Alan sadar tak akan mudah mempersunting reina, meski Reina janda anak satu tapi tak mudah bagi Alan untuk meyakinkan Reina untuk mau menikah dengan dirinya meski Dava sendiri yang meminta padanya untuk menikahi Reina tapi banyak batu kerikil yang harus Alan lalui.
" Alan tau tapi setidaknya setelah Alan mendapat restu dari ayah membuat Alan yakin akan bisa menikahi Reina dengan restu dari semua orang " ucap Alan yang lagi lagi membuat pipi Reina bersemu merah.
" kak, yah.. Reina masuk dulu ya " ucap Reina demi kesehatan jantung nya karena baru kali ini Reina tau sikap hangat dan romantis Alan yang di tunjukan Alan padanya.
" tunggu bunda " ucap Alan yang langsung menahan tangan Reina yang baru satu langkah di depannya.
" biasakan panggil papa biar Reva senang dan papa yakin itu akan berdampak baik bagi kesehatan Reva " ucap Alan yang lagi lagi membuat pipi Reina bersemu merah.
" hati hati Reina laki laki yang ada di hadapan kamu ini sekarang bukan Alan yang dulu pendiam lagi tapi sudah berubah menjadi Arjuna yang sedang membidik targetnya untuk melesatkan panah asmaranya " ucap sultan yang membuat Reina tak kuat untuk tetap bersama dengan Alan dan ayahnya yang sudah sama sama ingin menjadi pujangga cinta.
Brukkk
" kenapa sayang ?" tanya Agnia yang kaget karena Reina sedikit membanting pintu ruang rawat Reva.
" maaf bunda, di depan ada dua orang yang berubah jadi pujangga " ucap Reina yang langsung duduk di kursi samping ranjang rumah sakit Reva, sedangkan Agnia dan cahaya saling tatap tapi tak lama mereka mengerti siapa yang di maksud Reina tadi.
" sayang "sultan yang baru saja masuk di ikuti Alan yang berjalan di belakangnya, sultan pun langsung mendekati Agnia yang tentu saja di sambut cubitan sayang di pinggang nya dari Agnia karena sudah menggoda Reina dengan sengaja.
" aduduhhh sakit yang.. " ucap sultan yang sebenarnya hanya pura pura untuk membuat suasana di ruangan Reva tidak terlalu tegang.
" Bun, Alan pulang dulu " ucap Alan pamit pada Agnia.
" Bun, Alan harap bunda merestui niat Alan untuk menikahi Reina bukan hanya demi Reva tapi juga demi amanat yang Dava titipkan pada Alan " ucap Alan yang kini sudah berdiri di hadapan Bu cahaya agar bisa mendapat restu dari cahaya.
Reina yang melihat apa yang di lakukan Alan pun merasa terharu dan tersanjung dengan semua usaha yang Alan lakukan demi bisa menikahi dirinya.
" apa kamu yakin bisa membuat Reva tidak akan pernah melupakan ayah kandungnya ? "
" dan apa kamu yakin bisa membuat Reina dan Reva bahagia " ucap Bu cahaya dengan suara yang bergetar, Agnia yang tau jika apa yang di lakukan kakak iparnya itu tidak lah mudah hanya bisa mengusap usap pundak cahaya seolah menyalurkan kekuatan pada cahaya untuk bisa ikhlas menerima takdir yang sudah Tuhan gariskan untuk Reina dan juga Reva.
" Alan tidak bisa berjanji bunda, tapi Alan akan selalu berusaha membuat Reina dan Reva bahagia dan kalau pun Reina menitikkan air matanya hanya air mata kebahagiaan yang akan mengalir di pipi Reina " ucap Alan penuh keyakinan.
" baiklah, bunda akan mengijinkan kalian untuk menikah " ucap cahaya yang tentu saja membuat Alan merasa sangat bersyukur dengan semua restu yang sudah bunda cahaya berikan.
Alan pun langsung mencium tangan bunda cahaya, setelah itu Alan pun berjalan mendekat ke arah Reina yang hanya bisa menatap penuh haru dengan apa yang baru saja iya lihat.
" nanti setelah Reva sudah boleh pulang dari rumah sakit kita akan ke rumah ayah Haikal untuk meminta restu darinya setelah itu kita baru akan ke makam Dava untuk meminta izin sebelum kita melangsungkan pernikahan " ucap Alan yang seperti nya sudah sangat memikirkan langkah langkah yang akan dirinya dan Reina lakukan.
" sabar bos, jangan lupa nafas " ucap sultan sambil merangkul pinggang Agnia yang kini merasa bersyukur putrinya tidak akan lagi menjadi single parents untuk Reva dan akan ada seseorang yang akan selalu menjaga dan melindungi Reina dan juga Reva kedepannya.
" sayang.. Mulai sekarang jangan panggil ayah ya" ucap Alan saat melihat Reva yang baru saja membuka mata tapi Reva malah terdiam.
" panggilan ayah hanya untuk ayah Dava, kalau ini" ucap Alan sambil menunjuk pada dirinya sendiri dan semua yang ada di sana pun seolah sedang menunggu apa yang akan di katakan Alan pada Reva.
" panggil papa Alan papanya Reva mulai saat ini " ucap Alan sambil mencium kening Reva yang kini sudah tersenyum lebar meski Reva sendiri tidak tau apa perbedaan panggilan ayah dan papa.
" papa pulang dulu ya, Reva harus sehat ok " ucap Alan yang sebenarnya sangat ingin bisa menemani Reina di rumah sakit menjaga Reva tapi Alan tau batasan yang haru tetap iya jaga hingga nanti dirinya dan Reina benar benar bersama dalam ikatan pernikahan.
" emang papa ngga bisa temenin leva di sini " ucap Reva yang terlihat sangat sedih berharap Alan mengurungkan niatnya dan memilih menemaninya malam ini bersama dengan Bundanya.
" sayang.. om " Reina tak melanjutkan ucapannya karena melihat tatapan Alan yang mengisyaratkan dirinya untuk memanggil nya papa pun segera meralat ucapannya.
" papa ngga bisa nemenin kita di sini kan papa baru saja pulang kerja badannya pasti bau asem belum mandi " ucap Reina yang tidak memiliki alasan lain agar Reva tidak meminta Alan u tuk tetap tinggal di sini tapi nyatanya apa yang Reina ucapkan berbanding terbalik dengan tampilan Alan di hadapan Reva yang ternyata masih rapih dan wangi.
" Bunda bohong, papa udah mandi udah wangi " ucap Reva yang malah terlihat menggemaskan di mata Alan yang memang berharap bisa lebih lama bersama dengan Reina dan Reva tentunya.
" taktik yang bagus, untuk mendapatkan ibunya senjata yang paling baik adalah memikat anaknya terlebih dahulu " bisik sultan di telinga Agnia yang lagi lagi membuat Agnia gemas untuk tidak mencubit pinggang sultan tapi urung Agnia lakukan karena memang apa yang sultan katakan memang lah benar.
" tapi sultan benar, Alan pandai mengatur taktik untuk bisa menjerat Reina " ucap cahaya yang membenarkan apa yang sultan katakan.
" Reva sayang, papa pulang dulu ok nanti besok papa janji akan datang kesini pagi pagi sekali " ucap Alan yang akhirnya memutuskan untuk pulang dan membiarkan Reina tenang memikirkan hubungannya yang baru saja akan di mulai.
" janji, besok pagi papa datang ke sini lagi ya " ucap Reva sambil mengulurkan jari kelingking nya ke hadapan Alan yang langsung di sambut oleh Alan agar Reva percaya jika dirinya pasti akan menepati apa yang iya ucapkan.
" papa pulang ya " ucap Alan sambil mencium kening Reva tapi saat di hadapan Reina Alan hanya tersenyum sambil mengusap lembut rambut Reina wanita yang sangat iya sayangi dan cintai.
" kakak pulang, jaga Reva dan mulai tata hati kamu karena tak lama lagi kakak pasti akan bisa memasuki hati kamu "
✍️✍️✍️ aku meleleh Alan... 🤤🤤 apa Alan akan dengan mudah mendapat restu dari Haikal ? Dan bagaimana dengan Nabila ibu kandung Alan saat tau Alan akan menikahi Reina anak dari istri sultan saat ini 🤔🤔
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Love you moreee 😘😘😘
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 67 Episodes
Comments
Mamah Kekey
memasuki hatimu atau memasuki dirimu...bang Alan 🤭
2023-10-19
0
Faulinsa
Semangat Papa Alan..maju pelan-pelan.. mudur ku dorong loh..
Semoga ayah Haikal merestui hubungan kalian..harus bersabar, namun tetap kebahagiaan Reva diutamakan demi wasiat cinta yg diemban Papa Alan..
awas jalanan penuh tikungan tajam, setitik Cahaya mulai menyambut, namun harus kuat menahan cobaan yg nantinya akan datang dr Si Usil Cecil..
Rintangannya jangan berat2 kak.. kasihan Alannya..
2023-08-23
2