Bab 13

'Mawar itu merah, melati itu putih, baby blue itu biru.' Aku merasa gusar hingga memikirkan hal yang tak penting seperti itu,

 Aku berusaha untuk santai, namun alih-alih santai yang ku dapat, kegelisahan dalam diri semakin menjadi. Bagaimana tidak? Kejadian yang akan menimpa Violet merupakan sistem balas dendam pertamaku, bahkan aku bangun lebih pagi untuk menyusun rencana, menimbang kemungkinan yang akan terjadi kedepan. Aku harap operasi penggagalan kasus penculikan ini berjalan lancar.

Jika dalam novel penculikan ini menjadi sumber dari ketidak percayaan para penghuni gereja kepada pihak kerajaan. Kali ini aku dengan misi dari Goddess yang juga jalanku untuk membalas dendam akan membuka kedok Marques Houston.

Beruntung Ronald mulai pergi ke sekolah mage, aku takkan terlalu di sibukkan oleh mereka keluarga Houston karena mereka pergi ke kota untuk mengantar Ronald ke sekolah, mengurus administrasi, dan berlibur dalam waktu 1 bulan, termasuk beberapa pelayan serta para ksatria yang terpilih akan menemani perjalanan mereka, dengan begitu aku dapat bernapas lega.

Walau kekuatan yang Ronald miliki sekarang hanya sebatas mengendalikan mana dalam tubuh, belum dapat merapalkan mantra sepertiku. namun Marchioness Fitaza sangat berharap kepada anak semata wayang nya itu. Ia mengidamkan seorang mage dengan prestasi tinggi dan akhirnya akan meneruskan keluarga Houston. Seperti yang ku jelaskan sebelumnya, di negara ini jika kita mempunyai kekuatan khusus pengendalian mana, mempunyai pengetahuan tentang obat-obatan, maka kita dapat mengenyam pendidikan dengan gratis, dan di beri fasilitas khusus.

Tentu saja sebagaimana seorang bangsawan mereka dengan sombong menyumbang sejumlah uang yang banyak untuk memberi tau seberapa banyak harta yang mereka miliki. Namun sekali lagi, diskriminasi di sini tetap terlihat, rakyat biasa tetap di kucilkan, walaupun tak sedikit rakyat yang mempunyai konsentrasi magic tingkat tinggi dan akhirnya lulus dengan nilai lebih tinggi dari para bangsawan, mereka tetap akan menjadi pengabdi masyarakat yang di utus menyelesaikan misi kerajaan di wilayah tertentu. Para mage juga mempunyai komunitas tertentu, layaknya seorang mercenary atau orang bayaran yang di bayar untuk melakukan sesuatu. Mage juga mendapat bayaran sesuai dengan tingkat kesulitan yang mereka dapatkan. Sementara para bangsawan dengan gampang memerintahkan mereka, hanya karna mereka mempunyai kuasa dan uang yang melimpah. Namun bukan berarti semua bangsawan bersifat seperti itu. Mereka hanya manusia biasa yang punya pribadi yang berbeda satu sama lain, yang membuat mereka hancur adalah hasrat yang ia miliki. Tak sedikit bangsawan yang tak dapat mempertahankan kepemimpinannya dan akhirnya goyah, mereka lengser, bangkrut, bahkan dalam semalam semua harta yang mereka miliki bisa disita oleh kepemerintahan negara. Yang mereka punya hanyalah sepotong baju yang ia kenakan, jika di pikir lagi, kehidupan mereka bahkan lebih buruk dari rakyat yang mengais rezeki dengan bekerja setiap harinya. Namun kebanyakan karena kuasa dan hasrat untuk memiliki kekuasaan tertinggi membuat mereka lupa diri akan tanggung jawab yang mereka miliki.

"Ahhh,,,, sudah waktunya," aku yang sedaritadi mondar mandir di depan anex, menggigit kecil jari jempolku, kini mulai berhenti, kemudian mengambil tas yang telah ku persiapkan.

Menyelamatkan calon Saintess dari beberapa prajurit kerajaan palsu yang sebenarnya adalah penjahat bayaran. Misi ini membutuhkan uang, dan tenaga banyak.

"Hei, sistem, jika kau tak memberi bonus yang sepadan, aku tak mau melanjutkan misi ini! Apa kau dengar? Hah! apakah aku sudah mulai gila? Dia bukan Tom yang akan menjawab pertanyaanku." kataku sembari berjalan santai.

"Apakah kau akan pergi lagi hari ini?" Tanya penjaga gerbang sembari melirik ransel yang ku bawa.

"Iya, aku akan mencari obat-obatan di bukit dekat perbatasan desa." Jelasku.

"Sepertinya kau butuh waktu lebih dari satu hari, dilihat dari jarak yang kau tempuh cukup jauh, begitu juga dengan barang bawaanmu. Apa kau yakin Lova mengizinkanmu pergi?" Selidiknya.

"Emmmm,,,, itu,,." Kataku terbata.

Aku menghindari pandangannya, merasa bersalah, karena bagaimanapun juga Lova yang selalu khawatir dengan keadaanku.

"Yah, mau bagaimana lagi, ini kemauan nona Sierra, aku tak dapat melarang." kata pria penjaga itu.

"Jadi kau mengizinkanku pergi? Apakah kau akan memberi tau Lova?" Tanyaku dengan mata berbinar.

"Tentu tidak, tapi nona harus berjanji untuk tidak pergi terlalu dalam, di dekat bukit itu adalah hutan belantara, masih banyak binatang buas yang ada di dalamnya, jangan pergi ketika malam. Apakah anda yakin tak membutuhkan bantuan saya? Seharusnya ada ksatria yang menemani anda." katanya lagi.

"Tak perlu, aku bisa jaga diri, hal ini bukan sekali aku kerjakan, kau tak perlu khawatir. Lagi pula di kastil ini sedang kurang penjagaan karena banyak ksatria yang pergi mengantar Ronald. Aku akan baik-baik saja! Aku pergi dulu, akan ku bawakan oleh-oleh untukmu nanti!" Jelasku sembari melangkah pergi.

"Ya, hati-hati nona! Jika anda membawa rumput aneh yang rasanya pahit dengan alasan itu ramuan kebugaran, lupakanlah! Saya tak akan meminumnya lagi!" Katanya sembari tertawa.

Pria itu adalah teman baik Lova, orang yang selalu membantuku dalam hal kecil seperti menyembunyikan kepergianku dari Lova, pasalnya aku sering pergi dan tak memberi taunya. Beruntung tak ada pelayan Cherry yang mengetahui bahwa aku sering pergi keluar. Jika ada, mereka akan mengadukanku ke Cherry.

"Ah, apaan dia itu! bahkan dia selalu meminumnya walaupun rasanya memang aneh." kataku terkekeh.

Lova adalah orang yang sangat baik dan peduli padaku. Bahkan ia sering menangisiku ketika aku terluka, ia yang selalu mengoles obat ke tubuhku. Ia sering mengomel ketika aku mendapat luka dari keteledoranku, atau ketika aku di siksa oleh kakak beradik itu, hal yang sering kali ia ucapkan adalah.

"Bagaimana jika ini meninggalkan bekas baru? Apakah mereka tidak tau jika kulit nona Sierra sangat sensitive? Ah tapi anda selalu terlihat cantik bagiku, tak masalah jika suatu saat nanti anda tak dapat menikah karna hal ini, saya akan menjaga nona sampai akhir hayat!" Begitulah drama yang selalu ia ulang acapkali aku terluka.

Dengan tingkah konyolnya yang terkadang menangis, tertawa, kemudian segala macam ekspresi aneh yang aku lihat dari dirinya membuatku percaya bahwa di kehidupan ini, mereka adalah orang yang benar-benar hidup.

'Lova adalah orang yang tak ada dalam novel, aku penasaran apa yang terjadi setelah Sierra dalam novel mati, dan mengapa peran Lova tak ada dalam novel. Apakah ia pulang ke kampung halamannya dengan tenang? Kemudian menjalani hidup sebagai rakyat biasa? Namun jika dipikir lagi, aku tak oernah tau di mana desa Lova tinggal, mungkin setelah misi ini aku dapat memberinya oleh-oleh agar ia tak marah padaku, dan menanyakan tentang kehidupan ia sebelum bekerja di kastil ini.' Batinku.

"Baiklah, aku akan menjalankan misi dengan cepat, dan pulang sesegera mungkin!" Kataku bersemangat.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!