Bab 10

Summer, musim panas akan segera berakhir beberapa hari kedepan, tandanya hari lahir yang tak dapat di hindari akan datang menyapa.

Hari melelahkan ku jalani, tindasan demi tindasan aku terima begitu saja, beruntung mereka keluar kota selama seminggu, aku tak perlu repot memikirkan alasan mengapa luka yang kumiliki hilang dalam waktu semalam.

Misi yang ku jalankan tak betapa sulit, hanya membantu beberapa orang di sekitar. Jika aku tak salah, waktu musim panen, akan ada kejadian buruk yang menimpa ladang para petani, pajak yang terlalu tinggi, gagal panen yang menyebabkan awal mula pemberontakan, muncul penyakit baru yang tak dapat di elakan, beberapa desa gugur dalam masa seleksi ini.

 Yah, seleksi, ketika semua bertahan hidup dengan keserakahan, ketamakan, tidak akan ada yang peduli dengan mereka yang di tindas, penyakit menular menyebar ke seluruh penjuru wilayah, segala upaya di lakukan, dari pengasingan(karantina mandiri), karantina wilayah, hingga pemutusan supply bahan makanan karena zona yang mereka tempati sudah bukan zona yang dapat di tinggali manusia lagi. Yang sehat takut dengan yang sakit, yang sakit cemas karena di asingkan, tak ada obat dari penyakit baru itu.

Itu karena mereka hidup di zaman ini, berbeda dengan diriku di abad 21. Di mana teknologi telah berkembang maju, bahkan di abad 21 kita sudah mengetahui obat dari penyakit menular tersebut. Penyakit menular itu menyerang pada pergantian musim panen ke musim dingin. dan semakin memburuk di akhir tahun.

Aku menatap kaca jendela yang tengah ku bersihkan sembari memikirkan apa yang akan terjadi pada rakyat kota Harrington di waktu yang akan datang. Pasalnya keserakahan marques Houston yang membuat perpecahan ini bermula, dan akan semakin buruk ketika ia tak dapat memberi pengayoman dan menjaga wilayah kekuasaan yang telah ia emban, ini memang bukan tanggung jawabku, namun apakah aku akan senang jika orang-orang baik mati karna hal konyol seperti itu? Dan aku mengetahui obat yang mereka butuhkan, apa aku bisa berdiam diri melihat mereka ditumbalkan begitu saja? Kalau tidak salah, karena penyakit ini salah seorang yang sangat berharga buat Claude juga tak dapat lolos dari maut. Apakah aku sanggup membiarkan ini semua terjadi?

Beberapa hari lagi adalah hari ulang tahunku yang ke 11, jika aku berada pada abad ke 21, maka aku telah berumur 28 tahun, apakah aku akan menikmati kue ulang tahun ku sendiri? Ataukah hanya melewatinya seperti hari biasa, seperti tahun-tahun yang selalu ku lalui?

Ulang tahun bagi setiap orang mempunyai makna tersendiri, ada yang senang dengan segala hadiah menumpuk dan kebahagiaan yang di terima layaknya orang spesial di hari itu. Atau sebagai kenangan buruk menyesakkan yang pernah kalian rasakan. Ulang tahun bukanlah suatu hari yang indah atau layak di peringati bagiku. Hari dimana ibuku meninggalkan dunia fana di umurku yang masih 15 tahun, di abaikan seorang ayah uang harusnya bertanggung jawab akan segala keperluan dan pendidikan yang akan ku terima.

Pada ulang tahunku yang ke 17 hal yang paling memuakan terjadi kali ke 2. Ayah yang menjadi kepala keluargaku, yang memberi naungan serta tempat untuk melanjutkan hidup, lebih memilih mengakhiri hidupnya. Meskipun ia selalu mengabaikanku, minum-minum, ia selalu mencukupi kebutuhanku, berusaha terlihat tegar, namun menjelang peringatan hari kematian ibu, ia seperti berada dalam bayang kelam, duduk meringkuk di sudut ruangan yang tak lagi penuh cahaya maupun kehangatan, depressi yang ia miliki semakin berat, kadang aku melihatnya menangis tersedu, tertidur di depan pintu dengan kondisi kacau, baju yang biasa terlihat rapi menjadi berantakan, seluruh badannya bau minuman keras.

Hingga pada sore itu, aku yang gembira karena berhasil memasuki universitas ternama dengan nilai tinggi berusaha pulang secepat mungkin untuk memberi tahu Ayah tentang nilai yang ku peroleh,

Kriet,

Pintu rumah tua yang kami miliki terbuka, aku mulai masuk dan bergegas mencari di mana Ayahku berada.

Namun, bukan Ayahku yang menyapa kepulanganku, melainkan mayat yang telah tergantung di kamar miliknya dengan ibu terdahulu. Aku yang awalnya bahagia, kini menangis sekencangnya, menyalahkan diri sendiri, tentu saja, ia tak mungkin baik-baik saja, bagaimana bisa aku bahagia ketika orang yang melahirkan ku dan orang yang paling aku kasihi meninggalkan ku? Apakah aku tak layak mendapat kasih sayang? Ataukah memang aku anak yang tak pantas bahagia?

Aku duduk meringkuk selama beberapa hari setelah kejadian itu, aku tak lagi menangis karena air mata itu sudah kering dan enggan keluar. Bibiku menemuiku setelah beberapa orang mengkhawatirkan kami yang tak kunjung keluar rumah.

Ya, aku tak melapor apapun tentang kematian Ayahku, aku hanya duduk meringkuk di samping mayatnya yang masih tergantung. Ketika mereka bertanya mengapung aku melakukan hal itu? Aku menjawab,

"Mungkin akan baik-baik saja jika aku mati bersama keluargaku, mereka meninggalkan ku di hari spesialku, tidak bahagia ketika aku mendapat nilai bagus ataupun meraih prestasi tertinggi, bahkan ketika pengumuman memasuki universitas unggulan Ayahku lebih memilih mengakhiri hidupnya. Aku melihat Ayahku yang meninggal, sepertinya tak terlalu buruk, ia pasti telah bahagia dengan Ibu di dunia lain. Tapi aku tak ingin mati seperti ayah, ia tampak kesakitan dengan lidahnya menjulur kekuar, dan mata yang terbuka, mulutnya mengangkat, bekas rotan yang mengikatnya menyisakan bekas, ia pasti tersiksa sebelum ajalnya. Lagipula mayat itu mulai mengeluarkan bau di hari ke 3, dan semakin busuk di hari berikutnya, aku pikir jika aku mati kelaparan takkan seburuk itu."

Berkat perkataanku aku dibawa ke pskiater, dan menjalani test beberapa waktu, butuh waktu lama untuk menjadi normal seperti orang lain, dengan bantuan bibi yang selalu membantuku, aku dapat bangkit.

'Kalau dipikir lagi, kenapa aku melakukan hal gial itu?' pikirku.

 Saat itu aku mulai tersadar bahwa waktu untuk kabur dalam kastil tidak lebih dari 1 tahun.

Beberapa hari berlalu dengan cepat, musim panen kini telah tiba, Ulang tahunku yang tak terelakan menghampiri,

'Hmmmmm, ulang tahun ku dan sierra di masa ini pun merupakan hari yang sama. Aneh jika aku berfikir itu hal biasa. Ataukah Sierra adalah reinkarnasku di masa lalu? Ah,,, tak mungkin.' Kataku dalam hati.

"Nona, ini kue untuk anda." Sepotong kue di berikan oleh Lova,

 Siang itu aku merasa ulang tahun kali ini tidaklah hal yang buruk, Lova memberiku syall buatannya untuk ku pakai di musim dingin. Lova adalah pelayanku, namun ia merupakan teman terbaik bagiku, sejujurnya saja aku tak pernah mengerti mengapa ia di utus sebagai pelayanku, karena selama ini aku melakukan semua pekerjaanku sendiri, berbeda dengan Cherry yang mempunyai 3 orang pelayan, semua kebutuhan yang ia perlukan selalu di tangani pembantunya, bahkan dari menyiapkan air hangat untuk cuci muka di siapkan oleh pembantunya. Berbeda denganku yang harus menyiapkan segalanya sendiri, terkadang air hujan yang ku tampung menjadi air untuk cuci mukaku, menyedihkan, bahkan para pelayan maupun ksatria kastil tak di perlakukan seburuk ini.

Seorang pria paruh baya datang, firasatku buruk tentang hal itu,

"Nona Sierra, Tuan muda Ronald mencari anda, ia menunggu di ruang tamu, namun sebelum itu, ia memerintahkan untuk anda mengganti pakaian yang telan tuan Ronald sediakan di ruang ganti tamu." Ia melirikku, melihat pakaian yang ku kenakan yang kotor dan tak terurus.

"Baik." Kataku,

'Aku tak tau apa yang akan ia lakukan, namun aku harap bukan sesuatu yang buruk.' batinku.

"Mari ikuti saya," katanya sembari berjalan menuju lorong kastil.

Aku mengekor di belakangnya, pelayan yang ada di ruang ganti itu membantuku untuk membersihkan diri, perlakuan mereka sangat kasar, kulitku di gosok sekenanya hingga beberapa bagian tubuhku lecet. Mereka pun terang-terangan mencaciku, ada yang berkata bahwa ia akan mandi tujuh kali selepas memandikanku karna diriku yang seperti seorang sampah busuk. Ada yang hanya diam, ada yang dengan kasar menyiram kepalaku dengan air dingin.

'Kekanakan.' pikirku.

Setelah siksaan itu, aku masuk ke tahap siksaan ke dua di mana mereka memaksaku memakai korset yang sangat sempit, aku merasa napasku sesak, baju yang ku kenakan merupakan baju bagus keluaran terbaru dari boutique langganan Cherry, namun pertanyaan yang sedaritadi tak dapat aku temukan jawabannya adalah untuk apa mereka melakukan semua ini?

Yang jelas aku tak akan di dandani seperti ini jika hanya bertemu dengan Ronald, dan orang yang berada di ruang tamu bukanlah orang biasa.

Setelah semua selesai, aku seorang buruk rupa telah berubah layaknya seorang putri, aku bangga dengan upayaku, kini tubuh Sierra tergolong ideal, dan cantik meskipun umurnya masih 11 tahun. Gaun warna peach yang ia kenakan, perhiasan yang senada dengannya, membuatku tampak berkilau, rambut silver yang biasa hanya ku urai, kini telah di sanggul rapi dan di beri perhiasan yang cantik. Beberapa dari pelayan itu memperingatkan ku untuk tidak lupa diri karena hal itu.

Aku kini telah berada di lorong menuju ruang tamu, orang yang menjaga pintu membukakan pintu untukku.

Betapa terkejutnya aku melihat siapa tamu yang kini duduk di ruang tamu bersama Ronald, tubuh Sierra bergetar kencang, lidahnya kelu, aku tak sanggup melangkah maju.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!