'Aku dimana? Aku siapa? Aku ingin apa?' Entah aku mulai gila, atau aku memang salah mengikuti sistem aneh ini.
Ini adalah moment di mana Violet dan Claude saling bertemu, mana mungkin aku merusak kesan pertama mereka.
'Sistem, berapa point yang akan kau kurangi jika aku tak mengambil misi ini?'
"400 point dengan hukuman dari Goddess sistem."
'Apa kau bercanda? Aku bahkan telah melapor kejadian ini dengan para penjaga yang sedang berpatroli, apakah itu tidak cukup?' sungutku.
"Sepertinya tidak ada jalan lain, aku harus membantu Claude kali ini, ah lebih baik aku meminta bantuan Ihar." Aku menggerutu.
"Tom!" panggilku.
Seekor hamster kini telah berada di depanku, ia tengan menggunakan handuk kecil yang menutupi bagian pinggang ke bawah, kepalanya penuh dengan gelembung shampo, mulutnya berbusa, tangan kanannya memegang alat untuk menyikat gigi.
"Hei! haruskah kau memanggilku di saat aku sedang mandi? Apa kau tak tau malu?" tanyanya.
"Mana aku tau kau sedang mandi, lagian untuk apa kau mandi malam dingin begini?" perdebatan kami tiada ujung membuatku kesal.
"Lupakan," Ia menjentikkan jarinya, kemudian badannya bersih seketika.
"Jadi apa yang kau butuhkan?"tanyanya.
"Aku membutuhkan alat komunikasi dua arah, tapi aku harap ia dapat mendengar tanpa mempunyai alat itu. Dan untuk benda itu, aku hanya memiliki budget 1500 chip," kataku.
"Tenang saja, aku akan memberi barang bagus dengan harga 1000 chip, tapi kau harus memberiku 1 kotak biji matahari pertemuan yang akan datang." Katanya sembari mengeluarkan sebuah kristal berwarna putih bersinar terang.
Aku menerima kristal itu kemudian menggenggamnya, memusatkan pikiranku kepada Ihar, kemudian memanggilnya.
"Ihar, apa kau mendengarku?"
Sementara pria itu tengah kebingungan pasalnya ia dapat mendengar suaraku tanpa mengetahui keberadaanku.
"Jika kau mendengarku, datanglah ke gudang tua yang terletak di pinggir kota, gudang tempat penyimpanan ikan segar yang akan di kirim ke pasar setiap paginya. Aku akan menjelaskan detailnya di sana! tapi Aku sangat membutuhkan bantuanmu" kataku.
Penculik yang menculik Claude ada enam orang,
mereka merupakan penganut kepercayaan baru/ tuhan baru dengan ilmu hitam yang sangat berpengaruh terhadap kutukan yang di derita Claude. Ketika mereka menyelesaikan ritual, Claude akan hilang kendali, ia dapat di kuasai dengan sihir hitam dan pengorbanan darah beberapa orang membuatnya semakin kuat, darah iblis yang di segel oleh kekuatan Mage akan runtuh.
Aku sejujurnya tak menginginkan hal itu terjadi, namun hal ini harus di lakukan karena ini merupakan alur dari novel yang aku baca. Apakah takdir betul-betul dapat di rubah? Jika kali ini aku dapat menyelamatkan Claude dengan tanganku, Apakah akhirnya aku bisa melewati ajalku? Apakah aku terlalu egois membiarkan hal ini terjadi pada anak umur 14 tahun?
Aku segera melakukan misi penyelamatan dengan beberapa bekal sebilah pedang, scroll sihir, dan ilmu alchemist yang ku pelajari, selain membuat ramuan penyembuhan, ilmu dari alchemist yang ku pelajari juga dapat membuat racun yang berbahaya. Aku hanya menyuruh Ihar untuk berjaga jika ada serangan tak terduga, aku ingin tau seberapa kuat aku sekarang ketika aku telah mencapai Mage level 2. Aku sekarang dapat melafalkan mantra pertahanan dan mantra untuk menyerang. Namun aku tak dapat melakukan sihir secara bersamaan, aku harap aku dapat menyelesaikan mereka hanya dengan kekuatanku berpedang, tanpa harus mengeluarkan mantra sihir.
Aku mendapat kemudahan dari Goddess system, aku dapat memprediksikan arah serangan musuh dengan gampang kali ini, pasalnya levelku yang sekarang telah mencapai level 40 dan mempunyai skill bela diri tambahan. Pendengaran dan pengelihatan ku lebih tajam, bahkan di tempat gelap aku tetap dapat merasakan kehadiran musuh.
Aku menyelinap masuk ke dalam gudang, terlihat tumpukan ikan segar yang di simpan dan akan di antar ke pasar esok hari, di ujurng ruangan itu aku melihat tiga pintu kayu, salah satunya adalah pintu rahasia menuju di mana Claude di sekap.
Aku melangkah mendekati pintu ke dua, tak ada penjaga yang menjaga tempat itu, namun aku tetap waspada, dan mengeratkan genggaman tanganku pada pedang itu.
Setelah sampai, aku memusatkan pikiran, memegang pintu dengan tangan kiri, mengucapkan mantra rahasia yang hanya di ketahui oleh para penganut kepercayaan baru.
"Νόστοι," (di baca nostoi dalam bahasa yunani artinya kepulangan pasukan, artinya aku akan pulang ke tempat di mana ritual berada)
Aku mengetahui mantra ini karena telah membca novel The Only One. Karena aku mempunyai Hyperthymesia (kemampuan yang memungkinkan orang untuk mengingat hampir setiap peristiwa dalam hidup mereka dengan sangat presisi.) di kehidupan ku sebelumnya, maka aku dapat mengingat dengan jelas isi novel yang terakhir aku baca.
Pintu itu terbuka perlahan.
Kriet,,,,,
Aku masuk ke dalam ruang gelap, tempat itu sempit, lembab, dan sangat berbau busuk.
"Eleanor." Mantra untuk menerangi daerah sekitar dengan frekuensi yang kecil.
Dalam sekejab cahaya mengelilingi badanku, tak cukup terang, namun aku dapat melihat dengan jelas.
Tak lama terdengar suara tetesan air, semilir angin berhembus semakin kencang ketika aku semakin mendekati tujuan. Sayup ku mendengar suara orang - orang tengah merapalkan mantra.
"ἀλάμπετος," ( di baca alámpetos artinya gelap) cahaya di sekelilingku kini padam. Aku berjalan mendekati sumber suara, tempat ini merupakan sebuah gua dengan obor yang tergantung di dinding dinding yang mengeluarkan titik air dari atas.
Terlihat Claude di letakkan di altar, beberapa badannya di sayat dengan belati kecil, darah segar bercucuran. Claude yang telanjang setengah badan memperlihatkan tanda kutukan di perutnya yang berwarna merah. Segelnya belum terbuka, artinya mereka belum menyelesaikan ritual. Mayat tergeletak di bawah Claude adalah sebuah persembahan untuk iblis yang akan bangkit menguasai Claude. Sementara para pria berjubah hitam duduk di masing-masing pisisi pada lingkar sihir yang mereka buat, mereka berdiri, melafalkan mantra, dan cahaya redup mulai keluar dari lingkaran itu.
Dengan sigap aku menerobos pertahanannya, jika mereka dapat melafalkan mantra artinya mereka mage, aku dapat melihat status bar yang ada pada diri mereka. Kesempatan ku untuk menang lebih banyak, jika mereka adalah seorang mage, ketika mereka sedang melafalkan mantra, dan ada orang yang melakukan serangan tiba-tiba secara mendadak, mereka tak akan dapat menghindar, karena jika mereka mengacaukan mantra, sihir itu dapat berbalik pada mereka.
Aku menusuk salah seorang di antara ke enam mage tersebut, aku memilih orang yang memiliki ketahanan tubuh yang paling kuat di antara semuanya. Dengan sekejab formasi mage itu telah hancur, dua di antaranya muntah darah termasuk orang yang ku tusuk dengan pisau, sementara empat lainnya terpelanting.
"Pengacau," kata salah seorang darinya.
Pria itu menghunuskan pedang, namun aku dapat dengan mudah menangkisnya.
"Shield," Aku mengaktifkan skill pertahanan, dengan begini aku dapat menyerang, dan bertahan dengan mudah.
Beberapa di antara mereka tercengang melihatku yang dapat mengaktifkan sihir, namun dapat menyerang. Sebagai seorang mage yang tengah mengaktifkan sihir pertahanan, biasanya mereka hanya dapat fokus ke satu sihir saja dan tak dapat melakukan perlawanan, bahkan mage terlatih sekalipun ketangkasannya akan berkurang ketika melakukan hal itu secara bersamaan, namun karena shield ini ku dapat dari Goddess system, maka aku dapat menyerang lawan dengan leluasa.
Aku berjuang mati-matian kali ini, dengan kecepatan dan ketangkasanku, aku dapat mengalahkan mereka.
Melihat mereka yang terkapar aku menuju ke arah Claude yang belum siuman, aku menghentikan pendarahan yang ada di tubuh Claude dengan sihirku, dengan kekuatanku sekarang, hanya itu yang dapat ku perbuat.
Naas, salah seorang pria dengan jubah hitam itu bangkit, ia menusuk perutku.
"Arrggghhhh,,,,,!" Pekikku.
Aku mengayunkan pedangku terakhir kalinya, menusuknya pas di dada.
Aku terkulai lemas, namun aku belum selesai dengan misiku, aku mencoba meraih tangan Claude, ramuan penyembuhan yang ku miliki sudah ku gunakan sepenuhnya, darah yang mengucur dari perutku semakin banyak.
Aku memanggil nama Claude beberapa kali hingga aku kehilangan kesadaranku.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 30 Episodes
Comments