Setelah obrolan yang begitu panjang, akhirnya kami pun memutuskan untuk pergi dari tempat itu.
30 menit lamanya kami berada diperjalanan, akhirnya kami pun sampai di sebuah rumah yang terlihat begitu mewah.
Aku yang melihat rumah itu pun merasa begitu takjub, karena ini adalah kali pertamanya aku melihat rumah secantik itu.
Baru turun dari mobil Bu Mayang langsung menyambar tanganku, dan menarikku untuk ikut masuk kedalam rumahnya itu.
Saat pintu rumah dibuka, aku begitu merasa sangat takjub lagi setelah melihat keindahan interior dalam rumah tersebut.
"Tuhan..., indah sekali istana ini." Bisikku dalam hati, sembari mengedarkan pandanganku keseluruh penjuru rumah tersebut.
Melihatku yang seperti orang kebingungan, Bu Mayang pun menggoyangkan tanganku pelan, sehingga aku pun merasa sedikit terkejut karena nya.
"Tiara.." Panggil Bu Mayang.
"Eh..iya.." Ucapku gelagapan karena terkejut.
"Kamu kok kaya orang bingung gitu sih, kenapa?."
"Ah tidak apa-apa kok mih."Ucapku malu.
"Ya sudah kalau begitu kamu ikut mamih masuk yuk, biar mamih tunjukkan letak kamarmu di mana." Ajak Bu Mayang sembari menggandeng tanganku.
"Baiklah mih." Sahutku sembari mengikuti langkahnya.
Bu Mayang pun mengajakku untuk menaiki anak tangga rumah tersebut, sesampainya di lantai 2 rumah itu,Bu Mayang pun membuka salah satu pintu ruangan yang ada di sana.
Saat pintunya terbuka lebar mataku mendadak terbelalak melihat kemewahan yang ada dalam ruangan tersebut.
Selepas itu Bu Mayang pun menuntunku untuk ikut masuk kedalam ruangan itu dan aku pun hanya pasrah mengikutinya.
"Nah, tiara sekarang kamar ini adalah milikmu." Ucapnya sumbringah.
"Apa kamarku (Tanyaku kaget), Ta..tapi mih kamar ini terlalu bagus untuk saya tempati."
"Aku sengaja memberikan kamar ini untukmu karna kamu itu istimewa untuk saya. Jadi jangan menolaknya ya Tiara." Mohon Bu Mayang, dengan raut wajah yang sedih.
"Eh jangan begitu, kalo memang mamih ingin saya menempatinya baiklah saya akan menurutinya." menerimanya secara terpaksa.
"Ya sudah sekarang kamu istirahat ya, pasti kamu kelelahan kan." Tanyanya dengan lembut.
"Iya mih." Menganggukkan kepalaku pelan.
"Yasudah kalau begitu istirahatlah, jika perlu sesuatu mamih ada di lantai bawah."
"Iya mih terima kasih."
"Yasudah mamih tinggal ya." Senyumnya sembari melangkah pergi meninggalkanku di kamar sendirian.
Melihat kepergian Bu Mayang, Aku pun memilih untuk merebahkan tubuhku sebentar. Saat aku hendak membaringkan tubuhku, tiba-tiba saja ada yang mengetuk pintu kamarku.
Dengan cepat aku pun berjalan mendekati pintu dan membukanya, saat aku membukakan pintu ternyata ada anak Bu Mayang yang saat ini sedang berdiri depan pintu kamarku.
"Eh.. Tuan." Ucapku sembari sedikit membungkuk.
"Eh.. Tidak usah seformal itu, kamu bisa kok memanggilku Ryan lagian saya belum setua itu kali, sampai kamu harus memanggilku tuan." Sahutnya sembari tersenyum kecil.
"Tapi rasanya seperti kurang sopan, jika saya hanya memanggil nama saja kepada tuan."
"Ya sudah kalau begitu kamu panggil saya Mas Ryan aja jika memang kamu merasa tidak enak memanggilku dengan nama saja."
"Mmm.. Baiklah tu- eh maksud saya Mas Ryan." Ucapku gugup.
Mendengarku yang berbicara gugup membuatnya sedikit tertawa kelucuan karena melihat tingkahku. Merasa malu dengan kekonyolan yang ku buat,aku pun mencoba mengalihkannya.
"Hehe maaf kan aku (menghentikan tawanya), Saya itu kesini mau ngasih sesuatu buat kamu."
"Mau kasih apa ya Mas." Tanyaku penasaran.
"Cepat bawa masuk semuanya." Perintahnya.
Tidak menjawab pertanyaanku, Ryan pun langsung memanggil anak buahnya yang sedari tadi menunggu diluar kamarku.
Mendengar perintah yang diberikan Ryan, tak selang lama 3 orang pria berbadan kekar pun masuk kedalam kamarku dengan membawa begitu banyak paper bag di tangannya.
Aku yang melihat para orang itu yang bulak- balik membawa paper bag kedalam kamarku merasa sedikit kaget saat melihat begitu banyaknya tumpukan barang yang mereka taruh di atas kasurku.
Mendapat perlakuan istimewa seperti itu membuatku merasa tidak enak, karena perlakuan orang-orang dirumah tersebut yang begitu memanjakanku.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 113 Episodes
Comments