Dua hari Mami dan Papi telah menemani Zahra, selama itu juga rumah sangat ramai dan Zahra punya teman untuk bercerita dan memasak.
"Zahra,,, gimana klo kita buat kue, capek duduk dan nonton terus.! "
"aha,, ide bagus mi,, kue apa yang akan kita buat Mi? "
Mami Evelyn mengajak Zahra untuk membuat kue, karena bosan tidak ada pekerjaan.
mereka tinggal berdua dirumah, papi Velix sudah ikut Hengky kekantor untuk sekedar memantau.
"ehm,,, kau tau kesukaan Hengky sayang..!?"
"hem,,, tentu tau mi, dia sangat suka kue kopi..! "
"apa didapur ada bahan kuenya? "
"enggak mi, gimana klo kita membeli dulu.
"yaudah sayang,,, ayo...! "
Zahra dan Mami Evelyn pergi keluar untuk berbelanja bahan kue yang mereka buat.
"mi, kita naik apa? "
"hem,,, apa bisa kau bawa motor Zahra? "
"bisa kok Mi... kenapa?? "
"klo gitu kita naik motor, kau bawalah kita..!! "
"yaudah mi, tunggu disini biar Zahra ambil motornya.! "
Mami meminta Zahra untuk membawa motor, ia sudah lama tidak mengendarai motor, itulah alasannya meminta Zahra membawa motor.
"ayo mi naik,, ini helm nya di pakai.! "
"iyah sayang,,, udah ayo jalan... jangan ngebut ya..!"
"hehe ..oke mi siap!! "
mereka pergi ke supermarket berdua dengan mengenderai motor.
sesampainya mereka di supermarket, mereka membeli segala bahan kue, setelah itu mereka kembali lagi dirumah.
"ayo sayang kita buat kuenya,, mami gak sabar pengen cicipi..!! "
"iya mi ini alat alat buat kuenya, mami yang padu yah!! "
Mereka membuat kue bersama sambil sesekali tertawa dan bermain dengan bahan kue itu.
tidak terasa waktu sudah sore, selesai dengan kegiatan memasak kue, Zahra merasa capek tidak terasa pinggang pun ikut sakit.
"wow,,,, kue nya sangat cantik Zahra..!"
"ini pasti rasanya sangat enak... yummi...!!! "
"heem,,,, ini kita simpan dan yang satunya kita makan,,,! "
"hahaah,,, ide bagus mi..! "
Satu hari bersama dengan Mami, Zahra merasa puas dan bahagia, selama ini dia tidak melakukan kehebohan itu karena dirumah tidak ada siapa pun selain dia.
"mi,, Zahra tinggal dulu,, mau mandi udah gerah banget..!! "
"yaudah sana mandi,,, mami juga mau mandi,,. badan ku lengket semua pada kena terigu..! "
selesai membuat kue, mereka membersihkan diri salesai bermain dengan terigu.
Jam 16:30. papi dan Hengky pulang dari kantor.
mereka sampai dengan keadaan rumah sangat sepi tak ada suara disana.
"mereka pada kemana pi, kok sepi rumahnya? "
"gak tau,, tidak ada pemberitahuan mami klo misalnya mereka keluar..! "
"Zahra,,,, mami,,,, Zahra,,,, kalian kemana sih??? "
tidak ada sahutan apapun.
"papi coba cek dulu dikamar yah, siapa tau mami disana! "
"iya pi,,, Hengky ke kamar dulu..! "
Papi Velix masuk kamar, mencari mami Evelyn, di kamar juga tak ada, di kamar mandi juga tak ada, ia bingung orang dirumah pada kemana.
Begitu pun dengan Hengky ia memasuki kamar langsung mandi dulu, ia berpikir Zahra dan mami nya mungki saja lagi tidur.
30 menit kegiatan mandi Hengky, ia keluar kamar mandi dengan handuk di lilit di pinggang.
selesai mandi ia tak langsung berpakaian, ia membuka jendela kamar nya, melihat sekeliling dan kebawah taman dan kolam.
Hengky kaget saat mendapati Maminya dan Zahra tengah berenang ke dalam kolam, ia mengamati pandangan nya tak lepas dari kedua orang yang sedang berenang itu.
Sungguh sangat bahagia nya Zahra mempunyai teman, begitu pun juga sebaliknya mami Evelyn sangat bahagia.
mereka bermain dan berenang tertawa bersama, sungguh bahagianya mereka jika terus bersama seperti ini.
Hengky berniat turun dan menemui mereka, tanpa ia sadari hanya mengenakan handuk.
"pi,,,, mami dan Zahra lagi berenang di kolam, aku kesana dulu sebentar...!! "
"ohh,,,, iya nak...! "
papi Velix dengan mata tak berkedip dan mulut mengangah, ia memandang Hengky karena cuma mengenakan handuk, apa iyah Hengky ikut berenang atau bagaimana.
"mi,,,, sejak kapan kalian di sini? "
"eh sayang,,, kalian udah pulang? "
"iyah mi udah dari tadi...!! "
Zahra melihat Hengky, ia sedikit takut, mungkin saja tadi dirumah mereka di cari, atau Hengky ingin makan dia minta untuk diambil makanan, itu yang ada dipikiran Zahra, ia naik keatas.
"em,, tuan maaf, tadi mami yang ngajak kesini,,, tuan ingin makan mari biar aku ambil tapi aku ganti pakaian dulu..!! "
Hengky tersenyum melihat Zahra seperti anak kecil yang ketahuan sama mamanya sedang bermain air di parit.
"hm,, gak sayang,,, aku gak marah, gak apa apa, lanjut aja...!! "
"Zahra ,,, kenapa sayang, ayo turun lagi gih,,, Hengky gak akan marah kok...!! "
Mami Evelyn melihat Zahra yang takut, ia kembali memanggil Zahra, dia yakin Hengky tak akan marah.
"tapi mi...!!"
"gak usah takut sama Hengky nanti ada mami yang bela...!!!! "
Zahra tersenyum mendengar itu, ia berbalik ingin masuk kedalam kolam lagi.
"sayang hati hati...! "
Hengky berteriak saat Zahra ingin melompat, tapi ia menoleh ke belakang saat mendengar suara Hengky.
akhirnya, kaki nya terpeleset dan jatuh tidak bisa menyeimbangi diri saat masuk ke kolam.
"aaaaawww.......!!!"
Zahra berteriak, dan mengampung di dalam air, Hengky yang melihatnya dengan ligat ia melompat ke kolam untuk mengambil Zahra.
"Zahra,,,!!!! "
Mami Evelyn juga kaget saat melihat Zahra,,, ia berteriak menghampiri tempat Zahra.
"oh my good..... bertahan sayang, mami bantu...!!! "
Hengky yang lebih cepat meraih tangan Zahra ia memeluk dan mengangkat tubuh Zahra. Zahra baru bisa bernafas akhirnya lega, perlahan ia buka mata, memandangi wajah Hengky.
Hengky tersenyum dan kembali memeluk dan mengusap kepala Zahra.
Hengky yang hanya mengenakan handuk tidak menyadari karena masuk keair handuk terlepas, mami Evelyn menyadari handuk yang melayang diatas air..
Ia tertawa terbahak bahak melihat Hengky yang polos hanya menggunakan boxer tipis.
sangat terlihat jelas bentuk tubuh bawah nya, dedeknya yang menonjol terlihat bentuk dan bulu bulu tipis yang ada disekitarnya.
"hahaha,,,,,, kau lucu sekali sayang....! "
mami terus tertawa dan menunjuk Hengky.
Zahra dan Hengky menoleh melihat maminya yang tiba tiba tertawa, Zahra menyadari kenapa mami Evelyn tertawa, ia memandangi tubuh Hengky, pada akhirnya ia ikut tertawa.
"hahaha,,, tuan handuk nya lepas....!!!! "
Zahra mundur beberapa langkah saat ia tau Hengky tidak mengenakan handuk lagi.
Hengky baru sadar, ia melihat kebawahnya dengan cepat ia menutup dedeknya dengan tangannya sendiri.
ia melihat Zahra dan mami nya terus menertawakan nya.
ia memberanikan diri berenang dan menarik tangan Zahra, ia memeluk tubuh Zahra dan mencumbui bibir yang sedang tertawa itu.
"aaammm,,, lepas tuan....!!!! "
Zahra memukul punggung Hengky ia berteriak namun bibirnya terus di ***** oleh Hengky.
Hengky Memeluknya erat sehingga tubuh mereka sangat menempel bola air milik Zahra sangat terlihat jelas bentuk nya karena ia hanya mengenakan baju renang yang sangat ngepres.
Hengky yang begitu nakal,, menggesek dadanya di dua buah bola air itu tanpa berhenti ia terus mencumbui Zahra ia membuka mulut Zahra menarik lidah dan terus memainkan lidahnya kedalam dinding mulut Zahra.
dedeknya yang begitu menonjol Zahra dapat merasakan di antara kedua paha nya, sesekali Hengky menempeli miliknya itu di paha Zahra.
Zahra merinding dan menegang saat merasakan tonjolan itu dipahanya ia mencekram bahu Hengky dengan kuat.
Mami Evelyn yang menyaksikan itu seketika terdiam dan mematung melihat kedua insan yang sedang bercumbu itu di hadapannya.
"oh mi good...you are very brave darling ...!!!"
Mami Evelyn tidak percaya Hengky begitu berani dengan Zahra. ia menutup mulutnya dan menggeleng gelengkan kepalanya.
"heeii..... Hengky what you're doing in? berhenti tidak!!!!! "
Ia berteriak agar Hengky berhenti dengan aksi nya, ia merasa kasihan kepada Zahra.
sebenarnya kelakuan seperti itu sering ia dapati di negara suaminya, hal seperti itu biasa saja menurutnya namun karena ia tidak tega dengan Zahra ia menegur Hengky.
Hengky melepaskan cumbuan nya di bibir Zahra dan menoleh melihat maminya.
"kenapa Mi? "
Zahra mendorong dada Hengky menjauh ke pinggir kolam.
"yaampun sayang,, apa kau sudah gila, kasihan Zahra Ky...!!!! "
Mami mengomel dan mendekat di samping Zahra.
Hengky yang tak memperdulikan itu, ia berenang untuk mengambil kembali handuknya, segera naik memasang kembali handuk di pinggang dan berlalu pergi masuk kerumah.
"Sayang, kau gak apa apa? "
"em tidak mi,,, ayo kita naik, aku gak ingin berenang lagi.! "
"baik sayang, mami juga udah capek.!! "
Zahra tidak sedikit pun marah kepada Hengky, ia mengabaikan dan tidak peduli dengan apa yang di perbuat Hengky, mereka kembali kerumah dan berganti pakaian.
Hengky yang sedang kesal kepada mami nya yang memarahinya, padahal ia sedang menikmati cumbuan itu, sampai ia harus mengorbankan dedek nya bermain sabun karena sudah terbangun berdekatan dengan Zahra.
Zahra Olive
e
Hengky Riccardo
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 113 Episodes
Comments