultan yang tau jika Nabila masih saja berusaha merusak hubungannya dengan Agnia.
" selama itu bisa membuat Reina dan Reva bahagia Agnia akan mendukung, yang penting mas tidak akan pernah tergoda dengan ulat bulu itu " ucap Agnia sambil melipat tangan di dadanya yang tentu saja membuat sultan tersenyum lucu dengan tingkah Agnia.
" Reina, Bunda harap kamu akan tetap setia sama Dava !!"
✍️✍️✍️ nah loh, apa yang akan Reina lakukan kedepannya dimana di sisi lain ada wasiat yang di inginkan Dava tapi di sisi lain ada keinginan dari Bu cahaya 😤😤
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Love you moreee 😘😘😘
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 67 Episodes
Comments