'Kini aku merasa bersalah kepada penjaga itu. Tempat yang ku tuju memanglah hutan yang berada di samping bukit tempatku biasa mencari ramuan obat. Jangan tanya mengapa aku mencari ramuan obat di bukit, manusia kolot seperti Marques Houston selalu meminta untuk para Alchemist memproduksi obat kualitas tinggi dengan barang murah ataupun tanaman obat yang ada di sekitar bukit perbatasan desa. Dengan begitu akulah sebagai manusia yang baik menawarkan diri untuk mengambil jenis tumbuhan yang merupakan tanaman obat." Kataku menggerutu.
Awalnya aku hanya tau satu atau dua jenis rumput yang sering ku jumpai merupakan obat untuk penurun panas, namun makin kesini aku makin mengetahui jenis tumbuhan lain yang digunakan untuk luka luar, dan tanaman untuk penghilang rasa sakit. Hal ini bagus untukku, karena aku membutuhkan pengetahuan dasar alchemist untuk misiku selanjutnya.
Perjalanan ini terasa singkat ketika aku menggunakan kereta kuda, namun karena semua kereta kuda yang ada di kastil telah di bawa pergi, aku terpaksa harus berjalan cukup jauh hingga aku dapat menggunakan scroll sihir.
"Ahh,,, rasanya kakiku sudah pegal sebelum misi di mulai." keluhku.
Aku melihat sekeliling, mengamati betul-betul supaya kejadian di toko Rainbow Cake Shop tidak terulang kembali, meskipun hanya pemilik toko yang mengetahui hal itu, hingga saat ini aku tak dapat menjelaskan motifku pada mereka.
"Ahh, sepertinya aman." kataku.
Aku mengambil scroll sihir, memasukan ransel ke dalam inventory, mengambil sebuah belati yang ada di ransel, kemudian memasangnya di pinggang. Aku mengenakan jubahku, kini siap untuk melakukan teleportasi.
Tak lama kemudian aku telah berada di bukit samping hutan yang akan ku jadikan tempat menggagalkan rencana.
"Aku rasa orang suruhan Ihar belum datang." gumamku, "Sebaiknya aku mulai masuk ke dalam hutan dan mulai mencari pohon tinggi untukku bersembunyi," lanjutku.
Orang suruhan Ihar adalah orang yang kompeten, mereka pasti dengan gampang menemukanku. Kereta kuda yang akan membawa Violet akan lewat di malam hari, mereka akan menculik Violet saat melintasi wilayah ini. Karena tempat yang gelap, mereka mengira bahwa orang kerajaan yang menculik Violet, saat salah satu dari mereka dengan sengaja menjatuhkan emblem kerajaan.
"Akhirnya aku berada dalam misi seru! Sejujurnya aku sedikit ragu, namun aku harus tetap menjalankan misi ini." kataku sembari melihat pepohonan rindang di sekitar tempat itu.
Aku mulai memanjat sebuah pohon dengan kekuatanku sendiri.
"Mengapa ini sangat melelahkan!!" Teriakku yang baru naik setengah pohon.
"Bagaimana aku akan turun nantinya jika aku memanjat pohon yang tinggi seperti ini!" Keluhku.
'Namun aku harus tetap berjuang! Ya, aku pasti bisa!' kataku dalam hati, memberi semangat untuk diri sendiri.
Beberapa saat kemudian aku telah sampai di puncak.
"Hei, manusia." kata seseorang.
"Aaarrrhhh,,,,!" Aku terkejut setengah mati, jantungku berdegup kencang, hampir saja aku terjatuh, namun aku berusaha memeluk batang pohon yang aku panjat.
"Apa maksudmu keluar begitu saja? Bukankah aku tak memanggilmu? Untuk apa kau di sini? Aku hampir saja terjatuh, dan mati karna mu! Apa kau ingin aku menghantuimu ketika aku telah mati?" kataku penuh emosi.
"Aku keluar karena ingin menertawakan kebodohanmu!" katanya, ia adalah Tom hamster pedagang yang hampir saja membuat ku terjatuh.
"Apa maksudmu?" Tanyaku heran.
"Bukankah kau ini seorang Mage? dengan levelmu yang sekarang telah mencapai level 30 , kau dapat dengan mudah melompat dan menaiki pohon." Jelasnya.
"Hei, kau pikir aku seorang ninja?" Ledekku yang masih tak percaya dengan ucapan asburd dari Tom.
"Kau coba saja! Pusatkan pikiranmu, lihatlah ranting yang ada di depan sana, dan lompatlah! kau pasti dapat dengan mudah meraihnya!" kata Tom.
'Apakah hal itu sungguhan? Tapi mana mungkin, tapi aku ingin mencobanya!' hatiku bimbang, namun akhirnya aku mencoba.
Ku pusatkan pikiranku, kemudian melompat jauh, dan ternyata aku dapat melakukan hal itu!
"Hei, jika kau mengetahui hal ini, mengapa kau tak memberitahuku? Dengan begitu aku takkan susah payah memanjat manual seperti orang bodoh!" kataku mengumpat.
"Aku pikir kau tak sebodoh ini!" katanya meledekku.
"Kau,,,,!" Aku ingin memakinya, namun aku mendengar suara sesuatu yang mulai mendekat.
Tom melompat ke dalam jubahku, "Berhati-hatilah, aku mendengar dua orang mendekati tempat ini!" katanya.
"Iya, aku tau hal itu." kataku.
Tanganku bersiap memegang gagang belati yang ada di pinggangku, bersiap untuk kemungkinan buruk. Kita takkan tau apa yang akan mengincar di tempat seperti ini, aku mulai menyesali telah mengambil misi berbahaya seperti ini.
Dua orang itu kini telah muncul, mereka ternyata adalah Ihar, dan seorang lagi adalah pria kecil yang tak ku kenali, aku yakin ia adalah ksatria bayangan, namun aku ragu, dengan badan kecil itu, apakah ia dapat dengan mudah membantuku menjalankan misi?
"Hei, siapa pria yang ada di sampingmu?" Tanyaku pada Ihar.
Ia terkekeh , "Wah, nona manis ini sangat lucu!" katanya sembari menutup mulutnya yang menahan tawa.
Pria itu berdiri mematung di atas pohon, ia terlihat sangat kaku.
"Untuk apa kau tertawa?" Tanyaku.
"Uh, em, maaf,,, tapi anda sangat lucu." katanya yang masih menahan tawa.
"Hmm, oke, ini adalah Lily, ia ksatria bayangan yang kau minta." jelas Ihar.
'Apa? bagaimana bisa pria tampan dengan rambut pendek, dan wajah kaku itu adalah lily?! Seorang wanita yang aku puja-puja karena kehebatannya?' aku terkejut, mukaku memerah untuk sesaat.
"Emm,, maaf." kataku menunduk, sembari menggaruk rambutku yang tak gatal.
"Tak apa, saya sering mendengar hal itu, hanya saja ekspresi wajah anda sangat lucu ketika melihat Lily, dan saya tak sanggup menahan tawa. Tapi, bukankah saya lebih tampan dari Lily? mengapa anda tersipu begitu! bukankah saya yang lebih dahulu mengenal anda!" godanya.
"Apa maksudmu?" Tanyaku.
"Ah, sudahlah, anda sangat tidak peka!" katanya.
Aku terus bertanya-tanya, menelaah setiap kata yang ia katakan. Namun tetap saja aku tak mengerti maksudnya.
Kali ini aku menjelaskan situasi yang akan terjadi secara detail kepada mereka. Aku memang telah menjelaskan tujuan utamaku kepada Ihar sewaktu mencari ksatria bayangan, namun ia terkejut ketika mendengar bahwa yang akan di culik adalah calon Saintess, dan yang menculik adalah suruhan dari keluarga ku sendiri. Sejenak aku melihat sorot mata iba darinya, namun kemudian ia kembali seperti semula.
Kami menunggu malam hari, sore itu pembunuh bayaran yang di sewa Marques Houston telah tiba, mereka bersembunyi di balik pohon.
Kami bertiga hanya menunggu malam hari, waktu yang tepat utnuk mengagalkan rencana mereka. Mungkin kalian bertanya mengapa harus menunggu malam jika penjahat itu telah datang, jawaban dari pertanyaan itu adalah agar kelompok informan guild menjadi tenar, dan misi yang aku jalankan adalah membantu Violet (calon Saintess) meloloskan diri, dan menjebloskan pembunuh bayaran itu ke penjara. Jika kami memberantas mereka terlebih dahulu, kedok Marques Houston tak akan terbongkar.
Malam telah tiba, terdengar suara kereta kuda yang melintas, suara itu semakin cepat, kereta itu di kawal dengan empat orang utusan gereja yang mengiringi dengan memacu kuda.
Kami bertiga berjaga-jaga, dan saling membari signal. Sepertinya para pembunuh bayaran itu telah beraksi, mereka kini telah menghadang kereta kuda itu, para pengawal terlihat mulai kewalahan mengalahkan mereka, dua orang terluka. Saat mereka membuka pintu kereta kuda, aku memulai aksiku.
"Hei, kalian berenam, orang bodoh yang mencari uang dengan hal yang sia-sia!" teriakku.
Aku dapat melihat status dari tiga pembunuh bayaran, sementara tiga lainnya tak dapat ku baca informasinya. Salah seorang dari mereka memberi aba-aba, aku yakin ia adalah otak dari penyergapan ini.
Meskipun aku dapat melihat status dari ke tiga penjahat itu, namun jika mereka melawanku secara bersamaan, aku pasti akan kewalahan. Salah Seorang dari mereka mendekatiku. Aku bersiap menyergap, dua orang lainnya menawan Violet, tiga lainnya melihatku yang agak gemetar. Siapapun akan gemetar di posisi ini, aku hanya anak berumur 11 tahun yang baru kali ini menghadapi pembunuh bayaran. Namun aku akan menunjukan apa yang ku bisa, sementara Ihar dan Lily bersiap di belakangku.
"Anak kecil yang malang, mengapa kau harus berada di hutan malam - malam begini! Apa kau butuh kehangatan?" Katanya.
Ini sangat menjijikkan, mereka terang-terangan menggunakan seragam ksatria kerajaan, bau minuman keras sangat mencolok hidung. Bagaimana bisa mereka berpesta sebelum menyelesaikan misi? Orang konyol ini menyebalkan!.
Pria itu mendekatiku, tangannya meraihku, aku dengan sigap menghunuskan belatiku. Sesaat ia mengerang kesakitan karena tangannya terluka, darah segar mulai mengucur, hingga beberapa saat ia mulai tak sadarkan diri.
Mereka terkejut setengah mati melihat partnernya dengan mudah dikalahkan oleh anak kecil sepertiku.
"Tenang, ia hanya pingsan," Kataku tersenyum.
"Sekarang, giliran kalian!" pancingku
Para pembunuh bayaran itu mulai memberi kode, mereka berada dalam posisi waspada, empat orang kini maju, satu orang lagi menjaga Violet.
Aku tersenyum, memberi kode kepada Ihar dan Lily untun segera muncul.
"Hei, aku juga ingin ikut dalam kesenangan ini!" kata Ihar.
Ia mulai muncul bersama Lily, orang yang membawa Violet mulai mundur, dan berusaha meloloskan diri. Violet yang melihat kejadian itu merasa lemah kemudian pingsan, sepertinya hati yang ia miliki terlalu lembut.
Ihar dan Lily dengan mudah mengalahkan ke empat pembunuh bayaran yang memang bukan tandingannya. Aku mengejar seorang yang hampir melarikan diri, Aku melihat tak status bar miliknya, artinya ia bukanlah tandinganku, dan aku tak dapat mengalahkannya, namun aku pasti bisa mengulur waktu.
Setelah ia membaringkan Violet, ia mulai mengeluarkan pedang miliknya.
"Ahhh, kau mengeluarkan pedang untuk melawan anak kecil sepertiku? Bukankah itu sangat memalukan?" Ejekku.
"Diam! Aku akan membunuhmu dengan cepat!" Gertaknya.
"Apakah kau bodoh? kelima temanmu telah dikalahkan, jika kau tak menyerah, mereka pasti tetap membeberkan siapa dirimu! Kami dapat dengan mudah mencarimu!" kataku memanipulasi.
"Diam! Tau apa kau? Mereka tak akan gampang mengaku!" bantahnya.
"Marques Houston!" Kataku sembari tersenyum.
"Kau!!!!" Ia mulai lengah.
Aku melempar bubuk merica ke muka pembunuh bayaran itu, Lily menyelamatkan Violet, kemudian dengan sigap aku memukul tengkuk pria itu hingga tak sadarkan diri.
"Wah, nona manis, untuk sesaat aku pikir anda adalah seorang bangsawan yang tak pernah memegang belati, namun anda cukup terlatih." sindirnya.
"Aku memang tak pernah memegang belati!" Kataku dengan acuh.
Memang di dunia ini aku tak pernah memegang belati, tapi tidak di kehidupan ku yang sebelumnya. Aku adalah anak yang pernah menjuarai beladiri nasional, alat seperti pedang, belati, serta panah bukanlah hal baru bagiku.
Setelah semua beres, aku meninggalkan tempat itu, membiarkan Ihar serta Lily menyelesaikan tugas, memberi ramuan penyembuhan untuk diberikan kepada pengawal serta kusir pengendara kereta kuda.
Mataku berbinar ketika melihat levelku naik ke level 38, dan bonus yang aku dapatkan adalah benda-benda yang aku butuhkan untuk misi selanjutnya, dan hal yang paling menakjubkan adalah aku mempunyai kekuatan self healing atau aku dapat menyembuhkan diriku sendiri. Aku tinggal membaca mantra, dan aku dapat pulih secara berkala, sesuai dengan kondisi fisikku, jika kondisiku lumayan parah, akan membutuhkan waktu cukup lama, namun luka ringan hanya butuh waktu 5-10 menit. Yang paling mendebarkan adalah aku menjadi Mage Level 2, dan itu artinya aku harus belajar lebih dalam tentang mage, karena tak mungkin aku menggunakan sihir jika aku tak mengetahui dasar mage.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 30 Episodes
Comments