"Kau ini memang anak yang tidak berguna, rasanya menyesal sekali kami memiliki anak seperti mu." Ucap papah dengan marahnya kepadaku.
"Jika kau tidak kerja lalu darimana kita akan mendapatkan uang, kau tau kan adikmu Jonathan sedang membutuhkan banyak uang untuk biaya kuliahnya."
"Iya mah tiara tau, tapikan mau gimana lagi." Ucapku sedih
"Udah cukup kami ga mau mendengar alasan apapun lagi dari mulutmu karna kau memang anak yang tidak berguna dan juga pembawa sial bagi keluarga ini." Ucap papah sambil berjalan pergi meninggalkan ku.
Mendengar semua itu kini aku hanya bisa diam saja sambil menahan air mataku.
Setelah mereka puas memarahiku, aku pun dengan cepat pergi kedalam kamarku.
Karena merasa sakit hati dengan semua perkataan kedua orang tuaku tadi. Perlahan-lahan air mataku mulai berjatuhan tanpa bisa ku hentikan lagi.
Di dalam kamar aku menangis sejadi-jadi nya dengan menutup mulutku agar tidak ada yang mendengar suara tangisanku.
2 jam lamanya aku menangis kini aku mulai merasa sedikit tenang, karena merasa lelah aku pun perlahan-lahan menutup mataku dan tertidur.
...****************...
Setelah 1 bulan lamanya aku menganggur. Aku lebih banyak diam dirumah sambil membantu mamahku untuk melakukan pekerjaan rumah tangga lainnya.
Saat itu mamahku menyuruhku untuk menyiapkan makanan yang enak, karna hari ini paman dan bibiku akan datang.
Maka dari itu sedari tadi pagi aku mulai bergelud di dapur untuk mulai memasak.
Tak selang beberapa menit setelah semua makanannya sudah siap dan tertata rapih di atas meja makan. Kini paman dan bibiku sudah sampai di rumah. Lalu kami pun duduk berbincang sebentar dan setelah itu kami pun mulai makan.
Selesai makan kami kembali lagi keruang tamu untuk melanjutkan perbincangan tadi yang sempat terpotong.
Aku yang baru selesai membersihkan piring kini ikut bergabung dengan mereka.
Paman yang baru melihatku datang langsung menghujamku dengan banyak pertanyaan. Yang mana setiap pertanyaan yang dia ajukan padaku pasti akan selalu membuatku merasa sakit hati nantinya.
"Apakah kau masih menganggur Tiara." Ucap paman sambil menatapku tajam.
"Mmm... Iya paman." Sahutku sambil menganggukkan kepala.
Bukannya menyemangatiku paman malah dengan tega nya mengejekku, dan bukan hanya sekedar mengejek saja, malahan paman dengan teganya membanding-bandingkanku dengan anaknya yang saat ini sudah bekerja menjadi seorang manager di perusahan besar.
Jujur untuk hal itu aku akui diriku pasti akan kalah, karna seperti yang ku tau anak mereka itu adalah lulusan S1 luar negeri dan sedangkan aku hanya lulusan SMA saja. Jadi akan sulit bagiku untuk menandinginya.
"Coba aja kalau dulu kamu mau kuliah seperti anak paman, pasti kamu ga akan sesusah ini buat mencari pekerjaan. Dan coba deh kamu lihat abang sepupumu ini yang mana sekarang dia itu sudah menjadi seorang manager di kantornya, tapi kau belum menjadi apa-apa sampai sekarang malahan yang ada kau hanya menambah beban kedua orang tua mu saja. Coba deh kamu pikir kamu tuh dah dewasa harusnya kamu itu buka pikiranmu itu memang mau sampai kapan kau akan menjadi beban di keluarga ini, memang kamu ga malu apa." Ucap paman sambil menatapku hina.
Mendengar semua hinaan itu aku hanya bisa diam sambil menahan amarah dan air mataku.
Sebenarnya hinaan seperti itu bukanlah kali pertamanya ku dengar tapi hampir sering kudapatkan jika aku bertemu dengan paman. Mendengar semua hinaan yang pamanku ucapkan, Ingin rasanya ku melawan semua ucapan pamanku itu, Tapi karna dia adalah kakak dari papahku itu membuatku merasa tidak enak untuk melawannya karna takut nantinya membuat papahku merasa sakit hati karena tindakanku.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 113 Episodes
Comments
`cumut♡`🎏
pasti sakit banget yaaa🖤
2024-07-13
0
`cumut♡`🎏
bapak nya siapa sih... tolong lah nackal banget 😪
2024-07-13
0
`cumut♡`🎏
idihhh kok jahat banget sihhh 😭
2024-07-13
0