Sejatinya obat dari segala penyakit adalah dukungan dan juga kasih sayang dari orang orang di sekitar kita, begitu juga yang Reva rasakan. Perhatikan dan kasih sayang Alan membuatnya bisa segera sehat kembali.
Dan kini Reva pun sudah di perbolehkan pulang oleh dokter setelah kondisinya sudah benar benar stabil.
" ayo Bun " ucap Alan yang sudah menggendong Reva sedangkan tangan satunya menggenggam tangan Reina, Reina pun tak menolak apa yang Alan lakukan padanya hingga suara Agnia menghentikan langkah mereka berdua.
" loh, Reva sudah boleh pulang ?" tanya Agnia saat bertemu dengan Reina dan Alan di depan ruang rawat Reva.
" sudah Bun, Reva sudah jauh lebih baik jadi dokter sudah mengizinkan Reva untuk pulang " ucap Reina yang tak menyadari jika tangannya masih di genggam oleh Alan hingga tatapan Agnia pada tangan Reina dan Alan menyadarkan Reina dengan apa yang dia tadi mereka lakukan.
" jangan malu seperti itu " ucap Alan yang malah menggenggam erat tangan Reina.
" Alan benar, kan sebentar lagi kalian akan menikah jadi biasakan untuk bisa lebih dekat " ucap Agnia yang malah ditanggapi Reina sebagai sindiran untuk dirinya.
" kak " Alan yang tak tega pun melepaskan tangan Reina dan membiarkan Reina berjalan bersama dengan Agnia sedangkan dirinya masih menggendong Reva yang sepertinya tak ingin lepas dari Alan.
Tak ingin berlama lama membuang waktu kini Cecilia dan Nabila sudah ada di dalam sebuah salon yang cukup terkenal di mall terbesar di kota itu, yang tentu saja membuat Nabila terkagum kagum dengan loyalitas yang Cecilia berikan padanya.
" kamu yakin kita akan perawatan di tempat seperti ini ?" tanya Nabila yang belum pernah menginjakkan kakinya di salon sebesar ini.
" Tante tenang saja ini salon langganan saya dan di sini pelayanan nya sangat memuaskan " ucap Cecilia yang sudah memejamkan matanya karena treatment yang iya pilih sudah mulai di lakukan pegawai salon.
" kenapa Alan bodoh sekali " gumam Nabila dalam hati karena dirinya pun sedang menikmati treatment yang sama dengan yang Cecilia lakukan.
Sudah hampir tiga jam Cecilia dan Nabila melakukan treatment mahal dan itu membuat tubuh Nabila benar benar rileks suatu hal yang tidak pernah dirinya lakukan seumur hidupnya.
" ahhh rileks nya " ucap Nabila yang baru saja menyelesaikan treatment nya sama seperti Cecilia.
" tante, boleh saya minta tolong " ucap Cecilia tanpa menjelaskan apa yang di inginkan dari dirinya.
" katakan lah " ucap Nabila seperti seorang pesuruh yang langsung datang setiap ada arahan dari majikannya.
" telpon Alan dan minta Alan menjemput kita siang ini " ucap Cecilia yang tak ingin hanya dirinya saja yang berkerja.
" baiklah, tapi bagaimana jika alan tidak mau mengikuti apa yang Tante minta ?" tanya Nabila ragu Alan akan segera datang.
" jangan dulu menyerah " ucap Cecilia yang tak suka ada penolakan dari siapapun, Nabila pun mengambil handphone nya dan mulai menghubungi Alan dan berharap Alan langsung datang seperti yang diminta Cecilia padanya.
drttt drttt drttt
Handphone Alan yang berada di saku celana pun bergetar dan kebetulan handphone Alan bergetar tetap setelah Reina mengambil alih Reva setelah dirinya duduk di dalam mobil Alan.
" sebentar ya, mama telepon " ucap Alan sedangkan Reina dan Agnia sudah ada di dalam mobil meski Agnia di mobilnya sendiri sedangkan Reina di mobil alana.
" iya mah " ucap Alan yang tak begitu jauh dari Reina dan Agnia.
" Alan bisa kamu jemput mama di mall nirwana ?" tanya Nabila yang masih terdengar oleh Cecilia yang memang sengaja meminta Nabila me load speaker handphone nya agar dirinya tidak di bohongi oleh Nabila
" maaf mah, Alan tidak bisa " ucap Alan yang merasa ada yang aneh dengan ibunya yang tiba tiba saja ada di sebuah mall terbesar dan termegah yang ada di kota ini.
" Alan baru saja pulang dari rumah sakit "
" dan sekarang Alan hanya ingin istirahat di apartemen saja " ucap Alan yang memang peka dengan sikap Nabila yang tiba tiba saja manja dan minta di jemput di mall.
" tapi Alan, kamu harus datang ke sini " ucap Nabila yang malah membuat Alan curiga dengan desakan yang Nabila tunjukan padanya.
" maaf mah, Alan tidak bisa " Alan yang langsung menutup sambungan Telepon nya dan tak memperdulikan ocehan Nabila.
" kenapa kak ?" tanya Reina setelah Alan memasuki mobilnya dan mulai melajukan mobilnya meninggalkan rumah sakit.
" tidak ada apa apa " ucap Alan yang tak ingin membuat Reina khawatir pada mamanya yang tiba tiba saja ada di sebuah mall yang cukup luas dan besar.
Tak butuh waktu lama mobil Alan dan Agnia pun sudah sampai di depan rumah Reina, Alan lagi lagi mengambil alih Reva dari gendongan reina seolah tak ingin membuat Reina kecapekan.
" oh iya Alan, kapan kamu akan meminta restu pada mas Haikal ?" tanya Agnia saat setelah Alan kembali dari kamar Reina dan juga Reva.
" mungkin besok Minggu Bun " ucap Alan setelah Reina juga ikut bergabung dengan dirinya dan Agnia tentunya.
" baiklah, bunda hanya bisa mendoakan semoga niat yang akan kalian lakukan mendapatkan kemudahan dan kelancaran "
" dan bunda harap mas Haikal tidak mempersulit untuk memberikan restu untuk kalian berdua " doa Agnia yang langsung mendapat anggukan dari Reina dan juga Alan.
Sedangkan Cecilia saat ini sedang sangat kesal dengan apa yang Nabila lakukan karena tidak bisa membujuk atau bahkan memaksa Alan untuk datang menjemput mereka berdua.
" Tante sungguh sungguh mau bantu saya atau tidak?" tanya Cecilia yang hanya ingin tau keseriusan Nabila tentang usahanya untuk membuat Alan melihat ke arahnya.
" sabar " ucap Nabila yang tak ingin kehilangan tambang emas yang tidak akan bisa terulang kembali jika Cecilia benar benar pergi.
" jika kita tidak bisa menggunakan cara halus maka kita akan menggunakan cara kasar untuk bisa mendapatkan Alan "
Mendengar apa yang Nabila bicarakan membuat membuat Cecilia yakin telah memilih partner yang cocok untuk bisa mendapatkan Alan.
" baiklah, cecil pegang kata kata Tante, tapi jika Tante tidak sungguh sungguh maka jangan salahkan Cecil jika Tante harus membayar semuanya " ucap Cecilia setengah mengancam Nabila.
Jika boleh Alan sebenarnya sangat ingin tinggal lebih lama di rumah Reina tapi saat mengingat ibunya yang tiba tiba meminta di jemput di mall yang sangat besar dan mewah membuat Alan curiga jika ada yang sedang memanfaatkan Nabila.
" Bun, Alan pulang dulu ya " ucap Alan yang melihat ke arah Agnia sedangkan Reina baru saja masuk ke ruang makan untuk mulai menyiapkan malam.
" sayang, papa pulang ya..
✍️✍️✍️ kira kira pada siapa Alan pamit dengan menggunakan kata mesra seperti itu ?🤔🤔 pada Reina atau pada Reva putri sambungnya ?🤔🤔
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Love you moreee 😘😘😘
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 67 Episodes
Comments
Mamah Kekey
untuk dua,,nya
2023-10-19
0