Karena begitu sakit hatinya, aku sampai tidak bisa mengontrol diriku dengan baik. Semua rasa sakit yang selama ini ku pendam perlahan-lahan mulai ku curahkan semuanya di hadapan mereka.
Paman yang tak suka melihat sikapku langsung membentakku.
Bukannya merasa takut dengan bentakannya, malahan aku dengan beraninya membentak balik pamanku itu.
Aku melakukannya karna kini amarahku benar-benar diluar kendaliku.
"TIARA.." bentaknya sambil menatapku marah.
"DIAM KAU.." Bentakku lagi sambil menujuk ke arah pamanku.
Semua orang yang melihatku membentak paman, membuat mereka semua merasa terkejut seakan tak percaya dengan apa yang sudah ku lakukan tadi.
"Sudah ku bilang tadi bahwa sekarang adalah giliranku untuk bicara jadi kalian tidak boleh ikut bicara sama sekali." Tegasku sambil menatap semua anggota keluargaku yang saat ini sedang duduk terdiam sambil menatapku dengan bingung.
Saat aku sedang menatap semua keluargaku, kini pandanganku berhenti kepada pamanku. Ketika aku sedang menatapnya rasanya ingin sekali aku melenyapkannya saat itu juga.
Tapi karna dia adalah kakak dari papahku maka kucoba untuk menahan diriku untuk tidak melakukan hal jahat yang akan membuat papahku kecewa nantinya.
"Paman apakah kau tau bagaimana perasaanku saat ini, hatiku begitu hancur sekali. Dan jangan pernah salahkan aku jika aku berubah menjadi anak yang kurang ajar nanti nya. Itu semua terjadi karna siapa ya itu karna kau dan juga keluargamu." Ucapku sambil menitikkan air mata.
Karna tidak ingin terlihat lemah aku pun sesegera mungkin menghapus air mataku dan kemudian aku menatap kedua orang tuaku yang saat ini sedang menundukkan kepalanya.
"Mah...Pah apakah kalian tau, betapa berartinya hadir kalian dalam hidupku. Bagiku kalian itu segalanya dan jujur aku sangat menyayangi kalian berdua walaupun kalian tidak pernah bisa menyayangiku tapi itu tidaklah masalah bagiku karna apa, karna kalian sangatlah berarti di dalam hidupku. Bahkan aku rela melakukan apa pun untuk kalian dan bahkan aku rela mengorbankan nyawaku sendiri hanya untuk membuat kalian selalu bahagia. Tapi apa balasan yang kudapat, kalian malah dengan teganya menancapkan banyak duri di hatiku dan bagiku itu sangatlah menyakitkan."
Mendengar itu kini kedua orang tuaku mulai menatapku dengan sendu.
"Mah...Pah apakah kalian malu mempunyai anak sepertiku." Ucapku sambil menatap nanar kedua orang tuaku.
Saat aku berkata seperti itu kini kedua orang tuaku hanya bisa menundukkan kepalanya diam tanpa menjawab pertanyaanku tadi.
Dengan melihat diam mereka saat ini kini aku tau jawabannya apa.
"Baiklah, diam kalian sudah menjawab semuanya." Ucapku sambil menghampiri kedua orang tuaku.
Kini aku sudah ada di hadapan kedua orang tuaku. Sambil menangis aku mencoba untuk menatap kedua orang tuaku, lalu aku pun berlutut di hadapan mereka.
"Mah...Pah tolong maafkan tiara jika selama 24 tahun aku hidup ,tiara selalu menyusahkan kalian. Tapi tiara janji kepada kalian, bahwa aku akan membalas semua jasa kalian sampai lunas. Itu kan yang selama ini kalian inginkan dariku, maka dari itu aku akan berusaha untuk mencari uang yang banyak agar kelak tiara bisa melunasinya." Ucapku sambil menangis menatap kedua orang tuaku.
Mendengar ucapanku seketika kedua orang tuaku mengangkat kepalanya dan kemudian menatapku sedih.
Saat mata kami bertemu terlihat jelas sekali bahwa kedua orang tuaku sedang menahan air mata nya di hadapanku.
"Dan tiara janji tidak akan menyusahkan kalian lagi. Tolong Maafkan tiara jika selama ini sudah membuat kalian berdua malu." Kataku sambil menyeka air mataku.
Setelah mengatakan itu aku kembali berdiri dan menatap tajam ke arah paman dan bibiku yang saat ini sedang menatapku juga.
"Paman.. Bibi dengarkan ini baik-baik, aku akan pastikan bahwa aku juga bisa menjadi orang yang sukses nantinya, walaupun aku tidak kuliah sama sekali. Dan mulai hari ini aku akan meninggalkan rumah dan juga kota ini untuk selamanya, dan jika suatu saat nanti kalian bertemu kembali denganku percayalah bahwa hidupku sudah berubah bahkan melebihi kehidupan anak kebanggakan kalian itu." Tegasku sambil berjalan pergi ke dalam kamarku.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 113 Episodes
Comments