Alan yang sudah diliputi gai rah akibat obat yang sengaja Cecilia masukan kedalam minuman yang sengaja di sediakan untuk Alan pun langsung nelu mat bi bir Reina penuh naf su bahkan Alan sengaja mendorong Reina ke tembok kamar mandi.
Satu tetes air mata Reina mengalir di pipinya tapi tersamarkan oleh derasnya hempasan air shower yang masih mengguyur keduanya.
" kita akan menikah besok " ucap Alan sambil melepaskan pakaian Reina yang masih masih melekat di tubuh Reina yang sudah basah kuyup.
Reina hanya mampu menyilangkan kedua tangannya di dada menutupi aset yang selama ini hanya dapat di lihat oleh Dava dan di gunakan oleh Reva dulu.
Alan yang sudah mulai hilang kendali langsung menerjang Reina tanpa ampun hingga membuat Reina kewalahan meski bagi Reina ini bukan lah yang pertama tapi melakukannya bersama Alan adalah pengalaman baru bagi Reina.
" aaahhhhh " Alan yang berhasil mendapatkan pelepasan untuk yang pertama kali dalam hidupnya pun langsung ambruk di atas tu buh Reina yang sudah terkapar tak bertenaga di tempat tidur kamar tamu rumahnya.
Reina menatap nanar pada tubuhnya yang terdapat banyak jejak Cinta yang di buat Alan di setiap inci tubuhnya.
" maafkan Reina Dav " ucap Reina yang merasa sudah mengkhianati cinta Dava padanya.
Dengan tertatih Reina berjalan menuju lemari untuk mengambil bath sheet yang sengaja Reina simpan untuk tamu yang datang berkunjung ke rumahnya dan langsung menuju kamarnya bersama Reva dan tak lama Reina pun tertidur karena tubuhnya yang sudah sangat remuk redam akibat ulah Alan.
Mentari pagi mulai menyinari bumi tak terkecuali di rumah Reina dimana cahaya mentari mengusik Alan yang masih terlelap.
" auhhh " Alan yang baru saja terduduk di atas tempat tidur langsung memegang kepalanya yang terasa sangat berat, tapi tak lama mata Alan menatap ke sekeliling untuk memastikan jika yang iya alami malam tadi hanyalah mimpi.
" papa... " ketuk Reva dari balik pintu yang masih tertutup rapat.
" Reva ?? Kenapa reva ada di !!! "
" tunggu " Alan langsung menyingkap selimut yang menutupi tubuhnya tapi apa yang di lihat membuat mata Alan membulat sempurna dimana dirinya masih polos tanpa sehelai benang hanya selimut yang menutupi tubuhnya.
" jangan bilang aku benar benar sudah merusak Reina ?" tanya Alan pada dirinya sendiri.
" arrrggggghhhh " teriak Alan yang terdengar oleh Reina yang baru saja selesai membuat sarapan untuk dirinya dan juga Reva, Reina bergegas menuju kamar tamu untuk melihat apa yang terjadi pada Alan kakaknya yang hanya beberapa hari lagi akan menjadi suaminya.
" sayang, Reva sarapan dulu ya, biar bunda yang bangunin papa " ucap Reina yang tak ingin Reva melihat hal yang tidak pantas di lihat saat dirinya membuka pintu kamar tamu dimana ada Alan di sana.
" tapi leva mau ketemu papa " ucap Reva yang memang di beritahu Reina jika ada Alan di rumahnya.
" iya.. Tapi mungkin papanya masih bobo, jadi Reva tunggu di ruang makan ok " ucap Reina yang terus mencoba membuat Reva menjauh dari kamar tamu.
" ya udah... " ucap Reva dengan wajah lesunya karena gagal menemui Alan papanya.
Cklek...
Reina membuka perlahan pintu kamar tamu dimana Reina melihat Alan yang sudah terduduk di pinggir tempat tidur tapi pandangan keduanya langsung bertemu setelah Reina menutup kembali pintu kamar tamu.
" bunda " Alan yang hanya menggunakan selimut untuk menutupi tubuh bagian bawahnya langsung mendekat ke arah Reina yang malah mengalihkan pandangannya menghindari pandangan Alan yang terus mendekat ke arah nya.
" kakak kenapa ?" tanya Reina tanpa melihat ke arah Alan yang kini hanya berjarak satu langkah darinya.
" apa ini semua perbuatan kakak ?" tanya Alan sambil membelai jejak cinta yang iya tinggalkan di leher Reina yang bahkan terlihat sangat jelas di matanya.
Reina hanya bisa terdiam tanpa menatap ke arah Alan yang masih memegang leher sebelah kirinya.
" maaf, Kakak dalam pengaruh obat yang sengaja Cecilia berikan di minuman Kakak "ucap Alan yang tak ingin membuat Reina berpikiran jika dirinya sengaja ingin merusak Reina.
" tapi kakak akan bertanggung jawab dan kita akan menikah hari ini " ucap Alan sambil menyatukan kedua keningnya dan kening Reina.
" kakak cinta sama kamu dan asal kamu tau jika kamulah wanita pertama yang kakak jamah selama hidup Kaka " ucap Alan sambil menyelusupkan tangannya ke belakang leher Reina dan langsung melu mat bibir Reina yang terasa sangat manis.
" maaf, tapi Bi bir kamu sangat manis jadi kakak ngga tahan " ucap Alan sambil menghapus jejak Saliva yang ada di sekitar bi bir Reina.
" sebaiknya kakak mandi, sarapan sudah siap " ucap Reina yang tak ingin menjawab apa yang Alan katakan tentang bi birnya.
" apa kamu marah ?" tanya Alan yang langsung menggenggam tangan Reina yang baru saja akan membuka pintu.
Reina pun menggeleng dengan wajah yang tertunduk malu karena dirinya sendiri yang menyerahkan dirinya pada Alan saat Alan sudah di ambang batas pengaruh obatnya.
" bersiap lah kita akan ke rumah ayah Haikal dan memintanya menikahkan kita hari ini juga " ucap Alan yang tak ingin membuang buang waktu untuk bisa bersama dengan Reina dalam ikatan yang sah Dimata hukum dan agama.
" tapi bagaimana dengan mama Nabila dan juga Cecilia ?" tanya Reina yang tak bisa membayangkan jika keduanya bersatu akan banyak ujian yang harus Reina hadapi dalam pernikahan nya kelak bersama Alan.
" selama kita bersama kakak yakin kita pasti bisa melewati nya " ucap Alan yang sudah memeluk tubuh Reina yang memang sangat sintal dan berisi.
" jujur kakak ketagihan dengan apa yang kita lakukan semalam " ucap Alan tanpa rasa malu di hadapan Reina.
" semua yang ada dalam tubuh mu masih terpatri jelas dalam ingatan kakak meski awalnya kakak pikir hanyalah mimpi " ucap Alan sambil mencium leher jenjang Reina yang tentu saja membuat Reina hanya bisa memejamkan matanya tanpa ingin menolak apa yang Alan lakukan.
Sedangkan di rumah Nabila, Cecilia baru saja datang dengan tatapan penuh kemarahan, bahkan Cecilia mengetuk pintu rumah Nabila dengan sangat kasar.
Bruggg brugg bruggg....
Cecilia terus menggebrug pintu rumah Nabila yang tentu saja membuat Nabila segera berlari membuka pintu rumahnya yang mungkin saja sebentar lagi akan hancur karena ulah seseorang yang sangat tidak sabaran.
" Cecil kenapa datang kesini tidak memberitahu saya ?" tanya Nabila.
" ngga penting " ucap Cecilia yang memilih masuk ke dalam rumah tanpa menunggu Nabila mempersilahkan dirinya untuk masuk.
" apa tante tau jika Alan sudah tidur dengan Reina ? Dan apa Tante tau jika Reina sengaja memberi obat perang sang untuk Alan agar Alan bertekuk lutut di hadapannya ??
" Alan bukan laki laki seperti itu ?? Alan laki laki baik baik dan Tante yakin jika ini semua ulah janda genit itu !!!
✍️✍️✍️ kirain udah menyerah karena gagal membuat Alan menjadi miliknya tapi ternyata Cecilia semakin menjadi 😤😤 apakan ayahnya Reina akan setuju dengan permintaan Alan dan Reina yang terkesan sangat mendadak ??
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Love you moreee 😘😘😘
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 67 Episodes
Comments
Mamah Kekey
r6eweh
2023-10-19
0