Saat paman menghinaku ku coba untuk melihat ke arah kedua orang tuaku, untuk mengharapkan pembelaannya namun yang kulihat kedua orang tuaku terlihat begitu acuh terhadap ku, seakan tak peduli.
Rasanya ingin sekali ku menangis saat itu juga tapi karna tak ingin terlihat lemah, aku terus mencoba menguatkan diriku untuk mendengar semua hinaan itu.
"Hey pak tiara apakah kau tidak merasa capek apa mengurus si tiara ini, kalau aku sih cape yah soalnya dia itu tak menguntungkan sama sekali. Bukannya apa-apa abang ngomong kayak gini ke kamu karna abang merasa kasian aja sama mu." Ucap paman sambil memegang pundak papah.
"Iya bang kau memang benar, rasa nya aku cape sekali jika harus terus-terusan menghidupinya. Malahan kalau dipikir-pikir dari pada aku cape menghabiskan uangku untuk merawatnya lebih baik aku merawat anak ayam saja yang mana jika ayamnya sudah besar bisa aku jual nantinya". Jawab papah sambil sedikit tertawa dengan leluconnya itu.
Mendengar perkataan papahku tadi membuat semua orang yang ada di rumahku ikut tertawa juga tanpa mempedulikan perasaanku sama sekali. Mendengar gelak tawa mereka membuat hatiku menjadi begitu sakit sekali.
" Semogalah anakmu si nathan tidak seperti kakaknya ya ." Ucap bibi ke mamahku
"Iyalah jangan sampe, karna aku hanya mau anakku nathan bisa jadi orang yang sukses, apalagi kan si nathan bentar lagi akan lulus kuliah." Sahut mamah dengan antusiasnya.
"Eh apakah kalian tau, karena kasihan melihat istriku yang selalu kelelahan dalam mengurus pekerjaan rumah tangga aku menyuruhnya untuk berhenti dan istirahat lalu kuserahkan semua tugas rumah tangga ke si tiara. Karna kan mumpung dia masih menganggur sampai sekarang makanya dengan senang hati ku jadikan dia pembantu di rumah ini." Ucap papah dengan santai nya.
Setelah mendengar perkataan papahku tadi seketika aku membulatkan mataku seakan tak percaya dengan apa yang barusan papahku katakan.
"Karna kan seperti yang kita tau menyewa pembantu itu lumayan mahal loh bayarannya." Ucap papah dengan menatapku hina.
"Ya kau benar sekali, dari pada kita mengeluarkan uang untuk membayar pembantu mending kalian pakai saja jasa si tiara itu untuk melakukannya secara gratis tanpa perlu di bayar sama sekali." Sahut paman sambil tertawa melihatku.
Mereka yang mendengar candaan pamanku tadi langsung ikut tertawa, bahkan kedua orang tuaku pun ikut menertawakanku.
Mendengar semua hinaan itu membuat air mataku berjatuhan tanpa bisa ku tahan lagi dan mendengar suara tawa mereka itu membuatku begitu sangat marah, sampai-sampai aku tak bisa lagi mengontrol diriku.
"HENTIKAN..." Ucapku sambil menggebrak meja.
Mendengar itu seketika membuat mereka berhenti tertawa, karena saking terkejutnya.
"Apa kalian sudah merasa puas sekarang." Ucapku sambil menatap mereka satu persatu.
Kini semua keluargaku hanya duduk diam sambil menatapku heran.
"Karna sedari tadi kalian sudah begitu banyak bicara, sekarang biarkan giliranku untuk bicara dan kalian dengarkan ini baik-baik." Ucapku dengan suara yang bergetar karena menahan tangisanku.
"Jujur, aku pribadi merasa sangat-sangat kecewa sekali dengan semua perlakuan kalian terhadapku selama ini.Dan perlu kalian tau aku diam selama ini bukan karna aku lemah tapi aku diam karna aku menghormati kalian semua, tapi kalian pernah tidak memikirkan perasaanku selama ini sudah pasti tidak kan, karna yang kalian tau itu adalah bagaimana caranya menghinaku dan membuatku selalu sakit hati. Aku ini manusia juga sama seperti kalian, tapi kenapa kalian setega ini kepadaku." Isakku dengan marahnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 113 Episodes
Comments
Cap KZ
geram
2024-03-03
0
Aiur Skies
moso seorang bapak kandang eeeh kandung ngomong nya begonoh🤧🤧🤧🤧😋😋😋😋
2024-01-30
0
Aiur Skies
yeeey bapak sarap,,,, anda sendiri bijimana, sendirinya sbg orang tua cuma mampu membiayai pendidikan anaknya hanya sampai eSeMA ajah koq ngarep banyak,,,, paling gak kasih tambahan les ketrampilan lah pak
2024-01-30
0