"Itu semua bisa terjadi karena Tuhan begitu menyayangimu dan untuk semua kesedihan yang kau alami selama ini pasti akan tuhan gantikan dengan 10 kali lipat kebahagiaan yang bahkan orang lain pun tak akan bisa merasakan kebahagiaan tersebut." Ucap nenek sambil menopang kedua pipiku.
"Kau adalah manusia pilihan yang tuhan takdirkan." Sambung nenek sambil tersenyum.
Setelah mengatakan itu nenek kembali memelukku.
Aku yang mendengar semua penuturan nenek tadi hanya bisa diam dan mencerna semua perkataannya yang saat ini sudah membuatku bingung.
Merasa lelah karena seharian menangis, aku pun memilih untuk membaringkan tubuhku agar sedikit merasa tenang.
Karena begitu mengantuk mataku pun perlahan-lahan mulai tertutup dan tak selang beberapa menit kini aku pun mulai terlelap.
...****************...
...2 minggu kemudian...
"Tiara, bisakah kamu tolong nenek sebentar." Teriak nenek
"Tentu nek." Sahut ku sambil menghampiri nenek di dapur.
"Ini kan bahan-bahan dapur sudah mulai habis jadi nenek minta tolong supaya kamu mau pergi ke pasar untuk belanja. Soalnya kepala nenek agak sakit jadi nenek ga bisa pergi." Sahut nenek sambil memberikan keranjang dan catatan belanjanya padaku.
"Oh tentu saja nek, kalau gitu tiara berangkat sekarang yah dan nenek jangan cape-cape pergilah istirahat di kamar supaya keadaan nenek cepat membaik." Ucapku sambil menyalami nenek.
Sesampainya di pasar aku langsung membeli semua barang yang ada di catatan, yang nenek tulis tadi.
Setelah selesai membeli semuanya, aku pun memutuskan untuk pergi pulang.
Disaat aku ingin pulang tiba-tiba aku melihat 2 orang sedang memukuli seseorang. Karena takut orang itu kenapa-kenapa aku pun memutuskan untuk menghampirinya dan melerainya.
"Hey.... Berhentilah, kalau tidak aku akan laporkan kalian kepada polisi." Teriakku sambil pura-pura menelpon.
Karena mendengar ancamanku Mereka pun merasa ketakutan dan kemudian dengan cepat mereka pun pergi melarikan diri.
Setelah mereka pergi aku pun menghampiri pria yang mereka pukuli tadi.
"Apa kamu baik-baik saja." Ucapku sambil memastikan keadaannya.
"Arghh...." Rintih pria tersebut sambil memegangi perutnya.
"Aku tidak apa-apa, bay the way makasih ya dah mau nolongin gw tadi." Ucapnya sambil menatapku.
"mmm... iya sama-sama, kalo gitu sini saya bantu kamu berdiri."
Lalu setelah itu, aku pun membantunya untuk berdiri. Karena tubuhnya sangat berat tiba-tiba saja aku kehilang keseimbangan tubuhku dan kemudian aku terjatuh tepat di atas tubuhnya.
Mata kami pun saling bertemu, setelah lama kami bertatapan aku pun dengan cepat memalingkan wajahku dan kemudian bangun dari atas tubuhnya.
"mm... maaf tadi aku tidak sengaja melakukannya." Ucapku gugup.
"He..he.. iya gak apa-apa kok." Ucap pria tersebut sambil tersenyum gemas kepadaku.
"Ya sudah, mari saya bantu kamu berdiri." Ucapku dengan mengulurkan kembali tanganku ke arah pria tersebut.
"Ah... baiklah." Sambil menerima uluran tanganku.
"Kalau begitu saya permisi dulu ya." Pamitku sambil melangkah pergi.
Saat aku hendak pergi tiba-tiba pria itu memanggilku dan menghampiriku.
"Hey.. tunggu." Teriak pria itu.
"Eugh iya ada apa.'' Ucapku sambil menoleh kearah pria tersebut.
" Kita belum kenalan, namaku Aldo." Sambil mengulurkan tangannya padaku.
"oh.. namaku Tiara." Sahutku sambil menerima jabatan tanggannya itu.
"Tiara,, nama yang sangat cantik." Ucap aldo.
"Terima kasih, kalau begitu saya permisi ya ." Pamitku kepadanya.
"Apa mau aku antarkan pulang."
"Tidak usah, saya akan pulang sendiri saja."
"Oh baiklah, hati-hati di jalan." Ucap aldo sambil tersenyum kepadaku.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 113 Episodes
Comments