"Uhuk... Uhuk.... Uhuk..."
"Batuk nenek belum hilang juga ya." Tanyaku sembari memberikan segelas air hangat kepada nenek.
"ah nanti juga hilang kok, uhuk.. uhuk.. jangan terlalu mengkhawatirkan nenek." Jawabnya sembari meminum air hangat yang kuberikan tadi.
"Tapi nek sudah seminggu ini nenek batuk terus seperti ini, tapi bukannya mereda malah tanpa parah saja. Apa ngga sebaiknya kita coba periksakan keadaan nenek ini ke dokter biar kita tau penyebabnya nenek selalu batuk itu kenapa." Bujukku kepada nenek.
"Uhuk..uhuk.. Nenek tidak mau jika harus pergi ke rumah sakit, dari pada uangnya habis untuk biaya rumah sakit mending uangnya di simpan aja, lagian ini hanya batuk biasa tiara uhuk..uhuk..." Sahut nenek menolak ajakanku.
"Tapi nek." mencoba kembali membujuknya.
"Tidak TIARA." Sahut nenek dengan penuh penekanan.
Karena nenek selalu menolak ajakanku untuk periksa, aku pun memilih untuk mengalah dan menuruti kemauannya itu.
Pagi harinya setelah selesai mandi dan masak, seperti biasa aku pergi ke kamar nenek untuk memberinya makan dan juga memberinya minum obat.
Saat aku menghampirinya di kamar betapa terkejutnya aku saat melihat nenek terbaring di lantai. Kucoba menepuk-nepuk bagian lengannya untuk membangunkannya namun tak ada respon apa pun yang diberikan.
"Nek...nenek bangunlah nek." Mencoba membangunkan nenek.
Karena tak kunjung bangun juga aku pun mulai merasa khawatir dengan keadaannya, aku pun dengan cepat membopong tubuh nenek dan mencoba meminta bantuan kepada tetangga untuk membantuku membawa nenek ke rumah sakit.
Setelah lama mencari bantuan akhirnya ada juga orang baik yang bersedia mengantarku dan juga nenek ke rumah sakit.
Sesampainya di rumah sakit aku dengan cepat memanggil suster yang ada disana agar secepatnya menangani nenekku.
"Suster... tolong selamatkan nenek saya." Teriakku memanggili suster yang ada disana.
Lalu suster yang ada disana pun dengan cepat membawakan brangkar untuk nenek. Setelah itu nenek pun di bawa ke ruang UGD untuk mendapatkan penanganan.
Saat sampai di ruang UGD suster itu dengan cepat menutup pintu ruangannya.
Melihat pintunya tertutup seketika tubuhku terasa lemas dan karna tak kuat menopang tubuhku, aku pun tersungkur ke lantai dan kemudian menangis sambil menatap lekat pintu ruangan tersebut.
"Aku hanya memilikinya, hanya dia saja yang kumiliki saat ini. Tolong jangan ambil dia dariku aku tak akan sanggup, aku tidak bisa hidup tanpanya. Aku mohon biarkan nenekku hidup lebih lama lagi bersamaku, aku janji akan menjaga dan membahagiakannya." dalam hati sambil menangis terisak.
15 menit lamanya ku menunggu, kini suster yang menangani nenek pun mulai keluar.
Melihat susternya keluar aku pun dengan cepat bangkit dari dudukku dan berjalan menghampirinya.
"Sus.. bagaimana keadaan nenek saya, apa semuanya baik-baik saja." Ucapku sambil menyeka cepat air mataku.
"Untuk saat ini keadaannya sangatlah buruk, tapi tadi saya sudah memberikan penangan ringan kepada pasien dan untuk penangan lanjutannya akan di lakukan oleh dokter."
"Sus tolong berikan penangan terbaik kepada nenek saya, tolong selamatkan dia." Mohonku sambil menangis karena mendengar kondisi nenek saat ini.
"Baiklah bu, kalau begitu saya akan panggilkan dokter untuk menangani pasien." Ucapnya sambil berlalu pergi dari hadapanku.
Sambil menunggu dokternya datang , aku mencoba melihat keadaan nenek dari balik kaca pintu ruangan tersebut.
Terlihat begitu jelas saat ini nenek sedang terbaring lemah dengan beberapa alat medis yang menempel di tubuhnya itu.
Melihat keadaan nenek yang seperti itu seketika membuat hatiku terasa sakit dan bahkan aku pun tak bisa menahan air mataku saat ini.
Disaat aku sedang menghapus air mataku tiba-tiba saja ada seseorang yang berbicara kepadaku dari arah belakang.
"Tenanglah semuanya pasti akan baik-baik saja." Ucapnya dari arah belakangku.
Aku pun membalikkan tubuhku untuk melihat kearah orang tersebut. Dan betapa terkejutnya aku saat melihatnya berdiri tegap dihadapanku begitu pun dengan orang tersebut.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 113 Episodes
Comments