Pagi ini aku bertugas untuk membeli keperluan untuk memasak, sejujurnya ini tugas Lova, tapi aku memohon kepadanya untuk mengizinkanku menggantikan tugas itu, terlebih baju yang ku gunakan, dan penampilanku tak layak di sebut seorang bangsawan, hal yang mencolok dari penampilanku adalah rambutku yang berwarna silver, namun aku berkeras dan berjanji untuk mengenakan jubah ketika aku berada di luar, sehingga tak ada yang dapat menggangguku. Lova bersih keras untuk ikut, namun aku meyakinkan dirinya, aku dapat pergi sendiri, aku mengingat jalan di kota, lagi pula aku pergi menggunakan carriage (kereta kuda) yang akan mengantarku tepat di tujuan utama. Setelah berdebat cukup lama, akhirnya aku memenangkan perdebatan itu, dan pergi bersama kusir (pengendara kereta kuda) yang akan menungguku di ujung pasar tradisional yang ada di kota.
Fakta dari Sierra yang aku tau adalah Marques Houston mengadopsi Sierra, selebihnya aku sama sekali buta dalam hal ini. Kemungkinan Sierra adalah anak seorang bangsawan yang telah kehilangan martabatnya bisa di masukan ke dalam rubik optional, bisa saja itu terjadi, namun aku tak berniat mencari keluarga yang telah meninggalkan Sierra dalam neraka. Terlebih jika mereka bangsawan yang telah jatuh, aku tak ingin ikut memikirkan hal itu. Aku hanya penasaran karena wajah Sierra cukup cantik jika ia memperbaiki penampilan, serta menjaga pola makan.
Setelah aku hidup sebagai Sierra, aku dapat menaikan berat badannya sedikit demi sedikit, melakukan aktifitas yang mengolah otak, dan otot, sehingga daya tahan tubuh Sierra semakin bagus. Walaupun tubuhnya masih jauh dari ukuran ideal anak berumur 10 tahun, namun perubahan ini cukup membuatku senang.
Kini aku telah berada di luar kastil, aku berada di pasar tradisional yang menjajakan banyak barang belanjaan, namun tujuan utamaku pergi adalah menemukan informan guild.
‘Sebelum aku pergi lebih jauh, sebaiknya aku ke suatu tempat yabg sunyi untuk meminum ramuan itu’ Ujarku dalam hati.
Aku pergi memasuki jalan setapak, jalan di antara gedung tua yang tak lagi terpakai, tempat yang sepi, dan cocok untukku meminum ramuan itu.
Aku mengeluarkan ramuan perubahan dari inventory, meneguknya perlahan. Tak lama dadaku terasa sesak, jantungku berdegup kencang,
“Aaarrggghhhh,” Aku memekik, rasanya sakit, panas, dan sangat tidak nyaman.
Kini aku terlah berubah menjadi wanita dewasa, tentu saja tak jauh beda dari muka ku ketika aku masih kecil, hanya saja ini versi dewasaku. Aku mengenakan jubah yang menutupi badanku, ramuan yang sangat manjur. Ramuan perubahan itu hanya bertahan 3 jam, waktu yang singkat, namun aku rasa cukup bagiku menemukan informan guild. Terlebih aku yang telah membaca lokasi informan guild dari novel di masa lalu ku membuatku dengan cepat mengetahui lokasi, dan cara kerja mereka di era ini.
Uniknya dalam guild ini, kita dapat menukar informasi dengan uang, informasi dengan informasi, tentu saja jika informasi yang kalian beri tidak mencukupi untuk pertukaran, sang pemilik guild atau sang informan akan meminta bayaran lebih. Aku tau apa informasi yang mereka butuhkan, dan aku juga tau apa yang ingin ku cari tau, dan aku rasa informasi ini seimbang.
Kini aku telah berada di sebuah gedung tua dengan tulisan Gill's barber shop di plakat kayu yang terpajang di depan pintu masuk, jika kalian memasuki ruangan itu, kalian akan melihat tempat itu seperti tempat pangkas rambut biasa, dengan alat pangkas yang tertata rapi. Namun jika kau berdiri di depan kasir, kemudian menyebut kata rahasia, ia akan langsung mengantarmu ke lorong tempat informan guild.
Aku berjalan menuju meja kasir sembari mengedarkan pandanganku, tak ada pelanggan yang datang, setelah sampai di depan kasir aku membuka penutup kepala yang menutupi rambutku, terlihat rambut silverku, dan bola mataku yang berwarna biru cerah.
Kasir itu melempar senyum, dan kemudian bertanya, “Apakah ada yang bisa saya bantu?”
“Ketika putri sedang tertidur, para kesatria bayangan akan bertindak,” aku membisikan kata rahasia kepada kasir yang berada di barber shop tersebut.
Ia melirik ke arahku beberapa saat, rasa ragu tercetak jelas di raut wajahnya, namun aku tak gentar, dan tetap menunggu.
“Baiklah, silahkan ikuti saya.” Katanya, sembari berjalan menuju lorong yang berada di sampingnya.
Aku mengekor di belakang pria itu. Kalau di pikir, pria itu terlihat masih muda, badannya tegap, dan gaya bicaranya seperti seorang bangsawan. Terlebih dengan wajah tampan dan rambut yang hitam.
Di negara ini hanya beberapa orang yang mempunyai rambut putih dan hitam. Rambut putih mempunyai simbol suci, sedangkan rambut hitam merupakan kesialan, nasib buruk, kehancuran, bahkan bisa di bilang kutukan. Pasalnya beberapa buku kerajaan ini menjelaskan bahwa rambut hitam merupakan keturunan penyihir hitam, atau raja iblis yang akan membinasakan dunia. Orang yang mempunyai rambut hitam tidak pernah diperlakuan dengan baik, dia dikucilkan, bahkan beberapa dari mereka sengaja dibiarkan hingga akhirnya kehilangan nyawa. Aku mengetahui hal itu karena Claude adalah orang yang memiliki rambut berwarna hitam, kisah kelamnya tercetak jelas dalam angan dan menggores luka di hati. Namun dibalik itu semua, kelebihan yang dimiliki orang berambut hitam sangatlah banyak.
Kini kami telah sampai dipenghujung lorong, terdapat pintu kayu yang harus di buka menggunakan mantra, tentu hanya mage yang dapat membuka pintu tersebut. Informan guild adalah tempat di mana orang-orang kuat dan memiliki pengetahuan luas tentang dunia ini. Setelah pintu itu terbuka, pria tadi duduk di kursi yang ada di ruangan tersebut, ia mempersilakan ku untuk duduk.
Aku mengedarkan pandangan sembari mendaratkan pantatku di kursi yang disediakan. Entah sejak kapan ia menyiapkan minuman dan makanan ringan seperti kue kering di atas meja, tentu saja para informan guild sangat professional di dalam pekerjaan ini.
“Apa yang anda inginkan?” tanyanya tanpa basa basi.
Gaya bahasa yang halus, gerak tubuh layaknya bangsawan, badan yang tegap dan proporsional, aku baru tau ada bangsawan yang bekerja di tempat ini.
Aku tersenyum, dan kemudian menyerahkan selembar kertas yang telah terlipat dengan rapi.
“Aku menginginkan informasi tentang ini.”
Ia membuka kertas itu perlahan, membacanya dengan seksama, ia mengernyitkan dahi sesaat.
‘Mungkinkah permintaan ku sangat sulit ia dapatkan?’ pikirku
Ia terdiam beberapa saat, menghembuskan napas berat,
“Lalu? Bagaimana dengan bayarnya?” tanyanya.
“Red Crystal,” kataku kemudian.
Untuk sesaat ia membulatkan kedua bola matanya seakan ia tak mempercayai apa yang aku katakan.
“Bagaimana bisa saya percaya dengan informasi yang anda berikan?” tanyanya
“Aku tau kau akan mempertanyakan hal itu. Ini, aku telah menyediakan scroll ini.” Aku menyorkan scroll (kertas sihir yang di dalamnya berisi tentang perjanjian).
“Kau pasti tau benda ini.” Lanjutku.
“Menarik,” ia tersenyum melihatku.
Di dalam scroll itu adalah perjanjian aku dengan si penyedia informasi, jika informasi yang aku berikan adalah palsu, aku akan mendapat hukuman dari perjanjian tersebut, begitu juga dengan si penyedia informasi. Hanya orang-orang tertentu yang mempunyai scroll sihir ini. Aku tau ini hal yang beresiko, namun aku harus menggunakan ini jika ingin mendapat kepercayaan darinya.
“Baik.” Katanya kemudian menulis isi perjanjian tambahan.
Ia membubuhkan akan memberikan 1.000.000 keping koin emas jika ia berhasil mendapatkan Red Crystal.
“Ini harga yang sepadan.” Kemudian membubuhkan tanda tangannya, terlihat ia menggunakan nama Ihar dalam perjanjian tersebut.
Tentu saja aku sangat terkejut dengan nominal yang ia tulis dalam perjanjian tersebut, dengan uang itu aku bisa membeli sebuah rumah, dan hidup dengan tenang di kawasan luar kastil dalam waktu 10 tahun.
Aku tetap berusaha tenang, dan menerima dengan elegant,
‘Mungkin lain waktu aku bisa bernegoisasi lebih baik dari ini.’ Kataku dalam hati.
Setelah aku menandatangani scroll sihir itu, benda itu kemudian melayang, kemudian berubah menjadi tato yang tercetak di lengan kanan ku dan si informan.
“Senang berbisnis dengan anda, Nona Sierra de Houston.”
‘Sial, aku lupa, aku membubuhkan nama asliku.’ Umpatku dalam hati
“Informasi yang anda butuhkan akan membutuhkan waktu 7hari, namun jika saya telah mendapatkan informasi tentang hal ini sebelum tujuh hari. Saya akan menghubungi anda melalui kurir pribadi.”katanya sejurus kemudian.
Dengan begitu berakhirlah hari yang melelahkan itu. Aku pergi dengan riang gembira karena berhasil mendapatkan uang dalam waktu singkat, orang itu memberiku deposit sebanyak 20% dari nominal yang tertera dalam perjanjian. Dan aku langsung menyimpan uang tersebut di dalam pouch bag / tempat penyimpanan uang, lalu ku masukan ke dalam goddess brangkas, tentu saja di sanalah tempat teraman bagiku.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 30 Episodes
Comments