Pipiku memar setelah mendapat tamparan dari Cherry, tak berhenti disitu, ia mendorongku hingga terjatuh di lantai.
'Tidak apa, aku baik-baik saja,ini akan segera berakhir,tapi mengapa aku harus bertahan dengan tindasan ini, sementara aku bukanlah Sierra lemah yang dapat ia permainkan sesuka hati?' Aku menatap anak itu tajam.
Plak
Tamparan ini dari Rose,
"Beraninya kau menatap mata nona Cherry! Kau hanya orang rendah yang tak pantas hidup di tempat ini! Harusnya kau bersyukur diberi makan dan tempat tinggal layak! Dasar tak tau diri!" Katanya menusuk hati.
Selama aku tinggal di sini yang mereka berikan adalah sepotong kue basi setiap harinya, jika bukan karena Lova yang membagi bekal makan yang ia punyai padaku, mungkin aku takkan sesehat ini, bahkan aku telah lama membusuk di tempat lembab yang kumuh diujung istana.
Berkat tatapan sinisku, aku mendapat pukulan lebih banyak dari biasanya, tak hanya itu, mereka menyiramku dengan air dingin,beruntung sekarang masih musim semi, udara dingin yang di berikan tak terlalu buruk.
Mereka pun mempertanyakan ku bagaimana bisa aku mengenal pemilik toko tersebut, dan mendapat kue dari mereka, aku hanya menjawab hal wajar karena sering membeli barang di daerah itu.
Kejadian pagi itu ketika aku meminum ramuan perubahan diketaui oleh Leon pemilik toko, akhirnya kedokku terbongkar karena kecerobohanku, karena aku tak memiliki waktu banyak, aku berjanji untuk singgah, dan menjelaskan di waktu yang akan datang.
Siang itu aku tetap meneruskan pekerjaaku seperti biasa meskipun keadaanku seperti ini, beberapa orang yang melihatku hanya bersimpati tanpa mengeluarkan sepatah kata apapun, hanya Lova yang selalu ada di sampingku. Aku tau ia beberapa kali menera hukuman karna membantuku, Lova adalah seorang pelayan yang ditemukan Sierra sebelum aku memasuki tubuh ini. Ia seorang yatim piatu yang baru saja kehilangan satu-satunya adik dan orang berharga yang ia miliki.
Setelah bertemu Sierra, ia merasa bertemu kembali dengan adik yang ia sayang. Lova selalu membantu Sierra dalam segala kesusahan yang ada, bahkan hanya Lova lah yang menangis ketika melihat Sierra disiksa, entah apa yang akan terjadi jika Lova mengetahui Sierra meninggal.
Malamnya aku kembali ke anex, aku menenggelamkan tubuhku ke ranjang keras milikku.
"Ouh,," Lenguhku.
Tubuhku memar, beberapa diantaranya lecet dan berdarah, bagaimana bisa mereka menyiksa anak sekecil ini.
"Dasar payah!" kata Tom padaku.
"Hei aku tak memanggilmu! Jadi pergilah!" kataku ogah-ogahan.
"Aku yakin dengan tubuhmu itu kau dapat membalas perbuatan mereka, namun kenapa kau tak memberontak?" selidiknya
"Aku sudah cukup lelah dengan keadaanku, aku akan menyimpan dendam ini, kemudian membalas mereka ribuan kali lipat!" kataku membara.
"Apa kau ingin aku membalas perlakuan mereka sekarang?" tawarnya
"Tak perlu! Sekarang enyahlah dari hadapanku! Aku ingin beristirahat!" kataku.
Tom kemudian menghilang, seperti yang kalian tau, dia adalah bagian dari sistem, perbedaannya hanyalah dia dapat berbicara, melawan, melakukan aksi, kadang menjadi orang dewasa dengan segala nasihatnya!
Malam itu badanku terasa lemas, seharusnya aku meminum sedikit ramuan penyembuhan, namun aku terlalu penat, lagipula akan bermasalah jika mereka melihatku sembuh dalam waktu satu malam.
Dibalik jeruji besi yang dingin, seseorang meringkuk, menangis sepanjang hari, seorang pria datang dan pergi setiap harinya, tanpa terlewat seharipun, anak kecil itu disiksa, dinodai, tangannya mengepal hingga membekas dan mengeluarkan darah, isak tangis memenuhi ruang sempit yang dingin, tangan dan kakinya di rantai, ia tertunduk, hanya bisa menerima kebrutalan dari pria tua yang menggaulinya. Hari ketujuh setelah ia disiksa, anak itu menatapku, ia bergumam, namun aku tak sanggup mendengar apa yang ia katakan.
Aku terbangun dari mimpi buruk dengan airmata yang mengalir deras di pipiku. Kehidupan anak itu sangat miris, ia menghabiskan harinya dengan seorang psycho. Apakah ia disandera? Aku masih belum lolos dari tempat ini, mengapa harus bersusah memikirkan orang lain?
Angin pagi itu mengingatkanku pada misi yang harus kulakukan, bagaimanapun aku harus pergi keluar dari kastil hari ini, beruntung aku sering keluar untuk membeli keperluan, jadi aku dapat dengan mudah mendapat izin keluar.
Scroll sihir yang dimiliki beberapa orang hanya dapat digunakan sekali saja, namun berkat sistem goddes, aku dapat meningkatkan kegunaan scroll ini, dan dapat menggunakan kapanpun asal aku menyuntiknya dengan mana secara berkala,
'Mungkin aku akan mendapat uang jika aku menjualnya," pikirku sembari berjalan.
Perjalanan mencari black pendant bukanlah hal mudah, benda itu berada di reruntuhan kuno, tempat yang ku tuju bukanlah wilayah aman, akan banyak monster yang menjaga tempat itu, aku tak tau apakah ini pilihan yang tepat, namun aku harus mendapatkan black pendant jika ingin hidup layak!
Setelah berjalan cukup jauh dari kastil, aku menyiapkan scroll sohir dari jendela sistem goddes.
Memusatkan pikiranku ke scroll yang ada di depanku, hal ini cukup mudah mengingat beberapa kali aku melakukannya, walaupun beberapa kali aku sempat tersesat. Aku harus benar-benar fokus dan memusatkan pikiranku tentang di mana tujuan teleportasiku, berbeda dengan scroll yang sekali pakai, kita hanya perlu menyebut lokasi, kemudian scroll itu akan membawa kita ke tempat yang kita sebut. Tapi jika kamu seorang mage atau mempunyai konsentrasu dan mana yang cukup banyak, hal ini relatif mudah. Scroll itu bersinar terang, membawaku ke suatu tempat.
Puing bangunan tua merata ke segala tempat, beberapa darinya tertimbhn oleh tanah yang kedudukannya lebih tinggi dari reruntuhan itu.
"Tom, apakah kau ada di sini?" bisikku.
"Ya!" ia muncul, kemudian duduk di bahu kiriku.
Kami berdua masuk kedalam sebuah ruang bawah tanah, menurut novel yang ku baca monster akan bergerak lebih buas pada malam hari, maka dari itu kami pergi di siang hari.
Semakin masuk ke ruang bawah tanah tersebut, tempat yang kami lalui semakin mengecil, aku terpaksa merangkak untuk masuk lebih dalam lagi. Aku berhenti ketika Tom yang memanduku mulai menghilang dalam ruang gelap.
"Kemari!" Katanya meyakinkan.
Aku menelan ludah kasar, peluh telah berguguran semenjak aku masuk ke ruang sempit itu. Perlahan aku memasuki ruang gelap di depanku.
Setelah aku memasuki ruang itu, obor yang tertempel di dinding mulai menyala, terlihat pemandangan mengerikan, banyak tengkorak teronggok di ruangan itu. Tikus kecil berlarian, kelelawar berterbangan. Pilar-pilar rapuh terukir dengan bahasa kuno yang sulit ku mengerti. Dinding hingga atap terlukis kisah klasik kuno tentang sesuatu yang tak ku pahami.
"Hei, apakah kau tau arti dari tulisan-tulisan itu?" Tanyaku.
"Aku bukan arkeolog, namun aku mempunyai alat yang dapat membantu!" ia mengeluarkan beberapa barang dari sistem yang ia punya.
"Ini adalah kacamata spesial, dengan ini kau dapat dengan mudah membaca tulisan yang terukir di dinding itu, dan ini adalah kaca pembesar yang dapat memperjelas tulisan hilang yang ada di ukiran pilar ruangan ini, dan ini adalah barang yang sangat langka, dengan pil ini, kau dapat berbicara dengan semua bahasa yang ada di dunia."
'Seketika aku merasa terjebak ilmu marketing.' kataku dalam hati.
"Dan hanya dengan 10.000 koin chip, kau akan mendapatkan semua barang ini!" katanya dengan berapi-api.
"Emmm sepertinya,,," kataku ragu.
"Oh, apakah terlalu mahal? baiklah aku akan memberikan potongan harga karena ini pertama kalinya kau membeli barang dariku! bagaimana jika 8500 chip?"
"Ehhh,,,,"
"Oke, 7000?"
'Emmmm,,,,"
"Aku tidak bisa memberimu lebih rendah lagi,,, baiklah 5000 chip? bagaimana?" Tanyanya.
"Aku bahkan tak memiliki chip,"kataku.
"Lalu kenapa kau diam saja?"
"Aku hendak memberitaumu, namun kau tak membiarkanku menyelesaikan ucapanku!" jelasku.
Aku yang lemas kemudian mengingat sesuatu,
"Tapi aku ada ini,,," Menyodorkan sekotak biji matahari pada Tom.
Mukanya memerah, ia terlihat sangat marah terlihat dari urat nadinya tercetak jelas di kening.
"Apa maksudmu??? Aku bukanlah hewan murah yang,,,," Perkataannya terhenti ketika aku membuka tutup kotak biji matahari itu.
"Yang,,,, yang,,,," ia memejamkan mata kemudian mendekat ke arah kotak yang ku sodorkan.
Klek,
Aku menutup kembali biji bunga matahari itu,
"Baiklah, aku akan barter denganmu untuk kali ini saja! namun kau tetap harus membayar 3.000 chip, aku akan mengurangi harga untuk membeli apa yang aku makan." katanya.
"Deal!" aku memberikan kotak itu padanya,
Setelah ia memberikan peralatan yang ku beli, aku membaca tulisan kuno itu dengan seksama,
"Hei, apa kau pikir penjaga bangunan ini akan tetap ada untuk menjaga wilayah ini?
"Tentu, mereka adalah makhluk territorial, biasanya berubah menjadi sebuah patung, namun tetap abadi dan menjaga wilayah yang menjadi territorial nya!" Jelasnya sembari menggigit kecil biji bunga matahari yang ku berikan beberapa waktu lalu.
"Emmm,,,, apakah sistem sepertimu dapat melakukan combat? atau bertarung melawan monster?" tanyaku.
"Tentu, karena beberapa dari client ku yang terdahulu selalu mendapat masalah besar ketika memanggilku, jadi aku terpaksa belajar bertarung." jawabnya.
"Bagus!" kataku.
"Iya, ngomong -omong, kenapa kau bertanya?" ia penasaran.
"Karena salah satu penjaga itu telah di sini." kataku sambil meringis.
Hewan buas berbulu lebat, sebuah anjing hitam besar dengan tinggi 2 meter berada di belakang Tom, ia menunjukkan gigi taringnya yang tajam, air liurnya jatuh ke lantai, melihat ke arah kami dengan ganas.
"Semoga beruntung!" kataku yang kemudian berlaru meninggalkan Tom.
"Hei, anak kurang ajar, aku akan membalasmu dan menagih mu dengan tagihan besar karena perlakuanmu!!!" katanya sembari berlari.
Aku tertawa terbahak karena hal itu, sistem itu seharusnya kembali ketempatnya, untuk apa ia bersikeras melawan hewan itu, terlebih hewan territorial berarti ia akan kembali menjadi batu ketika wilayahnya telah aman.
Setelah cukup jauh aku memanggil Tom untuk datang, dengan cepat ia berada di pundakku.
"Hei, aku sedang bersenang-senang, mengapa kau memanggilku?" tanyanya.
"Sepertinya aku telah menemukan Black pendant." kataku.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 30 Episodes
Comments