Melihat kepergianku mereka hanya bisa diam sambil memikirkan perkataanku tadi.
Setelah berada di kamar aku pun mulai mengemasi semua pakai dan barang-barangku yang lainnya. Setelah selesai mengemasi semuanya kini aku pun kembali lagi keruang tamu sambil membawa semua barang-barangku.
Mereka yang melihatku keluar sambil membawa koper, langsung merasa terkejut. Karena tadinya mereka pikir bahwa aku hanya bercanda saja dengan ucapanku.
”Tiara, kamu mau kemana." Ucap mamah sambil menghampiriku.
"Aku harus pergi mah, jadi tolong jangan halangi aku." Ucapku datar.
Saat aku berjalan keluar semua orang yang ada disana terus-menerus berusaha untuk menghentikanku.
Karena muaknya aku terhadap mereka aku pun terus melanjutkan langkahku tanpa menghiraukan mereka sama sekali.
Ketika aku ingin membuka pintu tiba-tiba saja adikku Jonathan datang dan menarik tanganku.
"Kak.. kenapa harus seperti ini, masa iya kakak tega ninggalin kami. Apa kakak ga sayang lagi sama kita." Ucap Jonathan dengan sedihnya.
"Menurut kakak semuanya sudah berakhir dan dengan perginya kakak adalah pilihan terbaik untuk kita semua." Jawabku sambil menahan air mataku di depan Jonathan.
Karna tak ingin aku pergi Jonathan terus saja berusaha untuk menghentikanku.
" Gak pokoknya kakak gak akan pergi kemana pun, ini rumah kakak jadi kakak harus tetap tinggal disini bersama kami." Tegas Jonathan sambil menangis.
Melihat Jonathan menangis langsung ku peluk dia dengan erat. Karena melihatnya menangis adalah kelemahan terbesarku.
"De berjanjilah pada kakak bahwa selama kakak pergi, tolong kamu jaga keluarga ini dengan baik sampai nanti kakak kembali lagi. Dan kakak berjanji padamu jika semua tugas kakak selesai maka aku akan kembali dengan cepat." Ucapku sambil mengusap air mata jonathan.
Mendengar itu kini Jonathan kembali memelukku erat sambil menangis. Dan aku pun membalas pelukannya itu untuk yang terakhir kalinya.
Setelah merasa tenang aku pun melepaskan pelukannya itu dan kemudian berjalan pergi.
Saat aku berjalan pergi terdengar begitu jelas suara tangis mamah dan jonathan yang saat ini sedang menangis sambil memanggil-manggil namaku.
Sungguh, aku sangat merasa kasihan sekali jika melihat atau mendengar mereka menangis, tapi karna tekadku sudah bulat aku pun memilih untuk terus melanjutkan langkahku tanpa menoleh sedikit pun.
Setelah sampai di ujung jalan aku pun memberhentikan taxi untuk mengantarku pergi ke desa tigalingga untuk menemui nenekku. Di sepanjang perjalanan aku hanya duduk termenung sambil menatap kearah jalanan.
...Cerita di rumah...
Mamah yang menatap kepergianku kini dia mulai tersungkur di lantai sambil menangis terisak memanggili namaku. Papah yang melihat mamah menangis langsung berjalan menghampiri mamah dan memeluknya.
"Pah lihat tiara tidak mendengarkan panggilanku sama sekali dan dia benar-benar pergi." Tangis mamah di dalam pelukan papah.
Melihat mamah yang saat ini menangis di pelukannya, seketika membuat papahku juga ikut menangis.
"Mah sudah ya, tiara pasti akan kembali lagi kepada kita. Sekarang mamah tenang ya." Jawab papah sambil menopang tubuh mamah ke arah kursi.
Saat itu papah terus mencoba untuk menenangkan mamah agar tidak terus-menerus menangis.
Jonathan yang melihat kesedihan di wajah kedua orang tua kami, langsung membuatnya merasa sangat marah dan muak dengan apa yang sudah terjadi saat itu.
"Arghhh... ini semua terjadi gara-gara kau paman coba saja kalau kau tak pernah datang kerumah ini, semua ini pasti tidak akan terjadi. Ini semua gara-gara kau, ya gara-gara kau." Ucap Jonathan dengan marahnya dan sambil menunjuk kearah paman.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 113 Episodes
Comments
Natalia Luis Naik0fi
Apkah in trjdi di keluarga thor ya
2024-03-14
0
Aiur Skies
Cuih🤧🤧🤧🤧 kemarin kemana ajah, orang tua gak punya akhlaq
2024-01-30
0
S
Aku rasa gara gara orang tuamu Nathan.klo orang tuamu tak terima hinaan pamanmu pada anaknya tentu pamanmu tak kan berani keterlaluan itu karena orang tuamu yg memberi peluang bahkan ikut menghina kan .
2023-09-30
0