"Apa? Kau telah tau di mana black pendant itu berada!" ia terkejut dengan pernyataanku.
"Lihatlah!" aku menunjuk ke depan,
Sebuah altar yang telah rusak parah terlihat di depan mata, di ujung altar ada sebuah singgasana, sementara di atasnya ada sebuah patung setengah badan di tangannya tergantung kalung dengan liontin hitam.
'Setelah perjuangan ini, ternyata kita bisa mendapat kalung itu dengan mudah,' Pikirku.
Tom berlari kencang,
"Hei, tunggu aku," kataku yang menyusul Tom.
matanya berbinar melihat apa yang ada di depan mata,
'Mungkin aku akan membiarkannya meminjam benda itu untuk beberapa hari, sepertinya dialah yang tertarik dengan benda itu!' batinku.
Namun siapa sangka ia salah langkah hingga mengaktifkan perangkap yang dirancang oleh penghuni tempat ini.
"Awasss,,,!!!" peringatan dariku terlambat,
Kami terperosok ke sebuah lubang curam, terjatuh cukup keras, dan berguling beberapa kali.
"Aw,,,,"
'Sepertinya tulang ekorku patah, kepalaku rasanya berputar, beruntung bukan kepala yang jatuh terlebih dahulu.' kataku dalam hati.
Beruntung Tom jatuh tepat di badanku, aku sempat menangkapnya kala kami terjatuh.
"Apa kau baik-baik saja?" tanyaku sembari melihat keadaan Tom.
"Apakah aku terlihat baik?" tanyanya kemudian mencoba bangkit.
'Lutut dan siku kananku terasa sakit, rupanya dampak dari terjatuh tadi menyebabkan lutut dan sikuku berdarah, jika seperti ini aku akan kewalahan untuk melanjutkan misi,'
"Huhh,,,, untunglah kau baik-baik saja," Aku membuang napas panjang.
"Nah,,,," Tom menyodorkan sesuatu padaku.
Aku melihatnya sembari bertanya-tanya,
"Sudah, minum saja pil ini!" katanya sembari memaksaku menegak pil yang ia bawa.
Luka yang ada di sekujur tubuhku menghilang, berikut dengan luka pukulan dari Cherry dan Rosa.
"Tak usah berterimakasih! Anggap saja aku sedang berbaik hati," katanya dengan nada sombong,
"Kau,,, apa kau tau aku sengaja membiarkan luka ini agar mereka tak curiga terhadapku? Jika kau sembuhkan semua luka di badanku, bagaimana aku menjelaskan kepada mereka nantinya? Aku pasti di tuduh mencuri ramuan penyembuh!" Kataku naik darah.
"Bukankah aku telah berbaik hati padamu? kenapa kau malah marah seperti itu? harusnya kau berterimakasih padaku!" Bentaknya tak mau kalah.
"Hei, aku tak membutuhkan bantuanmu!" kataku kemudian
"Kau,,,," Belum sempat ia menyelesaikan kata-katanya, ia terdiam saat melihatku mematung.
"Apa yang kau,,," Lanjutnya, namun terhenti ketika ia melihat bayangan besar, ia menoleh, melihat pemilik bayangan besar itu. Makhluk buas telah berada tepat di belakang Tom.
Kami bergerak cepat, melompat ke samping, sembari berjaga-jaga.
"Sepertinya kali ini aku harus mengotori tanganku," kataku kemudian.
"Hei, apakah kau punya sebilah pedang tajam?" tanyaku pada Tom.
"Tentu!" katanya.
"Untuk pedang ini, aku akan memberimu percuma, karena aku mempunyai banyak! Anggap saja sebagai hadiah pertemuan dariku!" lanjutnya.
"Baiklah,"
Aku menerima pedang dari Tom dengan baik, kini seekor Chimera telah berada di hadapan kami,
Chimera adalah makhluk mitologi yang memiliki tubuh singa dengan kepala singa di bagian depan, kepala kambing di bagian tengah, dan ekor ular.
"Dapatkah kau membantuku mengalihkan perhatian hewan ini?" Tanyaku.
"Aku dapat menahannya 5 menit, lebih baik kau bergegas!" katanya
"Tenang, aku hanya butuh 2 menit!"
Aku membuka jendela sistem goddes, melihat inventory, meminum ramuan kekebalan, penambah energy, penambah kecepatan, mengaktifkan skill bertarung dengan pedang.
Skill dan ramuan itu aku dapat dari beberapa misi terdahulu, jika semua ini masih tidak cukup, sepertinya aku harus mempertaruhkan nyawa.
"Apakah kau sudah siap?" tanya Tom yang bertarung melawan Chimera.
"Ya! Pergilah, dan ambil black pendant itu," kataku sembari melompat menghadang Chimera.
"Baik!"
Untuk sesaat, aku merasa kami adalah tim yang sangat kompak.
Aku hunuskan pedang itu ke badan makhluk itu, namun ia berhasil menghindar.
"Serang permata yang ada di dahinya!" Teriak Tom, ia tengah mencari cara untuk naik ke altar, tempat Black pendant berada.
Makhluk mitologi itu melihat ke arah Tom yang mulai mencari jalan keluar. Aku kembali menahannya dan menyerang. Melawan makhluk itu bukanlah hal mudah, pasalnya ia cukup kuat.
Aku kini tak dapat melihat Tom, sepertinya ia telah menemukan jalan menuju altar. Artinya tinggal aku dan makhluk buas ini, aku harus bertahan hingga Tom mengambil benda itu. Aku hanya dapat mengulur waktu karena dengan kekuatan kami sekarang Chimera bukanlah tandingan.
Aku menghindar dari semua serangan darinya, cakar yang ia miliki sangat tajam, tercetak jelas bekas cakar yang ia punya setelah mengenai pilar yang ada di ruangan itu. Aku mulai kehilangan tenaga, satu-satunya jalan adalah menyerang dan terus menyerang, namun kulit yang ia miliki terlalu tebal, terlebih kekuatan yang ku miliki tak sebanding.
"Aku rasa makhluk ini bukan hewan territorial," Pikirku.
Setelah pertarungan sengit ia mempunyai titik celah sehingga aku dapat menyerang bagian dahi, tepat pada permatanya.
Clang,,,
Suara pedang mengenai permata itu,
'Apakah aku berhasil?' Tanyaku dalam hati.
Krek Krek
Suara sesuatu yang mulai pecah.
Ternyata pedangku tak dapat mengalahkan kerasnya permata yang di miliki makhluk itu. Ia mulai menyerangku dengan cakar tajam yang ia miliki, naasnya aku tak sempat menghindar. Cakar itu mengenai tanganku, dan kemudian aku terpelanting jauh.
Brakk,,,
Perutku terluka tanganku berdarah cukup banyak, aku rasa luka yang timbul dari cakar yang ia miliki cukup dalam, luka sayat yang di timbulkan lebar, beruntung aku sempat menahan dengan tanganku, sehingga bagian perut yang terkena cakar itu tak terlalu parah.
Aku meraih pedang yang jatuh tak jauh dariku, berusaha untuk bangkit, namun makhluk itu lebih cepat, ia kini telah berada di depanku.
'Apakah aku akan mati?' Tanyaku dalam hati sembari memejamkan mata.
Brak,,,
Sesuatu terjatuh, aku membuka mata perlahan. Badanku terlalu lemah untuk berdiri, Tom telah kembali,dan membawa black pendant padaku.
"Apa aku terlambat?" Tanyanya dengan senyum.
Ia memberikan Black pendant itu padaku, namun hal yang aneh pada dirinya adalah ukuran tubuhnya kini membesar, otot tubuhnya meregang, ia seperti manusia hamster yang berjalan dengan dua kaki.
"Apakah aku bermimpi?" gumamku kemudian.
"Cepat kenakan kalung itu!" katanya.
Perlahan aku mengenakan kalung itu pada leher, mulai merasakan sesuatu yang lain pada diriku, badanku terasa panas, aku dapat merasakan sesuatu memenuhi ruang yang kami gunakan.
Perlahan aku mulai pulih, aku melihat pemberitahuan dari sistem goddes.
"Selamat, misi spesial telah ditakhlukan,"
Aku mendapat ramuan penyembuhan, beberapa 200 point exp. kini levelku berada pada level 23. Status baru sebagai mage level 1 telah di tambahkan dalam profilku. Aku merasa kekuatan di dalam tubuhku bertambah, meskipun aku tetap bukan tandingan Chimera, namun aku dapat sembuh kembali saat ini. Setelah meminum ramuan perubahan, aku dengan sigap menyiapkan scroll sihir untuk teleportasi, aku memanggil Tom, ia dengan cepat mengerti maksudku.
Ia kembali ke tubuh kecilnya, setelah berada di tanganku, aku mulai berteleportasi ke tempat yang lebih aman.
Akhirnya kami keluar dari tempat menyeramkan itu, aku berharap tak pernah berurusan dengan Chimera di kehidupan kali ini.
"Hei, tadi itu apa?" Tanyaku.
"Oh, aku meminum ramuan perubahan sepertimu, banyak jenis ramuan perubahan jika kau mendalaminya lebih dalam." jelasnya.
Kami kini berada di danau buatan di dalam kastil. Untuk sementara kami dapat bernapas lega.
'Setelah mendapatkan black pendant, rencanaku untuk pergi, dan membalas dendam, kini selangkah lebih maju!' kataku dalam hati.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 30 Episodes
Comments