Selesai dari bagian administrasi aku pun memutuskan untuk kembali lagi keruangan nenek sembari membawa berkas tagihannya bersamaku.
Sesampainya diruangan nenek aku pun melihat nenek dari balik kaca ruangannya itu, kutatap wajah pucatnya yang saat ini sedang terbaring lemah di tempat tidurnya, dan kulihat begitu banyak sekali alat-alat medis yang menempel ditubuhnya itu.
Merasa kasihan melihat keadaannya, sampai tak kusadari kini air mataku mulai berjatuhan membasahi kedua pipiku.
"(Ucapku dalam hati), Setelah 12 tahun lamanya kita berpisah aku sempat berpikir bahwa aku tidak akan pernah lagi bertemu denganmu. Tapi karena tekadku untuk menentang semua keluargaku dan kemudian memutuskan pergi dari rumah , akhirnya aku pun bisa bertemu kembali denganmu nek. Masih terbilang 2 minggu aku menghabiskan waktuku bersama nenek dan bahkan kita juga tinggal bersama kemarin, tapi sekarang nenek malah memilih tidur dirumah sakit ini. Ada hal yang lebih menyakitkan bagiku nek yang mana saat aku mendengar dokter dan suster yang selalu mempertimbangkan, bahwa hidup nenek itu tidak akan lama lagi di dunia ini. Mendengar itu membuat hatiku begitu hancur nek, Karna jika itu sampai benar adanya lalu aku harus bagaimana nek, apakah mungkin bagiku untuk melanjutkan hidup ini dengan seorang diri saja. Apa nenek benar-benar tega untuk meninggalkanku berkeliaran seorang diri di dunia yang jahat ini. Aku tak bisa nek, aku benar-benar tidak bisa melakukannya nek." Tangisku sembari terduduk lemas dilantai.
Disaat itu juga, aku mulai menangis terisak di depan ruangan nenek. Saat aku ingin menyeka air mataku, kini pandanganku kembali menatap berkas yang sedari tadi ku pegangi.
"(menyeka air mataku),Aku yakin nenek pasti akan sembuh, dan demi kesehatannya aku akan bekerja banting tulang untuk mencari uang yang banyak supaya aku bisa membayar semua biaya pengobatan nenek sampai sembuh, ya aku harus secepatnya bekerja dan mulai mengumpulkan uang yang banyak untuk nenek. Ayo Tiara kamu pasti bisa." Menyemangati diriku sendiri
...****************...
Selama beberapa hari belakangan ini aku selalu meninggalkan nenek sendirian di rumah sakit.
Aku melakukannya karena akhir-akhir ini aku sedang sibuk mencari pekerjaan diluar, maka dari itu aku jadi tak bisa menemani nenek setiap waktu dirumah sakit.
Karena merasa takut untuk meninggalkannya sendirian, aku pun memilih untuk menitipkan nenek kepada Aldo untuk beberapa saat ini.
Saat ini mencari pekerjaan begitu sulit sekali, sudah begitu banyak perusahaan yang aku kunjungi beberapa hari ini namun hasilnya selalu sama.
Begitu banyak perusahaan yang menolak lamaranku. Padahal saat ini aku benar-benar sangat membutuhkan sebuah pekerjaan namun tak ada satu pun yang mau menerimaku. Dan itu membuatku sedikit sedih dan putus asa.
Belum lagi saat mengingat bahwa pihak rumah sakit hanya memberiku tenggat waktu 2 minggu saja untuk melunasi semua biaya rumah sakitnya. Karna jika sampai aku terlambat membayarnya maka pihak rumah sakit pun akan menghentikan semua perawatan nenek. Aku sungguh merasa bingung harus berbuat apalagi untuk mencari uang sebanyak 150 juta itu.
Saat aku sedang menyusuri jalan untuk kembali mencari pekerjaan. Tak sengaja aku melihat seorang wanita paruh baya sedang berteriak meminta bantuan karena habis kecopetan. Lalu aku pun berlari menghampiri ibu tersebut dan aku pun menolongnya untuk mengambil kembali tasnya yang baru saja di copet orang.
Aku berlari sekencang mungkin untuk mengejar copet tersebut dan akhirnya aku pun mendapatkannya. Walaupun tadi sempat terjadi perlawanan dari si pencopet yang secara sengaja menyayat bagian tanganku. Tapi karena bantuan orang disekitar akhirnya aku pun bisa membebaskan diri dengan selamat dari cengkraman si pencopet itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 113 Episodes
Comments