Alan sadar jika tidak akan mudah meyakinkan ibunya yang tidak menyukai Agnia istri dari mantan suaminya, begitu juga pada Reina tapi apapun akan Alan lakukan untuk bisa bersama dengan Reina wanita yang selama ini iya cintai.
" yang harus kamu pikirkan hanya menyiapkan pernikahan kita dan juga menyiapkan hati kamu untuk bisa menerima papa untuk menjadi suamimu lahir batin " ucap Alan yang tak ingin membuat Reina khawatir.
Alan pun mulai melajukan mobilnya menuju rumah Reina karena hari semakin malam, bahkan Reva sudah tertidur setelah sebelumnya mereka makan malam di tepi pantai merayakan lamaran Alan untuk Reina.
" terima kasih untuk hari ini bunda " ucap Alan di sela sela dirinya mengemudikan mobilnya.
" sama sama papa " ucap Reina yang masih belum terbiasa memanggil Alan dengan sebutan itu tapi Reina berusaha menghargai karena Alan juga memanggil dirinya dengan sebutan bunda pada dirinya.
Sedangkan di sisi lain Cecilia terlihat sangat marah saat mengetahui jika Alan sudah melamar Reina secara resmi bahkan di tepi pantai dengan view yang sangat memanjakan mata.
" SIA LAN " ucap Cecilia sambil membanting gelas wine yang dari tadi di genggam olehnya seolah menyalurkan rasa amarah yang sudah membuncah di hatinya.
" percuma aku menggunakan wanita itu yang tak bisa berbuat apa apa untuk bisa mendapatkan Alan " ucap Cecilia saat mengingat apa yang sudah iya lakukan pada Nabila.
Cecilia pun kini tersenyum penuh misteri saat memikirkan rencana yang akan iya lakukan untuk benar benar bisa memiliki Alan.
" lihat saja apa kamu bisa menolak ku nanti " ucap Cecilia sambil memandangi wajah Alan di dari galeri handphone nya yang menurut Cecilia sangat tampan dan juga gagah.
" kamu kenapa ? Tanya Brian pada sang adik yang terlihat sangat marah.
" Alan melamar wanita itu " ucap Cecilia dengan suar yang terdengar ketus, tapi apa yang di katakan Cecilia membuat Brian menatap penuh curiga pada adik satu satunya itu.
" dari mana kamu tau jika Alan melamar seorang wanita ?"
" apa jangan jangan kemu menyuruh seseorang untuk mengawasi Alan dan menyuruhnya melaporkan setiap kegiatan yang alan lakukan di belakang kamu ?" tanya Brian tapi Cecilia malah mengalihkan pandangan matanya seolah menghindari tatapan kakaknya yang sedang menatap penuh curiga padanya.
" are you crazy ??"
" even Alan is not who you are, so you don't have any right on Alan "
" so you should know the limits you have on Alan" ucap Brian mengingatkan adiknya yang terlihat mulai terobsesi pada Alan.
" tapi kak, Cecil mencintai Alan " ucap Cecilia masih mencoba mencari dukungan dan pembenaran atas apa yang iya lakukan.
" it's not love, it's obsession " Brian pun memilih meninggalkan Cecilia yang sangat susah untuk di ingatkan.
" TERSERAH KAKAK MAU MENDUKUNG CECIL ATAU TIDAK YANG PASTI CECIL AKAN MELAKUKAN APAPUN UNTUK BISA MENDAPATKAN ALAN " teriak Cecilia yang berharap kakaknya akan berubah pikiran dan mendukung dirinya untuk bisa mendapatkan Alan.
Sedangkan Alan baru saja sampai di rumah Reina, setelah membantu Reina membawa Reva yang sudah tertidur pulas dalam pangkuan Reina selama perjalanan.
" papa pulang dulu ya " ucap Alan sambil sedikit membelai pipi Reina yang hanya berjarak dua langkah di hadapan nya.
" iya kak " ucap Reina yang kembali memanggil Alan dengan sebutan kakak.
" seperti nya kakak itu panggilan spesial kamu buat papa ya " ucap Alan yang masih membelai pipi Reina seolah menikmati moment yang sangat mendukung untuk nya itu.
" Baiklah, apapun panggilan mu yang penting itu bisa membuat mu nyaman papa tidak keberatan" ucap Alan yang kini sudah mulai membelai lembut bibir tipis Reina yang bahkan tidak di hiasi gincu.
Reina bukanlah wanita polos yang tidak tau apa yang sedang di inginkan Alan dari dirinya tapi Reina masih ragu apa yang harus iya lakukan bersama Alan.
Alan yang bisa melihat keraguan di wajah Reina pun tak melanjutkan aksinya hanya mendaratkan kecupan manis di kening Reina seolah mewakili setiap rasa yang iya miliki untuk Reina.
" kakak pulang " pamit Alan setelah puas memandang wajah Reina yang kini sudah terpatri indah di hatinya.
Sejujurnya Alan masih ingin bisa menghabiskan waktu bersama Reina tapi jika dirinya lebih lama di sana Alan sendiri tidak bisa menjamin apa dirinya bisa menahan semua rasa yang iya miliki untuk Reina.
" maafkan Reina mas, dan Reina harap mas tidak marah di alam sana melihat Reina yang akan mulai membuka hati untuk kak Alan seperti yang kamu minta " ucap Reina saat mengingat Dava mendiang suaminya yang sudah lama meninggalkan dirinya.
Alan pun mulai melajukan mobil nya menuju rumah mamanya yang satu hari ini terus saja menghubunginya meski Alan tau saat menyalakan handphone nya jika mamanya menghubunginya lebih dari lima belas kali.
" huhhhh, ayo Alan kamu pasti berhasil meyakinkan mama untuk mau menerima Reina untuk menjadi istrinya yang pasti akan menjadi menantunya kelak.
tok tok tok
" mah.. Ini Alan " ucap Alan meski malam sudah mulai larut tapi Alan tak ingin membuang waktu untuk berbicara dengan mamanya.
Nabila yang masih belum bisa memejamkan matanya pun langsung membuka pintu dan benar saja jika kini Alan sudah berdiri di hadapannya.
" mama kira kamu sudah lupa dengan rumah ini " sindir Nabila sambil berjalan meninggalkan Alan yang masih berdiri di depan pintu rumahnya.
" maaf, tapi tadi Alan sedang tidak bisa di ganggu" ucap Alan yang tau jika mama nya sedang marah padanya.
" mah ada yang ingin Alan bicarakan sama mama malam ini ' ucap Alan yang tak ingin membuang buang waktu.
" apa ini mengenai pernikahan kamu dengan anak dari wanita itu ?" tanya Nabila yang tentu saja membuat Alan bingung dari mana mamanya tau tentang pernikahan nya dengan Reina.
" mama tau, bahkan mama juga tau jika kamu baru saja melamarnya secara resmi " ucap Nabila yang lagi lagi membuat Alan heran dengan apa yang di ucapkan mamanya.
" mama tidak setuju jika kamu menikah dengan anak dari wanita itu " ucap Nabila.
" Cecilia jauh lebih baik dari pada siapa dia namanya ? " tanya Nabila yang lupa dengan nama Reina.
" namanya Reina mah, dan dari mana mama kenal dengan Cecilia? Apa dia datang ke rumah ini ?" tanya Alan penuh curiga.
" ngga penting mama tau dari mana, yang pasti mama hanya ingin Cecilia yang menjadi istri kamu dan menantu mama " ucap Nabila dengan tangan yang sengaja iya silang di depan dada.
" Alan ngga mau mah, karena Alan mencintai Reina "
" dan Alan akan tetap menikahi Reina dengan atau tanpa restu dari mama " ucap Alan penuh keyakinan.
" Cecilia wanita yang sangat kaya, dia akan memberikan mu apapun yang kamu minta hingga kamu tidak harus bekerja keras untuk bisa hidup enak " mendengar ucapan Nabila membuat Alan menatap mama nya pernah kesedihan.
" apa mama menjual Alan demi semua harta yang Cecilia miliki ?
" apa Alan hanya bagian dari investasi mama yang bisa mama jual pada orang yang bisa memberikan mama kemewahan ?"
" iya, karena kemewahan di atas segalanya, seperti yang di lakukan ayah kandung mu dulu " mendengar kata ayah kandung sesuatu yang sangat jarang di bahas oleh mamanya selama ini membuat Alan penasaran dengan sosok ayah yang belum pernah iya temui sepanjang hidupnya.
" ayah ? Ayah kandung ??
✍️✍️✍️ emang ayah kandungnya Alan siapa ya ? Dan apa yang menyebabkan Nabila seperti gila akan harta ? Apa ini ada hubungannya dengan Yah kandung Alan ?🤔🤔
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Love you moreee 😘😘😘
"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 67 Episodes
Comments
Mamah Kekey
lanjut kk tambah seruu
2023-10-19
0
Nurman
seru
2023-09-04
0