"Kamu.." < ----- > "Tiara.." Ucap kami bersamaan.
"Oh jadi pasien yang akan aku tangani saat ini ternyata keluargamu Tiara."
"I..Iya (mengangguk pelan), Jadi kamu yang akan menangani nenekku sekarang ini."
"Iya, akulah yang akan menanganinya."
"Kalau begitu tolonglah lakukan penanganan apapun kepada nenekku, asalkan dia bisa selamat, aku mohon dia satu-satunya harapanku saat ini." Ucapku sambil menitikkan air mata di hadapannya.
Karena iba melihatku menangis, kini dia pun perlahan-lahan mencoba mendekatiku dan kemudian dia menghapus air mataku secara perlahan.
"Aku akan melakukan yang terbaik untuk nenekmu, supaya nanti kamu dan juga nenekmu bisa kembali bersama lagi."
Saat Aldo sedang menenangkanku, tiba-tiba saja suster datang memanggil aldo.
"Dok... keadaan pasien semakin memburuk." Ucapnya kepada Aldo.
Aldo pun dengan cepat memasuki ruangan tersebut untuk mulai memeriksa keadaan nenek.
Aku yang saat ini sedang menunggu diluar ruangan mulai merasa panik dan khawatir.
Selama 30 menit lamanya aku menunggu kini dokter pun keluar dari dalam ruangan tersebut.
Lalu dokter pun datang menghampiriku yang saat ini sedang duduk dalam keadaan cemas.
"Tiara.." Panggilnya pelan sembari memegang pundakku.
"Eohh...(Bangkit dari dudukku) , Bagaimana keadaan nenekku sekarang, apa dia baik-baik saja, tidak ada hal serius apapun kan yang terjadi kepadanya." Tanyaku dengan bawelnya kepada Aldo.
Karena melihat keadaanku yang begitu terpukul dan juga memprihatinkan. Perlahan dia pun menarik tanganku untuk duduk bersamanya. Setelah itu Aldo memberiku pelukan seraya untuk memberikanku sedikit ketenangan.
Bingung dengan tindakannya itu, aku pun mencoba melepaskan pelukannya dan kemudian ku beranikan diriku untuk mencoba menatap kedua matanya itu.
"Kenapa seperti ini dan kenapa kau tak menjawab satu pun pertanyaanku." Tanyaku sembari menatapnya dengan penuh tanda tanya.
Terlihat begitu jelas bagiku, bahwa saat ini Aldo sedang merasa bingung dengan semua pertanyaanku tadi.
Karena aku terus-menerus mempertanyakannya. Akhirnya dengan berat hati dia pun mulai memberitahuku tentang keadaan nenek yang sebenarnya.
"(Menarik napasnya dalam-dalam ) , Tiara saat ini keadaan nenekmu begitu parah. Setelah ku periksa semua hasil medisnya ternyata nenekmu mengidap penyakit Kanker hati stadium akhir dan bukan hanya itu saja tapi saat aku periksa kebagian organ lainnya ternyata dibagian paru-parunya juga terdapat pembengkakan parah. Sehingga kemungkinannya untuk bertahan hidup pun hanya sedikit dan untuk itu aku pun tak bisa berbuat banyak. Kecuali jika memang Tuhan berkehendak memberikan mujizatnya kepada nenekmu." Ucap Aldo sembari menggenggam kedua tanganku.
Mendengar semua yang dikatakannya membuatku sedikit tertegun diam sembari mencerna semua ucapannya itu.
Saat aku sedang mencernanya tiba-tiba saja kepalaku merasa sangat pusing dan bahkan pandanganku pun mendadak jadi gelap, ditambah lagi semua ucapan Aldo tadi terus berputar-putar di ingatanku tanpa hentinya.
Tanpa kusadari, aku pun jatuh pingsan. Karena panik melihatku pingsan Aldo pun dengan cepat menggendongku keruang rawat dan kemudian dia pun memeriksa keadaanku yang saat ini sedang terbaring lemah.
...Di Alam Bawah Sadar ...
Nenek saat ini sedang duduk bersantai di halaman depan rumah sembari menyisiri rambutku dengan penuh ketelatenan. Karena kelembutnya aku pun merasa terbuai dengan dengan setiap sentuhan yang diberikan nenek.
"Tiara... nenek selalu berdoa kepada tuhan agar hidupmu selalu bahagia dan bertuah sampai akhir hayatmu nanti." Ucap nenek yang saat ini sedang mengikat rambutku.
Mendengar ucapan nenek tadi seketika membuatku menjadi bingung . Kuputar arah tubuhku untuk menghadap kearah nenek, lalu setelah itu kucoba untuk menatap wajahnya seraya mencari jawaban dari semua kebingunganku.
"Nenek kenapa berbicara seperti itu."
"Nenek hanya tidak ingin kamu mengalami kesulitan apa pun, terlebih lagi jika nenek sudah pergi nanti kau pasti akan menghadapinya seorang diri saja Tiara." Jawab nenek sambil mengusap lembut pipiku.
Merasa sedih dengan ucapan nenek aku pun langsung memeluknya erat sembari menitikkan air mata.
"Nek berjanjilah pada Tiara bahwa nenek tidak akan pernah meninggalkanku sendirian di dunia yang jahat ini, tolong temani Tiara nek, tiara tidak punya siapa-siapa lagi selain nenek ." Ucapku sendu di dalam pelukan nenek.
"Kamu adalah cucuku yang paling kuat Tiara, Dan nenek juga akui bahwa nenek itu mempunyai 5 orang cucu yang lainnya juga tapi diantara banyaknya cucuku, hanya kamu satu-satunya cucuku yang paling istimewa. Dan nenek akan pastikan untuk selalu menemanimu dan juga menjagamu walaupun nanti wujud dan alam kita sudah tidak sama lagi." Jawab nenek sembari membalas pelukanku.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 113 Episodes
Comments