"Sekarang papah dengerin nathan, Kak tiara pergi bukan karna papah atau karna siapa pun dan kak tiara juga perginya gak akan lama kok soalnya tadi kak tiara sudah berjanji ke padaku bahwa dia akan kembali secepat mungkin jika semua tugas-tugasnya sudah selesai." Sambung Jonathan
"Benarkah itu.... Apa kau tidak berbohong kepadaku." Sahut papah dengan antusiasnya.
"Iya pah itu semua benar." Jawab Jonathan sambil menganggukkan kepalanya.
Mendengar itu kini papah mulai terlihat sedikit tenang. Lalu setelah itu Jonathan mengajak papah dan juga mamah untuk beristirahat di dalam kamar.
Setelah mengantarkan mamah dan juga papah ke kamar, Jonathan pun berjalan kembali keruang tamu untuk menghampiri paman dan juga bibi yang saat ini sedang berdiri termangu sambil memikirkan sesuatu.
"Sepertinya drama hari ini sudah selesai, jadi sebaiknya kalian berdua pergilah dari rumahku sekarang juga."
"Ck... Beraninya kau mengusir kami, ingat nathan bahwa kami ini adalah paman dan bibimu jadi jaga sikapmu itu." Jawab paman dengan sedikit meninggikan suaranya kepada Jonathan.
"haiss .... Lucu sekali ya kalian ini, masa iya orang seperti Kalian mengajariku cara bersikap yang baik sedangkan sikap dan attitude kalian aja gak ada baik-baiknya sama sekali." Sambil tersenyum smirk ke arah paman dan bibi.
" Dan satu lagi, mulai sekarang aku sudah tidak peduli lagi tentang hubungan kalian dengan ku itu apa karna aku benar-benar muak kepada kalian jadi sekarang pergilah dari rumah ini SEKARANG." Bentak Jonathan.
Karena tak terima dengan bentakan Jonathan paman ingin sekali memukulnya tapi di tahan oleh bibi.
Karena tak bisa meluapkan emosinya itu dengan kesal paman dan bibi pun memutuskan untuk pergi meninggalkan rumahku.
...****************...
Selama 6 jam perjalan kini aku pun sampai di rumah nenek.
Nenek yang melihat kedatanganku langsung dengan cepat berlari kearahku dan kemudian memelukku.
"Oh ....cucu kesayanganku, akhirnya kau datang juga menemui nenekmu ini." ucap nenek sambil memelukku erat.
"Nenek begitu merindukanmu tiara, karna sudah hampir 12 tahun lamanya kita tidak pernah bertemu dan sekarang kau datang menemuiku." Sambung nenek yang saat ini sedang menciumi wajahku.
Aku yang melihat keantusiasan nenek, kini aku hanya bisa diam saja sambil menatap haru wajah nenekku itu.
Karna sudah hampir 12 tahun lamanya aku tak pernah mengunjungi rumah nenekku ini, dan setelah aku mempunyai kesempatan untuk menemuinya kini kulihat tubuhnya sudah begitu sangat tua dan bahkan dia hidup sendirian di rumahnya.
Bukan karna tak mau aku datang kesini tapi setiap aku ingin datang kesini pasti paman akan selalu berusaha untuk menghalangiku agar tidak bertemu dengan nenek.
Setelah lama ku menatap wajah nenekku tanpa kusadari kini air mataku mulai berjatuhan. Nenek yang melihatku menangis langsung mendekapku dengan lembut.
Saat nenek memelukku dia mengusapi air mataku dan setelah itu nenek kembali mengusap rambutku dengan lembut.
"Menangislah dan jangan di tahan karna memendam hanya akan menyakitimu." Bisik nenek di telingaku.
Merasakan semua sentuhan lembut yang nenek berikan kepadaku tiba-tiba saja semua bayangan yang sudah terjadi padaku kini kembali berlalu-lalang di ingatanku.
Karena begitu sakit mengingatnya sampai-sampai aku pun menangis mengingat semua kejadian pahit tersebut.
Hingga akhirnya aku pun mulai menangis terisak di dalam pelukan nenekku.
"Nenek tau semua yang sudah kau alami selama ini pastilah sangat menyakitkan untukmu." Ucap nenek sambil mengusap lembut bagian punggungku.
"Kenapa sih nek, mereka harus sejahat itu kepadaku dan kenapa mereka begitu senang sekali menyakitiku." Isakku dengan sesegukan.
Mendengar itu kini nenek pun hanya bisa tersenyum sambil memelukku.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 113 Episodes
Comments
Aiur Skies
leeeeh seneng loe pak, ngarep anaknya balik bawa duit banyak yak🤧🤧🤧🤧🤮🤮🤮🤮🤮
2024-01-30
2
Sakur Sakur
sedih jadi inget nenek yang udah gak ada 😭
2023-10-21
2