Bab 17

Datangnya Claude ke kastil membuat suasana tegang, mengingat ia adalah pria yang ku temui tempo dulu.

"Senang bertemu dengan anda," Kataku sembari memberi salam.

"Senang bertemu dengan anda, Nona Sierra de Houston," Katanya sembari mencium punggung tangan kananku.

Ini merupakan tradisi dari kerajaan, jadi banyak bangsawan yang menggunakan salam seperti ini, ini merupakan rasa hormat yang di berikan kepada orang lain, tentunya yang berlain jenis. Biasanya di lakukan kepala mereka yang lebih tua, mereka yang akrab, mereka yang berpangkat lebih tinggi.

"Saya yakin kita pernah bertemu sebelumnya, senang bertemu anda kembali, saya harap anda dapat membantu saya jika saya mengalami kesusahan selama tinggal di tempat ini." katanya sembari tersenyum sembari menatapku.

"Ahh, sepertinya anda tidak menjaga barang pemberian dari saya, saya tidak menyangka anda akan melepas barang pemberian saya." katanya sembari melirik pergelangan tanganku.

Sebenarnya aku hanya melepas gelang itu hari ini, pasalnya para pelayan baru yang melayaniku mengatakan bahwa gelang murah itu tak cocok untuk menjadi perhiasanku. Kemudian ia mengambil dan menyimpannya, serta mengganti dengan perhiasan yang lain. Aku yakin ia tak kan percaya hal itu, jadi lebih baik aku berdiam diri.

Ia kemudian berlalu setelah Marques Houston mempersilakan nya untuk masuk.

Satu hal yang membuatku bingung, pria yang ada di hadapanku ialah pria yang pernah ku temui di acara Ronald, namun rasa dingin yang ia miliki berbeda dengan pria yang aku temui kala itu.

'Apakah orang itu adalah orang yang sama? Apakah mungkin sesuatu terjadi dalam sebulan ini? Sehingga ini membuatnya berubah?' pikirku

Cherry menatapku tajam, tangannya mengepal, aku tau ia penasaran kapan kita bertemu, dan bagaimana bisa aku mengenal Claude.

"Ah, iya." kataku sembari menggaruk pipi kananku. Aku memalingkan pandangan.

"Oh itu bagus, aku harap kalian mau berbagi cerita tentang pertemuan kalian yang indah itu!" kata Cherry penuh amarah.

Mereka kemudian masuk ke dalam, Cherry dengan sengaja menabrak bahuku ketika berpapasan denganku.

'Ahh,' Aku memegang bahu yang di tabrak Cherry.

Sekarang aku tau kenapa keluarga Houston memintaku untuk tinggal di dalam kastil. Bangsawan memang ingin selalu memiliki citra yang baik di mata orang lain.

Kini aku telah berada di dalam kamarku, aku merebahkan badanku, memikirkan apa yang salah dari Claude. Jika di telusuri, penyebab Claude di bawa kemari ialah karena Claude mempunyai penyakit yang tak dapat di sembuhkan. Keluarga Claude ingin menyembunyikan hal itu, dan menyuruh Marques Houston untuk membantu masalah kesehatan ini, pasalnya alchemist ternama saat ini tengah mendiami kastil Marques Houston. Namun karena penyakit Claude adalah sebuah kutukan turun menurun, ini tidak dapat di sembuhkan oleh alchemist kami. Satu-satunya orang yang dapat membantu Claude hanyalah Violet.

'Apakah ia berubah karena merasa di buang oleh keluarganya? Anak yang malang,' pikirku.

Aku menutup mataku sejenak, namun tak lama kemudian terdengar keributan di depan pintu kamarku. Bagaimanapun aku tak dapat melanjutkan istirahatku, kemudian mulai mencari sumber suara.

"Hei, apakah kau tuli! Aku mau masuk! Kalian tidak tau aku siapa, hah? Beraninya kalian,,,,!"

Plak,,,,

Suara tamparan terdengar jelas, aku yang kini telah berada di depan pintu kamar tercengang melihat kekacauan yang Cherry buat. Ia menampar salah seorang pelayan baruku, ia memang tak tau apapun tentang tempat ini, pasalnya ia datang ketika keluarga Houston tidak ada, yang pelayan itu ketahui ialah aku majikan yang harus ia patuhi, dan aku telah berkata sebelumnya,jika ada yang ingin menemuiku, ia harus memberi tauku lebih dahulu, setelah mendapat persetujuan dariku, baru orang itu boleh masuk. Mengingat tempramen Cherry, tentu saja ia tak suka menunggu, mungkin ia merasa di rendahkan, pasalnya pelayan dari orang sepertiku dapat menghalangi langkahnya. Aku melihat wanita yang merupakan pelayanku menundukkan kepala, badannya bergetar hebat, aku yakin ini pertama kalinya ia di tampar oleh seseorang.

'Akan ku bereskan itu nanti, sekarang yang lebih penting adalah apa yang ada di depanku.' kataju dalam hati.

"Akhirnya kau keluar!" katanya.

Ia menatap tajam pelayanku, menunjuk wajah pelayan yang masih duduk bersimpuh, dan emegang dagunya erat.

"Dengarkan aku! Kali ini hanya sampai di sini! Jika ada kejadian seperti ini di kemudian hari, maka kau akan kehilangan kepalamu! Sekarang enyahlah dari hadapanku!" Gertak Lova.

'Aku rasa masa ia menemani Ronald pergi ke sekolah ia bertemu dengan gangster, bukan para pelajar yang mempunyai pendidikan dan beretika. Ataukah para pelajar di kerajaan ini sebagian besar adalah para gangster?' Pikirku.

Pelayanku melihatku untuk sesaat, terlihat ia masih gemetar, dari hal ini aku dapat melihat kesetiaan yang ada dalam dirinya. Aku mengangguk perlahan, ia ragu untuk sesaat, namun akhirnya pergi dari tempat ini.

Sementara kini aku melihat seekor ular yang hendak melumatku tengah berada di depanku.

"Kau! apa kau yang mengajari pelayan bodoh itu untuk melawanku?" tanyanya sembari menatapku tajam.

"Bisakah kita berbincang di dalam?" tanyaku.

"Hah! sekarang kau bahkan berani mengaturku! kau boleh tinggal di sini bukan berarti kau bisa seenaknya dan lupa diri! ingat! kau hanya sampah tak berguna yang akan di buang jika sudah tak di butuhkah!" kata Cherry.

'Ironinya semua perkataan Cherry adalah sebuah kenyataan, namun hati ini terasa berat untuk menerima hal itu.' batinku.

"Hei, selain kau bodoh, apakah kau sekarang menjadi tuli? untuk apa kau berdiam diri di situ?" katanya sembari memasuki ruang istirahatku.

Setelah ia duduk, aku masuk dan menutup pintu, di dalam ruangan itu ada aku, Cherry, dan Rosa pembantunya.

"Apa benda pemberian Claude? Bagaimana ia bisa memberimu barang itu? Kapan kalian bertrmu?' ia merundungku dengan sejuta pertanyaan.

Aku bahkan belum duduk, namun ia menyerangku dengan banyak pertanyaan karena ia ingin tau ada hubungan apa antara aku dan Claude.

Aku berjalan, kemudian duduk di kursi hadapannya, ia menatapku dalam, namun aku membiarkan anak itu. Terlihat muka Rosa memerah, mungkin ia merasa di rendahkan.

"Saya bertemu dengan tuan Claude pada saat pesta ulang tahun tuan Ronald, saat itu ia meminta saya untuk menunjukan di mana letak danau buatan, setelah itu ia merasa berterimakasih lalu memberikan gelang tangan kepada saya." jelasku.

"Sekarang berikan gelang itu padaku!" hardiknya

"Tapi, itu pemberian tuan Claude untuk saya. Bukankah tidak sepantasnya saya memberikan gelang itu pada anda?" kataku.

"Apa sekarang kau berani menjawab perkataanku?!" katanya.

Ia meminta Rosa menggledah semua ruang itu, semua barang ia lempar sembarangan, laci demi laci ia buka, namun nihil, ia tak dapat menemukan barang itu di manapun.

"Tidak ada, nona." lapor Rosa kepada Cherry.

"Apa kau telah memeriksanya betul-betul?" tanya Cherry.

Aku menghembuskan napas lega karena mereka tak dapat menemukan benda itu, namun siapa sangka mereka akan memukuliku, dan akhirnya mendapatkan gelang itu di saku dress yang aku gunakan.

Aku yang telah tak berdaya hanya bisa meraih kaki Cherry,

"Tolong jangan ambil," kataku.

Ia menghempaskan tanganku, kemudian menginjaknya. "Dalam mimpipun tak kan ku berikan," katanya kemudian meninggalkanku.

Tak lama Claude masuk ke kamarku kemudian berkata, "Menyedihkan!" ia kemudian pergi.

Aku yang terlalu lelah tak dapat melakukan apapun, mataku semakin berat, pandangan mataku mulai terbatas, dalam waktu singkat aku kehilangan kesadaranku. Dalam gelap aku mendengar suara pelayan baruku dan Lova yang merawatku dengan segala luka lebam yang ada di tubuhku.

Setelah cukup lama, aku kemudian tersadar, terenyak dalam malam pekat, dalam gulitanya hati yang padam. Dalam gundah yang datang tak lelah, serpihan kaca hati tercerai terberai.

Malam itu aku tetaplah menangis karena tak dapat menepati janji pada anak kecil yang mempunyai nasib lebih buruk dariku.

Terpopuler

Comments

Annisa anastasya Skb

Annisa anastasya Skb

lemah

2023-08-31

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!